If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Melanjutkan Bicara Cinta

Masih ingat bahwa saya mau berbagi tulisan Charlie W. Shedd dalam bukunya How to Know if You’re Really in Love yang dimuat juga di Reader’s Digest dan juga di satu buku yang saya baca yaitu PSIKOLOGI ORANG DEWASA yang disusun oleh Drs. ANDI MAPPIARE ?

Saya akan melakukannya sekarang. Melanjutkan bicara cinta. Hahaha

Cinta yang sampai sekarang berdasarkan literasi yang pernah say abaca, pada akhirnya punya pendapat yang berbeda beda buat mendefinisikan apa itu cinta. Saya sendiri punya pandangan saya sendiri tentang apa itu cinta. Anda juga pastinya demikian. Karena ini bukanlah pertanyaan dengan jawaban yang bisa dinilai, karena sifatnya subjektif. Objek cinta juga tentunya bisa siapa saja, tidak terbatas pada seorang lelaki atau seorang perempuan bagi satu orang, setiap orang dan segala benda bahkan punya kesempatan yang sama buat jadi objek cinta.

Namun satu hal yang mutlak ada dalam cinta, bukan wajib ada, tapi mutlak ada karena memang demikian adanya selalu ada, adalah penyatuan dua manusia yang saling mencinta dalam satu ikatan yang dinamakan pernikahan.

Berbeda beda pula alasan dan pertimbangan tiap orang sebelum akhirnya berani memutuskan buat menikah. Karena jangan salah, menikah tidak pernah mudah! Salah satu yang jadi bahan pemikiran mungkin adalah, apakah saya mencintainya dan apakah dia mencintai saya?. Serealistis apapun orang coba menjadi dalam kehidupan, angan dan keinginan untuk dicinta dan mencinta sudah pasti ada. Tidak mungkin tidak ada. Lalu membicarakan tentang cinta sebelum melangkah pada pernikahan? Tes tes di bawah ini mungkin bisa jadi pertimbangan

1. Tes Kemerdekaan (The Liberty Test)

Apakah anda saling mendukung dengan pasangan untuk tetap memiliki kegiatan sendiri, memiliki teman sendiri tanpa perlu sama dengan teman teman anda, dan saling merasa bebas sebagai individu? Letak kebesaran cinta adalah menciptakan ruang kebebasan bagi diri sendiri dan pasangan. Menyediakan peluang bagi kedua belah pihak untung mengembangkan kemandirian yang sehat (a healthy independence). Mengutip sedikit dari Kahlil Gibran dengan kalimatnya yang tersohor: biarkan terdapat jarak dalam kebersamaan anda itu

2. Tes Tidak Mementingkan Diri Sendiri (The Unselfishness Test)

Dalam suatu perkawinan yang baik, semangat yang harus ada bukanlah “Apa yang akan kamu lakukan untukku” melainkan “Apa yang dapat kulakukan untukmu?”. Dan cinta yang tidak mementingkan diri sendiri adalah cinta yang dapat berkata “Aku mencintaimu karena dirimu, seperti kau adanya”. Bukan hanya dengan kata kata tapi juga dibuktikan dengan perbuatan. Banyak sekali hal sederhana yang bisa diungkapkan dan dinyatakan pada pasangan untuk menunjukkan ke-tidak mementingkan diri sendiri-an.

3. Tes Maaf Memaafkan (The Mercy-Apology Tes)

Apakah anda sudah mampu buat menahan diri tidak mengkritik berlebihan pada pasangan dan sudi untuk mengakui kesalahan anda? Dalam buku Love Story dinyatakan Cinta dalam cara caranya tidak pernah menganjurkan pernyataan seperti kaulah yang memina maaf karena hal itu hanya untuk cinta yang palsu saja. Kalimat ajaib seperti Saya minta maaf atau Ya, saya mengaku saya yang salah adalah hal sederhana yang perlu diusahakan dalam awetnya sebuah cinta. Seni meminta maaf adalah suatu yang sederhana yakni kesediaan mengakui kesalahan, menyesali kesalahan kesalahan dan mengucapkannya juga.

4. Tes Mengenai Sex (The Sex Tes)

Apakah anda peka terhadap kebutuhan kebutuhan seks pasangan anda? Memang kebutuhan seks untuk dua jenis kelamin yang berbeda pada umumnya tidak sama, namun dalam cinta dituntut adanya pengertian dan kompromi dalam mengatasi kebutuhan yang berbeda dan bisa mengakomodasinya dengan baik. Yang penting untuk dilakukan adalah Membuat perundingan berbagai bentuk yang diinginkan untuk membicarakan tentang kerukunan dan rasa damai yang terinti (inner peace) itu

*tambahan bahwa dari hasil penelitian seorang teman, bahwa dalam kebahagian perkawinan, factor pertama yang mempengaruhi justru adalah intimacy.

5. Tes tentang Keuangan (The Money Test)

Sudah tidak diragukan lagi bahwa yang namanya uang ini bisa menjadi pemersatu dua orang yang menganut filsafat “bersama” (a common philosophy) tentang pendapatan/gaji, menabung dan juga pembelanjaan, tapi bisa juga jadi pemecah belah! Sepasang suami istri harus bisa dengan terbuka menyatakan pendapat dan keinginannya seputar penggunaan uang dan segala hal yang berhubungan dengan uang dengan kepala dingin.

*dalam hubungan berpacaran, rasanya kalau belum mampu membicarakan permasalah finansial pada pasangannya, maka masih belum bisa dibilang siap untuk sampai ke tahap yang lebih jauh, karena uang dengan kesensitifannya adalah merupakan bahan ujian dalam sebuah hubungan.

Nah, kalau seseorang menjawab “Ya” atau menyatakan kesanggupan pada lima hal yang tadi disebutkan, maka insya Allah sudah siap untuk menjalani hubungan suami-istri yang matang. Tapi kalau menjawab “Ya” nya masih dengan berat hati terhadap beberapa pertanyaan yang juga pernyataan, its time to work things out! Masih ada waktu buat memperbaiki segala sesuatu.

Yap yap.

Rambu rambu cinta sudah, tes pengukur cinta sudah, sekarang waktunya buat anda menilai perasaan cinta anda sendiri! Terutama untuk anda yang sama dengan saya *halah halah* dewasa muda yang mulai memikirkan dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan pernikahan. Menilai kadar cinta dan mempertimbangkannya rasanya buat saya jadi salah satu PeeR tersendiri. Terserah menurut anda. Tapi saya rasa terutama untuk yang menentukan pasangannya sendiri tapi tetap harus mempertanggungjawabkannya pada orang tua dan diri sendiri pada akhirnya.

Pernah dengar THINK BEFORE YOU ACT? APALAGI BUAT NIKAH! YANG BENAR SAJA!

Sedang berpikir..

Selamat berpikir…

83 comments on “Melanjutkan Bicara Cinta

  1. Yoyo
    June 3, 2008

    Comment dulu…..baca ntar aja……

    mangga… mangga…

  2. Yoyo
    June 3, 2008

    hati-hati dengan test kejujuran…….kadang menyakitkan…….🙂


    yah… bitter but true gimana?

  3. hafidzi
    June 3, 2008

    klo ngetes cinta lewat sex……mendingan JANGAN

  4. hafidzi
    June 3, 2008

    klo ngetes cinta lewat sex……mendingan JANGAN deh….banyakan ruginya:D


    dipahami lagi deh.. maksudnya bukan begitu lho…

  5. nenyok
    June 3, 2008

    salam
    Saat perasaan cinta erotis datang yang saya rasakan hanyalah rasa deg2an, begitu merasa intim walau hanya bertatapan, dan menuju pernikahan tentu aja hanya perasaan begitu tidaklah cukup, yang jelas menikah adalah bersedianya membuka diri masing2 akani keinginan dan harapan serta rahasia terhadap pasangan, bukankah istri adalah pakaian suami begitupun sebaliknya, thats the point😀


    hehehe ya ya thanks for d sum up

  6. langitjiwa
    June 3, 2008

    yang penting prateknya,mbak nata. hehe…..


    ya… ini kan persiapan sebelum praktek :p

  7. Menik
    June 3, 2008

    membaca buku2 ini jadi inget jaman kuliah🙄

    Begitu menjalani pernikahan sendiri…

    blasssssssssss

    lupaaaa😆


    hauhauhauah umumnya demikian bun :p

  8. GiE
    June 3, 2008

    Ya.. ada baiknya berpikir mateng-mateng dulu sebelum bertindak…
    Daripada ntar bertindak terburu-buru eh ujung-ujungnya penyesalan de…
    😀

    Selamat berpikir-mikir…
    😛


    huhuhuhu berlaku buat segala sesuatu lho prinsip ini😉

  9. galihyonk
    June 3, 2008

    Hm,, nikah? klo aku masih lama Teh.. heHE,,

    saran saiya:
    “Menikahlah dengan orang yang benar2 dicintai daripada nantinya menyesal seumur hidup..”

    bayangkan saja klo menikah dengan orang yang tidak kita cintai….
    *Ndak akan betah di Rumah…* heHEhe,,,

    Btw kok posting tentang Nikah Teh?
    Hm,, mo nikah ya Teteh yang atu ini? heHEhehe…


    huauauahuah emangnya kalo nulis tentang nikah brati mao nikah apa? :p
    mao… kapannya blum tau😀

  10. sungai
    June 3, 2008

    ok deh, kutes dulu diriku, agar aku tahu apakah aku mencintai.


    monggo… ^_^

  11. zoel chaniago
    June 4, 2008

    hohoho postingannya,,, tapi bener juga tu poin poinya…
    gambarnya tak copas ya mbak


    monggo aja… akupun ngopas :p

  12. Supir Bemo
    June 4, 2008

    Saya paling suka poin no. 2….

    Menurut saya, sebaiknya itulah yang menjadi dasar dari sebuah pernikahan… totalitas penyerahan diri (apalagi kalau untuk mencari Ridha Allah)… Coba dipikir2, jika sebuah perkawinan didasarkan atas dasar tersebut, maka seluruh poin termasuk Liberty, Mercyness, Sex and Money akan tercakupi…

    Anyway, It’s all about the path to heaven…


    yap… path to holy heaven😀

  13. Supir Bemo
    June 4, 2008

    Btw, blog neng udah di add di blogroll sayah…


    owkay ^_^

  14. penamerah
    June 4, 2008

    Saya sedang berusaha meyakinkan hati untuk bener2 yakin bahwa saya ingin menikah.
    Terimakasih sharingnya.


    sama sama…goodluck!

  15. Jiban
    June 4, 2008

    makanan apa itu??


    heh? dimananya makanan? salah naro komen kaleee :p

  16. yusdi
    June 4, 2008

    THINK BEFORE YOU ACT

    begitulah seharusnya, dan Alhamdulillah saya selalu seperti itu

    menikah? ntaran aja deh…kuliah yg tinggi dulu….


    Alhamdulillah… good 4 u ^_^
    huhuhuh akupun blom lulus kuliah :p

  17. Wempi
    June 4, 2008

    lihat gambarnya dulu…


    monggo…

  18. toim
    June 4, 2008

    semua tes udah aq lakukan.tinggal tes ttg sex doang.
    ada yg mau jd korban?😛
    *bercanda*


    *disentiL! nakal! :p

  19. TGH.Nizar AL-Kadiri
    June 4, 2008

    kok pake tes? yang pake tes itu ujian masuk sekolah baru atau lulus UN.


    ya… terserah saja…😀

  20. Tigis
    June 4, 2008

    Liberty Test sama Unselfishness Test koq agak2x saling kontradiktif ya. Tolak ukurnya sulit utk membuat keduanya “bernilai” bagus. Bisa jadi Liberty Test nya bagus tp Unselfishness Testnya jelek. Begitu jg sebaliknya.

    btw, gambar telanjangnya bakal masuk pasal pornografi ga ya😀


    terserah… pada akhirnya semua kembali pada pertimbangan sendiri😀

  21. ichanx
    June 4, 2008

    tes… tes… satu dua tiga…. ini acara opo to mbak?


    hueeuehuh bedah buku :p

  22. FaNZ
    June 4, 2008

    Ah saya masi kecil
    Blm kepikiran nikah2an
    Huehehe


    ntar juga ada waktunya…

  23. temukul
    June 4, 2008

    Berbobot. Tapi apa ya hubungannya cinta dengan gambar yang dibawah itu ?


    look closer and deeper… penyatuan dua manusia…
    jangan liat sebagai nudies atau apalah semata

  24. Rita
    June 4, 2008

    Hmmmm jalanin aja mana baiknya ( nasehat nenek quw)🙂
    Prasaan kalo ngomongin, ato berhubungan ma yg satu ini, ichanx banyakan blengnya deh Hehehe….ichanx*dink*…


    hauhauhau yang bilang bukan diriku lhooooo :p mungkin karena being single bu huhuhu

  25. vei
    June 4, 2008

    selamat berfikir aja deh,,, wkakakakaka


    buat semua ini… buat semua :p

  26. Setiaji
    June 4, 2008

    Btw kalo kebanyakan test malah gak jadi2x rencananya hehehe … kalo dah niat langsung aja nikah, insya allah berkah dech .. ehem.


    AMIEN😉

  27. ab69
    June 4, 2008

    bicara soal cinta emang gak pernah ada habisnya..kecuali si pelaku udah mulai pikin dan gal bisa ereksi (maaf) lagi…salam kenal


    salam kenal kembali

  28. tukangobatbersahaja
    June 4, 2008

    Ternyata banyak yang yang harus saya pikirkan lagi.

    pikir-pikir apanya apanya apanya dong?. * lyric mode on*

    Saya juga tidak sempurna🙂


    mau mikir apa mau nyanyi cobaaaa😀

  29. anakbangsa69
    June 4, 2008

    aku sih berusaha banyak silaturahmi ke blog lain dan berharap kalian saling mengunjungi sesama blog…salam kenal


    baiklah… salam kenal juga sekalipun rasanya harusnya di halaman lain nulis ini mah…😀

  30. serendipity55
    June 4, 2008

    kalo dalam islam yang ada proses pengenalan (ta’aruf) tanpa tes2-an…sebelumnya keluarga cm cr tau tentang track recordnya, family-nya,dll…
    so, konsepnya lebih ke cinta setelah pernikahan bukan cinta baru nikah…???
    hemmm *thingking….


    yah… koridor lain ^_^

  31. Daniel Mahendra
    June 4, 2008

    Wah-wah-wah… kok rasanya jadi ngeri baru membaca tesnya aja, hehehe! Becanda.

    ya… terserah ajah :p

  32. Yoyo
    June 4, 2008

    kalau kita jujur, berarti kita siap sakit……. please make self perception….:)


    iya makanya… karena yang bitter kadang emang true… gitu kan?😀

  33. Jingga
    June 4, 2008

    klo udah nemu yang ‘klik’ ya go aja Na🙂
    semoga Na segera nemuin deh hehehe…..
    jadi inget Pe-eR dari temen blogger, pas tiba di pertanyaan ‘thigs to do before die’, dr yg aku baca2 jawabannya kok … menikah , hmmm…….somehow one will marry Na.
    jadi mari saling mendoakan. aku dukung Na !!!


    iyah bu… kalo ditanya things to do before die pastinya buat aku salah satunya adalah menikah dan jadi ibu😀
    AMIEN AMIEN
    mari saling mendoakan😀

  34. herry setyawan
    June 4, 2008

    nikah saja kok repot, jangan banyak pertimbangan. kun fayakun


    ya… terserah…

  35. ridwan
    June 4, 2008

    bercinta itu melelahkan
    tapi dengannya u jadi bisa berbicara banyak di dunia maya
    cinta memang indah tapi juga sakit
    dan u besikukuh memperbincangkannya
    bagaimana kalau yang kaubahas bukan cinta tapi Cinta?


    ga ngerti ah :p

  36. ahsani taqwiem
    June 4, 2008

    orang baik tentu dapetnya orang baik(ini janji TUHAN kita), saya cuma mendoakan mbak dapet yang terbaik. Amin…
    salam kenal,
    jabat erat dan tabik!

    AMIEN ^_^ makasih..
    salam kenal jugaaa

  37. Yoyo
    June 4, 2008

    hati-hati sama blogger negatif, masih banyak kok blogger yang berseliweran sama-sama cari j*d*h……, tapi kalau ada yang cocok, didukung banget deh………🙂 didukung pisan Neng !


    huahuahuahua aku nda cari jodoh lewat blog da :p

  38. gakpede
    June 4, 2008

    ……. tetap harus mempertanggungjawabkannya pada orangtua dan……..

    loh?


    heuheuheuhe iyah… loh?😛

  39. hanggadamai
    June 4, 2008

    *tes keuangan*
    kacau kacau kacau…😦


    huauhauhauh ko kacau? reality bites😆

  40. detz
    June 4, 2008

    aaahhhhh…..
    maap kan daku mbak….kl daku telah berani buak-buak diary pribadi(ini pribadi bukan) bukan kah kl diary itu khusus untuk si penulis saja? tapi gimana lagiiiii setiap ngewarnet pengenya buak blog yang iniiiii azzzz….. maap yah mbak….gak papa kan?
    komentnya jadi ngaco dewhhhh….heuheuheueheu…yuuuuuuhuuuuu…
    selamat berpikirrrr

    yuwhuuuuuuuw😉 hauhauhauha tenang nak! ini tidak sebegitunya pribadi dan ikhlas buat dibagi huhuhuhu

  41. Alex
    June 4, 2008

    ah……memanglah bicara ttg Cinta selalu menarik buat di dengar dan di baca…

    dan yang pasti CINTA diatas CINTA tentu CINTA pada Sang Maha Pecinta.

    dan dasarilah setiap Cinta yang ada atas Cinta kepada-NYA, maka Cinta akan dirasa bahagia dan kekal selama-lamanya.

    gimana khabarnya mbak ?? sehat2 ?


    ^_^
    Alhamdulillah sehat…

  42. neng fey
    June 4, 2008

    berat deh kalo ngomongin cinta, huhuhu


    berat sama dipikul ringan sama dijinjing laaah huhuhu

  43. insansains
    June 4, 2008

    ^_^ hehehe..
    miss. Cinta… miss. Cinta….
    *sambil geleng-geleng kepala…

    Tadinya gak mau comment banyak, soalnya bingung!!! Tapi barusan keingetan kalimat yang bikin saya teringat *sesuatu* (hidden word)
    “Cintailah seseorang yang kau cintai dengan sewajarnya, sebab bisa jadi suatu saat engkau membencinya. Dan bencilah seseorang yang kau benci dengan sewajarnya, sebab bisa jadi suatu saat engkau akan mencintainya.”
    *Entahlah nyambung apa enggak dengan postingannya! Sambung-sambungin aja deh yach..!!


    hauhauhau iyah nih om kalo udah cicintaan demen deh :p
    hmmm nyambung ga yah…. ???

    udah kagok ditulis yah nyambung ajah deh :p

  44. Raffaell
    June 4, 2008

    Kalo belum punya pacar bilang cinta = gak apdol
    Kalo udah punya pacar trus putus ngomong soal cinta = gak apdol juga
    Kalo baru punya pacar cuman 1 trus ngomong soal cinta = gak apdol banget
    Kalo udah pacaran lama trus ngomong soal cinta = gak apdol juga…

    Jadi ???

    Cinta itu apa ?

    Bagi ku, cinta itu menyakitkan, tapi nagih, eehehehehehe


    huuhuhuhuhu tapi nikah juga :p

  45. joanne
    June 4, 2008

    wah aku juga ga ahli kalo soal cinta…
    hehehe…
    mskpn beberapa kali pacaran juga ga pernah bener2 jatuh cinta😀

    *anyway soal caricature batik, kalo mau tulisanya gede juga bisa, kamu bisa request bahan / merek kaosnya.


    heheheh masa sih?
    baik bu nanti dipikirkan😀

  46. achoey sang khilaf
    June 4, 2008

    aku berpikir
    kamu berpikir
    dia berpikir
    dan yang dipikirkan santai2 saja😆


    hahaha yah… nasip itu mah :p

  47. Nin
    June 4, 2008

    Natazya….
    Hehe… udah mantep tuh teorinya….

    Tahukan kau adinda…
    Setelah menikah kau akan lebih banyak lagi menemukan pembelajaran hidup.
    Aku menemukan bahwa menikah itu ternyata sebuah pembelajaran.
    Tak salah jika ingin belajar (tentang nikah) dulu baru melakukannya, tapi juga sesuatu yang ‘boleh’ jika ingin menikah sambil mempelajarinya.
    Percayalah….
    Menikah itu tak serumit dan tak jua semudah yang terbayangkan oleh orang yang belum menikah.


    makanya masih seakan rumit karena masih juga belum bu ^_^

  48. Nin
    June 4, 2008

    Kesimpulannya?
    Apabila datang lelaki sholeh melamarmu, jangan menunda untuk istikharah… dan segera putuskan…

    Love u dinda…

  49. nh18
    June 4, 2008

    OOT …
    cuma mau bilang …
    Ganti Avatar ni yeee …

    hehehe


    biar gaya huhuhu

  50. yakhanu
    June 4, 2008

    kalo ngomongin cinta jujur aja nih…
    cinta itu super penuh misteri…aku sampe sekarang belum tau artinya cinta…
    masalah nya aku cinta semua pacar aku…….

    I LOVE U ALL

    untung aku bukan pacarmu :p

  51. bagsholic
    June 4, 2008

    pas bangeth … g lagi nyari makna dari *cinta* neh … bakal g renungin lagi .. probably will get the whole book. thanks ya.. (btw kyknya bakal g link dh especially ttg post kamu yg ini)


    ada yang sebelumnya tuh yang nyambung sama post ini😀

  52. rani!
    June 4, 2008

    ditunggu undangannya😆


    undangan ape? :p

  53. rhainy
    June 4, 2008

    ehm…mo nikah kok tesnya banyak amat taz…aku dulu gak pake tes2an…alhamdulillah sih aman2 aja tuh…hehehe..


    ini kata buku buuuuuu bukan akyuuuuh :p

  54. Rafki RS
    June 4, 2008

    Kebanyakkan tuh mikirnya. Nanti malahan maju mundur terus. Mendingan tancap gas langsung. Wuss…wuss..wuss.:mrgreen:


    deuh emang lagi F1 :p

  55. Yari NK
    June 5, 2008

    Yang penting juga adalah…… kita belajar untuk menerima kekurangan2 yang ada pada pasangan kita karena kitapun pasti ada kelemahan2. Itulah hakekat pernikahan percintaan, masing2 dapat menutupi kelemahan pasangannya. Mudah2an dengan mengingat hal2 seperti ini, cinta tersebut, Insha Allah, akan langgeng……😀


    AMIEN

  56. warmorning
    June 5, 2008

    terlalu berfikir kadang jg malah gak menghasilkan keputusan yg berarti, jd ambil sikap ! berhubungan dengan pribadi di luar ego kita emang selalu susah.. *tumben saya komen serius hihihi*


    huehuehue iyah nih tumben! hmmm mikirin kawin juga yaaa :p

  57. arief_dj
    June 5, 2008

    ..Kebebasan / Kemerdekaan ? Lha, bukankah “biarkan sayap cinta mendekapmu erat, meski melukaimu” ? Berani jth cinta, ya berani “terikat” lah..

    ..Seks / Keintiman ? Walah, itu mah paradigma-nya org barat, mereka menyebutnya “make love”.. Padahal, gak signifikan tuh kaitan antara cinta dan keintiman…Je suis dans l’amour, ou je suis dans la convoitise ?..

    Btw, suatu saat, qta mungkin akan mengalami, bahwa cinta tidak harus saling memiliki, jadi, cinta dan pernikahan itu gak serta merta mesti sejalan.. Percayalah atau paling tidak, ketahuilah bahwa hal tsb nyata..


    baiklah…. makasih masukannya ^_^

  58. Hidden Closet
    June 5, 2008

    teman saya dua minggu lagi nikah
    sekarang dia nyesal udah ngajak pacarnya nikah
    hatinya masih kurang sreg
    tapi udah gak bisa mundur lagi


    heheheu seyam :p

  59. Thez Al Fajr
    June 5, 2008

    Menjalin cinta itu harus penuh dengan komunikasi. Insya Allah jika komunikasi kita lancar, maka kita ga perlu semua tes – tes tersebut. Tapi jika dari komunikasi aja udah ga lancar bisa dibayangin gimana beratnya tar kalo udah masuk ke tahap hubungan yang serius…

    Mba, ana link ke tempat Mba ya dari blog ana…boleh?


    hmmm yah… test ini kan masukan saja kayanya dibikinnya tadinya😀
    boley boley ^_^

  60. ratutebu
    June 5, 2008

    saiia juga mau nikah.. tapi mau mikir dulu sebelum nikah..:mrgreen:


    emang blum nikah yah bu????

  61. edratna
    June 5, 2008

    Saya dulu hanya..mencari orang yang mau mengerti diriku apa adanya, menerima kekurangan, kelemahan dan kekuatan…dimana kita bisa bicara enak, tanpa basa basi..


    saya juga mau yang begini nih bu😀

  62. izulcybercafe
    June 5, 2008

    Cinta??? yang pasti… RUMIT..

    Asik, tp kadang menyakitkan..

    hemf………..
    Tp asik……..
    hemf…. bingung.


    huheuhu pegangan :p

  63. juliach
    June 5, 2008

    Makanya aku ngajak kekasihku utk tinggal bersama.


    pilihan oh pilihan😉

  64. yellashakti
    June 5, 2008

    keknya pernah mbaca deh,,tapi kapan ya?

  65. maminya vaya
    June 5, 2008

    stuju dgn Yoyo. Tes kejujuran itu menyakitkan, tp emg harus. Klo ga jujur dr awal, berarti susah klo nanti merid.
    But sometimes, after marriage, malah kejujuran sk jd barang mahal..

  66. tintin
    June 5, 2008

    sebenernya satu lagi dan usahakan yang paling penting ..

    seperti yang pernah saya tulis .. tes dulu agama sama akhlaknya ..🙂

    so dari semua test itu kalo akhlak sama agamanya kurang baik, bagaimana bisa membawa kita lebih baik ..🙂

  67. Edi Psw
    June 5, 2008

    Ikutan test nich!

  68. mbelgedez
    June 5, 2008

    ……

    …..

    …..

    . 😥 😥 😥

  69. aminhers
    June 5, 2008

    [……….*tambahan bahwa dari hasil penelitian seorang teman, bahwa dalam kebahagian perkawinan, factor pertama yang mempengaruhi justru adalah intimacy……]

    sepertinya situasional, artinya tidak slalu jadi faktor penentu (no.1).
    I wanna know what is the meaning of intimacy ? mind, love, sex, feel, etc ?

  70. gempur
    June 5, 2008

    wah test-nya berat-berat amat siih! syukurlah, saya sudah melampaui semuanya.. sudah punya buntut lagi.. hehehehe…

  71. ChaL
    June 6, 2008

    setuju ama tintin..agama dan akhlak mestinya jadi prioritas pertama dan utama…

  72. Adieska
    June 6, 2008

    Kalo mau nikah banyak banget pertimbangan ya??? Duh… Jadi kepingin cepet2 nikah. Wkwkwkwkwkwkwk… *ga nyambung*

  73. galih
    June 6, 2008

    asal ga mikir klamaan yah, inget umur.. inget..
    *😀 *

    adooh.. teori emang kadang menyesyatkan… SMANGADDD

  74. SiMunGiL
    June 6, 2008

    Love this post! terimakasih sudah berbagi selalu, dan membuat saya berpikir dan menenangkan hati🙂

  75. Zulmasri
    June 6, 2008

    cinta sejati ketemunya di pernikahan mbak. kapan nikahnya?

  76. indra1082
    June 6, 2008

    Natazya lagi cintah-cintahan…….

  77. tehaha
    June 6, 2008

    menikah memang tidak mudah..
    tak semudah menyatukan dua hati karena cinta..
    karena menikah bukan hanya masalah cinta dan mencintai…
    ciele..🙂

  78. Lies.Surya
    June 6, 2008

    menunggu saat yang tepat untuk menikah…

  79. emyou
    June 6, 2008

    Untung baca tulisan ini. Bisa jadi pertimbangan kalo mo nikah tar (belum tau ama siapa). Coz selama ini gw cenderung spontan, demikian juga dengan masalah pernikahan. Pikir gw, kelak kalo uda ketemu orangnya pasti akan klik gitu aja hehehe… Ternyata emang banyak yang perlu dipikirkan dan dites.

  80. iselantang
    June 6, 2008

    WADUH…TELAT NIH…..SEMOGA BAHAGIA

  81. Indra
    June 10, 2008

    Rasanya kita harus kembali ngeliat aqidah pernikahan…. jadi rasanya cinta itu juga rahasia Allah…. kita cuma bisa ngelihat dari sudut pandang kita sebagai makhluk, sedangkan rahasia Allah adalah ghaib bagi kita….
    So, saat kening tertunduk didalam sujud…. itulah cinta yg hakiki. Amien.

    “Hasbunallah wa ni’mal wakil”

  82. soulharmony
    February 1, 2009

    gambarnya mantap

  83. andi mappiare
    May 12, 2009

    Subhanallah, walhamdulillah, walailahaillallah, wallahuakbar… Moga naskah itu jadi ilmu bermanfaat.
    Ktika mnulisx 26 th silam, tiada duga jadi bhn bincang-panjang, semata amal sdrhana.
    Ktika aplikasi buat kputusan nikah, kami bersenyawa hingga 24 th sampai belahan-nyawa mendahului kembali ke sisiNya.
    Ktika bersenyawa mgarungi bahtera r.t, yang perlu adalah adjusment menerus.
    Ktika nyawa sebelah tersisa adjusment berlanjut dan berlanjut….
    Pesanku, masukilah… bersenyawalah dalam Ridha Allah… adjustmen dan readjusment….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 3, 2008 by in cicintaan, petuah petuih cuah cuih, PsikoThing, sum taken stuffs and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: