Feels Like Making Love?

Bicara soal perempuan dan laki laki dalam sebuah hubungan yang katanya memiliki ikatan. Tapi belum menikah. Orang umumnya menyebutnya proses pacaran. Oke, baiklah. Apapun namanya. Seharusnya sih sudah terbayang apa yang saya maksud, kan?

Dalam satu hubungan ini, sekalipun belum sedemikian mengikat seperti pernikahan. Tapi kan seharusnya esensinya sama. Berada dalam sebuah hubungan yang punya komitmen. Komitmen hanya ada setelah menikah? Bodoh benar. Buat orang yang mengAmini proses pacaran sebelum menikah, ya seharusnya mengerti bahwa komitmen itu perlu ada. Komitmen bahwa proses yang sedang dilakukan ini adalah suatu jenjang yang dilewati untuk jenjang yang lebih serius lagi selanjutnya. Begitu kan?

Makanya buat saya pribadi salah besar yang namanya orang bilang “selingkuh lah mumpung masih pacaran dan belum menikah”. Wow. Prinsip apa itu? Mencoba mencari yang terbaik, mungkin adalah termin yang masih akan saya benarkan. Tapi kalau “selingkuhlah”... memangnya tidak pernah terpikir bahwa itu akan jadi suatu kebiasaan yang akan terpelihara hingga saat menikah nantinya, ya?

Ah, ya sudahlah. Masalah itu sih mungkin tiap orang punya pilihan dan pemikirannya sendiri. Tapi satu lagi, nih. Tentang sejauh mana hubungan fisik dilakukan pada saat pacaran.

Ga bisa dipungkiri sama sekali lho, kalau sekarang yang namanya pacaran, jarang sekali yang bersih dari campur tangan para tangan! Pegang sana sini, jamah sana sini, peluk sana sini, cium sana sini… Ga cuma orang dewasa yang lakukan, bahkan anak remaja pun seakan ga mau kalah dengan parade hubungan badan ini! Wow wow wow!

Terserah saja. Sekali lagi, setiap orang punya standar pemikirannya sendiri yang tidak seorang pun bisa larang, dan terlepas dari semua standar benar dan salah. Orang sebut tahapannya adalah KNPI (Kissing, Necking, Petting and Intercourse). Kau sudah sampai mana? Hahaha maaf… betapa tidak pantasnya pertanyaan saya. Sekali lagi, itu urusanmu sendiri. Saya juga tidak akan cerita apa apa, sekalipun melakukan ataupun tidak melakukan apa apa. Tapi pasti ada, dan seyakinyakinnya pasti banyak, di luar sana yang masih pacaran tapi sudah melakukan hubungan badan yang bisa disebut, ML, Intercourse, have sex, screwing, fuck. Whatever.

Lalu apa maksudnya membahas topik yang masih suka membuat orang ’seakan akan” jengah dan masih tabu ini?

picture by my lil man on http://digitalvei.sfh.cc/v1/Digital-Arts/Page-2.html

Karena saya perempuan. Karena saya tidak senang sama sekali, bahwa bila ada sesuatu yang sepasang pecinta lakukan, di ujungnya kadang perempuan yang paling menderita dan menanggung segala bebannya.

Saya bukan mau bicara soal keadilan atau apalah. Tidak ada yang adil atau tidak dalam hal ini. Norma pun tidak diajak disini. Makanya Islam punya aturan “Wa laa taqrobu zinnah”, yang pastinya adalah untuk melindungi umatnya, dan mungkin terutama perempuan.

Oke tidak selalu yang namanya berhubungan seksual di luar nikah akan berakhir pada kehamilan. Cukup patut disyukuri bahwa semakin meningkatnya tingkat kebejadan manusia jaman sekarang, ilmu pengetahuan dan teknologi juga makin berkembang. Ada banyak itu alat kontrasepsi yang bisa digunakan.  Kalau sampai jadi kehamilan dan dilahirkan atau diaborsi, saya rasa sudah cukup banyak saya teriak teriak membawa nama anak. Tapi kalau tidak hamil, sudah berhubungan seksual, dan si lelaki selingkuh ataupun pergi begitu saja, gimana?

Kenapa harus, kebanyakan, perempuanlah yang akhirnya akan menderita? Merasa menyesal. Merasa digunakan. Merasa disiasiakan. Dan parahnya akhirnya merasa sudah tidak berharga! Ah! Terkutuklah para lelaki yang demikian! Tapi…

Tapi waktu melakukan hal yang tidak boleh dilakukan itu kan berdua? Waktu melakukannya kan senang berdua? Waktu melakukannya kan bukan dalam keadaan tidak sadar sehingga bisa dikatakan “being used” dan sebagainya?

Maka siaplah dengan segala konsekuensinya. Maka jangan jadikan dunia berakhir ketika si lelaki pergi begitu saja dan tiba tiba sudah berhubungan dengan orang lain! Maka jangan merasa tidak berharga, karena memang saat itu ketololan yang sedang meraja. Mau bilang apa kalau demikian? Bukan berarti juga mendukung gaya hidup orang barat pada umumnya yang sama sekali tidak tabu dan aneh lagi hal yang demikian… hanya saja… kadang kalau sudah melakukan yang begini, bukannya akan lebih damai sedikit kalau merasa ini wajar dan bukannya merasa bersalah lalu terbebani? Toh ini pilihan… mau dirasa wajar dan nyaman nyaman saja dilakukan… atau sadar bahwa ini salah dan dosa dan segala itulah lalu hentikan sama sekali!

Apa gunanya bertahan karena katanya sudah terlanjur “melakukan sesuatu” dan harus bertahan apapun yang si lelaki lakukan. Mau sampai kapan? Asal dapat sertifikat pernikahan baru bisa tentukan jalan lagi ke depannya? Mau mengharapkan apa menikah dengan lelaki yang demikian? Manusia bisa berubah… ya ya ya… but for me, that must be an exception. Once a cheater always a cheater? Bukan begitu juga. Its about the TRUST that’s not there anymore. Sebuah hubungan tanpa berlandaskan kepercayaan dan tanggung jawab, mau jadi apa?

Tertinggalkan… terbuang… jalani saja semuanya… sudahlah… dan kalau perlu bertobatlah dan jadikan pelajaran di masa ke depan. Bukannya malah hidupmu yang kau sia siakan! Suatu saat si lelaki sialan PASTI dapat balasan. Tidak ada satu perbuatan pun yang Tuhan diamkan… masa kau tidak percaya?

Ah… kenapa ya saya ini…  Perlu tidak saya perjelas bahwa saya sama sekali bukan sedang cerita tentang saya? Lelaki kecil saya rasanya cukup bertanggung jawab. Tahu… semua tidak semudah tertulis dan terkatakan. Tapi memang lalu kenapa? Kalau harus melewati yang tersulit, ya lewatilah, dan bersyukurlah ketika tidak mati karenanya! Hanya kuat yang tersisa. Semoga saja bisa…

Comments (1)

Natasya Wisaksono Is So Awesome *bwahahahaha

Ihiy! Udah lama ga ngerjain PR PR beginian :D Daripada uring2an dan kesal sama orang ga berguna, mendingan heffun begini! :D PR Satu ini dapetnya dari Tante Yoan… buat narsis2an oke juga nih! hahahaha


7 awesome things about me

soooo weird

1. Dependable

Biasanya sih orang selalu datang pada saya kalau mereka mau curhat dan butuh advise tentang sesuatu. Kalau buat yang bentutknya materi saya emang jarang sekali bisa kasih. Tapi kalau cuma berbagi kebijakan (jiaaaaaaaaaaaahhhh) bisa lah dikit dikit :D Ga sih… mungkin kalau soal bisa diandalkan ini karena sedikit banyak saya cukup kompeten dan bertanggung jawab, makanya cingcay laaaaa :D This quality makes me a good friend, and of course great lover :D

2. Hell of a public speaker

Saya ga pernah tuh punya masalah sama sekali dengan yang namanya berkomunikasi. Selalu lancar lancar saja. Dulu saya menganggap ini adalah kebawelan tiada guna yang saya punya… tapi semakin kesiin semakin terasa saja kalau ini adalah berkah. Saya bisa dengan lancar berkomunikasi dengan siapa saja, dan saya ga punya itu yang namanya rasa canggung buat bicara di depan umum, yang mana lumayan juga jadi sesuatu yang bisa di jual dari diri saya hahaha

3. Under the influence of love

Kalau orang ada yang bilang ini agak najis dan gombal dan norak atau apalah karena semua yang saya tulis, tonton, baca, dengar, katakan dan lakukan ada hubungannya sama cicintaan, saya ga masalah. Saya benar menganggap ini adalah hal hebat yang saya miliki, dimana sebanyak apapun kekecewaan dan kekalahan dalam bercinta (edan bahasanya :p) yang terjadi pada saya dan di sekeliling saya, saya ga berhenti buat mengagungkan cinta. Saya rasa Allah menitipkan ini buat saya sebagai berkah terbesar ;) Of course, Lord. I LOVE U MOST!

4. My loud-y voice

Sehubungan dengan kabisa terbaik saya sebagai “pembicara”, power dan volume suara saya juga adalah satu hal paling keren yang saya punya hahaha. Kalau orang butuh toa supaya suara mereka terdengar jelas di khalayak, mereka bilang saya sih udah nelen toa dari lahir :p Ada susahnya juga… jadi ga bisa bisik bisik hehehu Tapi itu juga mungkin yang bikin saya ga punya tuh yang namanya hobi bisik bisik tetangga :p

5. My sexy lips

Sumpah deh! Ini juga satu bagian tubuh yang sangat saya banggakan, di samping banyaknya bagian tubuh lain yang tertimbun lemak dan sama sekali ga seksi :p Bibir? Saya bangga bener sama bibir saya ini hihihi. Bagian paling indah di muka selain mata (kalo yang ini pendapat pribadi). Bagus juga buat kissing tentunya hahaha

6. My sweet ignorance

Sejak kapan yah yang namanya ignorance jadi bagus dan jadi hal yang dibanggakan? Ngga tahu yah… cuma kalau buat saya, ketidakpedulian saya ini kadang membantu saya buat jadi orang yang “ngga ribet”. Ga terlalu peduli sama urusan orang lain yang memang ga mengharapkan saya ada di dalamnya merupakan sebuah hal yang baik kalau buat saya. Ga usah ngurus orang yang ga mau di urus. Tapi ini ga berlaku pukul rata buat semua hal. Saya peduli juga pada banyak hal. Tapi banyak hal yang ga perlu dipusingin, dan saya punya kemampuan buat ga pusing sama sekali. :D

7. I am a shrink to be

Hal yang paling saya banggakan dan sukai dari diri saya adalah betapa kelak suatu hari nanti saya pasti hukumnya akan jadi seorang psikolog. Insya Allah, AMIEN :D Dan tanpa perlu jadi seorang psikolog pun, ilmu yang saya dapat sejauh saya “hanya” jadi calon psikolog sangat berguna buat segala aspek kehidupan saya. Mengasah self-knowing saya. Membuka mata dan hati saya tentang banyak hal. Punya itu yang namanya “pemahaman” yang mungkin ga semua orang punya. That’s pretty awesome for me ;)

How bout you? What’s the 7 things awesome about you? Tante Yoan sih kemarin bilang suruh ngetag orang orang… Hm… baiklah… siapa ajah yah…

Plain!

Tante Popi

Kimi Gombal

Om om

Neng Lala

Bude La

Neng Uchi

Jeng Yul

Tante Nanzzzz

Bu Guyuuu

Bitchy Lady haha

Uniiiiiiiiii

Nona Lasik :D

Sapa lagi yah????

Lama sih buat ngasih link ajah huhuhuhuhu sebal! Kalian yang mau bikin, bikin atuh! Its good to list things that made you feel awesome :D Kasih tahu kalau udah jadi ya huhuhuhu

Senang aku yang beginiaN! :D

moa

Comments (29)

Setan Sedang Menang Di Dalam Sini

Saya masih tidak ada waktu buat posting dan berjalanjalan di blogosphere karena bahkan si flash sekarang ini sedang dipakai si adik. Tapi emosi yang meluap ini memaksa minta disalurkan… Jadi ya mau gimana…

Sebetulnya, jarang sekali saya dipenuhi perasaan benci dan marah yang sehebat ini. Biasanya saya cuma bertengkar sama mama saya atau pacar saja, dan semarahmarahnya tidak akan pernah bertahan lama. Tapi saya takut yang ini akan jadi benci yang mengendap dan mengakar.

Saya benci pada mereka yang dulunya rekan kerja saya di satu radio yang dulu sempat sangat saya suka dan berubah format dengan gilanya dan saya putuskan buat tinggalkan. Dulu orang orang di sana hampir jadi keluarga buat saya. Tidak pernah terlalu dekat atau bagaimana juga, tapi karena mereka tempat bicara tiap harinya saya, ya mau tidak mau jadi demikian. Tapi seorang yang saya anggap kakak pun hengkang setelah menikah. Lalu saya keluar. Tidak ada yang bersisa? Masih.. karena si pacar ikutan bekerja bareng mereka.

Awalnya lancar lancar saja. Masuk akal. Tapi kemudian makin kesini makin terlihat agak kurang ajar. Belum dibayar dengan layak sama sekali karena katanya masih di awal sih itu masih tidak apa apa. Tapi kemudian banyak perbedaan pendapat yang umumnya ditolak mentah mentah. Masih bisa diterima. Kadang juga berbicara di belakang, padahal katanya sama sama memiliki si perusahaan kecil tersebut. Tapi tidak terbuka. Apa apaan?

Awalnya masih bisa buat menahan diri. Masih coba buat jalani. Masih menyabarnyabarkan diri. Karena berpikir bahwa memang ini untuk sebuah tujuan yang mungkin pasti. Kemudian ada job dari luar yang ternyata katanya lewat perusahaan sehingga fee yang diterima sangat tidak masuk akal dan tidak sebanding dengan apa yang dikerjakan, karena yang lain juga berebut minta bagian, padahal dia yang mengerjakan hampir semuanya! Masih ada juga si perbedaan pendapat dan perbedaan pola pikir, yang akhirnya hanya menimbulkan kekesalan dan sakit hati yang masih dan lagi lagi masih coba ditahan sekalipun kadang mulai nampak keluar itu si kekesalan. Tapi masih membuat sesuatu. Masih membantu. Masih menunggu buat suatu penghargaan sesederhana sebuah pujian atas hasil, karena yang berbentuk materi belum bisa diberi, yang pada akhirnya tidak ada sama sekali.

Sampai tiba tiba didatangi. Dibilang katanya kalau berbeda dengan orang satunya yang punya pendapat lain, ya lebih memilih dia saja. Oke. Tidak mengerti? Dengan kata lain DIBUANG. TIDAK DIBUTUHKAN LAGI. DIMINTA DENGAN HALUS BUAT TIDAK DATANG LAGI.

Baiklah. Mungkin itu buat yang terbaik. Tapi tetap saja dia merasa sangat digunakan beberapa bulan terakhir, dan sia sia saja semua yang dilakukan tanpa diberi imbalan yang pantas karena merasa bahwa akan ada hasil di depannya bagi semua ini. Karena dia dianggap beda maka dia disisihkan. Tanpa bayaran apa apa. Tanpa terima kasih atas apa yang sudah pernah dilakukan. Tanpa apa apa.

Wajar tidak kalau dia marah? Wajar tidak kalau dia kesal dan menyumpah nyumpah? Wajar tidak kalau bahkan sayapun ikut kecewa karena mereka yang dulu saya kenal baik dan dianggap keluarga kedua ternyata begini polahnya?

Apa yang saya lakukan? Memangnya salah kalau saya coba hibur si pacar supaya sabar… belajar ikhlas… bahwa yang berbuat seenaknya pasti dapat balasan. Memangnya salah kalau saya bilang bahwa dia bakal lebih baik dari mereka semua, when they all going down deep. Kau tahu… Masa mereka yang marah? Mereka yang bilang kami yang berdosa berpegang pada keyakinan yang jahat yang dibalas, bahwa kami yang berharap mereka dapat balasan malah membuat mereka semakin bersemangat buat maju dan mendoakan kami dimaafkan. Tuhan…  betapa manusia mu seharusnya lahir dengan kaca di depan muka, atau kau selipkan di dalam hati. Supaya lihat tingkah laku sendiri! Dan dengan bangganya dia bilang “True men never hits woman and kids”. Ouch ouch ouch. Offensive sekali! Saya MARAH! Saya yang dari kemarin mengingatkan si pacar supaya sabar dan ikhlas dan nanti pasti terlihat dan yang jahat pasti dapat balasan dan segala macam… sekarang saya tidak bisa. SAYA CUMA MARAH! DAN DIPENUHI KEBENCIAN! Padahal sumpah saya jarang sekali membenci hingga begini.


Tuhan maafkan saya. Saya akan membuang mereka sama sekali dari hidup saya. Saya tidak suka berhubungan dengan orang yang tidak memikirkan perasaan orang lain dan tetap merasa paling benar. Saya tidak mau. Saya menolak buat berkata balasan apa apa, saya hentikan mulai sekarang. Biarlah semua doa disimpan di dalam hati. Biarlah saya bikin janji dengan Tuhan yang menciptakan saya ini. Biarlah saya lupakan mereka, yang sumpah membuat saya sendiri sakit hati sekali, padahal dulu saya menaruh kepercayaan pada mereka. Saya benci Tuhan. Maafkan saya…

Dan saat ini saat airmata ini mengalir sendiri tidak mau berhenti, semoga si kekesalan dan kemarahan terhapus karenanya. Bukan buat mereka, tapi buat saya sendiri. Supaya tidak mati ini saya punya hati. Kalian boleh bilang apapun, tapi saya percaya kami lebih baik dari kalian. Kalian boleh merasa sesukses apapun mungkin nantinya, tapi saya titipkan semua pada Tuhan. Tuhan tahu betapa kami sakit hati karena kalian. Dia sakit. Saya ikut sakit. Bila saya musti memilih, biarlah hilang beberapa jumlah orang yang dulu pernah saya sebut teman dalam kehidupan, karena saya tidak mau peduli lagi.


Tuhan selalu paling tahu di atas sana apa yang terjadi.


Comments (19)

My Time Is Running Out

Mama saya baru pulang tadi malam, dan si Telkomsel Flash dipakai terus oleh dirinya dan adik saya. Ah.. baru kebagian giliran sekarang, padahal jam 8 saya sudah musti hengkang dari rumah ini dan menuju ke sebuah rumah di daerah antapani buat briefing tes kesiapan sekolah di SD Coblong besok. Hope the fee’s good :D


And yes, my time is running out! Malah sibuk cerita dulu di blog yang satu ini, padahal di sini katanya posting2 saya agak ga dalem… ah… masa bodo amat. Niat  utamanya juga buat komersil kok hehehe.

DUh duh duh beneran udah mepet sekali waktunya. Im gonna have a long day today. Briefing, nonton transformer, nunggu kiriman Oriflame, nyetrika sisa cucian kemarin, dan baru deh ada jadwal buat tutulisan ;)

Yang ngasih PR… saya kerjain nanti yah hehehe demikian pula halnya dengan cerita cerita yang banyak sekali di kepala yang mau saya bagi, dan menanggapi komentar di posting sebelumnya satu satu. Terima kasih lho buat yang tetap baca kemarin kemarin :D

Oke, im out of time. Mau baca cerita saya nanti? Bacalah… Balik lagi kemudian yah :D :D :D

Meanwhile…


HAVE A GREAT DAY EVERYONE!

cup mwah :*

moa

Comments (10)

Posting and for the rest of this week

Aaaaah mama saya pergi beberapa hari dan TELKOM FLASH nya dibawa!
Jadi slamat tinggal posting dan blogwalking sampai senin malam ya..
Agak malas pakai hp soalnya (ribet pleus mahal)
Lagipula bakal sibuk nih besok mau outbond skalian gathering penutupan magang.. Saptu jadi pembicara pertama kali di SD NASYWA.. Minggu blum ada rencana tapi sepertinya bobogohan.. Dan senin mau nonton TRANSFORMER 2 di Blitz Megaplex, mau bareng? :-D
Key then..

HAVE A GREAT GREAT GREAT WEEKEND EVERYBODY!!!

Comments (14)

IM VALUEING MYSELF GOOD

Jadi ceritanya kemarin kemarin saya sempat daftar ke salah satu sekolah bagus di Bandung. Sebenarnya saya daftar jadi pendamping buat ABK, karena itu sesuai sekali dengan ilmu yang saya punya. Tapi ternyata saya terpanggil kembali diprospek sebagai guru agama. Hahaha nona yang sial ini beginigini juga lumayan jagoan kok ilmu agamanya. Secara ajah lulusan pesantren skalipun cuma tiga tahun. Tapi skali lagi juga, ilmu ga ada gunanya ya kalo ga diamalkan… nah… di kasus saya, ilmu agama ini kurang pengalamannya :p jadi waktu terpanggil buat diprospek jadi guru agama, ya saya pikir kenapa ngga juga toh? ;)

Tes demi tes saya lalui rasanya dengan sangat oke. Gusti nu agung sumpah ini bukan mau sombong atau apa. Tapi hal hal yang berhubungan sama sekolah ini masih termasuk bidangnya saya, and I am good at what im doing when it comes to my thing! Im a woman with competency for heaven sake! Bahkan saya sudah terpanggil ke wawancara akhir yang sudah akan hampir pasti diterima.

Lalu kenapa ga jadi? Kenapa masih “menganggur” begini?

Karena kata dia minimum salary yang saya minta terlalu tinggi. WTF? Terlalu tinggi? Kau mengharapkan saya minta berapa memang? I know… gaji guru katanya emang ga ada yang terlalu tinggi ya? But hell, whatever! Saya ga mau lebih rendah dari yang saya minta. Dia kan sekolah bagusan yang satu anaknya pun SPP bulanannya 650 ribu. Masa menggaji guru dengan layak saja ga mampu?

So I think I’ll just past.  And I dont regret it like at all.

Saya tahu betapa orang di jaman sekarang katanya akan melakukan apapun buat dapat pekerjaan. Saya juga kok. Makanya saya magang di sekolahan yang jauh di ujung bumi dan home visit ke ujung bumi yang lebih jauh lagi juga. Tapi saya ga mau kalau dihargai dengan rendah. Sama sekali bukan karena apa apa. Tapi karena saya menghargai diri sendiri. Dan percayalah, kalau kau tahu nominalnya, kau pasti akan anggap itu juga masuk akal sekali buat saya.

Ya, well. ROBBI yang berencana toh? Tepat pada waktu dimana saya berpikir bahwa buat meneruskan perjalanan jadi konselor sekolah mungkin akan jauh lebih menyenangkan, setelah sebuah presentasi yang bisa dikatakan berhasil dengan mulus dan menarik :) Jadi skarang saya mau meneruskan magang di itu Biro yang sedang saya gabung di dalamnya sekarang. Im gonna get paid then. Karna saya kan sudah lewat masa pelatihan. They surely can use me, karena sekali lagi, dengan jumlah orang yang baru sedikit sekali di biro tersebut, they’re eventually gonna need someone with a good communication skill like me ;) Ga setuju? Ah… I know me. So u better just zip it up.

Dan ibuku sayang… just because I dont do it, doesnt meant I cant. Saya ga mau dan ga minat buat melakukan hal hal yang saya memang ga suka, dan itu sama sekali ga ada hubungannya sama ga mampu. Belum percayakah kau bahwa kau itu punya empat anak yang orang tua manapun akan merasa beruntung memilikinya? We’re all good, mum. And we know just what it is  best for us. So u better just pray for us, and give it one hell of support!

Ding ding ding ding

Si nona “pengangguran” yang abis misah misuh disini mau membabu… Menunggu minggu depan mau ke PRJ sama sepupu yang pastinya akan membiayai semuamuanya. Menunggu bulan depan ada proyek dari satu bimbel di Bandung yang mau pakai si Biro yang si nona mau gabung di dalamnya. Oh ya! Baru dapat kabar Saptu ini diundang jadi pembicara di SD Unggulan NASYWA ;) So excited! Ah… mau mengeluhkan apa lagi sih?

moa

Comments (27)

BANGGA OH BANGGA

Ceritanya adik saya yang ketiga sedang sangat bahagia karena dia lulus SMP dengan nilai yang sangat memuaskan. Bayangkan saja, masa NEM nya 38.9 dari nilai total 40! Wow! Matematikanya pun dapat 10! Dulu kakaknya ini aja paling gede cuma nilai Biologi aja waktu SMA.. itu juga cuma 9.4! Ini adiknya lebih gila lagi!

Bangga itu jelas. Saya sebagai kakak bangga. Mama saya sebagai orang tua bangga. Tapi yang lebih lucu adalah selanjutnya, ketika si adik ga terima kebanggaannya dikatakan milik siapa siapa lainnya, karena memang dia yang berusaha sendiri buat keberhasilannya.

Awalnya adalah mama saya yang bilang di status facebooknya, “Selamat ya sayang. Ga percuma kan mama galak ke kamu”. Adik saya yang kedua sewot dan berkata, “Ya percuma lah. Mama bisanya marah marah doang. Bentak bentak. Ngebantuin apa apa juga ngga. Ini mah hasil dia sendiri. Sama sekali ga ada urusan sama mama”.

Geli juga saya jadinya. Karena memang beberapa saat sebelumnya sempat ada beberapa tragedi di mana mama saya sama sekali tidak mau datang ke pertemuan orang tua dan guru di sekolah adik saya karena malas, dan si adik sampai dengan kesal bilang, “Mama jadi orang tua tanggung jawab sedikit dong! Ini kaya ga punya orang tua aja!”. Kaget juga saya… bisa bisanya dia bilang begitu. Tapi yah… ga bisa sepenuhnya disalahkan juga sih.

Terlepas dari kasus internal keluarga saya. Ini juga terjadi di beberapa anak yang saya dan rekan tangani di proses konseling di SD Coblong kemarin. Kebanyakan (hampir semua malah) orang tua tidak sadar sama sekali bahwa apa yang mereka beri dan lakukan, atau tidak lakukan pada anak, sangat menentukan perkembangan dan prestasi si anak itu sendiri. Kalau anak dapat hasil jelek dimarahi, tapi kalau yang beruntung dan bagus dibanggabanggakan ke orang lain dengan embel2 dirinya yang punya andil.

Ada yang tidak peduli sama sekali. Ada yang ga bahkan pernah tahu bahwa nilai si anak super jelek sekali. Ada yang cuma bisa memarahi anak terus dan terus, tanpa pernah terpikir buat bisa memarahi diri sendiri.

Perkembangan dan keberhasilan seorang anak di sekolah, faktanya dipengaruhi oleh tiga faktor yang saling berhubungan. Diri sendiri, sekolah, dan orang tua. Satu faktor saja timpang, maka hasilnya juga tidak maksimal. Terbukti dari 6 anak yang kami tangani, keenamnya punya masalah di lingkungan keluarganya.

Mungkin justru bagi kebanyakan orang ada satu paradigma masuk ga masuk akal yang berkembang. Diamkan saja anak, nanti juga bisa belajar sendiri. Saya juga dulu didiamkan dan saya berkembang sendiri. Paling tidak orang tua dari anak yang kami tangani kemarin ada yang mencetuskan kalimat ngawur tersebut.

Ga semua anak diberkahi kemampuan buat bisa mengembangkan diri sendiri. Dan ga langsung di awal kehidupan anak bisa melakukannya. Ada waktu yang akan dibutuhkan. Kenapa tidak justru berpikir justru dulu punya hasil yang tidak maksimal karena segalanya dikembangkan dan dipelajari sendiri, dan tidak mengulang pola yang sama supaya hasilnya jadi lebih baik lagi?

Yeah well… parenting style kan memang beda beda. Sayang ga semua orang belajar tentangnya. Lagi dan lagi saya bersyukur karena saya kuliah di Psikologi sekalipun termasuk yang kelamaan. Ilmu saya berguna sekali buat saya, ga seperti yang orang anggap jadi ga ada gunanya sama sekali cuma karena sekarang saya memilih ga mau jadi HRD di perusahaan manapun :p


Makanya jangan… jangan merasa bangga dan merasa punya andil, kalau memang tidak sama sekali :D *menyindir para orang tua dengan pola neglection yang suka seenaknya… nope… mama saya sih ga beginibegini amat :p

moa

Comments (26)

Older Posts »