If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Bosan Berteman

“Bunda, kakak kok ga pulang-pulang sih? Aku kan udah puas mainnya!”

Oh gadisku sayang.. Bunda ga akan pernah lupa pada suatu siang kamu masuk ke rumah berkeringat dan bau matahari, lalu menutup kencang pintu depan dan mengeluhkan kalimat di atas.

Bunda bingung antara mau tertawa terbahak-bahak, atau menasihatimu. Well.. i ended up bilang, “Blissy ga boleh seperti itu. Kalau masih ada teman ga boleh ditinggal begitu aj. Ga sopan itu namanya. Ayo temenin lagi kakaknya. Kalau udah cape kasih tau kakanya. Ga boleh pergi begitu aja ya sayang”. Lalu kamu keluar. Dengan sebal sepertinya. Cuma buat masuk kembali ga keluar lagi 5 menitan kemudian 😆

Pada saat itu Bunda sempat lama terdiam. Antara heran dengan sikapmu, tapi lalu menyadari bahwa kamu memang cuma anak kecil yang super polos dan jujur tanpa tahu soal menjaga perasaan orang lain. Lalu iri. Ah.. Enak bener ya jadi anak kecil.. Bisa bilang begitu dan pergi begitu saja.

Jujur coba, berapa kali dalam kehidupan ngalemin yang namanya bosen setengah mati sama lawan bicara tapi ga enak hati buat bilang apa-apa dan menghabiskan waktu dengan angguk-angguk-cengar-cengir-komentarbasabasi sepanjang percakapan. Been there too many times 😐

Jadi orang dewasa itu begitu. Kadang menyebalkan memang. Ga jarang ketemu dengan orang yang ketemu orang dikit seperti keran bocor yang ngucuuuuuur terus cerita ina itu ga berhenti dan mbleber kemana-mana tanpa peduli lawan bicaranya sama sekali ga tertarik apalagi peduli tapi atas nama pertemanan, asas kemanusiaan dan entah apalah, mau ga mau pasang senyum dan berusaha buat menanggapi dengan sedikit-sedikit berkomentar, pun seminimal “OH YA?” atau “Wahhh…”

Eh sebentar baby, mungkin itu cuma Bundamu aja.

Lalu kamu, exact mini me, bisa dengan enaknya bilang “Aku udah puas” dan pergi begitu saja 😆 How can I not envy you?

Tapi ga bisa ya sayang.. Di kehidupan nyata, kelak kamu dewasa, ga bisa lagi sikap begitu dipertahankan sayang.

Karena mana tau, buat seseorang kadang kita yang ada di ujung satu lagi. Pembicara yang gak penting tapi ga tau kapan buat berhenti, dan tetap ingin buat didengar. Itu adalah satu hal yang manusiawi. Jadi saat nanti kamu dewasa, I know, kita mah orangnya ga pedulian mungkin sama orang lain yang kurang penting, but act like you care, anyway. Bukan juga jadi phony ya.. Berlatih sayang.. Berlatih buat lebih peduli sama orang lain. Berlatih membuka diri. Membuka diri berarti siap memberi dan menerima. Tidak satu arah. Semoga kamu kelak berhasil sukses lebih cepat dari Bundamu dalam memperbaiki hubungan sosialmu. Bisa susah kita kalau ga punya teman cuma karena malas berbasa-basi ataupun merasa sudah cukup bermain-main dan bosan, sementara yang lain masih asyik dan ingin ditemani 😀

Dengan begitu, kamu akan kelak menghargai ketika menemukan teman-teman yang rasanya sekepala. Yang bisa nyambung ngobrol apa aja. Yang pembicaraan mereka tidak akan membuatmu ingin menghilang ditelan bumi karena bosan dan terpaksa tetap dengarkan. Teman-teman yang mendengar dan tidak masalah bagimu untuk dengarkan. Yang ceritanya sama menariknya dengan ceritamu.

Saat menemukan teman yang demikian, jangan mau kalah dengan lelah. Jalin hubungan yang tidak terganggu rasa bosan. Karena teman yang demikian tidak akan selalu selalu kita temukan dalam kehidupan, sayang. Ketika kita beruntung, jangan lepaskan.

Semoga kelak di masa dewasamu kamu akan temukan teman yang demikian. Ah jangan tunggu dewasa.. Teman masa kecilmu kelak, jaga baik-baik! Jangan seperti Bunda yang di usia menjelang 31 masih suka merindukan kemanisan pertemanan masa kanak-kanak dengan mereka yang sekarang tidak bahkan tau mau diajak mengobrol apa.

But dont you worry, anyway. As long as Im around, you’ll always have one best friend with you, baby. And trust me, I’ll always be around you 🙂

Advertisements

4 comments on “Bosan Berteman

  1. shantydarifin
    January 5, 2017

    Kalau saya masih kaya Blissy, nggak sanggup dengerin curhatan orang panjang lebar. Kalau boleh saya mau kasih saran supaya yang suka ngeluh panjang lebar ngabisin waktu orang lain mending ditulis aja. Bukan nggak mungkin banyak yang mau baca dan menghasilkan uang.

  2. Warm
    January 5, 2017

    Ahh adem skali membaca tulisanmu ini nat

  3. natazya
    January 5, 2017

    hahaha aku sekarang belajar jadi pendengar yang baik bener2 😀

  4. natazya
    January 5, 2017

    have to be wiser heheheu.. aku dah lama ga main k rumahmu om.. nulis aj sempetnya malem2 muluk dan ga pengen lama2.. bagi2 sama nonton hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 4, 2017 by in #1minggu1cerita, #ODOPfor99Days, temans temans.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: