If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Punya Anak = Tidak Punya Teman

Memasuki usia 30an dan berkeluarga juga memiliki anak dan kebetulan tanpa bantuan alias asisten rumah tangga maupun pengasuh, plus tidak bekerja kantoran, membuat lingkup pertemanan mengecil.

Dengan yang disebut sahabat saja sudah semakin jarang buat bertemu. Tapi makna persahabatan memang tidak dilihat dari kuantitas melainkan kualitas pertemuan. Bahkan jarak dan waktu hilang dengan bantuan media sosial. Still.. how I miss my BFF so much😦

Berasa ya.. ada yang kurang. Paling banter dengan berkomunitas dan bertetangga. Okay. We made friends. But do we tell each other everything like we used to? Apa bisa berteman sepolos dan sejujur jaman masih single bahkan masih sekolah, jaman dimana tidak ada aib rumah tangga yang perlu dijaga, dan masalah paling berat hanyalah gebetan suka sama orang lain atau berantem sama pacar.

Haha hihi itu kemewahan. Bagaimana bisa menjalin pertemanan dengan baik dengan orang lain, apalagi teman baru, apabila buat bertemu saja sulit. Boro-boro meluangkan waktu buat bersosialisasi. Jangankan waktu, energi rasanya sudah habis dengan kegiatan sehari-hari. Really, disini adalah satu point dimana ibu bekerja lebih punya keuntungan. So enjoy it, working mom🙂 Selalu ada plus minusnya segala hal termasuk menjadi ibu rumah tangga maupun jadi ibu bekerja. Ga penting buat dibahas, penting buat disyukuri, manapun yang dipilih.

Seorang teman saya kemarin menulis dengan manis soal pertemanan yang menurutnya makin kesini makin sulit buat dijaga. Teman datang dan pergi begitu saja. Tidak ada daya upaya untuk membangun sebuah persahabatan.

Apakah harus demikian?

Berkeluarga dan punya anak berarti tidak punya teman dekat?

Saya pribadi sekarang setelah makin membuka diri dengan mengikuti komunitas maupun kehidupan bertetangga, bisa dikatakan memiliki teman. Tapi kadang, jujur, tidak bisa, dan tidak ingin meluangkan terlalu banyak waktu buat berusaha menjadi teman yang baik. Ketimbang nongkrong dimana sambil ngobrol ina itu, saya lebih suka pulang ke rumah dan bercanda dengan anak dan suami. Ketimbang kumpul-kumpul dan selalu ada sesi bergunjing sedikit banyak, saya lebih suka di rumah dan menyelesaikan tugas rumah tangga. Ketimbang menghabiskan waktu bersenang-senang di luar, saya lebih suka di rumah, depan laptop menonton film favorit yang sudah di download kalau anak sudah tidur.

I’d rather spend my free time, if there’s any, at home. If not being with my little girl or my husband, I’d very much love to spend it all by myself. That’s a luxury I dont really own everyday.

Bagaimana mau punya teman kalau begitu?

Kenalan, teman bersosialisasi, ada sih.. Teman dekat? Teman sehati?

But worry not. Saya akan selalu punya teman. Saya akan selalu punya sahabat. I choose to have one very special bestie. Iya, saya putuskan untuk bersahabat dengan gadis kecil, yang kelak saat dewasa akan jadi teman terbaik saya.

Saya akan jadi sahabatnya dari sekarang, jadi nanti saat dia remaja saya tidak akan kesepian karena dia akan menceritakan semua soal harinya, gebetannya, orang yang tidak disukainya, sahabatnya, semua pada saya, sahabat pertamanya, yang dia tahu tidak akan pernah meninggalkan apalagi mengkhianati dia.

I have the bestest friend in my daughter. I hope she’ll have one in me too.

Ketimbang menyesali diri dan bersedih karena tidak bisa punya teman dekat, saya memutuskan untuk bersahabat dengan anak. Menghabiskan waktu berdua adalah tabungan bangun rasa percayanya pada bundanya di masa depan. Mendengarkan celotehannya instead of celotehan teman sebaya, adalah sebuah janji untuk selalu ada hingga menua.

Ya bedalah kan ga bisa curhat semuanya sama anak?

But do you really tell anyone everything? EVERY THING? I dont think so…

Lagipula, saat bersahabat dengan anak kadang terasa tidak cukup, kita punya sahabat satu lagi. Teman hidup, semoga sampai salah satu menutup usia, yaitu suami. Tidak cukup juga? Marilah.. belajar untuk bersahabat dengan diri sendiri. The only one who would never do us anyharm should really be ourself, right? Nikmati kesendirian. Nikmati waktu intim dengan jiwa. Nikmati kebebasan dalam kesendirian.

Apakah lalu seorang ibu berarti tidak butuh teman? Oh no. Milikilah teman dalam kebaikan.

Tapi bila membutuhkan sahabat dan tidak menemukan siapapun disana, hey ibu.. Itu manusia kecil yang kelak akan dewasa, akan selalu ada disana buat kita. Bersahabatlah dengan anak. Bersahabatlah dengan diri sendiri.

Punya anak tidak sama dengan tidak punya teman. Punya anak perempuan buat saya, berarti memiliki seorang sahabat perempuan yang saat tidak ada orang lain lagi, akan selalu ada. 

👸Bici, harus jadi temen #bundablissyselamalamanya yaaa
👧 iya Bunda.. Selamalamanya
👸nanti klo udah gede klo ada apa apa juga harus cerita sama bunda.. Janji yaaa..
👧 janji bunda.. Kalo ada singa.. Klo ada Giant.. Klo ada Doraemon.. Selamalamanya!

Anything nak! Janji ya! 😘😘😘

21 comments on “Punya Anak = Tidak Punya Teman

  1. Tatat
    October 24, 2016

    Betul, mari bersahabat baik dengan anak, sebelum mereka makin besar dan bisa memilih teman sendiri. Berharap banget, tetap jadi teman kepercayaan anak sampe kapanpun🙂

  2. ndu.t.yke
    October 24, 2016

    Aku jg sering menyebut my baby B sebagai: my best friend🙂

  3. feriyana
    October 24, 2016

    Saya juga pernah merasakan yg sama. Jadi young mom seakan mundur dari dunia pertemanan, apalagi waktu itu saya tergolong lebih awal menikah dibanding teman2.

  4. Ucig
    October 24, 2016

    Anak aku juga cewek mbaa, semua hihii
    Dengan komunitas jg bisa tambah tmn.. ^^ salam knal jugaaa ya mbaa

  5. sisusahtidur
    October 24, 2016

    Itu mah kita aja kali ga punya teman… hahaha.
    Tos dong! Gw juga waktu jadi IRT gapunya temen, i dont do “friends”. Bukan krn ga ada, tapi yah hoream weh… karena sadar kelemahan diri, kalo udah berteman, dengan polosnya I tend to tell them everything… really… then it becomes my weakest point, i open to wide, weakened my guard. Dianya cuek, gwnya yg termehek mehek.

    Tapi di kantor agak susah untuk tidak berteman, apalagi ibu2, there must something to talk about.

    Huffft…. but leason learned (again)… dont do friends! Hahahah

  6. sisusahtidur
    October 24, 2016

    I try to have the same conversation with Sophie… dia bilang, bunda bukan temanku. Kalo tidur baru bareng bunda… kalo main mah sama A, B, (nyebutin temen2nya).

    Hahahah…
    Ya atuh lah… bunda temenan ma ayah aja.

    And he is… my husband becoming my very close friend. He will laugh at me when i cry about my girlfriend then he will say “i told yo so”.

    Pfffttt

  7. marini
    October 24, 2016

    Curcol e
    mak-emak bgt yaa, ngerasain ini dl awal pas br py idlan.
    Lucu ih percakapannya sm bici ngegemesiiiiin :* :*
    Semoga anak2 kita jadi sahabat untuk kita yaaa
    *bebenah diri* *masih suka emosiaan* huhuhu

  8. Chika
    October 24, 2016

    Hmmm aku gabung sama komunitas ibu2 sih.. jd tetep ada teman. Dan merasa perlu aja.. tau dong.. ibu2 kadang (sering) gak waras.

  9. natazya
    October 24, 2016

    I mean kalau mereka nanti gedean dikit ga liat sosok ibunya sebagai teman baik, kita yg repot bukan?

  10. natazya
    October 24, 2016

    Anakku pun dulu sebutnya babyB lhoo

  11. natazya
    October 24, 2016

    Sahabatku dulu gni.. Nikah muda bgt soalnya hehe

  12. natazya
    October 24, 2016

    Aku ikut sih komunitas2an.. But still.. Teman gitu aja sama bner2 temen asa beda hehe
    Kita tmenan yuuuukkk😀

  13. natazya
    October 24, 2016

    Eits marlaaaa.. Banyak kok gening yg nge rasa sama haha. And well for what its worth, I’ll always have me as teman jauh hahaha. And please do tell me anything..

  14. natazya
    October 24, 2016

    Aamiinnnnn bangettt..

  15. natazya
    October 24, 2016

    Aku juga sih komunitas mommies ikutan dan sama tetangga semacam punya gang sendiri haha

  16. ndu.t.yke
    October 24, 2016

    Eh pan samaan ya kita, blissy n boim 😁😁

  17. Febrianty Rachma
    October 25, 2016

    Semangat memanjakan diri sendiri mbak, dan tetep berteman dengan komunitas ya. Seperti kita berteman di 1M1C ahahahahaha, the power of jempol wkwkwk. Salam manis buat Bici yang lucu ^_^

  18. bioeti
    October 25, 2016

    Setuju…
    Paling seru mendengarkan mereka bercerita. Apa pun itu, cause one day I m gonna miss the moment.
    Suka banget dengan part ini Maks… “Selalu ada plus minusnya segala hal termasuk menjadi ibu rumah tangga maupun jadi ibu bekerja. Ga penting buat dibahas, penting buat disyukuri, manapun yang dipilih.”
    Semua melakukan yang terbaik..

  19. tuaffi
    October 25, 2016

    karena belum punya buah hati, mungkin teman dekat ya cuman suami. yang bisa diceritain segala macam tanpa sungkan. hehhehe.
    nanti alau sudah punya anak, jadi bertambah lah temannya.🙂

  20. Diah
    October 26, 2016

    punya anak malah sama dengan punya teman baru bagi saya Mbak, teman yg setia sepanjang waktu. walau belum bisa diajak sharing, diajak diskusi tapi percaya kelak dia akan jadi teman terbaik kita🙂

  21. sarah
    October 27, 2016

    ini yg selalu aku rasain tiap hari hiks hiks..
    ngerasa sendirian, ga punya temen, walau punya temen banyak
    ketemu sahabat pun udah jarang banget, komunikasi jg udah sangat jarang
    makanya saat-saat yang paling membahagiakan untuk IRT adalah saat suami pulang kerja hehehe..
    dan bahagia juga diberikan anak perempuan yang sekarang udah bisa nemenin bundanya kemanapun..
    at least sekarang dia lah teman kecil yang selalu ada di samping saya🙂
    duh maap curhat kepanjangan ^_^;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 23, 2016 by in #1minggu1cerita, Family, keluarga, Women's Issue and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: