If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Perempuan Tidak Perlu Orgasme

Toh tugas utama istri adalah melayani suami. Ga pakai orgasme pun bisa hamil kok. Kenapa harus?

Gitu kah? Ah.. Sedih bener kalo iya😦

I always love to talk about sex, and I walk the talk. Saya dan suami suka bereksplorasi. Suami tau dan menerima bahwa saya menyukai hal yang aneh-aneh, kinda kinky, dan saya beradaptasi dengan kesukaan suami saya. Pertama berkenalan dengan rasa-rasa aneh di organ seksual sebelum menikah. Bukan dengan mantan pacar apalah. I explore myself. Penasaran. Damn. Kudu ati-ati nih punya anak perempuan.

Sudah pernah cerita sebelumnya tentang bagaimana sampai saya bisa berjualan sextoys disini. Sampai sekarang, saya masih menerima pesanan occasionally, kondom gerigi, vibrator, dan yang ternyata mulai banyak peminatnya akhir-akhir ini yaitu dildo. Sounds gross? Then I bet You haven’t try it for your make out session with your spouse🙂

Saya cukup puas kalau tiba-tiba ada yang chat dan ajak ngobrol sambil curcol soal kehidupan seksualnya dan mau pesan “mainan” buat bikin seru lagi suasana di ranjang yang udah dingin bener padahal seharusnya HOT AS HELL.

Lagipula, menginginkan terpuaskan secara seksual itu bukan pornografi setelah menikah. Itu adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan. Silahkan di googling sendiri untuk mendapatkan gambaran mengenai kepuasan pernikahan dan hubungannya dengan kepuasan seksual. I’ll do the dummy talk😀

Bisa dipahami kalau ibu rumah tangga, menurut survey pun, banyak yang lebih memilih tidur daripada bercinta dengan suami. Waste of time and energy, they said. Haduhhhh boro-boro pengen ML deh, capeeee seharian anak berantakin rumah ga beres-beres, belum lagi berasa bau dan keringetan karena ga bahkan sempat mandi, dan keburu malas buat mandi, besok aja lagi.

I feel u. Terima kasih untuk Opanya Blissy yang sudah jadi sponsor buat AC di kamar. Tidur belum mandi pun tetap nyaman😆

Tapi kita punya suami. Sebenar-benarnya, menolak ajakan suami itu berdosa. 

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjangnya, lalu istri tidak mendatanginya, hingga dia (suaminya –ed) bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknatnya hingga pagi tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalau bukan kita siapa lagi dan kemana lagi suami menyalurkan hasrat seksual secara halal? Lagian emangnya mau suami dipuaskan sama orang lain :evil:

Istri yang dibesarkan dengan norma agama, adat istiadat dan tradisi yang baik, akan memiliki kecenderungan untuk mengabdi dan melayani suami sepenuh hati. Terutama karena bobot ibadahnya, yang akan menjadi pahala buat para istri. Aamiin.

Tidak ikut puas secara seksual? Ga penting. Jadinya apa? Mirip seperti yang ada di novel Paulo Coelho, Eleven Minutes, bahwa seks hanyalah aktivitas membuka kaki selama 11 menit dan membiarkan waktu berlalu lalu selesai😆 About the novel btw, it turned me on just to read some section of it. Love Coelho even more because of this!😉

Tapi di novelnya Coelho kan itu mah PSK. You’re not (I’m talking to every wives out there). Sesi bercinta punya makna yang seharusnya lebih dari itu. Bercinta  atau bersetubuh bagi suami istri juga berupa pertukaran DNA dengan kecepatan beratus giga perdetik lho! Jadi semakin lama berumah tangga, kalau memang punya jadwal rutin bercinta pasti makin lama makin bisa saling mengerti tanpa perlu mengucapkan banyak kata. That’s what sex do to us, married couple. Yang menikah bertahun-tahun lalu pisah kamar malahan, makin tua makin sering bertengkar karena hal-hal kecil sekalipun, atau sekalian seakan perang dingin di dalam rumah. Ga percaya? Mangga survey sendiri🙂

Dan kalau kata Ibu Elly Risman pun di seminar kemarin kan sama tuh.. Kalau mau ngomong apa-apa yang perlu didenger sama suami kapan? AFTER SEX. Tapi cuma kalau sexnya memuaskan dan menyenangkan kali lah.. Kalo ngga sampe beres, yang ada malah manyun boro2 mau diajak ngobrol yak?😆 Eh iya, pernah ga mak ngambek sama suami karena ga orgasm sementara doi udah selesai? I do. All the time. Makanya sekarang suami lebih memilih pemanasan yang panjang dan memuaskan istrinya dulu baru terjun bebas setelahnya😀

Tapi jualan sextoys itu susah susah gampang. Gampang kalo dari mulut ke mulut. Karena biasanya yg udah msen repeat order, buat tmennya lah, tetangganya lah, siapanya lah hehe. Mau dipromosikan heboh pun sama FB udah 2 Page jualan saya di suspend padahal cuma 1-2 kali promosiinnya sisanya barang biasa seperti baju muslim dan alat rumah tangga hiks😥

Jadi waktu kemarin saya dikasih kesempatan buat sharing seputar jualan saya (Herbal, SexStuffs dan Seblok alias Seblak Cilok) di grup Emak Pintar Bandung, rasanya senang sekali karena bisa bukabukaan ngomongin seks dan mainannya skalian promosi di grup yang isinya sudah jelas emak-emak smua. Sudah halal semua😀 Yang dipromosiin tiga itu, yang jadi HOT TOPIC jelas seputar seks. Ehm.. Closing 4 paket Madu Gairah di hari itu juga😆

Lalu bikin giveaway buat share status terbaik hihihi status-status yang di share emak-emak lucu-lucu, tapi minimal dengan status yang mereka share semoga makin banyak yang teredukasih bahwa yang namanya seks gak perlu malu buat dibicarakan, dan cari sesuatu yang bisa digunakan buat membantu kalau memang diperlukan. Disitulah saya hadir.. Biar emak-emak yang pengen tanya soal madu gairah, vibrator, ring getar dan teman-temannya ga canggung dan malu karena sesama emak-emak, plus berjilbab panjang😀

whatsapp-image-2016-10-15-at-20-50-41

Sharenya di Grup WA, sampingannya banyak bener yang WA. Malu malu mau bener modelnya. Ga ketinggalan cerita kenapa pengen banget cobain madu gairahnya. Sebagian ceritanya mungkin bikin kita mikir, kok bisa gitu??? Padahal kenyataannya dalam kehidupan nyata banyak sekali contoh kasus seperti ini.

Perempuan itu memang terkenal susah orgasme, diawali dengan susah terangsang. Diperparah dengan banyak perempuan Indonesia yang disunat waktu kecil, jadi lebih tidak sensitif terhadap rangsangan. Karena sebab ini juga saya tidak menyunat anak perempuan saya.

Ada seorang istri yang tidak bisa merasa terangsang oleh suaminya. Eh ada dua orang yang kemarin cerita sih. Ini baru yang berani bersuara. Yang malu pasti banyak. Tapi dari 200an anggota grup, 2 saja bercerita maka berarti 0,5% dari populasi grup tidak bisa merasa terangsang oleh suami. That’s kinda big number dont u think?

Tidak bisa merasa terangsang oleh suami sendiri. Tidak mengerti dimana nikmatnya seks. Tidak tahu seperti apa rasanya orgasme.

Setelah menikah dan berhubungan badan pertama kali di malam pertama, merasa sakit dan trauma berkepanjangan, berhenti selama 6 bulan. Berhubungan badan lagi supaya hamil. Untung subur. Jadi anak. Lalu berhenti lagi.

Tidak bisa mengimbangi suami yang ingin bermainmain di ranjang. Cepat bosan dan tidak tahu harus berbuat apa selain terbaring sebagai misionaris siap diapaapakan tanpa merasa apa-apa. Well.. actually Im into missionary too, but well.. I know what to do.. Eh ada yang sambil baca buku😆 Gustiiiiiiiii hahaha

Ada yang cerita juga punya teman sudah jadi 3 anak dan masih hanya merasa sakit setiap kali. Selamat datang di dunia penuh penderitaan katanya kalau ada teman yang menikah🙄

Ada juga yang bilang, ah suami saya mah orangnya nrimo sih. Saya juga sama. Jadi ya pokoknya lakuin. Selesai. Sudah. Ga macem-macem. Kayanya mah dia puas. Saya segitu juga puas. Kayanya suami mah ga kepengen gimana-gimana.

I dont believe that a bit. Laki-laki itu kan udah tau sendiri, cetakannya emang beda sama perempuan. Dalam otaknya, 2/3 isinya adalah seputar SEKS. Suami ga cerita dan ga menunjukkan gelagat apa-apa mungkin ada sih yaaa.. yang soleeehhh benerannnn.. Tapi saya punya sih kenalan ustad yang di laptopnya ada foto porno😆 Ustad KW mungkin… Aslinya orangnya baikkkk pendiemmmm ga nekonekoooo.. Tapi panggilan syahwat mah ada aja kali yah. Ga bilang apa-apa ga selalu berarti ga punya keinginan. Diam dan biasa-biasa saja tidak sama dengan puas. Akhirnya sang istri yang cerita soal biasa-biasa ini keceplosan juga bilang, “Penasaran sebenernya pengen yang rada gimanaaa gitu.. tapi ga tau ga bisa apa gimana”.

Dari beberapa contoh cerita curhatan di atas, mungkin sambil baca mamaknya mulai kepikiran yaaa.. “iya juga sihhhh”…

Saya salut banget sama yang kemarin japri ke saya. Mereka berani buat cerita yang memang sebetulnya adalah masalah, bukan aib, dan bisa saja dicarikan solusinya. Itupun kalau berencana punya kehidupan seksual monogamis yang hangat dan sehat sampai maut memisahkan.

Lalu berapa banyak pula istri yang terlalu gengsi buat mengakui masalah seksual yg sebetulnya ada tapi tidak disadari, malah sok sok ikut ketawa ketiwi kalau bahas soal ranjang saat nganjang? 

Boro-boro mau cari solusi gimana-gimana. Bilang ama suami ga puas aja asa malu. Kok kesannya binal😆 Padahal laki biasanya suka sih sama yang binal, apalagi kalau itu adalah istrinya sendiri.

Herbal untuk penambah gairah dan penambah stamina buat laki-laki yang biasa EDI (ada juga yang curhat begini) dan sextoys seperti vibrator, adalah solusi paling ecek ecek. Paling gampang dicoba. Paling mudah. Apalagi yang insya Allah aman. Saya sih ngeri jual herbal atau mainan yang saya sendiri belum coba dan yakin sama kualitasnya. Karena sudah masuk tahun ke 3 jualan sextoys dan tahun ke 6 jualan herbal rasanya sedikit banyak sudah bisa kasih rekomendasi.

Silakan coba madu gairah kalau memang butuh buat berdua. Ada lagi Exotiva yang kata teman beranak tiga baru lagi ngerasain enak begituan padahal baru habis 3 sachets Exotica. Ada juga madu yang khusus laki-laki maupun yang khusus perempuan.

Cobain yuk Vibrator. Yang kapsul aja dulu yang bentuknya ga aneh-aneh dan gampang dipake. This is actually my favorite one. Memberi rangsangan maksimal buat istri, dan suami senang melihat istri terangsang. Menurut suami saya, suara mendesah perempuan itu cepat sekali bikin keras😆 Eh iya… Dulu juga saya malu buat bersuara saat bercinta maka sering sekali berakhir gigit bibir😆 Padahal ternyata itulah salah satu rangsangan maut buat pasangan lho. Bersuara ya mak… Pas bilang begini ada yang bilang takut anak bangun. Lhaaaa ya ga usah gerowokan kelesss.. Men de sah. Uh oh. Atau kalau teman saya sambil bertasbih. Masya Allah yang soleh mah ya:mrgreen: Bermain dengan vibrator bisa dijamin perempuan akan mencapai orgasme duluan, tapi kan masalah karena perempuan sih sanggup berpuluh kali dalam semalam pun😳 Jadi ga ada cerita lagi udah capek-capek lama-lama ga dapet apa apa hehe. Ini juga bisa jadi solusi buat yang sering merasa parno kalau sakit saat penetrasi. Jelas sakit. Terangsang aja engga udah ketakutan duluan. Gimana mau basah? Ga kenal pelumas pula! Jelas SAKIT😯

Belajar buat mengkomunikasikan keinginan maupun ketidaksukaan kepada suami. Kalau ini suami saya sering sekali bilang, “Bunda bilang atuh kalo yang enak kalo lagi apa. Jangan ga enak aja bilangnya”😆 Karena ternyata mengetahui kesukaan kita membuat pasangan lebih percaya diri dengan performanya, lho!

Jadi intinya.. Banyak hal yang bisa kita lakukan, sebagai istri, untuk memuaskan suami dan juga mendapatkan kepuasan seksual yang sama. Supaya sesi bercinta tidak menjadi beban. Tidak ditakuti. Bukan hanya jadi aktivitas 11 menit buka kaki lalu mandi. Karena kalau berencana cuma punya 1 suami seumur hidup, you’re gonna have to deal with it for the rest of your life. Itu juga kalau mau kepuasan pernikahan tercapai. Mau lah ya?

And again, kalau butuh sesuatu yang kira-kira bisa bantu, jangan malu malu buat ngobrol sama akyu. Inget, I am emak emak 31yo by the time i wrote this, pake jilbab no jilboob insya Allah. Tetep iklan ya? Gapapalah yaaaaaa.. Eh iya.. Saya sudah tidak pernah menerima pertemanan dari laki-laki kecuali yang benar-benar kenal atau dalam satu komunitas yang jelas yaaa. Dan jualan dewasanya CUMA BUAT EMAK-EMAK LAIN TIDAK:mrgreen:

Ada haditsnya juga buat dipake ice breaking saat ngomongin beginian sama suami mak.. Apalin yaaaa…

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Sang istri memiliki hak (yang harus dipenuhi suami) sebagaimana kewajiban yg dia yang harus dia penuhi untuk suaminya, dengan baik (dalam batas wajar).”(Q.S. Al-Baqarah: 228)

Istri memang kadang susah mencapai orgasme

Tapi istri BERHAK untuk Orgasme

Say YES to HAPPY and HEALTHY HALAL SEXLIFE!

 

4 comments on “Perempuan Tidak Perlu Orgasme

  1. Tatat
    October 16, 2016

    Setuju Nat (ternyata seumuran, ga usah pake mba atau teh lagi ya..hehe)… Harusnya perempuan pun mendapatkan kepuasan yang sama dan berani terbuka tentang ini (minimal sama suaminya sendiri lah).

  2. tuaffi
    October 17, 2016

    hehe.. agak- agak gerah ya baca gini.🙂

  3. natazya
    October 21, 2016

    gapapaa yg penting udah nikah kan hehehehu

  4. claudeckenni
    October 24, 2016

    Sebenernya udah lama mau komen di sini, tapi malu, karena ngomonginnya soal perempuan hehehe. Jujur saya belum nikah dan bisa dibilang masih hijau soal beginian, tapi saya sering baca buku pengetahuan dan juga mendengar kisah teman-teman saya yg sudah menikah.

    Banyak teman saya yg sudah menikah yg mengeluh kalo istrinya di ranjang cuma diem aja, pasrah, kayak sebatang balok kayu, tidak menggairahkan seperti cewe-cewe di film porno yg sering ia tonton. Lain halnya, kadang yg perempuan curhat sama saya kalo suaminya di ranjang cuma asal “maen tusuk” doank tanpa foreplay yg benar, dan itu bikin mereka jadi males buat “olahraga malam”

    Dan setelah baca artikel ini, pikiran saya jadi lebih terbuka. Ya ternyata memang di Indonesia ini masih banyak orang yg berpikiran bahwa istri itu wajib melayani suami. Padahal kalo dari buku-buku pengetahuan yg saya baca (kebanyakan ditulis sama orang Barat sih), seks itu adalah sebuah kegiatan yg menyenangkan, yg bisa dinikmati oleh kedua pihak.

    Masalahnya ya di Indonesia ini, urusan soal seks ini dianggap sangat tabu, jadi orang-orang risih kalo mau ngobrol atau bertanya soal hal yg satu ini. Akibat ditabukan, banyak dari kita yg tidak mendapatkan sex education yg baik, dan akhirnya mencari tahu ke sumber yg salah. Seperti contoh di atas, masih ada aja cowo yg membandingkan istrinya dengan bintang film porno. Dia gak sadar, kalo bintang film porno itu aktingnya memang sengaja dibuat lebay, dan seks pada kenyataannya itu tidak seperti itu.

    Saya harap ke depannya kita bisa berpikiran lebih terbuka soal urusan selangkangan ini. Menjaga moral harusnya bukan dilakukan dengan cara mentabukan, melainkan dengan memberikan masyarakat kita edukasi yg baik mengenai hal ini.

    Walaupun saya belum pernah mengalaminya sendiri, tapi saya yakin bahwa seks itu pada hakikatnya didasari oleh rasa cinta kita terhadap pasangan =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: