If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Seharusnya Upacara. Tetapi Malah Kamu.

Mengingat upacara bendera.

Kamu tau pasti, bagiku tidak ada yang istimewa dan layak buat dikenang. Sebut aku tidak nasionalis, tidak pernah ada rasa haru dalam satupun upacara. Malah menonton pemakaman seorang istri mantan presiden dengan lagu gugur bunga yang mungkin sekarang terdengar konyol, membuatku berkaca-kaca dan merasa sangat bernegara.

Instead, I am remembering you. Upacara? Maka kamu.

Ya, suatu siang terik menyebalkan, kembali masuk ke dalam kelas setelah istirahat tengah hari yang terbuang percuma karena dihabiskan beradu mulut dengan kakak kelas kurang ajar yang merasa paling pintar, cuma soal penentuan petugas pengibar bendera dan formasi gerakan petugas nantinya.

Like I care? For all i know, bawalah bendera di nampan dan jalan dengan rapi seirama kaki kanan kiri dengan dua orang di kanan kiri menemani yang nantinya akan mengerek bendera sampai atas. Tidak repot, tidak menjadikan kami harus latihan sepulang sekolah yang mana jam 4 sore berjam-jam dan masih diomeli lagi keesokan harinya. Some shit.

Lalu kamu tertawa begitu lepas. Tertawa melihat muka kesalku, dan seperti biasa akan bilang, “Kamu tuh lucu banget deh kalo ngambek”. Padahal kamu yang lebih sering ngambek. Oh well.. Bukan ngambek mungkin. Kemudian hari aku mengerti yang kamu alami adalah manic-depresif episodes. Dan semua orang akan menjauhimu karena takut. Kecuali aku. Aku yang duduk di sebelahmu, tidak sebangku namun selalu bersebelahan, karena tidak ada lagi yang lain yang mau.

Terucaplah sebuah janji yang kala itu terdengar tolol.. “Liat aja nanti, loe pasti seneng deh upacara kali ini.” Terserah apa katamu. Senang upacara? Mana ada!

Hari Minggu malam. Seperti biasa tiba-tiba kamu menelpon, bilang mau lewat di depan rumahku, lari tengah malam. Kadang aku pikir kamu itu gila. Tapi rasanya kamu ya hanyalah kamu. Lewat, minta minum, pergi lagi sambil tertawa, menelpon malam-malam, bercanda. Padahal di kelas jarang sekali kamu terlihat begitu lepas. Mungkin takut sama pacarmu yang sebelahan kelas. Aneh. Kamu punya pacar tapi tiap malam berbicara denganku. Sebelum pergi kamu bilang, “Jangan telat bangun besok. Petugas upacara kan loe”. Oh well…

Hari Senin yang menyebalkan. Barisan rapi yang tentunya dipaksa. Jajaran depan mereka yang selalu saja ada barang ketinggalan dan disetrap atas nama ketidakrapihan. Aku yang sudah siap berjalan berirama membawa bendera pusaka. Sampai tiba-tiba belum bahkan kepala sekolah memberikan sambutan seperti biasa, ada yang berteriak, “Itu liat di atas!!!!”, dan semua mata menengok.

Kamu, seperti orang gila seperti biasanya, tertawa dan bilang, “Maaf terlambat”, tapi dari depan ruang kelas kita di lantai 3. Semua mata tertuju padamu dan terjadilah, kamu MELONCAT! Semua guru berlari hendak menjumpaimu yang mungkin remuk dan berdarah-darah. Tapi rasanya mereka lupa, kamu kan jagoan kempo. Dan mungkin kalau bukan karena itu, berkat cincin di jarimu yang selalu kamu pamerkan padaku, maka kamu tidak bahkan tergores, dan menapakkan kaki dengan cengiran gilamu.

Lalu ada yang berteriak. Seingatku ada yang bilang kamu digaplok oleh guru olahraga. You deserved that. Tapi kemudian hal yang aneh terjadi. Upacara bendera rupanya berhenti begitu saja. Semua begitu sibuk menghampirimu. AKu tidak melihatmu beberapa hari ke depan di sekolah, ternyata kamu di skors. Tapi malam hari saat menelpon kamu bisa dengan tertawa dan bilang, “Apa kata gw, ga akan loe lupain kan upacara tadi. Gw lakuin buat loe tuh”.

Harusnya menulis tentang upacara, tetapi aku malah ingat kamu.

Dan satu upacara bendera yang takkan terlupa sampai kapanpun.

Bahkan hingga tiadamu.

Kamu yang pergi terlalu cepat.

Kamu yang terlalu sering bilang “Gw sayang sama loe, sebagai teman”, terlalu sering, seakan kalau tidak mengucapkannya cukup banyak, aku dan kamu tidak akan percaya.

Kamu, yang membuatku sekarang kadang menangis rindu dan pilu tiap terpaksa harus ikut upacara bendera.

Hey.. Masihkah kamu melompat tinggi disana?

 

6 comments on “Seharusnya Upacara. Tetapi Malah Kamu.

  1. Chika
    October 10, 2016

    Kok endingnya jadi sedih….
    Dan punya sahabat lawan jenis itu memang agak aneh….. bisa bikin jealous pacar/pasangan/suami. tapi mereka sangat berarti.. dan seru..

  2. natazya
    October 10, 2016

    Duluuuu banget.. Sekalikalinya sampai pergi nya selamalamanya🙂 skrg mah boro2.. Tmen cowo aj hampir ga ada hehe dan ga minat jg sobatan lawan Jenis..

  3. anil
    October 10, 2016

    teh nataz ihhhh~

    aku juga langsung sambung baca tulisan yang tentang dianya udah gada.

  4. Warm
    October 11, 2016

    Saya selalu kagum dengan cerita ttg sahabatmu itu nat

  5. natazya
    October 12, 2016

    Aku jg jadi kangen inget2 dia😦

  6. natazya
    October 12, 2016

    I miss him sometimes Om😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 9, 2016 by in curcol misah misuh.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: