If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

5th year of a lifetime

They said the first five are the hardest. Tell me about it.

Ketika hidup bukan lagi penuh pelangi dan hanya mendung sesekali. Seperti cuaca saat ini yang tidak pernah baku lagi, demikian pula kita. Terlalu banyak kejutan dalam setahun terakhir, berucucur mulai keringat, air mata hingga berdarah-darah. Hebatnya, kita tidak menyerah.

Kamu. Kamu yang tidak pernah lelah. Aku? Berjuta kali terpikir lebih mudah rasanya bila terpisah. Tapi tentu saja semuanya hanya emosi sesaat yang bila semua sudah mereda, masih saja enggan menundukkan kepala padahal sadar betapa salah. Hebatnya, kamu yang sekalipun ikut meledak, bisa mereda dan menyadarkan kembali kegilaan yang hampir terlewat batas.

Tapi segelapgelapnya awan, akan ada angin berhembus yang mengenyahkannya dan mengembalikan cerah ceria yang hangat dan menyenangkan. Matahari selalu akan ada, karena kita punya malaikat kecil yang selalu membawa cinta dan senyum bahkan pada masa terberat sekalipun. Betapa Allah menyayangi kita dengan menitipkan cahaya pembawa bahagia, karena Dia tau kita membutuhkannya.

Tahun ini tahun terberat sekaligus terhebat yang terjadi dalam hidup kita. Berat dengan semua perubahan dan penyesuaian yang harus dijalani. Hebat, karena sekalipun terseok pun tertatih, kita berjalan.

Maka aku tidak takut. Tidak akan pernah takut buat melanjutkan tahun tahun panjang di depan hingga ujung yang Allah tentukan. Karena ternyata, lelaki kecil yang katanya tidak yakin bisa diandalkan, mampu

bertahan dan menjaga. Seorang perempuan, yang belum pernah ada satupun bisa tahan padanya sebelumnya. Yang makin menua kadang makin menggila.

Lalu semoga semua cinta dan usaha tidak akan pernah ternoda dengan hadirnya rasa yang lain pada yang bukan salah satu dari kita. Disengaja maupun tidak. Karena bila harus menggambar sebuah garis batas, itulah wujudnya. Terlewati, maka berarti “kita” pun sudah lewat.

Mampukah buat tetap jaga rasa percaya? Seharusnya bisa. Bukankah itu yang selalu terjanji pada semua masa?

Dengan terlewatnya 5 tahun terberat, mari buang semua sakit, air mata, kecewa, khianat, luka dan segala pedih yang mau tak mau jadi bagiannya. Karena seharusnya yang datang setelah ini tidak mungkin lebih berat dari yang terberat, pastilah kita cuma akan jadi lebih baik lagi dan lebih bahagia lagi.

Aku memilih untuk berpegang pada hal tersebut, dan pada takdir Allah tentunya. Percaya bahwa setelah ini, tidak akan ada yang tidak bisa kita hadapi. Dan satu kata yang sangat kau benci, tidak akan sengaja buat terucap, itu adalah janji.

And i hope u read this. I hope u read me. Because somethings are better written when it comes to us. To give time to think about it.. To adsorb..

Because for the 5th year of a lifetime, we dont do bullshit. We dont sugar things up. We life. We’re real. We’re true. And this is my truth
For you.

And yes, above all..

U know I love u more..

Advertisements

One comment on “5th year of a lifetime

  1. warm
    November 12, 2015

    walo telat, selamat utk kalian ya, dan apakabarnya? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 13, 2015 by in curcol misah misuh.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: