If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Ternyata, Judulnya Seharusnya RINDU

Ya ampun.. udah lama banget ga ngeblog dan pangling liat tampilan barunya wordpress. Bener-bener terbelakang banget deh :p

And why am I writing again? I miss having a diary. Inget sampai SMA dulu, sampai awal kuliah, masih rajin buat menghabiskan malam sambil menelungkup di atas kasur dan menulis semua yang terjadi dan dirasa sepanjang hari. Peduli amat soal tatanan bahasa, ga ada yang baca! Ada sedikit rasa lega setelah semua tertulis. Cheesy… Tapi beneran.. Sekarang? Kemampuan motorik halus agak melemah karena jarang sekali menulis dengan pulpen dan lebih sering menggauli keyboard. Pegel banget rasanya, padahal sekedar nulisin alamat costumer2 yang mau dikirimin barang pesenan. Oh iya, sekarang emang hidup gw seputar jualan sih ya… I’ll share that later.

Malam ini, saya merindukan masa-masa yang lebih ramai dari sekarang. Masa dimana yang paling penting hanyalah soal hati dan akademi. Ga susah. Sederhana. Tapi penuh warna. Rindu sampai ke air mata sakit hati waktu pacar bikin kesal, berantem sama mama, kabur keluar kota nginep di rumah sahabat. Those unbelievable times.

Do i wanna go back in time? NOT AT ALL. Kehidupan saat ini adalah kehidupan yang diciptakan sendiri. Buat apa kembali ke masa dimana segalanya masih penuh batasan-batasan dan yang diinginkan cumalah bebas? Saya cuma rindu keramaiannya, hiruk pikuknya.

Sebagian orang bilang mungkin karena saya masih saja belum dikaruniai buah hati buat meramaikan rumah. Lagi lagi cuma berdua suami. Masuk akal. Mungkin saja. Tapi saya menyukai waktu yang dihabiskan bersama suami berdua. Jeleknya mungkin, posesif yang dulu bikin saya diputusin sama mantan pasangan yang emang ga jodoh malah kambuh lagi. Tipe istri yang ga seneng suaminya bergaul terlalu lama dengan teman-temannya. Sebetulnya, lingkup pergaulan suami lebih baik sekarang daripada dulu sewaktu masih bujangan. People evolve and so as he πŸ˜€ Tapi teteub aja, kalau terlalu attach sama orang lain, saya ga suka πŸ˜† Istri gila. Biar saja. Selama suami masih selalu nerima dan menenangkan diri begitu mulai galau.

Saya memutuskan buat ga siaran lagi karena sangat membuang waktu berjam-jam di radio, dan sulit melakukan hal lainnya. Apalagi kalau lagi musim hujan, yang mana sekarang jadi hampir setiap hari, guludugan, lalu pemancar terpaksa mati, internet pun demikian. Gusti.. bener-bener berasa buang-buang waktunya. Pertemanan dengan teman kantor dulu pun, ya.. so so aja.. karena ga setiap hari dan cuma beberapa jam dalam sehari. Meskipun saya senang punya banyak teman, lama2 capek dengan rutinitas. Umur segini belum punya mobil… Kenaikan kami dari titik minus masih baru cukup di dasar piramida, belum bisa naik terlalu tinggi. Tapi nanti pasti kok. Nah, saat hujan tapiΒ  tetap harus berangkat keluar rumah, that I hate so much. Buat gaji yang ga seberapa, tapi demi passion. Anehnya, hal-hal yang membuat kita merasa passionate lama-lama juga bergeser. Broadcasting started to feel boring. So I left. Ga terlalu merindukan banyak, selain kedamaian berada di studio bersama mixer saja, menikmati musik yang saya super cinta, dan membaginya bersama siapa saja di luar sana yang mungkin sedang mendengar sengaja atau tak sengaja. Ah.. saya rindu itu juga!

Beberapa waktu yang lalu, entah PMS entah apa, saya pernah sesenggukan di kamar sebelum tidur sendirian. Suami sedang bekerja di ruang sebelah. Saya rasa sampai sekarang dia ga pernah tau bahwa saya pernah menangis sampai capek sendiri dan baru akhirnya ketiduran.

Kenapa? Saya memikirkan soal keluarga. Hubungan orang tua kami, 4 kakak beradik, entah sejak kapan seperti tidak bisa diperbaiki. Mungkin sebetulnya bisa, tapi sepertinya kedua belah pihak tidak mau mencoba lebih keras dan tidak ada yang mau mengalah. Saya menangis sekencang-kencangnya dalam sepi, tiba-tiba membayangkan orang tua yang memutuskan benar-benar berpisah resmi setelah sekian lama. Membayangkan Lebaran macam apa yang akan kami punya. Membayangkan mama yang akan memilih buat tinggal di Batam bareng adik pertama yang bersuamikan orang sana. Membayangkan kehangatan yang dulu rasanya pernah ada lalu hilang. Lalu merindu setengah mati. Merindu masa dimana kami bepergian bersama sekeluarga, ke luar kota, berbahagia. Ada saja air mata dan pertengkaran yang menyertai, tidak pernah tidak, tapi kebanyakan, bahagia yang terasa. Saya sangat merindukan masa-masa dimana semuanya masih mau berusaha. Lalu menangis sejadi-jadinya. Rasa rindu yang satu ini tidak pernah hilang. Hingga malam ini.

Lalu saya rindu pada diri sendiri pada suatu masa, entah kapan. Rindu pada diri sendiri yang lebih dangkal. Yang dipikirkan cuma urusan lelaki. Sakit hati lagi dan lagi. Menangis jadi hobi. Tapi semua terasa mudah dan tidak ada apa-apanya dibanding sekarang. Sekarang saat hipokondria menjadi-jadi. Takut sakit ini, takut sakit itu. Khawatir memikirkan kista sebesar kepala bayi. Sedih tidak juga punya buah hati. Lagi dan lagi sakit gigi sampai takut sendiri dengan cerita-cerita seram seputar kesehatan dari teman-teman yang semakin dewasa semakin negatif dan penuh kekhawatiran yang menular. Memikirkan uang dan uang, yang bukan segalanya, tapi jadi penentu segalanya. Saya tidak pernah mencintai diri sendiri lebih dari saat ini dahulu kala. Tapi merindu saat dimana diri sendiri hanyalah sekedar saja.

Jadi, malam ini judulnya adalah segala tentang rindu πŸ™‚

Saya rindu ngeblog. Bukan juga akan bisa rajin blog walking, bersapa sapa di dunia maya yang sebetulnya menyenangkan, karena saya ga yakin akan ingat meluangkan waktu untuk itu setiap harinya. Tapi saya rindu bercerita. Bercerita tanpa peduli siapa yang baca. Cuma rindu berkata-kata.

Lalu sekarang lapar…

Selamat malam, dunia! Sudah Senin lagi, dan saya akan bangun super siang besok πŸ™‚

Advertisements

5 comments on “Ternyata, Judulnya Seharusnya RINDU

  1. feryka
    April 15, 2013

    selamat datang πŸ™‚ saya juga rindu sama tulisan-tulisanmu natz πŸ™‚

  2. pipit
    April 15, 2013

    ahh, saya juga rindu baca tulisan kamu πŸ™‚
    ayo dong… menulis lagi πŸ™‚

  3. emaknyashira
    April 15, 2013

    Natz… gw sampe kelu bingung mau komen apa *pelukk*

  4. warm
    April 15, 2013

    akhirnya nongol lagi
    keasikan bisnis ini mah πŸ™‚

  5. ndutyke
    April 16, 2013

    *peluk natazya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 15, 2013 by in curcol misah misuh and tagged .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: