If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Menikah dan Orang Tua

Eh saya udah cerita ya sahabat saya mau menikah? Ada ada aja masalah menjelang nikah. Hal-hal yang paling sepele aja bikin senewen. Jadi ceritanya nanti hari Sabtu mau lamaran, calon suami mau kasih cincin buat hadiah aja… Eh kata keluarganya ga boleh karena nanti kalau dia pakai cincin tunangan sendiri, tandanya dia udah terikat tapi cowonya masih bebas dan bisa selingkuh sana sini. Wadda??? πŸ˜†

Masalah bawaan apa juga ribet bener. Sampai katanya dia udah kehilangan excitement dari persiapan pernikahan itu sendiri hihihi. Ada ada deh pokonya selalu ya kalo mau menikah?

Saya ga bisa bilang saya tau ribetnya persiapan menikah. I never have a WEDDING. But I do have a beautiful MARRIAGE now πŸ™‚ Karna hubungan saya dan suami yang ga terlalu dapet dukungan dari keluarga termasuk mama, saya ga ngalemin yang namanya prosesi lamaran lah, seserahanlah, apalah πŸ™‚ Saya ga bahkan punya resepsi pernikahan kok. Terlepas dari itu, dari awal memang sama suami udah merencanakan pernikahan yang sederhana aja. Yang ga pesta. Yang sama sekali ga mau ada musik adat πŸ˜† Sempet kepikiran dulu ngumpul2in barang seserahan. Tapi entah gimana, karena akhirnya mulai hopeless ga akan ada acara apa2an, barang-barangnya dijualin aja πŸ˜†

Sutralah ya.. ga mau lagi mengingat ingat masa sedih sedihan dan galau dulu. Yang ditulis disini selalu bawa perasaan campur aduk kalo diinget-inget. Yang penting sekarang saya sama suami udah bahagia, Alhamdulillah. Mama masih belum mau ketemu suami saya sejak awal pernikahan sampai hari ini, tapi hubungan saya sama mama baik-baik saja, dan akhirnya penyangkalan mama saya terima dengan lapang dada dan ga mempengaruhi hubungan ibu anaknya kami πŸ™‚ Sampai mama sendiri yang bilang mau menerima suami saya, rasanya saya dan suami ga berniat memaksakan apa-apa.

Dulu saya sempat berpikir, yang namanya orang tua harusnya ga bikin stres anak! Harusnya membiarkan saja anak menjalani hidupnya, menjalani keputusannya, salah satunya dalam hal persiapan pernikahan ini. Saya ga pernah mengerti orang tua yang menginginkan pernikahan besar-besaran pada anaknya, kalau memang si anak sendiri ga pengen. Tapi dipikir-pikir ya hak mereka juga, kan ya? Mereka pengen ikut bahagia sama anaknya. Saya sendiri sedih ga sempat membagi perasaan bahagia itu sama mama *ngembeng* tapi saya punya misi buat bikin mama bahagia dan bangga dengan saya yang sekarang. Saya ingin sukses, buat mama dan adik-adik. Cuma itu yang bisa saya lakukan buat mereka. Kok ga hitung papa? Ya papa juga pastinya. Papa yang dukung saya saat mama memalingkan muka dari saya. Papa, yang dulu saya benci karena poligami dan sempat menelantarkan kami. Tapi sekarang semuanya, yang sakit-sakitnya cuma terasa sebagai satu bagian kehidupan yang wajar.

Jadi sekarang saya cenderung beranggapan, kalau teman saya mengeluh ini juga yang saya sarankan, hak orang tua buat bicara apa saja, kasih saran apa saja. Jangan dilawan deh. Diiyakan saja. Masalah sesuai atau tidak dengan prinsip pribadi, ya biarkan saja. Tetap jalanin dan lakukan apa yang kita yakini. Bukan mengajarkan buat masuk Β kiri keluar kanan. Hanya saja, hindari saja perdebatan dengan orang tua. Kadang saya merasa, kebanyakan orang tua sebetulnya hanya inginΒ didengar πŸ™‚ So let’s hear them. Sudah tau filosofi bahwa Orang tua sama dengan Quran Butut? πŸ™‚

Saya harap sahabat saya lancar semua proses persiapan hingga ke pernikahannya. Bahagia banget. Terakhir dari gang SMA saya yang akhirnya menikah πŸ™‚ Semoga saja, semua kerempongan orang tuanya bisa dihadapi dengan bijak dan ga bikin stress, apalagi menghilangkan napsu menikahnya πŸ™‚ Karena pesta pernikahan hanya satu hari. Kehidupan sebenarnya, yang seharusnya hingga tidak ada lagi sisa hari.

Tengah malam gini kok laper. Apa kabar diet? :p ngeNutriShake Rhum Raisins aaaahhh πŸ˜€

Advertisements

9 comments on “Menikah dan Orang Tua

  1. asrihandayani
    May 4, 2012

    Salut ama mba Natz, punya prinsip yg kuat πŸ™‚

  2. pepipepo
    May 4, 2012

    *peluk tazyaaaaa* I know you can! Ada banyak hal yang bikin kita senasib Taz πŸ™‚

  3. Allisa Yustica Krones
    May 4, 2012

    Aku doakan kamu selalu berbahagia dengan pilihanmu yaaa… dan terutama semoga kasih menyatukan suami dan mamamu yaaa πŸ™‚

  4. vera
    May 6, 2012

    pengalaman hidup yg susah, sedih, keras itu justru bs menempa kita, dan merasakan indahnya hdp.

    semoga ke depannya baik2 aja ya, mba

  5. niee
    May 6, 2012

    sukses terus ya mbak.. mudah2an bisa selesai sampai tuntas masalah dengan keluarganya dan sukses juga persiapan pernikahan sahabatnya πŸ™‚

  6. natazya
    May 6, 2012

    ke depannya pasti baik baik saja πŸ™‚

    Im sure of that πŸ˜€

  7. natazya
    May 6, 2012

    Amien… baru lamaran bff aku kemarin.. duh ikut seneng dan deg deg an skalian πŸ˜€

  8. t3ph
    May 8, 2012

    Mbak tulisan blognya bagus baguss.. lagi ngulik2 blogmu nih sampe taon kmren, ntar bsok2 dicicil lagi ah hehhee
    salam kenal yaaa! πŸ˜€

  9. natazya
    May 9, 2012

    salam kenal mba’nyaaa πŸ™‚ wah.. kalo ada project ajak ajak suamiku yah *apasiihhh πŸ˜† aku baruuuu nih mulai baca2 blog lagi stelah sososibuk beberapa hari hiks… udah liat poto anakmu yg lucu banget itu πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 4, 2012 by in Marriage Life and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: