If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Mengenal TomCat

Dulu banget, saya pernah jadi utusan radio pertama saya buat ikutan Workshop bareng On Track Media. Sejak saat itu, OTM ini sering sekali kirim email update seputar kesehatan dan sosial yang berguna banget. Dipikir-pikir daripada buat saya sendiri aja, di share rasanya lebih baik🙂

Kemarinan soalnya saya baru dapat satu email bagus seputar  TomCat. Iya… Kalo kata adik saya sih dia nunggu yang JerryMouse aja😆 Tapi kehebohan masyarakat kemarinan harusnya bisa diatasi dengan asupan info yang memadai, lho… Ini dia isi emailnya. Baca ya supaya benar benar mengenal si TomCat ini dan ga lagi menimbulkan kepanikan🙂

Dear Rekan Media,

Sejak beberapa waktu yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan berita mengenai serangan serangga ‘Tomcat’ (baca: tomket). Serangga yang umumnya dikenal masyarakat dengan sebutan kumbang roveyang, semut semai atau semut kayap ini ditakuti karena racun yang dikeluarkannya, bila terkena kulit dapat menyebabkan kulit mengalami gatal, iritasi dan melepuh.

Ketika terkena racun serangga Tomcat, setelah 24-28 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan sekitar berwarna merah yang menyerupai lesi/kerusakan jaringan kulit akibat terkena air panas atau luka bakar. Jika hal ini terjadi pada Anda, jangan panik. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut:

  1. Cuci bagian tubuh/kulit yang terkena racun dengan sabun antiseptik dan basuhlah dengan air yang mengalir;
  2. Efek pertama yang biasa timbul adalah gatal, jangan digaruk dan jangan ditaburi bedak untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder/lanjutan, sebaiknya beri antihistamin (obat anti alergi) dan analgesik (obat pereda nyeri) untuk meredakan gejala;
  3. Bila sudah timbul lesi/kerusakan jaringan kulit seperti luka bakar, kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin seperti kalium permanganate;
  4. Jika terlanjur pecah, oles kulit dengan krim antibiotik dengan kombinasi steroid ringan

Sampai saat ini sudah terdapat lebih dari 200 kasus serangan Tomcat yang dilaporkan dan ditangani oleh puskesmas di seluruh Indonesia. Pada dasarnya dampak serangan tersebut tidak berbahaya dan dapat disembuhkan dengan baik. Walaupun demikian, masyarakat diminta untuk menerapkan cara-cara berikut dalam menghadapi serangan Tomcat:

  1. Jika menemukan serangga ini, jangan dipencet agar racun tidak mengenai kulit. Masukkan ke dalam plastic dengan hati-hati, lalu buang ke tempat yang aman.

  2. Usahakan pintu selalu tertutup dan beri kasa nyamuk pada jendela untuk mencegah Tomcat masuk.
  3. Jika daerah Anda sedang banyak mengalami masalah ini, tidurlah dengan menggunakan kelambu.
  4. Bila Tomcat banyak sekali, beri jaring pelindung pada lampu (hal ini karena Tomcat menyukai cahaya terang) untuk mencegah kumbang jatuh ke lantai, kursi yang mana dapat terinjak, diduduki dan menyebabkan racun menyerang pada manusia.
  5. Bila kumbang berada di kulit kita, jangan dipukul karena racun yang keluar dari tubuhnya justru dapat menimbulkan iritasi, tapi singkirkan dengan hati-hati  dengan cara meniup atau menggunakan kertas untuk mengambil kumbang tersebut.
  6. Lakukan inspeksi ke dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Bila menemui kumbang ini, segera matikan dengan racun serangga.
  7. Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Tomcat.
  1. Segera pergi ke puskesmas terdekat untuk mendapat pengobatan jika sudah terkena racun kumbang ini.

Sampai saat ini wilayah Indonesia yang dikabarkan terkena serangan Tomcat antara lain Surabaya, Gresik, Tuban, 


Sebenarnya Tomcat itu sendiri tidak berbahaya, bahkan sangat berjasa bagi petani karena berguna mencegah merebaknya hama wereng di persawahan. Tomcat tidak bersifat agresif, namun saat merasa terganggu Tomcat akan mengeluarkan racun yang menyebabkan kulit manusia meradang dan melepuh.Lamongan, Situbondo, Ngawi, Lumajang, Bojonegoro, Pasuruan, Banyuwangi, Probolinggo, Jember, Sampang, Denpasar, Yogyakarta, Tasikmalaya, Bandung, Bekasi, Tangerang dan Jakarta.

Fenomena Tomcat yang menyerang wilayah perkotaan dipengaruhi oleh faktor perubahan iklim dan lingkungan yang disertai angin kencang, selain itu ledakan populasi Tomcat secara alamiah dapat terjadi bila salah satu komponen mata rantai terputus atau hilang, misalnya jika jumlah pemangsa dan yang dimangsa tidak seimbang. Pemangsa Tomcat seperti kodok, kadal dan burung telah semakin berkurang jumlahnya akibat ulah manusia sehingga Tomcat dapat berkembang biak dengan bebas dan tidak terkendali.

Karena itu, penting bagi manusia untuk selalu menjaga keseimbangan ekosistem alam agar wabah Tomcat tidak terjadi lagi.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jendral Kementrian Kesehatan RI melalui nomor telepon: 021-52907416-9, atau fax: 021-52921669, atau alamat email: info@depkes.go.id dan kontak@depkes.go.id

Demikian sekilas informasi mengenai wabah Tomcat yang sedang menyerang beberapa wilayah di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan media semua.

Salam,

OnTrackMedia Indonesia

4 comments on “Mengenal TomCat

  1. badru
    April 3, 2012

    Info bagus

    Alhamdulillah🙂

  2. neng fey
    April 5, 2012

    mudah2an ga sampe jakarta

    mudah2an punah skalian bisa ga ya? mengganggu habitat yang lain ga ya?

  3. Amelia
    April 7, 2012

    Di jogja Uda banyak…

  4. Amelia
    April 7, 2012

    Di jogja Uda banyak..kbnyakan kita temui di toilet..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 3, 2012 by in sum taken stuffs and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: