If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

When It Comes To Law and Order

Saya lagi kerajingan tayangan criminal. Ya. Semenjak menggunakan layanan TV berbayar, waktu leha-leha saya dan suami dihabiskan kalau bukan di ranjang sehat (aih:mrgreen: ) ya di depan TV. Meskipun punya meja makan, tetap saja makannya di depan TV😆 Sambil peluk-pelukan. Menghabiskan liburan yang malas kemanamana karena cuaca yang cenderung galau dan labil. Well, you’ve got the picture I guess :p

Balik ke soal tayangan kriminalnya. Sinetron favorit saya sejak nonton TV kabel itu kalo ngga CSI, Criminal Minds, ya Law and Order. Mau episode nya banyak yang ulangan juga gapapa, wong saya emang baru mulai nontonin kok😀 Eh, saya juga selalu sih nonton PSYCH dan Dexter dan How I Met Your Mother dan… duh banyak hahaha tapi kan lagi ngomongin yang criminal ih :p Saya tau, apa yang kita tonton di TV itu jauh sekali dari keadaan di dunia nyata. Tapi sedikit banyak jadi belajar seputar sistem pengadilan dan mengumpulkan barang bukti sebagai penunjang sebuah kasus.

Ga tau juga ya apa sama antara sistem peradilan di luar negeri dengan di Indonesia. Tapi kayanya kan sebagian besar yang merupakan hal dasar pasti sama lah ya? Ada jaksa penuntut. Hakim pastinya. Pengacara pembela. Saksi, dll. Tapi mungkin kalau disini ga ada sistem Juri ya? Kalau liat berita perasaan ga ada jurinya soalnya.

Ini maapkeun banget kalo postingan dangkal banget dan saya bakal bilang kalo saya sebenernya ga tau pasti, karena emang ngga. Tapi sebagai orang Indonesia, suka  denger ya desas desus yang namanya kebenaran maupun keputusan itu bisa dibeli dengan uang? Demikian juga dengan berita jaksa penuntut atau hakim yang disuap. Kayanya ada aja. Jadi ada stigma negative kalau semua aparat yang ada disini gampangan dan ga bisa dipercaya. Duh. Padahal tau aja ngga. Belum tau harusnya ga usah bersuara lah ya?

Saya makanya jarang nulis yang berat-berat, karena hidup saya sih ringan banget. Tapi saya termasuk orang yang berprasangka buruk rasanya. Punya kepercayaan yang kurang pada sistem peradilan di Indonesia karena banyak berita-berita miring soal kasus yang dialami banyak orang susah, yang kayanya sepele sekali, tapi hukumannya cepat diputuskan dan seringnya lumayan berat. Didukung juga dengan berita-berita soal kasus-kasus korupsi yang besar-besar yang ga tuntas-tuntas dan kalaupun dijatuhi hukuman terlalu ringan dan tidak sesuai dengan kejahatannya.

Saya jadi belajar sedikit dari menonton film seri tentang jalannya pengadilan dan pengusutan kasus. Barang bukti adalah hal yang utama, dan proses mendapatkan barang bukti harus sedemikian transparan dan terlalu banyak batasan yang rasanya menyulitkan pengumpulan bukti yang akan membentuk sebuah tuntutan. Makanya saya jadi mengerti, kenapa orang yang kejahatannya sepele seperti nyolong sendal jepit, nyolong semangka, nyolong apalah yang harganya ga bahkan sampai seratus ribu, bisa dihukum denda besar dan kurungan yang cukup lama. Karena buktinya ada. Karena tidak bisa membayar siapa-siapa buat menghancurkan barang bukti. Makanya juga saya jadi kepikiran kenapa mereka yang kasusnya korupsi milyaran itu ga beres-beres sampai berita bosan menampilkan mereka dan berganti drama seru baru lainnya, ya mungkin karena ketidakadaan barang bukti tersebut. Entah benar tidak ada, atau sekali lagi mungkin, dilenyapkan dengan berbagai cara.

Kemudian, saya juga belajar bahwa pengacara pembela orang jahat yang bersalah itu memang biasanya super pintar dan tahu saja celah yang bisa digunakan untuk mementahkan tuntutan, memintir fakta, mengalihkan fokus, mencari-cari kesalahan dari perangkat hukum yang membentuk kasus melawan kliennya. Sumpah, sering gemes sekali jadinya kadang kalau melihat ulah pengacara pembela yang pinter dan licik! Oh ya, mereka umumnya dibayar sangat mahal, terutama bila digunakan oleh orang yang sangat jahat (yang umumnya kaya juga). Mungkin kalau pengacara pro bono di sini ga banyak yang benar-benar serius bekerja membela kliennya yang padahal adalah korban. Mungkin memang banyak halangannya dan tidak ada dana untuk membentuk suatu upaya pembelaan.

Ada juga jaksa penuntut yang ga punya hati, yang kadang ga peduli apakah orang yang mereka tuntut itu sebenarnya bersalah atau tidak. Yang padahal mereka sudah tau kebenaran kasusnya, sudah tau bahwa terdakwa sebenarnya adalah korban, tapi tetap membabat habis karena yang penting adalah presentase kemenangan mereka di pengadilan. Bukan soal keadilan sama sekali pada akhirnya. Ya, sudah pasti bisa dibeli juga kalau di film sih. Ada team Juri yang kadang ada saja yang bisa disuap sekalipun sudah dirahasiakan dan disembunyikan sedemikian rupa. Kalau di Indonesia Juri ini ga ada ya? Pengambilan keputusan dilakukan oleh team Hakim. CMIIW beneran deh. Adakah peluang untuk praktek suap-menyuap kalau begitu? Oh well… Nilai saja sendiri. I know nothing about it.

Ya, memang semua hanya apa yang saya tonton di film. Tapi kayanya sebagai warga emang pengen ya, melihat pelaku kejahatan berat dihukum seberat-beratnya sesuai dengan kejahatannya (mungkin seperti si pelaku bencana Tugu Tani), dan yang memang tidak begitu parah kejahatannya, apalagi baru pertama kalinya, atau justru sebenarnya berlaku jahat karena membela diri sebagai korban atau sebagai pertahanan diri dalam keadaan apapun, yang begitu dihukum cukup ringan saja dan diperlakukan dengan kelembutan, karena bagaimanapun adalah korban.

Makanya saya stop liat TV lokal. Bukan belagu. Dari internet aja saya sudah cukup dapat banyak berita yang memilukan hati, yang ga kalah apdet pastinya ya. Menyimak ketidakadilan di depan mata di televisi cuma bikin kesal, memaki, padahal ga bisa juga berbuat apa-apa.

Semoga keadilan di Indonesia ga semurah kacang goreng. Semoga pahlawan pembela kebenaran seperti yang suka saya lihat di film-film seri yang benar-benar membuat senang itu betulan ada. Semoga, entah gimana caranya, saya yang cuma bisa nonton bisa membantu entah bagaimana caranya ditegakkannya keadilan, dan mengurangi duka mereka yang jadi korban (sumpah jadi pengen belajar banyak soal ilmu hukum ini, supaya paham mana yang adil dan beneran kebangetan ga adil). Semoga. A girl can wish, right? 

One comment on “When It Comes To Law and Order

  1. Ariyanti
    January 23, 2012

    Law n Ordernya versi yg baru sis? Bagus yaaa? Gw yg dulu blm pernah nonton (yg skrg juga blm sih, hehe..). Eniwey, klo dikaitin sm mba2 edan yg makan 9 korban itu, semoga dia ga “selicin” itu.. Males bgt kan klo tnyata dia punya “bekingan” yg kuat (entah duit atau pihak yg berpengaruh), trs tiba2 lolos aja gitu.. Semoga dia bs dihukum seadil2nya, baik di dunia atau di akhirat..😛

    gw suka nonton yang lama ataupun baru😀 apalagi SVU. Yang paling gw suka yang itu. Dikit-dikit feminisnya ada deh kayanya nih😆 sama yang Law and Order CI, yang kadang bikin takjub dengan kemampuan orang buat berlaku jahat. And about that bitch, ya, dia harusnya dihukum seberat-beratnya karena semua bukti mulai dari tes toksin, pict pesta narkoba, dan ga ada jejak rem itu semua benar-benar memberatkan dia. Ini udah bukan “kecelakaan” tapi pembunuhan tidak direncanakan yang disebabkan kelalaian. Salah banget. Korbannya banyak. Ya hukumannya harus dikalikan jumlah korban. Makanya, kesel doang bawaannya kalo simak berita dan lagi-lagi ada yang jelas-jelas ga adil😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 23, 2012 by in Feels and Thoughts and tagged , , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: