If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Senyum Untukmu Yang Lucu

Baby Biaaaaa!!!

Ya ampun! Mama ga bosan-bosannya memandangi wajah polos tak berdosa dengan senyum manismu yang kata semua orang cetakannya Eyang putri. Mama suka wangi bayi yang menyeruak tiap kali mama memelukmu yang baru saja dibedaki dan dilumuri minyak telon sesudah mandi. Mama suka menggenggam jari-jemari kecilmu yang mulai bisa belajar buat meraih dan menggenggam benda. Mama suka ikut mengantuk tiap mendengar dengkuran halusmu kala terlelap. 

Baby Bia, kira-kira Papa sedang apa ya di surga sana? Pasti Papa sangat rindu buat mengayun pelan Baby Bia dan menyenandungkan lagu lama Stevie Wonder Isn’t She Lovely yang selalu berhasil menenangkanmu yang sedang menangis entah karena lapar atau terbangun karena suara keras yang mengejutkan tidur damaimu. Pasti Papa sedang tersenyum manis padamu yang lucu dari surga saat ini, karena seringkali pandanganmu melanglang entah kemana sambil tertawa renyah dengan tangan yang seolah-olah minta diraih. Ah, sabar ya sayang… Mama juga kangen sekali sama Papa. Mama juga masih tidak percaya bahwa Papa tidak lagi bisa memeluk hangat kita berdua dalam dekapannya yang hangat, menyelimuti kita dengan bau parfum S8 Oriflame favorite Papa. Mama masih tidak percaya, saat dirimu menangis membangunkan Mama di tengah malam, Mama tidak akan punya Papa buat menemani mama begadang dan menenangkanmu. Papa yang sudah jadi abu dan terbang ke surga. Papa yang sekarang, menatap kita dengan cinta dari atas sana.

Ah… Tapi kan Mama akan selalu punya Baby Bia. Semuanya tidak terasa terlalu berat. Paling tidak, Mama tau bahwa Mama harus kuat. Paling tidak, Mama harus selalu tersenyum untukmu yang lucu dan tidak membuatmu resah dengan kesedihan Mama.  Terimakasih ya, Baby Bia sayang. Kukecup lagi keningmu dengan mesra, dan ajaib, senyummu dalam tidur saja bisa membuat Mama jadi sangat tenang dan damai. Seakan Mama perempuan paling bahagia dan paling kuat di muka bumi. Memang, keajaiban menjadi seorang Ibu tidak tertandingi oleh apapun.

“Pak Tio, apa kabar pagi ini?”, sapa seorang dokter mengalihkan pandanganku darinya yang sungguh cantik dengan aura keibuan yang terpancar lembut dari wajahnya.

“Baik, Dok. Maaf, hampir dua minggu saya tidak sempat kesini. Pertemuan terakhir..”, entah apa yang membuatku tidak mampu meneruskan kalimatku. 

“Tidak apa, Pak Tio. Kami bisa memahaminya”, sang Dokter mengangguk dalam sambil tersenyum. “Saat ini, istri Anda masih belum mengakui bahwa puterinya telah meninggal dunia, dan masih menganggap bahwa Anda dan keluarga lainnya yang meninggal dalam sebuah kebakaran besar. Tapi kabar baiknya, istri Anda sudah tidak menunjukkan perilaku agresif seperti menjerit dan menyerang kepada suster yang merawatnya.”, lanjut sang Dokter.

Aku tidak mendengar apa yang kemudian diucapkan sang dokter. Aku ingin memeluk Tia. Aku sangat merindukannya. Terlebih setelah kepergian Baby Bia. Aku ingin memeluknya. Berbagi tangis dan berusaha tersenyum bersama. “Tia… Apa kabar sayang?”.

“HANTUUUUUUUU!!!!!!!!!!!!!”.

4 comments on “Senyum Untukmu Yang Lucu

  1. Agam TrueBlue
    January 21, 2012

    lucu yah kaya ane waktu kecil:mrgreen: xixixixi

  2. phuucil
    January 21, 2012

    kasian😦

  3. Baida
    January 22, 2012

    bikin bahagia kalo menatap wajah yang tersenyum tulus ….

    salam bahagia

  4. yourha
    January 22, 2012

    baby nya lucu..pngen nyium deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 21, 2012 by in hasil keisengan and tagged .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: