If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Harta Kan Dibawa Mati!

Ada pasangan kakak adik di d’BC Network yang SUPER CANGGIH! Mereka bisa jadi Qualifier Diamond Director dengan penghasilan minimal 30 jutaan perbulan hanya dalam waktu 13 dan 8 bulan masing-masing.

Seorang teman yang lagi saya prospek dan ceritakan soal mereka, malah berkomentar aneh, “Pasti Cina deh!”. Maaf maaf ya… saya bukan mau rasis… Ini beneran apa yang teman saya langsung celetukkan waktu dengar cerita tentang mereka. Kata dia, “Yang bisa sukses di MLM gitu kan rata2 Cina”. Kasian ya dia pola pikirnya masih terbelakang banget? Saya yang orang Jawa Ambon juga bakal sukses di MLM, kok. Heran.

Tapi, mungkin emang banyak yang menyangka begitu kali ya karena stereotyping? Padahal, Eka Satriana, sang kakak ini lokal banget… dan berjilbab, pakai jilbab panjang-panjang dan kalau saya liat foto-fotonya sih senantiasa bergamis. Sang adik ga senantiasa bergamis, tapi pakai jilbab juga kok… Selalu sopan. Insya Allah mereka mengerti agama Islam, mereka tahu Oriflame MLM, dan mereka tahu yang dijalankan disini HALAL.

yang di tengah baju biru Dian Endryana, 8 bulan Qual DD. Mba Eka samping kanannya. Yang gede sendiri dan kaya heboh sendiri itu saya :p diambil di acara Big OOM d'BC Network Bandung Desember 2011.

Dasar orang namanya juga, ada aja yang sirik ya… Ada muslimah yang pengen kaya, dibilangnya kapitalis dan segala macem. Duh, jangankan mereka yang udah puluhan juta, saya yang baru sekian aja misalnya, masih suka ada aja yang selepat selepet kalo lagi diajakin gabung dan dikasih tau peluang duit sekian besar yang bisa didapatnya. Rejeki udah diatur dari sananya, katanya. Atau, biasalah, soal uang mah ga dibawah mati bla bla blas.

Padahal kan uang DIBAWA MATI, ya? Dalam bentuk amalan apa yang kita beli pakai si uang pastinya. Eka Satriana menjelaskan hal ini dengan baik dari sudut pandangnya

“SAYA INGIN MENJADI MUSLIM KAYA dan SUKSES” (Menjawab Tuduhan….)

Ketika saya kemarin menulis status-status di facebook, ada yang berkomentar pedas mengatakan saya kapitalis. Wow, orang tersebut saya yakin hanya membaca status saya sepenggal, padahal status-status fb saya kemarin rangkaian cerita.Apakah bercita-cita menjadi muslim kaya salah? Dicap kapitalis? Kalau dia ber-anggapan seperti itu, wajarlah kiranya mengapa ummat islam secara global masih terpuruk secara ekonomi. Karna sebagian masih berpikiran bahwa cukup dengan bertawakal dengan Allah.

Saya sangat setuju skali, bertawakal pada Allah itu WAJIB, gak bisa ditawar tawar. Keyakinan bahwa Allah semata yang memberikan kita rezeki. Keyakinan bahwa kita harus bergantung hanya kepada Allah, itu sudah mutlak. Tetapiii apakah cukup dengan hanya berdoa? Kalau pemahaman saya , rezeki itu harus di jemput, harus IKHTIAR/USAHA meraihnya.

saya belajar, bahwa betul Allah yang akan mencukupkan rezeki kita, tapi kita juga harus berusaha. Saya banyak belajar dari iphho santosa – sang motivator penulis buku best seller 7 keajaiban rezeki . dia bilang begini : 

Bagi anda yang masih saja ogah-ogahan untuk kaya, tolong jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini :
– Inginkah anda dan suami naik haji?
– Inginkah anda memberangkatkan orang tua tercinta dan mertua anda berhaji?
– Inginkah anda memberlikan rumah untuk anak dan istri anda hidup layak?
– Inginkah anda memberikan pendidikan terbaik untuk anak anda?
– Inginkah anda memberikan fasilitas terbaik untuk anak, orangtua, saudara ketika mereka sakit?
– Inginkah anda menolong kaum dhuafa , menyantuni anak yatim?
Kalau saya pribadi akan tegas menjawab : Ya, saya INGIN…

Kalau kita ingin men-teladani Nabi Muhamamad, maka pelajari sejarahnya. Bagaimana kaya nya Nabi muhammad..beliau seorang pebisnis sukses, ia menyerahkan mas kawin puluhan unta muda yang setara dengan ratusan juta rupiah. Itu salah satu bukti. Dan lihat juga sahabat Nabi yaitu Umar bin Khattab, bagaimana Umar mewariskan 70.000 propesrti senilai triliunan rupiah. Lihat pula abdurahman bin auf, dll.

Saya masih tidak mengerti jika ingin menjadi muslim kaya dibilang kapitalis.

Yang menjadi pegangan saya adalah KEKAYAAN (HARTA) BUKANLAH TUJUAN, MELAINKAN HANYALAH ALAT. Yang dengan alat ini kita akan lebih mudah dalam :
– Berzakat, dan sedekah
– Membangun sarana ummat 
– Menuntut ilmu
– Berhaji. Umrah
– Menolong saudara seiman yang lagi terkena musibah, dll

Dulu ketika saya masih hidup pas pasan , batin saya menangis ketika ada saudara seiman yang butuh biaya untuk operasi kanker anaknya, saya hanya bisa membantunya 50 ribu rupiah dan sebait doa. Sementara dia harus kesana kemari mencari dana untuk biaya pengobatan anaknya. Sedih saya tidak mampu menolong nya secara nyata, bantuan dana. 

Saat ini ketika kemarin mendapat berita ada teman yang butuh biaya rumah sakit karna operasi, demi Allah bahagianya batin saya bisa menolongnya bukan lagi dengan doa saja, tapi nyata, bantuan dana yang meringankan bebannya. Dan itu bagi dia sangat berarti, dibarengi doa juga tentunya.
Seperti yang saya bilang, ketika kita sakit , pihak rumah sakit sayangnya gak menerima senyuman kita, tapi dana untuk pengobatan, syarat yang harus dipenuhi oleh pasien. Kita hidup dinegara yang belum menggratiskan fasilitas-fasilitas kesehatan dll. Jadi kita sudah tidak bisa menghindari bahwa smua butuh biaya.

Jika kita ingin generasi islam ke depan cerda dan memimpin dunia, maka mereka butuh pendidikan yang berkualitas yang berbasis islam dan internasional. Kalau kita miskin, hanya mampu menyekolahkan anak di skolah biasa yang minim fasilitas, bagaimana kita kelak bisa memiliki generasi robbani? Bermunculannya TKIT atau SDIT dengan konsep islam terpadu, dimana anak-naka tidak hanya cerdas secara keilmuan tapi juga hafal al qur’an, dan berakhlak baik, itu mahal biayanya.
Makanya saya dan suami bertekad harus menjadi muslim mampu, karna untuk masuk ke TKIT aja butuh biaya 8juta, belum perbulannya. Saya juga sudah survey ke beberapa SDIT brpa biaya utk masuk SDIT ? belasan juta rupiah….

Harta memang tidak dibawa mati, betul, tapi kalau kita punya harta lalu harta itu kita infaq kan dijalan da’wah, itu akan menjadi amal jariyah , amal yang tidak akan putus saat kita sudah meninggal dunia.

Jika kita mau jujur, saat saudara-saudara kita di Palestina membutuhkan bantuan , mereka butuh obat-obatan, mereka butuh bahan makanan, mereka butuh rumah sakit darurat….slain doa (itu mah gak usah dirsuruh juga sudah kita lakukan), fakta yang tidak bisa kita sangkal : mereka BUTUH BANTUAN DANA…ingat bagaimana lembaga-lembaga solidaritas bahu membahu mengumpulkan dana melalui rekening rekening solidaritas? Cukupkah hanya dengan doa saja? Tidak, mereka butuh sunduq/dana…

Mari kita lihat bagaimana mas saptuari owner kedai digital bisa sukses dengan sedekah rombongannya, menghimpun sedekah dari orang-orang di twitter lalu dengan dana itu dia membantu pembangunan masjid, panti asuhan dll…fasilitas ummat, ternyata memang butuh DANA pren, skali lagi doa saja tidak cukup.

Ya Allah, saya ingin menjadi muslimah kaya…yang dengan kekayaan itu hamba bisa berbuat banyak untuk kebaikan, bisa membawa manfaat…dan jadikan kekayaan itu tidak menjadikan kami lalai, melainkan smakin dekat pada-Mu…aamiin

NOTE : Anda berbeda pendapat dengan saya, silakan itu hak anda. Saya pun berhak untuk memiliki pemahaman berbeda. Jadi saling menghormati saja, karna saya sendiri tidak pernah usil dengan pendapat orang..sy meneghargai pendapat orang lain..

wallahu alam bish showab

-eka satriana –

Saya suka bisnis saya. Memperkenalkan pada banyak orang dengan banyak isi kepala berbeda yang membantu memperluas wawasan saya yang sesungguhnya sempit. Saya senang Eka Satriana ini adalah salah satu pelaku bisnis saya juga. Supaya orang tahu, hey, Muslimah yang paham juga ikut disini kok. Dengan pendapatnya dan pemahamannya tentang agama dan ilmu yang mungkin ga sejalan dengan banyak orang, tapi juga ga salah.
Do you feel like you’re kinda like my business too and wanna know more? Feel free to join me HERE😉

2 comments on “Harta Kan Dibawa Mati!

  1. witriana
    January 31, 2012

    ijin share ya mbk…

  2. nurdiana
    May 2, 2012

    ijin share ya mb,,,
    krna bbrapa wkt lalu aku bikin status juga di gituin,
    dia bilang g usah kejar dunia…kejarlah akhirat dunia akan mengikuti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 2, 2012 by in Bisnis Online, My Oriflame and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: