If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Akhirnya Bercerita…

Entah sejak kapan, kadang pada saat-saat tertentu dan sedang punya masalah tertentu, saya bingung mau curhat sama siapa. Padahal, Alhamdulillah saya punya teman lumayan banyak. Yang disebut sahabat juga ada beberapa, karena memang ga terlalu banyak. Tapi ada saja kalanya, sesuatu terjadi dan saya bingung mau cerita sama siapa. Yang bodoh adalah ketika dalam keadaan super emosional, kemudian mengumbar status-status depresif di jejaring sosial😆 Saya selalu merasa bodoh sesudahnya, tapi merasa perlu untuk dunia supaya tahu pada saat itu.

Kemarin-kemarin ya sedang begitu. Sedang merasa bermasalah, yang mungkin sebetulnya masalahnya juga cuma ada di kepala sendiri, tapi tidak bisa bercerita pada siapa-siapa sama sekali. Entah apakah saya punya masalah krisis kepercayaan semenjak menikah, ataukah mungkin menjaga pencitraan diri yang sedang saya coba bentuk sedemikian rupa bahwa saya adalah orang yang optimis dan positif😆 wae ah :p

Tapi saya cuma manusia biasa. Yang masih latihan buat ga berburuk sangka, optimis, berpikir positif, percaya pada orang lain, bahkan masih juga belajar buat berbaik sangka pada Tuhan. Karna saya masih suka mengeluh… dan keluhan tersebut yang akhirnya jadi noda hitam di hati dan kepala saya, yang membuat saya lupa sama sekali caranya bersyukur.

Masa kemarin saya bilang sama suami, bahwa saya sudah lama tidak merasa bahagia. Entah apa yang mendorong saya buat berkata seperti itu kemarin. Nyatanya, pada malam harinya ketika sudah merasa lebih tenang dan sedang berbaring sambil mengobrol dan berpelukan berdua, saya merasa bahagia. Rupanya benar, bahkan rasa bersyukur itu hilang pada saat memfokuskan diri pada hal yang menyusahkan.

Awalnya sebenarnya dimana, sehingga saya terus uring-uringan dan menangis terus-terusan cuma dengan dipicu hal-hal kecil? Ah.. biasa… masalah sehari-hari kok… Seputar ekonomi😆

Sedang sering mengeluh karena suami saya sudah beberapa bulan sama sekali tidak memenangkan project apapun, otomatis sama sekali tidak ada sumbangan pemasukan dari dirinya beberapa bulan belakangan. Ya… ga lama-lama amat sih… baru sekitar dua stengah bulanan ini deh… Dan sebetulnya masalah utamanya adalah pengaturan keuangan kami yang masih kacau selama ini. Padahal terakhir sempat menang beberapa project jutaan dan project besar belasan juta dalam waktu dekat, cepat sekali tidak bersisanya.

Salah saya juga pastinya, sebagai istri belum mampu jadi manager keuangan yang baik dan benar. Ditambah lagi, pengeluaran bulanan kami yang bisa dibilang lumayan besar. Mulai dari internetlah, TV kabel lah, pulsa berdua lah, cicilan sofa lah, sampai ke keperluan sehari-hari dan makan sehari-hari yang ga murah karena ga suka yang murahan😆 Nyebelin ya, belum kaya aja belagu😆

Lalu saya  panik sendiri. Panik berasa kebakaran jenggot ga pegang uang. Padahal sih saya Alhamdulillah punya penghasilan rutin lumayan besar dari bisnis Oriflame dan recehan dari siaran. Cukup.. Tapi lalu jadi kesal sendiri karena cepat habis! Saya jadi perhitungan, harusnya kan uang yang istri cari buat kebutuhan istri.. buat biaya senang-senang sendiri… kenapa malah buat keperluan sehari-hari? Kenapa saya ga bisa beli ini itu atau pergi kesana kemari seperti biasanya? EGOIS. Ya, saya egois sekali. Entah kenapa, pada setiap pertanyaan kenapa yang membuat saya jadi kesal, saya cuma bertanya tentang kebutuhan saya keinginan saya. Ya. Sekedar keinginan saya yang padahal ga bikin mati juga kalau ga diturutin sementara…

Lalu saya jadi marah sama suami. Saya merasa dia membuat nasib saya ga menyenangkan begini. Dia membuat hidup saya susah. Saya merasa berhak buat marah. Saya merasa bahwa dia memang harusnya bertanggung jawab atas saya sebagai istrinya!

Astagfirullah… Istri macam apa ya saya? Semoga Allah tidak menjadikan saya istri durhaka. Belakangan ketika sudah eling, barulah hal-hal baik tentang suami saya teringat. Memangnya yang selama ini, sebelum beberapa bulan belakangan ini, memenuhi kebutuhan keluarga siapa?  Memangnya suami saya uang yang dihasilkannya dipakai buat apa kalau bukan buat bikin saya senang dan betah di rumah? Beli kasur baru yang mahal, beli TV layar datar super besar, beli ini, beli itu, pergi kesini, pergi kesitu.. dan kenyataan bahwa dia selalu bilang bahwa tugas utama dia adalah membuat saya bahagia. Kenyataan yang mudah banget dilupakan cuma karena beberapa bulan ini saya jadi ga bisa belanja. Yang jadi kelupaan karena dua bulan belakangan kami belum jalan-jalan keluar kota atau check in di hotel mana buat kencan semalam yang biasanya kadang kami lakukan. Yang jadi kelupaan, cuma karena saya merasa orang paling susah sedunia padahal sama sekali bukan!

Sinting memang. Sinting untuk mengingat kembali, betapa beberapa hari kemarin saya merasa jadi istri yang malang.

Padahal, waktu awal saya ikutan bisnis Oriflame dan Alhamdulillah punya penghasilan cukup besar yang insya Allah menuju lebih besar lagi, niatnya karena saya ga mau kerja kantoran karena saya mau lebih banyak waktu di rumah bareng suami saya, dan kalaupun suami saya lagi ga ada project dan ga ada income, saya akan selalu ada. Padahal, kalau bukan dengan ridho suami, mana mungkin seorang istri bisa sukses?

Dosanya saya, kembali lagi membuat suami saya menangis sakit hati kemarin. Sakit hati karena istrinya ga percaya bahwa keadaan begini mah cuma akan sementara, karena ke depannya sudah banyak rencana dan memang sedang banyak yang diusahakan. Sedih, karena istrinya nangis-nangis cuma karena ga liburan.

Hahaha… rasanya yang membuat saya tidak menemukan orang buat bercerita itu mungkin karena ternyata si bawah sadar pun menyadari betapa konyol, sepele dan memalukannya saya. Saya masih berpendapat bahwa saya berhak sedikit sebal karena suami sedang ga ada pemasukan… tapi bukan sama sekali berarti saya berhak menganggap bahwa suami saya ga berguna apalagi dzholim.. Karena ini bukan hal yang dia lakukan. Ini cuma keadaan sementara.

Toh dia janji, Maret pada saat saya akan Seminar Director di Bali, kita pergi duluan sebelum tanggalnya, tepatnya pada saat anniversary ke dua pernikahan kami🙂 Tagih ah nanti…

Bagaimana saya bisa lupa, bahwa pada awal pernikahan kami sama sekali ga punya apa-apa dan tidak ada keluarga yang bisa diandalkan buat dimintai bantuan sama sekali, tapi kami berhasil melaluinya dengan baik. Maka saat ini juga demikian. Ah.. kepala saya memang perlu ditoyor sekali-kali… biar ga lupa diri.. Untungnya, saya punya suami terbaik buat saya di dunia ini. Suami yang selalu bisa mengembalikan istrinya ke status “SADAR” setelah masa “menggila”😆

But it kinda prove one thing that’s absolutely right without any doubt.

UANG BUKAN SEGALANYA. TAPI KALAU GA ADA UANG GA ASIK, GA BISA PUNYA SEGALA😆

Alhamdulillah juga saya MLMan… Bukan lagi mau promosi… Cuma mau ga mau saya dituntut buat ga galau lama-lama… Harus cepat-cepat eling… Karena sebagai leader, sikap kita akan selalu dilihat anak cucu di bisnis ini. Kalau emaknya pesimis dan depresif, mau jadi apa jaringannya?😆

Tuhan sudah siapkan semua jalan yang terbaik…

Saya cuma butuh buat selalu ingat hal tersebut, supaya bisa bersyukur🙂

Ah suamiku… Betapa kucinta padamu😆

4 comments on “Akhirnya Bercerita…

  1. nana
    December 19, 2011

    hehehe. bener banget itu mbak.
    uang bukan segalanya, tapi lebih baik nangis didalem mobil mewah daripada didalem becak.

    sabar2 ya mbakk.. semoga semua cobaan bisa dilewati dengan lancarr.

    Amien… makasih ya sayang🙂
    :

  2. warm
    January 2, 2012

    syukurlah endingnya bagus, ah smoga hidup kalian makin baik, bagus, dan kaya ya🙂
    salam sama mister verdi-mu

  3. t3ph
    May 8, 2012

    uang bukan segalanya, tapi lebih baik nangis didalem mobil mewah daripada didalem becak. –> aduh geli banged hahahahah

    memang di saat2 gini harus sabar ya, doain suami biar rejekinya dateng terus. Karna rejeki kan datengnya dari Yang Di Atas toh🙂 Btw suaminya kerja web developer ya? saya jg sama, freelance juga lho hehehe, emang gitu kadang ada project kadang berbulan2 nganggur.

  4. natazya
    May 9, 2012

    toss freelancer! hehe… Ini sih posting emang dah lama pas baru awal nikah… sukur skarang sudah mulai tegar seperti lagu lamanya Rossa itu😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 16, 2011 by in Marriage Life and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: