If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Filosofi Penabur Benih

Ada seorang petani padi di sebuah desa. Dia baru punya tanah baru, yang sama sekali belum digarap apalagi menghasilkan apapun. Jadi dia memutuskan mau menabur benih untuk menanam padi. Dia sangat senang membayangkan saat padi di sebidang tanah besar itu panen nanti!

Berangkatlah dia menanam padi. Dia tebar segenggam benih pertama, yang jatuh di bagian tanah yang tidak terlalu subur tapi juga tidak jelek. Dia sangat berharap padinya cepat berkembang dan bisa dipanen. Tapi ternyata, segerombolan burung nakal datang dan mematuk habis padinya! Mau dikejar dan diusir burungnya satu persatu, nampak akan memakan waktu yang lama ya? Baiknya bagaimana?

Saat dia mencoba menebar genggaman benih kedua, mereka mendarat di tanah yang berbatu. Benih yang disebar sama sekali tidak berkembang hingga berbulan bulan kemudian. Tidak ada hasilnya dia bekerja keras disitu. Apa dia lelah ya?

Kembali menabur benih segenggam demi segenggam lagi. Ternyata benihnya tertanam di bagian tanah yang berduri. Jadi saat benihnya tumbuh baru sebagian, menabrak duri dan tidak bisa berkembang lebih besar. Sia sia saja rupanya!

Si petani capeeeek sekali! Dia sedih, kecewa dan kesal. Tapi dia lalu sadar satu hal… Kalau dia mengejar burung dan berusaha mengusir mereka supaya menjauhi benih yang ditaburnya yang baru segenggam itu, dia tidak akan punya waktu buat menabur yang lainnya dong? Kalau dia berhenti setelah menabur benih di tanah yang berbatu dan berduri, maka sama saja dia tidak akan pernah merasakan bahagianya saat panen? Tapi kan dia capek? Dia kecewa?

Si petani pun sadar, ya… Mungkin memang demikianlah hidup. That’s just the way it is. Itu kayanya yang bakal dia bilang kalau sudah pintar bahasa Inggris 😀 Hidup kan memang begitu. Ada saja rintangan yang musti dihadapi. Ada saja kesulitan yang membuat lelah dan ingin menyerah. Ada saja gangguan dari luar.

Yes, SHIT HAPPENS. Kesel? Pastinya. Capek? Bisa dimengerti. Mengeluh? Yah… silakan deh sesekali. Tapi, begitulah hidup kan?

And then what? MOVE ON! Lanjut dong ah… REMEMBER YOUR DREAMS AND WHAT MADE YOU DECIDE TO START THE PURSUIT OF HAPPINESS. Seperti sang petani yang kala lelah selalu mengingat kembali bahwa dia sangat ingin merasakan bahagianya bisa panen. Maka dia tidak peduli dengan benih yang tidak tumbuh. That’s just the way it is. Dia cuma perlu lanjut menabur benih. Terus dan terus ke semua penjuru. Hingga pada suatu saat, benihnya mendarat di tanah yang subur dan gembur, berkembang menjadi padi gemuk dan enak!

Jadi JANGAN CEPAT MENYERAH! INgat selalu mimpi yang ingin kita capai. Dan sadarilah, bahwa memang kehidupan itu tidak mudah dan akan selalu penuh rintangan dan halangan. Pilihan memang di tangan kita sendiri, mau sudah, atau terus melangkah.

Semoga kita masuk ke golongan yang PANTANG MENYERAH.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 9, 2011 by in Bisnis Online, My Oriflame.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: