If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Sepi. Sedih.

Apa ini namanya? Sepi? Sedih? Hampa? Apa kira kira?

Saat sedang sendiri di rumah setelah dua minggu tidak kemanamana sama sekali. Berjumpa sedikit sekali wajah. Belum bahkan punya kekuatan lagi buat berlari. Mungkin itu sebabnya. Mungkin karena kaki ini belum bisa dibawa berlari maka kesedihan rasanya hinggap tidak mau pergi. Karena saya tidak bisa lari. Lari dari keadaan, lari dari kehidupan, lari dari kesedihan, lari dari kesepian, lari dari kehampaan. Lari dari airmata.

Lalu kenapa? Entahlah… Ketergantungan pada sosok seorang lelaki bernama suami yang biasanya selalu ada, maka kala pergi sebentar saja ada kehilangan begitu besar? Bukan.. Bukan begitu tepatnya… Apalagi dia selalu punya sebab yang akhirnya menarik kakinya keluar dari rumah. Lalu apa? Karena mama dan papa serta si adik kecil yang sedang pergi bersama dan saya merindukan berada bersama mereka? Mengingat bahwa mungkin di hari raya nan suci nanti akan kembali sendiri karena tidak tahu bagaimana membukakan hati dan menyatukan semuanya? Kenapa sedihnya tiba dari sekarang? Kenapa?

Lalu kenapa air mata ini mengalir tiada henti?

Kenapa saya merasa sangat sendiri. Sepi. Sedih. Kenapa?

Persetan dengan kenapa!

Lalu saya harus bagaimana?

Ya Tuhan, kembalikan kekuatan di kedua kaki saya. Karna pada saat begini saya butuh pergi. Saya ingin berlari. Saya harus sembunyi. Saya harus lari. Supaya si sendiri, sepi, dan sedih tidak bisa menemukan saya.

Belum bisa.

Maka saya sepi. Saya sedih. Lalu air mata tidak berhenti. 

Advertisements

2 comments on “Sepi. Sedih.

  1. Chic
    April 18, 2011

    yang sabar ya neeeeng…
    *peluk*

  2. penuliscemen
    April 24, 2011

    Semangat Kak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 17, 2011 by in curcol misah misuh and tagged , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: