If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

BerMusibah

Malam ini saya sedang dalam keadaan sudah mulai mengantuk dan kebelit pipis namun terlalu malas buat berdiri karena pegal kaki dan agak susah berdiri. Suami ada di sisi, sedang memperbaiki sarana kerja utamanya, komputer, yang sedikit error kemarin. Semoga benar-benar benar dengan cepat sehingga dirinya bisa kembali bekerja demi keluarga kecil kami. Amien.

Sudah seminggu lebih saya tidak keluar rumah. Rumah mama dan rumah sendiri. Sebuah kecelakaan menimpa di hari Senin minggu lalu. Saat sedang hendak mengantar pulang babybro saya setelah ekskul jam 3an sore, di jalur Soekarno Hatta, sebuah motor hendak menyalip dari kanan ke kiri dengan melambaikan tangan begitu saja. Saya sendiri mungkin sedang mengebut, karena toh itu memang by pass, untung masih sempat mengerem sehingga benturan tidak terlalu keras. Tapi tetap saja. Jatuh. Luka. Berdarah, dan makin parah terkilir sana sini sesudahnya.

Tapi selalu, ada saja hal yang masih bisa disyukuri dalam cobaan apapun yang terjadi. Saya pribadi sangat bersyukur karena sakitnya hanya di kedua kaki. Saya bersyukur bahwa adik saya Alhamdulillah tidak kena sakit yang parah dan hanya luka kecil juga sedikit keseleo yang sudah langsung sembuh setelah sekali diurut di malam harinya. Banyak syukur lainnya yang kelak akan makin disadari.

Bukan berarti sama sekali ga sakit ya… Malam pertama saya tidak bisa tidur tenang sama sekali karena kedua kaki saya tidak bisa menemukan posisi yang nyaman yang tidak sakit. Terbangun berkalikali. Paginya tadinya mau langsung pulang, karena saya diantar ke rumah mama oleh teman orang yang harusnya lebih bertanggung jawab, tapi rupanya kaki kanan saya sama sekali tidak bisa ditapakkan. Sakit bukan main! Diurut kembali… Seharian saya harus menyeret kaki kiri tiap mau ke kamar mandi, bahkan sampai menyeret diri di kursi makan yang dianggap kursi roda. Tidak bisa pulang beberapa hari karena tidak bisa jalan sedemikian rupa apalagi kalau harus buang air. Di rumah WC nya jongkok. Jadi harus menetap di rumah mama yang berfasilitas toilet duduk.

Saya bersyukur punya mama yang baik. Bagaimanapun, mama saya menyayangi anaknya yang sudah menikah ini. Mungkin saya dikasih jatuh supaya lebih dekat sedikit dengan mama. Dan saya sangat berterima kasih karena beliau sudah menjaga saya beberapa hari saya disana. Bahkan tau suami saya datang ke rumah dan tidak mengusirnya, sekalipun masih menolak buat menemuinya. Saya juga makin bisa lihat babybro saya benar anak kecil yang polos dan baik hati, menemani kakaknya tidur di lantai bawah di sofa pendek demi menemani sang kakak yang sama sekali tidak bisa naik tangga buat tidur di kamar atas. Adik lelaki saya yang satu lagi yang makin terlihat mendewasa. Beberapa hari tidak bertemu suami saya dan berada kembali bersama mereka membuat saya ingin menangis tiap mengingatnya. Kangen. Rindu. Sayang sekali pada mereka semua.

Tapi juga, kecelakaan yang memisahkan saya dan suami membuat saya pasti, bawah “HOME” buat saya adalah di sisi suami saya. Karena berkalikali saya berpikir tentang “i wanna go home“. Bukan ke rumah kontrakan yang banyak keluhannya ini. Tapi ke sisi suami saya. I know thats my home now.

Setelah saya pulang pun, saya jadi bisa bersyukur punya suami seperti suami saya yang sangat sabar menghadapi istrinya. Mengurus rumah karena istrinya belum bisa beraktifitas lagi seperti biasa. Membantu semua yang harusnya saya yang lakukan tapi jadi harus dia. Tanpa mengeluh. Benar ya, sakit itu membuat kita lebih bisa merasakan cinta 🙂

Saya juga jadi bisa bersyukur punya teman-teman yang perhatian dan baik hati. Yang membuat saya merasa bahwa saya masih ada yang peduli. Sekalipun tidak banyak. Tapi jadi bahan introspeksi sendiri, mungkin saya memang tidak sedemikian berarti bagi banyak orang, sehingga tidak sedemikian juga orang yang peduli pada saya saat saya lagi susah begini. Suami saya bilang bahwa dia sedikit kesal dan sakit hati pada beberapa pihak. Saya tidak. Saya mafhum kenapa. Mungkin saya sendiri juga tidak akan terlalu peduli pada mereka. Jadi kenapa musti sedih, ya?

Saya tidak siaran sama sekali minggu lalu. Rasanya juga demikian minggu ini. Kaki ini masih terasa sulit digunakan buat jalan dengan lancar, sekalipun sudah jauh membaik dibandingkan minggu lalu. Apalagi saya belum bisa bawa motor kembali dan harus naik angkot. Gimana caranya kalau menekuk lutut saja tidak bisa? Ah ya… Luka di lutut mereka bilang memang akan lama sembuhnya… Ya tunggu saja bukan? Saya memang mungkin akan tidak gajian sama sekali dari siaran bulan ini, tapi saya bisa bersyukur sekali dengan pilihan pekerjaan saya yang sama sekali tidak terpengaruh sekalipun saya hanya bisa menjalankan semuanya dari rumah bulan ini. Alhamdulillah tetap akan minimal bergaji sama di angka 2-3an seperti bulan lalu, dan insya Allah masih diupayakan buat tetap naik gaji sesuai target awal bulan ini. Kalau kerja di kantoran, ga masuk ke kantor 2 minggu di rumah saja mana bisa begitu ya? Potong gaji ada juga. Maka saya punya satu lagi dari sekian banyak hal yang bisa disyukuri dari hidup saya yang sederhana ini, Alhamdulillah. Mungkin memang saya sedang disuruh beristirahat karena kebanyakan beredar keluar. Mungkin saya sedang disuruh mensyukuri hidup yang lebih sering saya keluhkan 🙂

Semoga sakitnya saya kali ini bisa jadi peluruh dosa saya yang saya tau pasti sedemikian banyaknya.

Amien…

Still, doain cepat sembuh dan bisa jalan normal lagi, please 🙂 Saya rasa dua minggu cukup buat istirahat total 😀

Advertisements

3 comments on “BerMusibah

  1. sisusahtidur
    April 13, 2011

    amin,

    cepet sembuh nat….
    alhamdulillah masih diberi rasa syukur diantara musibah,
    artinya hidup masih dalam petunjukNYA. amin.

  2. ahmad musyrifin
    April 13, 2011

    wah saya ikut berduka mbak, yah….semoga ujian yang mbak terima mengurangi kekurangan selama ini. eh yah mbak saya kok belum menemukan link ke blog saya yah….?, kalo kelupaan, ini punya saya mbak…:

    text: ahmad musyrifin
    link: http://coretankoe.blogdetik.com/

    ditunggu mbak yah……

  3. suci
    April 15, 2011

    Amin… cepet sembuh ya jeng… biar bisa beredar lagi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 13, 2011 by in Feels and Thoughts and tagged , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • MENDING NONTON ATAU DIKHITAN?
    Kalau ditanyakan pada anak kecil kira-kira apa jawabannya?Ya jelas nonton lah! 100% anak pasti jawab demikian. Lha wong yang ditanya anak perempuan :lol:Pertanyaan ini sebetulnya memang bukan hal yang umum ataupun wajar buat ditanyakan. Trus kenapa Mamak kurang kerjaan nanya kayak begitu?Sebetulnya pertanyaan ini terbit setelah ada sebuah adu jempol alias WA […]
  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: