If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

A Sister. A Grown Woman.

Hi girls!

Sebagai seorang anak perempuan, apa coba yang paling menyenangkan dimiliki atau justru bagaikan kutukan dalam hidup? Saudara perempuan. Hahaha. Apalagi kalau cuma dua bersaudara perempuan semua. Antara akan jadi sangat dekat atau justru super jauh ya?

Kamu punya saudara perempuan? I have one. A lil sister. Si ambon manise namanya Raineke. She called herself Rain, so Im gonna call her that too.

Waktu kecil, saya ga dekat-dekat amat kayanya sama si Rain ini. Maklum, usia kami terpaut sekitar 4 tahunan. Jadi punya teman main yang beda. Tapi dulu kami suka mengaji rajin setiap habis Magrib bareng. Saya sampai lupa bagaimana saya dan dia sedekat apa di masa kecil dulu hahaha. Kakaknya terlalu egois sih… Jadi aja…

Waktu saya beranjak remaja dan suka chatting, sama sempat sebal sama anak SD kelas 6 ini waktu teman chat saya yang datang kopdar ke rumah malahan naksir sama si Rain! Huh! Kakaknya sirik karna berasa kalah cantik hahaha. Pacaranlah si adik dengan remaja putra yang seusia kakaknya, yang mungkin cinta pertamanya, yang akhirnya diputuskan lewat telpon hehehe kisah yang ajaib dan lucu buat anak SD, in my opinion.

Ya, adik saya ini manis banget saudara saudara! Cantik… dan ga gendut kaya kakaknya! Skarang sudah sdikit semok, tapi tetep aja gedean badan kakaknya kmanamana deh… Ga heran kakaknya sering sirik hihihi. Tapi ya sekali lagi, kami punya dunia kami sendiri-sendiri back then. Beda type.. Saya type yang ngasal dan semaunya sendiri. Adik saya nurut dan anak baik baik sekali😀

Kami mulai dekat ketika dia menginjak bangku kuliahan. Saya mulai melihatnya sebagai sosok teman serumah. Teman yang cuma beda umur sedikit, teman yang justru mengenal saya luar dalam sebagaimana saya juga mengenal dirinya. Ketika saya mulai banyak masalah dengan sang mama, si Rain ini jadi teman curhat saya yang setia di rumah. Kalau saya sedang bingung memutuskan harus bagaimana antara mama dan sang ke yang skarang jadi suami saya, si Rain slalu mendukung saya asal memang itu baik buat saya. Kami mulai sering bertukar pikiran betapa kadang kami berdua merasa sebagai anak yang jadi korban, hingga kami bisa menerima dengan ikhlas apapun yang terjadi pada diri kami sebagai keluarga yang ga sempurna tapi nyatanya bahagia.

Si Rain type yang jarang melawan. Jarang membuat mama saya mengamuk. Jauh dari kakaknya yang kayanya bersebrangan melulu sama mamanya. Beberapa tahun terakhir saja ketika keadaan sedang panas-panasnya di rumah kami si Rain menangis beberapa kali karna merasa tidak kuat lagi. Tapi kadang dia menyimpan semuanya sendiri dan hanya menceritakannya pada pasangannya yang sudah bertahuntahun menemaninya. Pasangannya yang sama-sama sudah pernah selingkuh dan diselingkuhi, tapi toh masih ada jodoh di antara mereka dan semoga selalu ada. Saya ingat beberapa kali dia menangis dengan sedemikian sedihnya. Karna mama, karna pasangannya, well, karna itu dua saja rasanya dia bisa menangis hingga sesenggukan dan berurai air mata. Saya selalu berusaha merangkulnya sebagai seorang kakak dan ingin dia tau bahwa saya akan selalu ada buat dia. Bahwa saya ikut sedih atas segala hal yang membuatnya bersedih.

Dia yang dulu oleh sang mama padahal tidak terlalu dibebankan harapan yang tinggi karna sang mama terobsesi pada anak pertamanya ngarang hehe tapi bener kayanya😆 Sampai ketika sang mama sadar bahwa anak pertamanya benar-benar egois dan ingin hidup di jalan yang dipilihnya sendiri, sekalipun ia sayang sekali pada sang mama tentunya. Akhirnya si Rain ini yang jadi teman dekat mama. Sahabat mama di rumah yang jadi makin sepi sekarang. Tumpuan harapan mama yang kandas di si anak pertama. Tapi Rain ini hebat. Dia menerima semuanya dengan ikhlas dan mau yakin bahwa memang itulah yang terbaik buatnya. Anak yang patuh, ga seperti kakaknya.

Hingga hari ini si Rain pergi merantau ke Kalimantan. Bekerja di sana. Menjemput rejekinya, dan mewujudkan keinginan sang ibu yang dari dulu selalu mendorong sang kakak buat bekerja di sana tapi selalu gagal karena sang kakak merasa rejekinya bisa dicarinya disini saja. Maka Rain yang mengambil alih harapan tersebut. Rain yang memenuhi keinginan sang ibu, dan merajut masa depan cerahnya hari ini.

Kadang saya merasa iri pada Rain yang sedemikian dekat dengan mama kami,  apalagi setelah saya menikah dan pergi dari rumah. Kadang saya merasa iri pada Rain, yang kayaknya jalan hubungannya dengan pasangannya lebih mudah dari saya dan suami saya. Kadang saya merasa isi pada Rain karna banyak hal. Bukan karna saya benci padanya, tapi di mata saya dia adik yang baik, dan semua orang juga melihatnya. Maka itu membuat saya iri, mungkin karna di banyak hal saya tidak sebaik dia.

Lalu siang tadi dia berangkat merantau dan mungkin saya tidak akan melihatnya lagi selama beberapa bulan ke depan. Betapa saya sadar ketika dia bersiap buat pergi dengan pesawat menuju Kalimantan dan meninggalkan mama yang menangis, papa yang melepas dengan was-was anak gadisnya, adik yang jadi kesepian di rumah ditinggal kakak yang selalu ada buatnya selama ini, saya sadar adik saya ini sudah dewasa. She’s a grown up now. A woman. And Im so proud of her.

Saya akan sangat merindukan adik saya. Kadang saya perlu kehadirannya buat bercerita tentang banyak hal, terutama ketika hubungan saya dan mama sedang sulit. Kadang saya perlu tanya pendapatnya tentang ini itu. Kadang saya perlu BBMan dengannya saat bareng menonton American Idol, atau sekedar menanyakan tentang babybronya kami, supaya saya selalu tau kabar adik-adik saya dan selalu merasa dekat dengan mereka.

Saya akan merindukan adik saya. Tapi lebih di atas itu, saya akan berdoa buat keberhasilannya pastinya. Saya akan berusaha menggantikannya jadi teman mama saya lebih dekat lagi dan menjaga adik-adik kami sekalipun tidak akan bisa sedekat dirinya yang biasa serumah dengan mereka. Saya dan keluarga disini pasti selalu mengharapkan yang terbaik baginya di pulau lain sana.

Hey lil sist, I love you so much!

Take a very good care out there!

3 comments on “A Sister. A Grown Woman.

  1. sisusahtidur
    March 11, 2011

    tidak beda cantik kok…. :d

  2. yakhanu
    March 12, 2011

    saya 7 bersodara 6 cewe semua..
    enak juga…

  3. chatoer
    March 15, 2011

    aah bu tazz gak bilang punya adik cewek cantik hahahah telatt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 10, 2011 by in Family.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: