If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Read Me

Selamat malam, Bebo….

Malam ini kita nonton lagi DEXTER! Ha! Even someone who thinks of himself as a monster need a companion 😀

Hari ini melelahkan… Kelamaan di “kantor” karna antrian yang gila di awal bulan, dan hujan yang tidak juga berhenti dari sore tadi. Jas hujan masih ketinggalan di penjahit, which Alhamdulillah its not gone 🙂 jadi terpaksa menerobos hujan dan berbasah ria demi bisa pulang secepatnya.

Lelah sekali aku hari ini. Tapi kau sudah membuat hatiku hangat, hingga sedingin apapun, tidak bisa buat tidak senang dan merasa nyaman hari ini. Terima kasih kau sudah membalas suratku tadi malam. Menjawab apa yang jadi pertanyaan dan sangat mengusik. Menenangkan kembali perasaan yang sempat penuh dengan rasa tidak bernama.

Seorang teman bertanya, kenapa aku membuat surat cinta? Apa hanya karna ikutan program menulis surat cinta? Ah, tidak juga… Mereka akhirnya membuat ketentuan-ketentuan menulis harus pada siapa pada hari-hari apa yang sama sekali tidak kupenuhi. Aku ingin ini jadi proyekku sendiri. Menulis padamu. 30 hari. 30 rasa  berbeda. 30 hal yang tidak terucapkan, entah sebenarnya kenapa.

Betapa sering aku mengagungkan yang namanya “komunikasi” dalam sebuah hubungan. Segala perasaan jangan sampai ada yang terpendam, harus buat terucapkan. Tapi memang, mana mungkin sih semudah demikian? Kau tau sendiri, saat kesal aku berubah jadi perempuan menyebalkan yang diam seribu bahasa dan memandang suaminya dengan penuh amarah hahaha. Bitchen me :p Something are easier to be written than spoken.

Diingat-ingat, bukan kali ini saja ah, aku menulis surat kepadamu. Mulai dari pacaran dulu, saat berencana menikah, hingga setelah menikahpun, aku sudah pernah tulis beberapa email atau pun message di Facebook buatmu, kan? Bahkan saat aku keluar rumah dengan marah karna kesal karena sesuatu yang aku sudah lupa apa, yang kulakukan adalah menulis message buat kau baca dan tau aku kesal kenapa begitu duduk nyaman di angkot. Ha!

Yes, I chickened out many times. Aku tidak bisa mengungkapkan banyak hal secara langsung. I know you hate that. But atleast I always try. With my own ways. Blog about it, sending an email, PINGed your BBM. Banyak hal yang pada akhirnya ingin sekali buat kukatakan, hanya bisa terungkap lewat email karena aku sama sekali tidak punya nyali buat bicara langsung padamu. Atau kadang yang terjadi adalah, betapa banyak kalimat yang berlari-lari di kepala saat aku menatap matamu penuh marah, tapi tidak ada kata yang terucap sama sekali buat kau dengar. Padahal kau sendiri pasti bisa tau, saat diam, pikiranku tidak pernah ikut diam dan tenang. Maka aku butuh buat menuliskannya. Aku butuh buat mengungkapkan semuanya, bagaimanapun caranya.

……………………..

Kelanjutan surat bisa dibaca di buku ini

Sudah bisa dipesan di http://www.leutikaprio.com

atau PM ke inbox FB Leutika Prio atau inbox FB saya 😉

Atau email ke leutikaprio@hotmail.com atau maddy_taz@yahoo.com 🙂

 

A book you’re most likely gonna enjoy reading it *kata yang nulis 😆

 


Advertisements

2 comments on “Read Me

  1. Kimi
    February 2, 2011

    Ah, Mbak Nataaaa… Sooo sweet banget sih. Aku jadi mau dapet surat cinta juga! 😆

  2. Pingback: Tweets that mention Read Me « If its Not So Important To U, Well It Is For Me -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 1, 2011 by in 30 Hari Menulis Surat Cinta, Marriage Life and tagged , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: