If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Sebelum dan Sesudah “Kita”

Selamat malam, Bebo

Malam ini moodnya tidak terlalu ceria. Mungkin karena kita habis menangis tersedu nonton The Big C season 1 hingga tamat, atau mungkin juga karna kau tidak mau beli sekoteng dari penjual yang kau bilang kurang ajar padahal kita lagi kangen sekali sama sekoteng seminggu ini hehe. You know me so well, geli sendiri inget judul lagu dari artis yang lagi ramai orang bicarakan padahal aku sih belum pernah liat sama sekali :p, suka kebawa-bawa jadi mellow setelah nonton apa atau baca apa atau mengobrol apa. Anywho… Aku akan menulis surat cinta ini saja dulu baru kembali pada mellow ku sendiri.

Tapi ya gimana, habis nonton film yang berkesan, mau ga mau kepikiran terus nih. Tentang bagaimana seorang Cathy yang kanker kulit stadium IV dan tidak bisa dengan mudah bercerita pada keluarganya bahkan suaminya sendiri, dan malah membuat keadaan jadi buruk dengan memulai affair dengan seseorang yang seharusnya tidak perlu ada di tengah kehidupan mereka. Tentang pernikahan yang harus jadi renggang karena ingin merasa “hidup kembali” atau mungkin “living the day to the fullest” yang tidak pernah dirasakan justru saat bersama pasangan. Ah… Bagaimana bisa?

Padahal mereka sudah menikah selama berbelas tahun lamanya. Bersama sudah 20 tahun. Tapi ternyata perasaannya hanya begitu saja. Membayangkannya saja aku sangat sedih. Tidak bisa buat menutup mata, bahwa di sekitar kita juga banyak kok contoh nyata orang yang pernikahan hanya membuat mereka merasa terkekang, dan yang paling parah dan tidak siapapun inginkan, kehilangan jati diri karna terlalu banyak buat berkompromi.

Pada akhirnya sesuatu yang ditahan itu akan meledak dan membawa sebuah keinginan buat terbebaskan. Akhirnya malah akan menyakiti pasangannya karena ingin semaunya.

Apa aku sudah cukup membiarkanmu menjadi diri sendiri selama ini? Apa aku membuatmu merasa tidak nyaman dan tidak menjadi diri sendiri? Apa kamu yang saat ini aku anggap sebagai sosok yang lebih baik daripada kau yang dulu sebelum kita menikah, hanyalah sebuah sosok yang kau buat dengan terpaksa dan ada rasa kesal yang tidak ternyatakan, yang terbantahkan dengan satu kata “kompromi”?

……………………..

Kelanjutan surat bisa dibaca di buku ini

Sudah bisa dipesan di http://www.leutikaprio.com

atau PM ke inbox FB Leutika Prio atau inbox FB saya 😉

Atau email ke leutikaprio@hotmail.com atau maddy_taz@yahoo.com 🙂

 

A book you’re most likely gonna enjoy reading it *kata yang nulis 😆



Advertisements

2 comments on “Sebelum dan Sesudah “Kita”

  1. sisusahtidur
    February 1, 2011

    reading your mind through this blog,
    reading your heart for your loved one and other things happen in your surroundings,
    makes me realize that how woman and man are basically have the same base line of attitude,
    variation occur upon how peoples react surround him or her.

    so i guess psychology is easy thing huh?.. 😉

    hehe,

  2. sewa mobil
    February 1, 2011

    Makasih artikelnya, sangat bagus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 31, 2011 by in 30 Hari Menulis Surat Cinta, Marriage Life and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: