If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

There’s no such thing as Happily Married

Kemarinan saya sempat menulis status di YM saya begini, “Happily Married”. Sederhana saja sih kalau menurut saya. It just that, I just suddenly realize that it was the 9th times of 13th we’ve been married. Baru sebentar, yep. Tapi sejauh ini dengan segala ketidaksempurnaannya pernikahan kami, I can say loudly that I am happy.

Karena itu dipasang di YM di BB saya, maka tidak tergantilah si status sampai saya sendiri ingat buat ganti. Besoknya, seorang teman buzzing di YM dan tiba-tiba nanya, “Bu, happily married emang kaya apa?”

Funny, because she is indeed a married woman too. Saya jawab, “Ya, entah ya… definisinya mungkin jadi beda buat tiap orang kali. Tapi buat gw, saat gw bisa mensyukuri hidup gw lebih banyak dari gw mengeluhkannya, bisa kali ya masuk ke kategori happy”. “Oh..”, katanya.

Terdengar, atau terbaca, sebagai kode ga sih? Kode minta ditanya ada apa :p Akhirnya ya saya tanya, “Aren’t you happy too?”.

Bukannya menjawab, dia malah tanya lagi, “Hm.. sorry to say ya bu, loe kan belum punya anak dan kata loe rada bermasalah bukan? Lagian loe ma laki loe juga belum financially secure kan?”. Ok, this is getting annoying. “Trus kenapa?”, I asked. Dia diam lama. Ya sudah saya diamkan. Ga harus juga ditanggapi sepertinya.

Beberapa jam kemudian dia kembali muncul dan menulis pesan baru, “Orang tua gw, ga sama sekali jadi contoh pernikahan bisa bahagia. Eh ini pernikahan gw sendiri kayanya mau bubar deh. Bahagianya dimana? Hebat deh loe bisa bilang bahagia.”

Malessss semalesmalesnya buat jawab. Tapi karena tuntutan gelar yang katanya “teman dekat”, jadi harus. “Gue ga bilang hidup gw udah sempurna. Gw juga ga melihat pernikahan orang tua gw bahagia, tapi hubungannya ama buo ama pernikahan gw sendiri? Dah beda lagi kali… Gw ga tau masalah loe apa sih, tapi ya gw sendiri ada masalah kali ama laki gw. Big times. Tapi ya, usaha buat ga dijadiin sesuatu yang ngeganjel dan sebagainya yang bisa bikin pernikahannya bubar.”

Tanpa jawab dia sign out dan saya belum lihat lagi dia online, atau mungkin dia setting bahwa saya akan selamanya lihat dia offline, setelah dia tinggalkan satu pesan. “Loe nikahnya baru sih, belum kerasa aja susahnya gimana. Apalagi kalo dari awal dah bermasalah. There’s no such thing as a happy marriage, or even happily married.”

Susah sih. Mau dikonfrontasi juga udah off. Saya juga cenderung ga tertarik buat sms dia dan bahas lebih lanjut. Biarlah dia dengan pendapatnya sendiri.

But for me, there IS a happy marriage. Hanya saja, ga ada tolak ukur yang jelasnya. Setiap orang bisa bikin sendiri. Orang lain ga ngeri. However, happiness as how sadness is, is only a state of mind. I wanna be happy. So there I said I am.

Pernikahan itu, sifatnya pribadi. Orang ada yang percaya, ada yang ngga. Ada yang suka, ada yang ngga. Tapi ga bisa sama sekali, pernikahan seseorang bahkan orang tua kita sendiri, dijadikan gambaran general tentang sebuah pernikahan itu sendiri. My parents aren’t the happy one. But they were before. I am. Will be. Gonna strive to always be.

Hell, I am happily married.

6 comments on “There’s no such thing as Happily Married

  1. Popi
    December 23, 2010

    Komen temen lu itu khas negativity orang yang sedang tidak puas sama hidupnya sendiri, jadi dia usik orang lain yang sedang tidak mengalami apa yang dia alami

  2. sisusahtidur
    December 23, 2010

    sure you did…🙂

  3. jean_ney
    December 24, 2010

    tampakny tmen lo ntu iri akan kebahagiaan drmu bu..^^

  4. ray rizaldy
    December 26, 2010

    ah itu sinis saja. iri. dengki. penyakit hati. sama kayak daku yang sering iri kenapa orang lain bisa pacaran lama banget, padahal daku nunggu. ahahay

  5. warm
    December 27, 2010

    bagaia itu, yg bisa ngerasa ya yg ngerasa,
    orang diluar, manalah bisa tau persisnya

    selamat buat kalian berdua ya, nyonya🙂

  6. celeb wallpapers
    June 19, 2011

    Comfortabl y, the post is really the freshest on this laudable topic. I concur with your conclusions and will eagerly look forward to your incoming updates. Saying thanks will not just be enough, for the great lucidity in your writing. I will instantly grab your rss feed to stay informed of any updates. Fabulous work and much success in your business endeavors!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 23, 2010 by in Feels and Thoughts.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: