If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Sebuah Surat

Halo, duhai Engkau Yang Maha…

Ya, mungkin saya selalu mencoba bicara dan berbisik padaMu semoga setiap hari dalam hidupku. Tapi kadang, sebuah surat cinta betapa ingin saya layangkan padaMu.

Saya sedang berada dalam satu rencana besarMu, ya? Haha… to the point sekali ya nanyanya? Saya tau, Kau tak akan langsung jawab begitu saja, karena seperti biasanya Kau selalu ingin kami buat memetik sendiri pelajarannya supaya  kami lebih bijak dan bersyukur kepadaMu… Tapi saat ini saya merasa demikian.

Skenario drama kehidupan yang Kau berikan padaku rupanya agak mirip sinetron lokal ya… Mulai dari gonta-ganti pacar, ketemu pacar yang paling mantap, ditentang orang tua, nekat menikah, suami ga diterima mama, mulai dari 0 menjalankan kehidupan baru berdua, dan saat menanti titipanMu tiba, rupanya harus lebih dulu menerima sebuah entah musibah entah cuma anugerah yang tertunda berupa kista di dua indung telur yang membuatnya tidak bisa dibuahi. Ah, bedanya dengan pemain sinetron lokal, saya yang jadi tokoh utama dalam hidup sendiri ini sedang gemuk-gemuknya sehingga kata dokter menambah sulit buat dibuahi 😆

Yang Maha Segala, tadinya saya sih sudah tidak terlalu ingin menurunkan berat badan. Tapi sekarang dengan ijinMu saya akan berusaha. Ya memang, buat ga ngemil itu tantangan berat bener… tapi saya tahu kok ada tujuannya, jadi pasti akan saya usahakan mati-matian 🙂

Saya ingin mencintaiMu dengan sepenuhnya. Karena saya tau, Kau pun sebenar-benarnya cinta pada kami semua. Kaminya saja yang suka tidak tahu diri :p Makanya, saya percaya, semua ini pasti sudah Engkau rencanakan sedemikian rupa buat saya. Mungkin supaya saya lebih sadar diri, supaya saya lebih peduli sama diri sendiri dan berusaha hidup sehat, mungkin supaya saya lebih dekat padaMu ya? Saya memang kurang ajar kadang… ga terlalu sering mengadu kepadaMu, malah mengeluh sendiri. Padahal ga menyelesaikan apa-apa dan hati ga kunjung tenang. Ah.. bodohnya…

Jadi, wahai Yang Maha, dengan ijinmu, berikan juga jatah keikhlasan buat hati saya ya… Kau Yang Paling Tahu, saya suka kekurangan itu yang namanya ikhlas kadang-kadang 🙂 Saya akan usahakan semua supaya jadi yang terbaik sesuai dengan skenario yang sudah tersurat. Bantu saya buat kuat ya? Tetap temani saya jalani hari-hari, yang saya tidak mau anggap berat, walau sebetulnya kadang bikin juga tercekat.

Kau kan Maha Menepati Janji, dibalik setiap kesusahan ada kemudahan. Semoga setelah ujian ini, Kau berkenan menganggapku siap dan mau buat menitipkan itu anugerahmu ke dalam sini. Mungkin Kau rasa saat ini saya belum bisa jaga dengan baik, dan Kau hanya bantu buat beri waktu sebentar lagi. Saya akan usaha supaya jadi Director kok tahun depan, tenang saja 🙂 Mohon kemudahan ya…

Above all,

Saya cuma bisa bilang terima kasih. Untuk semua yang Engkau sudah beri, ambil, pinjamkan, ujikan, anugerahkan, bantu, segala deh! I know that U ARE The Best One 😉

Kecup sayang,

Your worshiper.

 

 

Advertisements

3 comments on “Sebuah Surat

  1. meiska fetesta
    December 16, 2010

    hei…sahabatku yang ku cintai…..yang sedang di uji….emangat terus ya….semua pasti baik2 aja sama seperti kamu melewati setiap perkembangan hidupmu dari tahun ke tahun…gonta ganti pacar…menemukan pacar yg mantap ….menikah walau ditentang si mama…sampai tiba di hari ini kamu mendapat ujian baru…hei…aku suka kamu mulai melihat dari sisi baik nya..aku juga mau begitu..semangat sayang…berdoa buat natasya selalu…LOVE YOU SAHABAT KU SELAMA HAMPIR 10 TAHUN …

  2. sisusahtidur
    December 20, 2010

    amiin.

  3. Baju Tanah Abang
    August 5, 2011

    yang maha takkan pernah meninggalkan kita asalkan kita percaya dia ada dalam hati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 15, 2010 by in curcol misah misuh, Feels and Thoughts and tagged , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: