If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Saya Benci Perempuan Itu

Saya benci perempuan itu. Tanpa perlu pernah mengenalnya. Saya tetap membenci perempuan itu, setelah mengenalnya. Saya tidak bisa menghilangkan kebencian itu, setelah berteman dengannya.

Saya tidak bisa menghilangkan rasa marah tiap ingat apa yang pernah dia lakukan pada lelaki kecil tercinta saya, sekalipun saat itu saya belum ada dalam dirinya. Saya tahu semua ada masanya dan mungkin semua itu hanya bagian dari masa lalu yang mendewasakan, bahkan dia sudah memaafkan, tapi saya tahu ada hal hal yang tidak bisa semudah itu dilupakan.

Saya benci memikirkan betapa dulu ada sebentuk besar perasaan. Saya benci meresapi betapa dulu begitu dalamnya. Saya benci ada hal yang dulu dilakukan buat orang itu yang tidak terlakukan kembali. Saya benci pada penderitaan yang dulu pernah ada begitu besar dan kehancuran yang terakibatkan.

Saya tidak memaafkan, karena memaafkan memang bukan bagian saya.

Saya tidak melupakan, karena yang demikian bukan hal yang mudah buat dilupakan.

Saya akan berlalu, membawa kami, meninggalkan dia dengan hidupnya yang tidak pernah terusik rasa sakit yang pernah ada. Tapi tanpa sama sekali jejaknya dalam hidup kami. Tanpa berpura pura jadi teman bahkan hanya di sebuah jejaring sosial. Tanpa boleh ada satupun gambar, lagu, cerita yang sedikitpun bersisa.

Saya benci perempuan itu.

Benci sekali.

Dan hari ini, selamat tinggal. Tanpa sempat benar mengenal.


Advertisements

7 comments on “Saya Benci Perempuan Itu

  1. Wirawan Winarto
    November 24, 2010

    sumpah! aku bukan perempuan itu 😦

  2. meiska fetesta
    November 26, 2010

    hei…..tulisan lo yg menggambarkan perasaan benci kenapa mewakili sekali yg gwe rasain…..yang mungkin gak kan pernah dimengerti mreka….

  3. Putri
    November 27, 2010

    ternyata benci itu bisa mendalam, ya, mbak ??

  4. warm
    December 6, 2010

    lama tak keksini,
    tau2 ada benci
    tapi sudah pupus kan ?
    πŸ™‚
    apakabar keluarga kecilnya, nyonya ?

  5. gak kuliah gak kiamat
    December 12, 2010

    yang jelas saya mohon maaf kesasar di sini πŸ˜€

  6. Ririn . Pirin. Karin
    December 28, 2010

    dan siapa perempuan itu ? hehe *just curious

    biasalah mantan sialannya suwami πŸ˜†

  7. Ririn . Pirin. Karin
    October 25, 2011

    owwhhh. benci itu manusiawi mba. Tapi memaafkan tanpa melupakan itu luar biasa manusiawinya πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 24, 2010 by in curcol misah misuh and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

Follow Me? ;)

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

My Day By Day

%d bloggers like this: