If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Kamana atuh Pamajikan?

Sdikit pengumuman sebelum bercerita… Alhamdulillah saya sudah kembali siaran nih skarang. Pindah radio tentunya! πŸ˜€ Skarang pindah ke Radio MARA FM Bandung. Nice, karna dia mulai geser segmen dan ga jadi radio berita lagi (saya ga mampu siaran berita) dan siarannya juga sangat santai. Baru dua hari, dan saya merasa cukup nyaman πŸ™‚


Oke, mau cerita-cerita nih… Ga kok. Kali ini ga ada hubungannya dengan bisnis dulu.. Tapi jangan bosan kalau saya nulis tentang bisnis ya… First of all this is my personal blog, and secondly, bisnis menghidupi saya… Jadi ya gimana :))

Lagi dan lagi keisengan dari tetangga yang kebanyakan peduli banget sama urusan orang lain sempat mengusik kehidupan saya dan suami (rada berlebihan, abaikan). Kali ini seorang kakek-kakek tukang nongkrong di masjid dan memang sudah dari dulu sering usil mengomentari suami saya.

 

Saya jarang keluar rumah kalau ga memang lagi mau pergi kemana gitu. Males musti pake jilbab dll :p rada repot aja… Nah, kadang buat kalau beli makanan atau apa printilprintilan, itu jadi bagiannya suami saya.

 

Ceritanya pagi itu suami saya baru pulang menenteng keresek berisi lontong kari buat late breakfastnya kami berdua. Sekilas info aja, lontong kari di pertigaan Jln BuBat – Jln Gurame itu enak banget! Nah, sang suami pulang melewati jalan dia biasa lewat di depan masjid, dan adalah si kakek kakek kurang kerjaan itu.

Dia langsung menegur suami saya dengan terkekeh mengejek, “Balanja, Cep? Kamana atuh pamajikan?” Sucks, eh? Suami saya kan orangnya sensian… Langsung ditembal deh, “Kenapa gitu Pak? Istri ada di rumah”, dan saya lupa lagi dia ngomong apa, pokonya saya ingat dia cerita kalau si kakek bilang, “Ya henteu… Da belanja mah kan kuduna pamajikan.. Masa orang laki”.

 

Yah. Begitulah.

 

Apa masih banyak orang yang beranggapan sama dengan si kakek ini ya? Kalau yang namanya belanja sih musti perempuan, dan kalau lelaki yang melakukan itu dianggap memalukan dan layak ditertawakan. Semoga saja ngga ya, karna kalau si kakek ini sih nampaknya pendidikannya emang ga tinggi-tinggi amat… Kalau yang berpendidikan mah kan ga akan begini bilangnya.

 

Di rumah tangga saya, jauh dari rumah tangga pada umumnya tu. Saya ga terlalu jago masak. Jadi kadang suami yang masak. Saya doyan sambel, jadi males bikinnya, demikian juga nasi goreng. Jadi selalu suami baik hati yang bikinkan buat saya. Lagipula buatan dia emang enak sih, mau gimana? Suami saya ga bisa diharapkan buat bebersih karna orangnya yang cukup perfeksionis, jadi buat nyapu ngepel nyuci setrika semua bagian saya, yang mungkin kadang justru yang berat-berat jadi jatahnya suami. Lalu kenapa?

 

Saya tetap istri. Tetap jadi pihak yang melayani dan menghormati suami, skalipun suami yang lebih sering masak dan diminta tolong beli beli ke luar. Suami tetap suami yang menjadi kepala keluarga, yang dihormati, yang menafkahi. Ga ada yang berubah hanya karna banyak hal yang di luar kebiasaan dan pada umumnya.

 

Lalu kenapa?

 

Perempuan akan jadi istri dan lelaki akan jadi suami.

 

Titik.

 

Yang lain, ga ada yang absolut.

 

Advertisements

6 comments on “Kamana atuh Pamajikan?

  1. pipitta
    November 22, 2010

    huhuuuyyyy, sama atuhh… suwami saya ge paling jago masak mie instan πŸ˜› jadi kalo masak mie instan mah ga bisa diganggu gugat lagi jatah dia.. belanja yang printil-printil juga bagian dia, soalnya sama.. saya hoream pake kerudung kalo cuma untuk jalan yang deket-deket aja mah πŸ˜›

    saya bisanya apa??

    bagian saya mah nyetrika :)) sama beberes, kecuali nyapu ngepel karena itu jatah suwami… pokonya mah masing-masing ada pembagian kerjanya sendiri, termasuk urusan kerja domestik..

    aki-aki shallow.. tidak paham ama pembagian tugas πŸ˜›

  2. indra kh
    November 24, 2010

    Antar suami dan istri itu memang sudah seharusnya berbagi peran. Saya pikir tidak masalah.

    Saya sendiri sering memandikan anak, menyiapkan sarapan dan bekal, dan mengantarkannya ke sekolah. Mengapa? Karena saya pergi ke kantornya lebih siang ketimbang istri yang harus pergi lebih pagi karena ngantornya jauh. Jadi selama masing2 bisa saling mengerti dan memahami, dan tidak keberatan sih no problemo.

    ***
    Orang iseng mah sok aya-aya wae:)

  3. jeanneey
    November 24, 2010

    like this say….betulll…itu namanya kerjasama dlm RT ya…gw setuju bgt..^^

  4. Pingback: Tahun 2010 Saya… « If its Not So Important To U, Well It Is For Me

  5. yuni
    January 13, 2011

    waahh..samaa πŸ˜€ dari dulu malas belanja2 πŸ˜€ (krn malas berinteraksi dgn orang2 sih sebenarnya :P) jadi biasanya belanjanya berdua ato suami aja yg beli2.

    dan karena suami yg kerja di rumah, jadilah klo dia ga sibuk2 amat, dia jg berhadapan dgn kerjaan rumah tangga.

    masak memasak pun gantian, tergantung siapa yg lagi mood masak :))

    “Suami tetap suami yang menjadi kepala keluarga, yang dihormati, yang menafkahi. Ga ada yang berubah hanya karna banyak hal yang di luar kebiasaan dan pada umumnya.”

    setuju banget lah dgn kalimat diatas ^_^

    hidup istri antisosial! πŸ˜†

  6. Pingback: Pamer “Ruang Kerja” :D « If its Not So Important To U, Well It Is For Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 21, 2010 by in Marriage Life.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • MENDING NONTON ATAU DIKHITAN?
    Kalau ditanyakan pada anak kecil kira-kira apa jawabannya?Ya jelas nonton lah! 100% anak pasti jawab demikian. Lha wong yang ditanya anak perempuan :lol:Pertanyaan ini sebetulnya memang bukan hal yang umum ataupun wajar buat ditanyakan. Trus kenapa Mamak kurang kerjaan nanya kayak begitu?Sebetulnya pertanyaan ini terbit setelah ada sebuah adu jempol alias WA […]
  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: