If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Hamdan Hamidun

Hm… can I still call my self a blogger? πŸ˜€

Sudah cukup lama tidak menulis di diary online ini… Diary asli sih udah ga ada sama sekali karna rasanya menulis beberapa kalimat menggunakan bolpen atau alat tulis apapun itu skarang kok cepat pegal ya? Padahal banyaaak sekali kejadian yang terjadi belakangan ini. Yang super membahagiakan, yang super menyedihkan, yang bikin ketawa terpingkalpingkal, sampai yang bawa airmata luber hingga mata bengkak.

Kenapa saya mau menulis hari ini?

Karna baru saja saya baca status FB seorang teman, yang bilang:

“Punya hobi baru sekarang. Berdiri di depan kaca sambil ngelus-elus perut”

Knapa emang dia? Mules? πŸ˜† Ya ngga lah… HAMIL. Hamdan. Hamidun. Pregnant. Preggy. Knocked up.

Yang bilang demikian adalah seorang teman kuliah yang dulu sempat dekat dalam beberapa saat kuliah. Kemudian dia menikah. Baru dua-tiga bulan yang lalu kok. Ga terlalu jauh jaraknya dari saya menikah. Tapi duluan saya…

Tapi kok jadinya duluan dia ya? 😦

Sungguh saya merasa sedih sekali ketika baca status dari teman tersebut. Sedih. Tepat sekali kata itu mewakili perasaan yang langsung ngilu ini. Bukan iri… Ga bisa iri kan?

Dari awal, saya memang sangat ingin menjadi seorang Ibu. Entah apa karna memiliki issue dengan ibu sendiri sehingga ingin membuktikan bahwa saya bisa menjadi sosok yang lebih baik, belajar dari salah dan benarnya sosok yang jadi role model saya. Sejak awal menikah, sudah banyak berharap.

Tapi ketika satu, dua, dan tiga bulan berlalu tanpa ada Β tanda munculnya suatu kehidupan baru di dalam rahim saya, akhirnya saya memutuskan buat tidak berencana. Well, berencana sih, seperti mengatur hari buat make out dll :p Hanya saja, tidak terlalu memaksakan sebuah harapan. Pada akhirnya Yang Kuasa saja yang akan atur, kan?

Ga bisa dipungkiri kadang pemikiran macam-macam memenuhi pikiran saya. Apa karna gaya hidup saya yang ga benar? Apa karna obat diet yang dulu sebelum menikah teratur saya konsumsi *tanpa hasil sama sekali ? Apa karna masih ada banyak masalah sehingga saya stress dan tidak memproduksi hormon yang dibutuhkan? Apa karna ibu saya tidak meridhoi kami? Suami saya juga pernah bilang, apa karna dia yang “beda”? Yang terakhir itu paling bodoh dan akan membuat saya sendiri marah kalau ada yang beranggapan demikian.

Pada akhirnya, memang belum waktunya saja. Memang belum diberi saja. Karna alasan alasan yang kami sebagai manusia mungkin tidak akan sadar sekalipun ada di depan mata. Yang kami hanya harus jalani dengan tetap berusaha dan berdoa.

Mungkin juga karna niatnya yang tidak terlalu baik. Slain ingin skali punya anak yang lahir dari rahim sendiri ini, saya sedikit berharap bahwa dengan adanya seorang anak, mungkin sikap ibu saya akan membaik pada suami saya, ayah dari cucunya. Mungkin baby Navaz belum mau datang karna sebal pada ibunya akan diberi tanggung jawab yang besar buat memperbaiki hubungan antara sang ibu dengan Uthi nya? Jangan ya sayang… Ga begitu juga Ibun sudah sangat merindukanmu.

Makanya saya suka marah sekali melihat berita ada orang yang membunuh anaknya yang baru beberapa hari lahir, mengatasnamakan baby blues syndrome. Tidak bersyukur. Itu saja sih intinya. Iri juga pada remaja yang gampang sekali hamil di luar nikah cuma karna satu dua kali berhubungan sex. Wow.

Lalu sempat ada wacana iseng. Iseng karna memang kami masih punya banyak waktu. Bagaimana kalau akhirnya ga ada juga misalnya selama beberapa tahun ke depan? Mau adopsi?

Ah… Entahlah. Buat saya adopsi rasanya bukan option. Saya mau sekali punya banyak anak asuh, membantu anak terlantar dan lain sebagainya bila sudah lebih mampu nanti. Tapi bukan adopsi. Lebih suka pada pilihan bayi tabung sekalian. Anak dari kami Β berdua, yang hadir sebagai bukti cinta, atau tidak usah sama sekali. Keliling dunia berdua rasanya lebih menyenangkan πŸ™‚

Tuhan toh tahu waktu yang paling tepat. Mungkin saat ini dikala suami saya Alhamdulillah mulai stabil pendapatannya, kami diminta buat urus masalah masalah kami yang lain satu persatu dulu. Disuruh punya rumah sendiri dulu. Disuruh beli mobil dulu. Disuruh buat jalanin saja dulu… Sabar dan ikhlas saja kami masih belajar, kok πŸ™‚

Berkeluh kesah ga ada gunanya, toh? Jadi mending usaha aja! Eh, tapi jangan skarang kan lagi puasa… Repot urusannya kalo harus puasa 2 bulan berturutturut tanpa bocor πŸ˜†


Titip doa ya, di bulan yang katanya semua doa diijabah… Semoga kami segera diijinkan buat bertemu baby Navaznya kami. Amien πŸ™‚

 

 


Advertisements

7 comments on “Hamdan Hamidun

  1. pipitta
    August 24, 2010

    sabar, bu…
    belum setahun married, kan? kalau udah lewat setahun ya boleh dong konsul ke dokter obgyn πŸ™‚ namanya juga usaha..

    pengalaman saya sih stress ngaruh juga lho.. makanya mikir yang enjoy-enjoy aja πŸ˜€ trus makan juga dijaga.. makannya makanan yang sehat.. sayur dan ikan.. suami bolehlah makan daging πŸ˜€ cenah eta ge :))

  2. orange float
    August 24, 2010

    sabar aja sist banyak kok pasangan lain yang setelah lama menikah baru diberi momongan.

    terus berusaha πŸ˜€

  3. Fanz
    August 27, 2010

    Lama ga kesini si tante udah married aja. Kenalin donk oom nya sama saya tan..
    Btw semoga si tante cepet dapet baby yah tan.. πŸ™‚
    Kangen si tante nih. Hihihi

  4. de asmara
    August 27, 2010

    ga mau sok ngasih kata bijak apa2, karena nampaknya kamu sendiri udah lebih bisa bijak dalam nyikapin ini πŸ™‚

    aku bantu doa aja ya Nat…

  5. nh18
    September 8, 2010

    Taz …
    Kalem … Relax …
    (i know ini tidak semudah mengucapkannya …)
    namun cuma itu yang bisa membantu kita agar lebih focus dalam (as you said) “make out” …

    Semoga si Baby Navaznya segera nongol

    salam saya Taz

  6. ilyasafsoh.com
    September 21, 2010

    seperti mbak tasya yang dulu,

    tulisannya khas

  7. ndutyke
    September 24, 2010

    Aku jg mo 3 thn tp blm pny anak. Semoga km berdua ga usah sampe nunggu 3 thn. Aku sendiri jg mirip2 ama km, jeng. Msh perlu meluruskan niat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 24, 2010 by in curcol misah misuh, Feels and Thoughts, Marriage Life and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • MENDING NONTON ATAU DIKHITAN?
    Kalau ditanyakan pada anak kecil kira-kira apa jawabannya?Ya jelas nonton lah! 100% anak pasti jawab demikian. Lha wong yang ditanya anak perempuan :lol:Pertanyaan ini sebetulnya memang bukan hal yang umum ataupun wajar buat ditanyakan. Trus kenapa Mamak kurang kerjaan nanya kayak begitu?Sebetulnya pertanyaan ini terbit setelah ada sebuah adu jempol alias WA […]
  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: