If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Antara Keluarga dan Air Mata

Masih sedang jaga lapak. Tapi hari ini hati saya terasa sangat berat. Entah kenapa. Mungkin sejak pagi. Sejak ada diskusi dengan suami yang membahas keluarga-keluargaan.

Saya jarang ingin ke rumah mertua. Bukannya saya tidak sayang padanya. She’s like one of the great mother i know. Tapi di rumahnya banyak sekali kucing dan bau dan bulunya dimanamana dan itu membuat saya ga nyaman dan cenderung merasa ga betah. Selain alasan ga masuk akal itu, saya jarang punya bahan pembicaraan yang bisa membuat saya bisa mengobrol banyak dengannya. She’s not a hitlerwoman-motherinlaw. Ga sama sekali. Hanya saja memang tidak bisa buat saya.

Lalu tentang betapa sang suami ingin saya lebih dekat dengan keluarga besarnya. Saya berusaha. Saya berbasabasi. Tapi lama kelamaan semuanya jadi basi. Makanya lebih ingin buat tidak sering bertemu. Bukan karena sombong atau tidak bisa beradaptasi. Ehm, tapi apa memang tidak bisa beradaptasi ya?

Saya sama sekali ga bisa buat benar benar “menikahi keluarganya”. Saya sendiri tidak pernah sedekat itu dengan keluarga besar saya, bagaimana bisa terlalu dekat dengan keluarga besarnya? Lalu, tentang keadaan yang masih selalu sering jadi perih buat saya dan mau tidak mau membuat saya meneteskan air mata yang susah buat berhenti, bahkan hingga kini sore ini saat menulis di tengah banyak orang, sekedar hanya mengingatingatnya dan berusaha menuangkannya dalam kata. Tentang keluarga saya sendiri. Tentang suami saya yang sama sekali masih jauh dari “menikahi mereka”.

Lalu saat dia bilang ingin kehidupan yang normal. Dekat dengan adik adik saya karena bagaimanapun mereka sekarang adalah adiknya juga, bukan sembarang jadi sesuatu yang ga penting. Lalu ingin bisa benar diterima dengan ikhlas sebagai menantu dari mama saya. Pagi tadi dia menangis. Saya apalagi. Tadi. Sekarang. Jarang saya mau me ngingat dan memikirkan tentang ini, tapi bagaimanapun saya coba lari, kenyataannya selalu begini.

Saya tahu, betapa sakitnya dia ketika saya berjalanjalan dengan sekeluarga saya kemarin, seakan hanya anak gadis mereka yang belum menikah, tanpa ajak suami. Perasaan ditinggalkan dan tidak teranggap. Saya sungguh tahu. Tapi saya juga tidak ingin melepaskan keluarga saya, meskipun saat ini mesti harus tanpa suami saya di dalamnya. Saya ingin tetap mencintai mereka semuanya. Tapi ternyata itu hanya membuat sakit hati yang mencoba buat tidak dirasa rasa ini semakin perih dan perih, sambil terus dikebaskan supaya tidak merintih.

Lalu kalau dia tidak bisa dekat dengan keluarga saya, entah kenapa saya merasa saya sendiri tidak bisa dekat dengan keluarganya. Tidak adil rasanya. Saya tahu, harusnya ga perlu begitu. Tapi mana bisa saya menahan perasaan ini sendiri? Lalu saya tidak mau membenci ibu saya. Saya tidak sama sekali mau lebih sayang mertua daripada ibu sendiri. Saya mau sayang ibu. Saya mau ibu saya sayang suami saya.

Saya mau hidup normal. Dimana bisa datang tanpa jengah ke rumah mertua. Dimana saat saya liburan dengan keluarga suami saya bisa dibawa.

Saya ingin bisa memikirkan tentang keluarga, tanpa perlu tergenang airmata.


Apakah memang belum waktunya saja?

Tuhan, saya harus berhenti menangis. Nanti maskara saya luntur dan saya tidak cantik. Saya sedang berjualan kosmetik. Tolong titip masalah keluarga ini, dan beri jalan keluarnya, Tuhan. Kau masih sayang padaku kan?

 

 


17 comments on “Antara Keluarga dan Air Mata

  1. mybizfun
    July 5, 2010

    Sabar ya Tasya sayang.. semua orang dapat cobaan yang berbeda-beda.. saya dapat cobaan ketika kakak saya “sakit” ,suami kecelakaan dan dia tidak seperti dulu lagi.” Mudah-mudahan cobaan itu jadi penghapus dosa asal kita tabah menjalaninya.Jangan mudah menyerah dan berusahalah untuk mendekatkan diri dng mertua, mama dengan suami Insya Allah, dengan berjalannya waktu “kebekuan” itu akan cair.. batu aja bisa bolong kalau ditetesi air terus menerus..
    Kamu pasti bisa..

    Amien… Sama2 kuat ya mba ngejalaninnya🙂 Makasih banyak…

  2. Kimi
    July 5, 2010

    Mba natasya… *puk puk puk*

    hehehe maksudnya ditepok punggungnya kan? Bukan yang lain? :p

  3. pipitta
    July 6, 2010

    sabar ya, jeng..
    time heals everything..🙂

    cupcup

    hehehe… dan sialnya kaya lagu…
    time… goes by… so slowly…😆

  4. erni
    July 6, 2010

    Turut membantu dengan doa, semoga masalahnya dapat terselesaikan…

    Amien… makasih🙂

  5. orange float
    July 6, 2010

    saya yakin kamu bisa dan kuat menghadapai masalah ini sist

    Amien… Tengkyu🙂

  6. ray rizaldy
    July 8, 2010

    “Tuhan, saya harus berhenti menangis. Nanti maskara saya luntur dan saya tidak cantik. Saya sedang berjualan kosmetik”

    suka sama ending tulisannya😀

    semangat tante nata🙂

    Saya memang cantik! hihihi Tengkyu kribow😀

  7. yendoel
    July 8, 2010

    coba membuka diri ‘say! pelan2…. terutama thd suami. ajaklah suami dalam aktivitas dg keluarga. kalo gak.. akan makin susah nantinya

    Baru akan mau dicoba… ambil moment mau puasa hehehe smoga aja lancar ya… Amien…

  8. ichanx
    July 17, 2010

    pasti ada jalan nat…. jangan lupa terus berdoa yaaa🙂

    Amien… tengkyu yah ichanx😉

  9. zee
    July 19, 2010

    Hai Nat.
    Apa kabar? Lama gak kesini.
    Jangan bersedih ya. Dekat dgn mertua sih menurutku bukan kewajiban, yg penting kita kan memang sayang sama mertua. G musti tiap hari datang dst. Dulu aku ga kompak dgn mertuaku, tp mungkin… karena kami berdua punya sifat yg sama, blak2an dan apa adanya, alhasil ya akhirnya cocok2 aja. Kami sama2 menghargai porsi masing2 & skrg aku bs bilang kalau aku sayang sama mertua.
    Sing sabar ya cinta…

    Aku juga sayang sih bu… Tapi entah kenapa ada yang beda aja… Sifat aja beda. Hobi beda. Kaya dari dunia yang berbeda gitu deh pokonya😥

  10. insan rrr
    July 28, 2010

    time fix everything

    kind of waiting🙂

  11. bluethunderheart
    August 10, 2010

    hwui,blue datang hendak menghapus airmatamu…ehhehe
    blue mensuportmu
    salam hangat dari blue

    makasih.. Salam knal jg🙂

  12. neng fey
    August 10, 2010

    nanti kalo dah tau gimana caranya “menikahi keluarganya” kasih tau gw ya ta T_T

  13. 'Ne
    August 11, 2010

    salam kenal mbak..
    wah kalo alasnnya tentang bulu kucing itu masuk akal ya, karena bulu2 kucing merupakan salah satu penyebab penyakit toxo pada perempuan..
    kalo masalah yang lain, saya gak bisa komentar banya saya sendiri belum menikah, tapi berusaha aja mbak semoga nanti bisa dan makin deket juga dan sabar aja semoga ada jalan keluarnya🙂

  14. Agus Try
    August 22, 2010

    wahh …keep it easy, teman..perbedaan, ketidakcocokan itu biasa, terima sj tp ga usah dipaksakan. anyway salam kenal ya Nata..ijin blogroll yaa

  15. ndutyke
    September 24, 2010

    Sama deh kayak km. Aku jg jarang ke rumah mertua. Tp hatiku merasa dekat padanya & pada saudara-i iparku. Yg penting itu bukan sering/gak-nya bertemu, tp perasaan saling menyayangi yg ada di hati. Jd sekalinya ketemu, bs brasa bgt bahagia-nya (^_^) insyaalloh dgn berjalannya waktu, plus doa & ikhtiar, gak ada yg gak mungkin. Sejak awal, sejak sebelum menikah, kalian kan jg tau kondisinya seperti apa. Jd ga bs jg ada salah satu pihak yg lantas berharap bahwa setelah menikah, lantas kondisi bs berbalik drastis. Maaf klo aku berkomentar lbh dr kapasitasku sbg pembaca blog-mu. ….

  16. Pingback: Menikah dan Orang Tua « If its Not So Important To U, Well It Is For Me

  17. Lesley
    August 3, 2013

    Howdy just wanted to give you a quick heads up. The text in your post seem to be running off the screen in Ie.
    I’m not sure if this is a formatting issue or something to do with web browser compatibility but I figured I’d post to let you know.
    The style and design look great though! Hope you get the problem solved soon.
    Cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 5, 2010 by in curcol misah misuh, Family, Feels and Thoughts, keluarga, Marriage Life, sads, yayi, yayiyayiyayi and tagged , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: