If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Sekarang ini Nadiah…

Sekarang bukan lagi Kartini, tapi Nadiah karena Nadiah konsisten berupaya membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi anak-anak jalanan dan dhuafa di kota Bekasi.

Rasanya barangkali terlalu narsis untuk mengatakan bahwa aku lebih hebat dari Kartini yang telah mencatatkan dirinya dalam buku-buku sejarah nasional, bahkan tanggal kelahirannya diabadikan sebagai hari nasional yang memberikan apresiasi luar biasa terhadap kiprahnya dalam memperjuangkan persamaan bagi kaum wanita. Bagaimanapun, tidak ada salahnya untuk mengatakan bahwa aku pun telah memberikan kontribusi berharga yang barangkali dahulu tak pernah terpikirkan oleh R.A. Kartini sebelumnya, yaitu membela hak-hak anak-anak jalanan.

Buat sebagian besar orang, anak-anak jalanan bisa jadi tak berharga, hanya sampah masyarakat, yang tak pantas dipandang bahkan oleh sebelah mata. Tapi, bagiku berbeda. Sejak aku mengenal mereka tahun 2006 silam, aku jatuh hati dan memutuskan untuk melakukan sesuatu di luar aktivitasku sebagai seorang penerjemah, editor, penyiar, tenaga pengajar di universitas, dan staf administrasi.

Ya, aku memutuskan untuk terjun penuh sebagai aktivis yang memberikan ruang bagi anak-anak jalanan untuk mengubah nasib. Mula-mula aku hanya datang sekali-dua kali untuk menyerahkan dana atau materi yang aku anggap bermanfaat bagi mereka, tapi lama-lama aku seriuskan diri untuk menjadi pengurus tetap sebuah sanggar yang pada permulaan kiprahnya hanya dijalankan dua bersaudara: Ujang dan Andi.

Aku tak hanya datang menjenguk mereka, tapi setiap hari berinteraksi. Aku mengajar mengaji, sesekali mengajarkan bahasa Inggris, menjawab pertanyaan komputer, dan terutama menulis naskah-naskah yang dapat mereka pentaskan di forum publik.

Alhamdulillah, berkat kerja sama tim yang solid, naskah pertama yang kutulis berhasil dipentaskan di Bekasi Cyberpark. Kemudian naskah kedua membuat anak-anak didikku meraih juara 1 dalam kompetisi teater kategori umum se-Bekasi, tidak lupa juga binaan-binaanku meraih juara 1 lomba tulis puisi dan juara 2 lomba baca puisi trofi Walikota Bekasi.

Berkat seni dan kegigihan, anak-anak yang semula hanya dikenal menyumbang suara di pinggir jalan bisa unjuk gigi bahwa mereka mampu menjadi sesuatu, bahkan mengalahkan anak-anak bisa. Karena pada dasarnya mereka pun sebetulnya anak-anak bisa. Hanya nasib yang kurang baik, kesempatan yang kurang terbuka.

Setiap kali kutatap wajah sendu mereka, terutama menerima pertanyaan “Kak, apakah anak jalanan yang lahir di jalanan memang harus mati di jalanan?” Aku jawab “Tidak”. Karena siapapun yang mau mengubah nasibnya dengan sungguh-sungguh pasti diberikan jalan oleh Tuhan, meski berliku prosesnya.

R.A. Kartini telah memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak bodoh, bahwa mereka tidak lebih rendah dari binatang seperti sangkaan orang sebelumnya. Begitu pula aku. Dengan tanpa kenal lelah, bersama teman-temanku kami berusaha membuktikan bahwa anak-anak jalanan tidak bodoh, bahwa mereka tidak lebih rendah dari binatang seperti sangkaan orang-orang sebelumnya.

Ada emas terpendam di luar sana. Di sanggar kami 20 anak tinggal secara tetap, meski begitu sederhana lingkungannya. 50 anak mengaji dan belajar secara rutin di saung sanggar, meski begitu rapuh permukaannya. Dan ratusan anak jalanan lain mendapatkan perhatian kami, meski mungkin tak lebih dari sekadar sapaan bersahabat dan kesempatan. Ya, itulah kata utamanya. Kesempatan. Mengapa tak banyak yang mau memberi mereka kesempatan? Padahal, mereka mampu seperti kita.

Aku seorang perempuan dengan banyak potensi diri. Begitu pula anak-anak didikku. Maka, katakanlah bersamaku: Aku akan memberikan mereka kesempatan! Karena bukan belas kasihan yang mereka cari, melainkan ruang untuk bernapas dan berkreasi.

Nama lengkap:  Nadiah Abidin



Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 1, 2010 by in Feels and Thoughts, Women's Issue and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: