If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Dua Dunia… Aku Boleh Di Tengah Saja?

Siang ini saya sedang berada di tengah ruangan berisi 3 orang di dalam kantor semi rumah yang baru akan setelah Lebaran beralih fungsi jadi kantor sepenuhnya ini. Mungkin nanti saya akan dapat ruangan sendiri😉 Tapi saat ini yah begini…

Semua orang sedang sibuk sendiri sendiri dan saya sendiri masih tidak tahu apa yang harus saya lakukan lagi. Pekerjaan yang seharusnya saya lakukan belum akan bisa diselesaikan jika yang lain belum merampungkan apa yang memang seharusnya mereka bereskan. Ah… posisi yang bisa dibilang enak ga enak. Santai ga santai. Sibuk ga sibuk. Ngantuk.

Di luar sana sahabat saya sedang dating berkunjung. Suaminya memang jadi Direktur Operasional disini. Mau bagaimanapun juga, kakaknyalah Direktur Utama disini. Jadi dia punya banyak kuasa buat bisa keluar masuk disini. Jadi disinilah dia siang ini. Mau jalan jalan bersama sang kakak. Munggahan sebelum bulan puasa katanya. Baiklah. Nikmatilah.

Kemarin-kemarin dia juga sempat datang. Masih sama juga dengan saat ini. Dia duduk di hadapan salah satu computer yang memang ditujukan buat digunakan oleh anggota keluarga, dan berfacebook ria. Hal yang rada jarang dilakukannya katanya, karena di rumah tidak ada internetnya, dan dia terlalu sibuk dengan kedua anaknya buat sempat ke warnet.

Lalu kadang dia duduk disisi saya di hadapan computer saya, dengan saya dan jemari yang sibuk bergerak kerjakan ini itu dan apapun dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore dan umumnya lebih. Dia bercerita tentang hidup seharihari. Mengajak bergosip tentang apa saja. Kadang sambil memangku si anak kedua yang terlampau lucu sementara mata saya tetap menatap pada monitor sekalipun kita saling mengobrol dan tertawatawa.

Lalu kadang saya lihat dia meminta sesuatu pada suaminya sambil senyum senyum manis ala seorang istri *entah kenapa kalau kau perhatikan, hanya para istri yang tahu bagaimana senyum seperti ini pada suami* sambil bilang pada saya “ya iyalah… kan laki kerjanya nyari duit… istri ngabisin duitnya” dan dengan cengir dengan senangnya😀

Saya kadang iri. Saya iri dengan dirinya yang sudah tahu sekali tempatnya di dunia sebagai seorang istri yang memang harus ada di bawah suami. Mengurus anak saja. Yang cari duit ya suami. Toh anak anak terawat dengan sangat baik dan pintar semuanya jadinya. Mau apa lagi? Kodratnya perempuan yang sebenarnya toh memang demikian kan katanya?

Katanya… lalu bagaimana dengan perempuan bekerja di luar sana? Ya. Mereka memang berkeluarga. Tapi pagi hingga sore dan ga jarang malam juga, sama sekali tidak bisa berada di rumah karena sibuknya berkarir untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan tidak sayang pada keluarga rasanya. Tapi keadaan yang memaksa, begitu kata mereka.

Saya dimana? Tidak tahu juga. Sebagai anak pertama dari keluarga menengah yang biasa biasa saja dan punya tiga adik yang masih kecil dengan orang tua yang sudah menua dan hampir tidak bisa lagi dan tidak tega diharapkan bekerja. Akan menikah dengan seorang lelaki yang juga dari keluarga menengah, tapi untungnya tidak ada adik masih kecil yang perlu buat dihidupi. Nah, kira kira yang demikian kau pikir akan ada dimana?

anaknanawindyMendengarkan jeritan lucu keponakan saya. Anak si sahabat. Juga menatap si sahabat yang sibuk tertawa tawa dan sebentar lagi akan pergi dengan kakaknya berjalanjalan munggahan di siang hari ini. Saya? Bekerja. Menahan ngantuk. Puasa hari pertama pun musti ada disini sekalipun karena Saptu jatuhnya jadi setengah hari. Betapa nyatanya yang namanya dua dunia.

Saya tidak mau selamanya ada di dunia saya. Tapi saya juga tidak mau total berada dalam dunia yang seperti sahabat saya. Saya mau mandiri tapi juga mau bisa bersandar. Saya mau santai tapi juga mau aktualisasi diri. Saya mau ada di tengah tengah. Di dunia yang saat ini sedang saya ciptakan sendiri pelan pelan tapi saya yakin pasti. Tapi buat sementara saya masih ada disini. Di dunia sebelah sini. Yang bersebrangan jauh dengan dunia yang seperti milik sahabat saya. Dan saya baik baik saja. Ini tidak apa apa. Karena yang begini memang jalan saya. Karena yang begini juga tidak akan buat selamanya. Saya akan merubahnya.

Sesuatu yang kita pilih, mungkin bukan yang terbaik. Tapi menjalani pilihan, adalah hal yang pasti baik.




13 comments on “Dua Dunia… Aku Boleh Di Tengah Saja?

  1. Chic
    August 21, 2009

    yang penting mah dijalani dengan ikhlas dan bersyukur naz:mrgreen:
    *komen sotoy*

  2. adams
    August 22, 2009

    siiiiip… let’s get to work!😆

  3. AngelNdutz
    August 24, 2009

    jadi undangannya kapan nih mbak?:mrgreen:

  4. nh18
    August 24, 2009

    HHmmm …
    Jalan tengahnya …
    Buka Studio Radio, butik atau kantor konsultasi … atau apapun … ditempat yang sekaligus juga menjadi … Rumah … !

    How’s that ? Enak Toh ? Mantep Toh ?

    Salam saya
    Maaf Lahir Bathin ya Taz …

  5. warm
    August 25, 2009

    setuju dengan @chic terus bersyukur
    dan terus berkarya😀

  6. augzarifi
    August 25, 2009

    nataaaa

    this is jones, still rimembah?

    aq udah merit sekarang, hauu hauu

    dan menyoal kodrat wanita ini, berikut aq punya pendapat

    sejak menikah kontan langsung diusir sm ortu untuk cari tempat tinggal sendiri, dengan dalih supaya mandiri, kejam memang, tapi baik buat kedepannya, akhirnya saya dan suami pergi mengontrak di dekat kantor. dengan perlengkapan rumah seadanya, dan otomatis tidak ada lala ataupun ati, si asiten rumatangga setia, semua saya lakukan sendiri, dan YA! saya juga BEKERJA.

    so, mau taw gimana jumpalitannya saya menjalani dua kehidupan itu? begini kisahnya, secara suami tidak menyediakan pembantu, lagi2 dengan dalih, mandiri dan supaya hemat supaya bisa cepet beli rumah, jadilah pulang kantor, saya angkat jemuran, ngrendem cucian pagi, nyapu, ngepel nyerika, mesti dalam satujam kelar, krn masi ada pe er buat masak, yaaa, sekali lagi, suami sangat menuntut isteri yang bs masak, jadilah saya masak, trus buatin susu, beresin rumah lagi, baru sempet buka imel cek kerjaan besok, dan pada saat itu waktu menunjukkan pukul 09.30 malam, dan kondisi badan saya luarbiasa
    letih, sembari menemani suami mengobrol, saya konsentrasi kerjaan sebentar, 30 menit kemudian, laptop ditutup, memastikan ruma dalam keadaan aman, menenggak sekaleng susu beruang dan sesendok madu, baru merangkak ketempat tidur dan langsung celeng..

    berasa baru semenit eeeh udah pagii lagii
    dan mengulang kehebohan yang sama

    saya tidak bisa tidak bekerja, saya perlu aktualisasi diri, dan jujur, saya perlu penghasilan, di jaman sekarang, you really have to work your ass off to get life better, for your self and ur family, dan suami saya pun saya tahu bekerja tidak kalah kerasnya, sampe sering masuk angin…
    jadi sekali lagi, ada pilihan ketiga diantara wanita karier atau ibu rumah tangga, yaitu menjadi wanita karire sekaligus ibu rumah tangga, ya, itulah yang saat ini saya lakukan, dan percayalah, kalu saya bisa, kamu pasti bisa ya…

    satu lagi, ternyata semua itu sangatlah menyenangkan sayang.. sangat menyenangkan.. dan berpahala pula

    huahahuahauhau

  7. neng fey
    August 25, 2009

    hmm.. iya ya, maunya ditegah2, kerja iya ngurus rumah iya
    jadi kalo terjadi apa2 *amit2* masih bisa survive karena dah biasa berdiri sendiri

  8. grosir aksesoris wanita
    August 26, 2009

    bersyukur aja ntar dilimpahkan berkat yang lebih besar

  9. sez
    August 26, 2009

    wah kehidupannya sama..
    anak pertama dengan tiga adik yang masih kecil, dengan pacar yang tidak punya adik…
    hahaha

    yah, saya rasa hidup ini harus dinikmati bukan??😀

  10. ILYAS AFSOH
    August 26, 2009

    wah, boleh koment nih🙂

  11. hidup adalah sebuah misteri, khan harus dicari mana yang lebih baik.

  12. Iklan Gratis
    September 1, 2009

    sama nat ..
    ingin rasanya bisa bersandar di antara sikon yang melelahkan fisik dan non fisik, tapi di saat yang bersamaan juga ingin merasa bisa diandalkan, lebih ke eksistensi diri ..
    bagaimana caranya dapat keduanya ? Itu yang saya belum tau ..

    Iklan Baris

  13. latree
    September 2, 2009

    jalani aja Nat…. nanti akan nemu titik nyamannya kok. kadang apa yang kita pikir (rencanakan) baik ternyata bukan yang terbaik juga pada saatnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 21, 2009 by in Family, Feels and Thoughts, Me Time, temans temans and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: