If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

KDRT itu…

Ini sebetulnya bukan pertama kalinya kasus begini terjadi. Lho? Tau tau ko udah bilang bukan pertama kalinya? Emang kasus apa? Itu lho… KDRT.

Bukan juga karena saya tertarik sama kasusnya si Cici Paramida yang notabene lelaki tua goblok itu lemah sekali pembelaannya dan seharusnya ga ada celah yang bisa membiarkan dia bebas. Kalau sampai bebas sih agak kelihatan ada “sesuatu” disitu. Tapi yah… apa yang kau harapkan sih dari lelaki yang sudah 5 kali menikah, hay Cici?

Dem! Lost focus!

Balik ke KDRT nya sendiri… Hal paling nista yang bisa terjadi di sebuah rumah tangga. Jangan salah. Ga selalu suami yang bisa melakukan si KDRT ini sendiri, tapi istri pun bisa. Atau kalau diganti perannya, ayah dan ibu yang menyiksa anaknya. Hm… lebih jelasnya silakan baca saja di sini

Tapi ga ngaruh sama sekali yah? Di berita di mana mana, mulai dari artis sampai pembantu rumah tangga, yang namanya KDRT terus saja terjadi! Dari yang mulai teradukan dan ketahuan sampai yang mungkin ga kelihatan atau orang menutup mata pura pura ga lihat? Banyak.

Satu yang mau saya ceritakan *ya baru mau cerita ini daritadi prolog aja :p* tentang tetangga belakang rumah saya. Keluarga kecil, suami istri dan dua orang anak lelaki dan perempuan berusia sekitar 9 dan 6 tahun. Sang suami bekerja sebagai tukang ojek. Saya sering lihat dan memang sering menumpang ojeknya. Berusia awal 30an dan bertubuh tinggi tegap. Nope. Ga ganteng! :p Sementara si ibu katanya sih bekerjanya sebagai tukang cuci di rumah di komplek saya. Mereka bukan orang komplek Margahayu Raya sini. Tempat tinggal mereka di salah satu kost-kost an belakang rumah saya yang dibatasi sebuah kali yang lumayan besar. Sekamar berempat kalau tidak salah (asli saya ga pernah melihat mereka langsung)

Lalu kenapa saya peduli pada rumah tangga mereka? Saya bukan orang yang gampang peduli pada urusan orang lain lho.

Mau gimana lagi… wong setiap hari, sekitar Magrib paling sering, kedua anak itu menjerit jerit sedang dipukuli ya kalau ga ibunya ya bapaknya. MENJERIT JERIT AS IN MENJERIT KESAKITAN! “Ampun bu.. Ampun pak…” atau kadang cuma jeritan teriakan kesakitan saja. Dan biasanya yang ikut terdengar adalah suara si ibu berteriak-teriak memaki anaknya. “Kan udah dibilangin! Ga nurut, hah!? Mati aja loe skalian!”

Itu terjadi setiap hari! Sebabnya sih mungkin beda beda, ga tau juga.

Kalau menurut gosip dari adik saya yang temannya mengkaryakan tetangga si ibu sebagai tukang cuci di rumahnya, kedua orang tua itu memang bertengkar setiap hari. Teriak teriak. Biasanya karena masalah uang. Ga punya uang jadi stress dan ingin marah marah saja bawaannya.. yeah yeah i know… sounds familiar, rite? Tapi yang jadi masalah adalah kalau katarsisnya adalah dengan memukuli dan memaki sang anak! Kata ibu cuci itu juga, si Yoga dan Lani (nama kedua anaknya) memang dipukuli setiap hari dengan alasan yang macam macam, mulai dari tidak belajar, main kelamaan, dsb. Dipukuli dengan tangan, atau kadang pakai sapu!

Heran juga kenapa tidak ada tetangganya yang protes. Mungkin karena semua sibuk dengan masalahnya sendiri sendiri. Sibuk dengan urusan ekonominya sendiri sampai tidak sempat peduli pada orang lain. Ibu saja pernah mengadukan ini ke RT di wilayah kami. Tapi ga bisa diapaapakan katanya karena bukan wilayahnya dan lagipula ga ada pengaduan apa apa.

Korban KDRT memang pada umumnya ga ada yang berani mengadu! Ya istri, ya pembantu, apalagi ini yang cuma anak-anak! Dan inilah yang bikin pelakunya jadi besar kepala! Mungkin memang akhirnya cuma Tuhan yang akan menempeleng mereka!

Tapi balik ke Yoga dan Lani. Mau jadi apa mereka besar nanti? Dengan role model orang tua seperti itu… dengan trauma fisik dan psikis yang dialami seharihari. Semoga saja tidak akan jadi orang tuanya…. dan mengulangi lingkaran setan yang sama pada keluarga mereka nanti.

Ah… putus asa! Ya saya, ya mama saya. Cuma bisa mengeraskan volume radio kalau adegan penyiksaan itu terjadi, karena suara jeritan anak anak itu sangat mengganggu! Membuat gatal! Ingin melakukan sesuatu tapi tidak bisa!

Ekonomi bisa merubah orang sedemikian rupa ya? Makanya di Islam semua orang sebisa mungkin harus jadi orang kaya di dunia mungkin alasannya ya seperti ini. Atau jadi orang yang Qanaah atas apapun yang terjadi, ya supaya ga seperti ini. Dan manusia, lagi dan lagi cuma bisa lupa!

Makanya lagi saya masih bisa dan ga bisa buat setuju pada orang yang menolak KB, karena anak adalah rejeki dari Tuhan yang sudah pasti punya porsi rejekinya sendiri di dunia ini. Nah kalau keadaannya begini? Kalau justru masalah “ketidakadaan rejeki” ini yang membuat si anak menderita? Belum tepat… karena belum semua orang matang pikirannya dan bisa mengerti sebenar-benarnya maksud kalimat di atas. Jadi ya jangan punya anak dulu kalau memang tidak mau ngurus!

Kalau sudah begini, moral juga jadi gamang. Lebih baik mana coba? Orang tua yang menyiksa anaknya sebegini hingga mungkin lama lama mati, atau orang tua yang merasa sedemikian mencintai anak sampai mereka membunuh si anak daripada musti merasakan penderitaan dunia?

SYIT! GA ADA YANG BENER! GA USAH PUNYA ANAK AJA!

Saya masih percaya sepenuhnya bahwa Tuhan tidak akan memberi cobaan yang melebihi kemampuan umatnya, seberapapun sering saya mengeluh dan memakimaki karenanya. Saya masih percaya bahwa sebagaimana yang namanya kebahagiaan yang ga abadi, maka penderitaan pun ga akan abadi. Saya masih percaya bahwa yang perlu dilakukan manusia adalah berusaha mengubah nasibnya dan menjadikannya lebih baik lagi. Saya masih percaya kekerasan apalagi bunuh diri cuma ketololan dan bukan jawaban buat apa apa.

 

moa

 


20 comments on “KDRT itu…

  1. yoan
    June 20, 2009

    heh! ikut esmosi saya, nat.

    waktu saya kecil dulu, tetangga saya parah banget nyiksa anaknya
    masa iya, anaknya ditelanjangin, diikiet di pohon, trus dicambukin pake iket pinggang??? astaghfirullah… kebangetan bener…. dan gak ada satu orang dewasa pun yang menyempatkan keluar rumah untuk ‘menolong’ anak itu…

    ya Allah…

    bener, nat. keluarga itu harus berencana. entah berencana punya anak berapa, yang penting kudu direncanakan gimana menghidupi anak2nya dengan kasih sayang…

    Gusti…
    ada yah orang yang kaya gitu!
    dan mungkin masalahnya adalah itu tadi… ga bisa juga buat berbuat apa apa… mungkin ingin tapi ga tau gimana buat nolong😦

    ya! makanya!
    harusnya otak dipakai kalau mau buat anak! jangan cuma kelamin aja!

  2. agung agriza
    June 20, 2009

    mmm?
    kyknya sih lagi musim KDRT ya sekarang?

    mm..emg sih kyknya kbnyakan orang tuh bikin anak bukan krna udah siap ngurusnya, bukan krna bkal mncintai anak itu, tp ya krna nafsu aja. mereka nggak mikir ntar ngasih makannya gmn, nyekolahinnya gmana. kbnyakan orang masih mikir, ntar klo punya anak (apalagi banyak) bisa disuruh bantu nyari duit. wew .. mental orang indonesia emang masih gitu sih o_0″

    KDRT itu seharusnya bukan musim
    dan bener kata yang di bawah itu… adanya udah dari dlu… orang ga peduli aja…
    ga masalah kalo soal napsu… tapi seharusnya pintar sedikit! kondom kan dijual bebas… atau pil kb kek… atau apapun kek… mending dibunuh dari sebelum jadi anak daripada di bunuh pelanpelan sesudah lahir!

  3. Bang Aswi
    June 20, 2009

    Kendati anak adalah rezeki dari Tuhan, tetapi harus ada STRATEGI untuk mengaturnya. Kendati takdir adalah ketetapan Tuhan, juga ada STRATEGI untuk membuat takdir kita menjadi lebih baik lagi. Intinya … ya kita sendiri. Mudah2an kita [nantinya] dijauhi dengan hal2 yang bikin mengelus dada ini atau … diberi jalan keluar yang melegakan. Amin!

    AMIEN…🙂

  4. missglasses
    June 20, 2009

    kasian banget ya tiap hari. takutnya anak2 itu kalo udah gede ngebales ke anak2 mereka juga.

    @agung, kalo menurut gue sih dr dulu udah ada, cuma baru ke ekspos sekarang aja kali yaa, hehe (sotoy)

    stuju kok bu emang pasti udah ada dari dulu😉
    nah itu dia yang namanya lingkaran setan yang tiada akhir… belajar dari model yang sungguh salah…

  5. macangadungan
    June 20, 2009

    hmmm… memang kayak gitu. heran kenapa budaya Indonesia masih menganggap memukul anak atau istri adalah wajar normal dan memang berhak untuk dilakukan. padahal nenek saya cerita, waktu beliau masih tinggal di belanda, kalo ketahuan mukul anak sendiri 1 kali aja, langsung bakal didatengin sama dinas sosial… tetangga2 pasti pada ngelapor.

    nah itu di! di indonesia entah kenapa dinas dinas yang ada semuaaaaaaaaaaaaaaaaa kerjanya lamban
    sigh…

  6. suci
    June 20, 2009

    huh.. ngomongin KDRT emang gak abis2 ya.. heran deh, padahal udah ada UU nya.. teteeeeeeeeep aja kejadian ini tuh selalu ada.. kayaknya masyarakt kita tuh masih merasa KDRT itu aib keluarga dan harus ditutupin, jadi untuk melapor juga malu..

    nah itu dia… pandangan tentang aib ini nih yang musti dirombak abis abisan! kebanyakan aib sih di indonesia… cape deh :p

  7. latree
    June 21, 2009

    innalillah, kok ya sampai begitu ya. sebenarnya kalau qonaah, kadaan kekurangan ekonomi ga perlu sampai membuat orang se stress itu kan…
    hehe.. kok jadi jangan punya anak. ati2 dong.. beneran…
    dulu waktu hamil si kembar, ekonomi masih awut2an lho nat. aku sampai sempat meragukan Tuhan. berpikiran ‘mau dikasih makan apa anak2ku nanti’. tapi alhamdulillah justru setelah mereka lahir ekonomi jadi membaik tuh. bukan melimpah, tapi insya allah cukup. dan ini yang penting: cukup itu relatif…

    salam sayang buat yoga dan lani ya….

    hahaha bukan saya yang jangan punya anak… MEREKA
    saya ma lil man sudah berencana pingin mah punya dua anak… merencanakan juga waktunya… merencanakan juga pengasuhannya…

    moga2 ALLAH berencana sama… AMIEN🙂

  8. KangBoed
    June 21, 2009

    hehehe.. memang jaman uedaaaan.. manusianya tambah ngawur

    memang🙂

  9. animusparagnos
    June 21, 2009

    Saya dulu pernah denger ada laki-laki yang komentar kok perempuan aja yang dibela kalau ada KDRT, gimana klo yang melakukan KDRT itu perempuan?? Komentar yang patut ditertawakan. Perempuan dan anak-anak memang menjadi penduduk yang paling rentan dengan KDRT. Perempuan selalu dicekoki dengan embel-embel Swarga manut, Nraka katut, sedangkan anak-anak dengan tubuh mungilnya tidak sanggup membela diri, bahkan ia tidak mengerti mengapa orang tuanya berbuat semacam itu.
    Apalagi hari gini, zaman susah, mau makan aja sulit, negara susah ngurusin penduduk yang makin selangit jumlahnya. Bener tuh ga usah punya anak, atau jangan punya anak dulu, paling tidak membatasi kelahiran. Berarti pemerintah perlu lebih memperhatikan program keluarga Berencana yah….Karena rasanya sekarang program KB kok serasa diabaikan, saya cuman liat gembar-gembornya di website BKKBN aja, tapi ga ada hasil yang dirasakan di masyarakat.
    -Saya mendukung Program Keluarga Berencana-

    iya suka ga tepat ya pengaduan2 dan keluhan2nya huh
    nah itu dia… yang penting kan harusnya KB! kenapa juga skarang ga dibudidayakan lagi… dan kenapa penggunaan alat kontrasepsi jadi seakan cela? aneh banget deh!

  10. zulhaq
    June 22, 2009

    dunia semakin tua, manusia semakin keras, kemusnahan semakin dekat!!!
    hentikan KDRT…

    makin tua kan seharusnya makin dewasa?

  11. buJaNG
    June 22, 2009

    Dunia sudah semakin tua… makanya makin banyak KDRT

    lalu kalo dunia tua emang kenapa?

  12. kucingkeren
    June 22, 2009

    pelaku KDRT itu seperti udah gak punya cinta di hatinya… hihhh serem banget..

    kayanya begitu.. cintanya ketutup setan…

  13. tuyi
    June 22, 2009

    tangkap orang yang melalkukan KDRT adili dan musnahkan..

    hm… musnahkan kok kaya zombie ajah :p

  14. chrysanti
    June 22, 2009

    can we do something to help them, natz?

    dunno😦

  15. desperatedessert
    June 22, 2009

    kalau korban KDRT nya anak kecil jelas lah ga bakalan melapor, dan kalau pihak RT udah dikasih tau tapi ga ada taanggepan apa-apa kita bisa apa?
    lagian hari gini, kayaknya hal itu belum cukup penting untuk diurus pihak yg berwajib.
    sayangnya.. ga ada hotline service untuk pelanggaran HAM seperti ini
    kalau liat di acara oprah, mereka c udah punya organisasi yang ada hotline service-nya untuk menanggulangi masalah seperti ini.. sayangnya organisasi itu tidak menjangkau wilayah indonesia. *ngiri*

    iyah… indonesia ga aware ya sama yang beginian…

  16. ririe
    June 22, 2009

    Masya Allah!! buat anak aja susah bener yah.. bukanya disayang2!!
    sebel banget gue tipe ortu kayak gini!!
    edukasi kan ga berarti pake fisik!!**panas mode**:)

    iyah…
    udah sukur dikasih padahal!

  17. warm
    June 23, 2009

    ente jangan sampe begitu ya, nanti ?
    ya ya seberat apapun hidup dengan keluarga

    insya Allah im so much better om😉
    Amien

  18. akokow
    June 24, 2009

    SYIT! GA ADA YANG BENER! GA USAH PUNYA ANAK AJA!

    bener banget….

  19. Ade
    June 25, 2009

    sedih euy bacanya non… hiks

  20. deeedeee
    June 25, 2009

    kebahagiaan yang ga abadi, maka penderitaan pun ga akan abadi

    great words, Mbak! kadang byk org lupa itu ampe2 pada bunuh diri…

    things different lately, dimana byk org gak mo ikut campur urusan org lain dg berbagai alesan.. untung masih ada LSM yg mo ngurusin.. mungkin bisa diberitahukan ke LSM….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 20, 2009 by in curcol misah misuh, Family, Feels and Thoughts, Kenajisan and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: