If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Kalau Ga Mau Punya Anak Ya Kondom Atau Aborsi Dong!

Kemarin saya sempat cerita disini tentang seorang bapak yang dengan tidak pantasnya menggunakan anak balitanya sebagai pemikat perempuan. Tolol dan tidak bisa diterima. Tadi saya sempat mengobrol dengan adik perempuan saya seperti biasanya, bercerita tentang apa saja, dan saya ceritakan kejadian di ancot tersebut.


Ternyata adik saya punya kisah yang lebih spektakuler! Dan miris…


Setting tempatnya masih di ancot (maklumlah… kami memang ancoters sejati :D), kali ini dalam perjalanan pulang kuliah dari LPKIA. Ada seorang bapak yang katanya berpakaian sangat lusuh dan kotor, tapi juga terlihat sangar dan potongannya seperti preman. Yang menyamakannya dengan cerita saya sebelumnya adalah si bapak ini menggendong seorang anak berusia kira kira 3 tahunan.

Si anak yang mungkin kegerahan atau apalah, tiba tiba menangis merajuk dan rewel selayaknya anak seusianya kalau agak lama di dalam ancot. Ga betah… ya panas, ya bosan, ya mungkin lapar juga. Pokoknya rewel dan banyak bergerak dan menangis dan berisik.

Kau tahu apa yang dilakukan si bapak mengerikan itu? DIA CEKIK ANAKNYA! Ya! Dia cekik anaknya sambil membentak dalam bahasa Sunda yang adik saya bilang dia ga ingat pasti, tapi yang jelas kira kira dia bilang “Gue bunuh loe skalian! Rewel aja! Bisanya ngerepotin! Diam goblok!”, dan maki makian lain yang sama sekali GA PANTAS diucapkan pada seorang anak kecil, atau pada siapapun sebetulnya.

Si anak malang katanya cuma bisa diam dan menunduk penuh ketakutan. Yang ada di dalam ancot selain orang gila itu cuma adik saya dan temannya juga dua orang ibu ibu yang terlihat sangat shock dan ketakutan. “Mau negor tapi takut malah kita yang di cekek lagi”, kata adik saya. Dan ternyata ketika si anak rewel lagi beberapa saat kemudian, bapak gila itu lagi lagi mencekik dia dan membentakbentaknya.

Bangsat. Brengsek. Bajingan.

Saya rasa saya ga peduli sedang ada masalah apakah yang membuat kepala si bapak itu sangat pusing dan stres hingga gangguan dari si anak yang rewel boleh disikapi sedemikian rupa. Saya juga ga peduli apakah si anak ga diinginkan atau apalah oleh si bapak sehingga boleh diperlakukan layaknya binatang seperti itu. Tidak ada orang tua yang berhak menganiaya anaknya sendiri! Ga sedikitpun punya hak. Dan yang membuat saya semakin sedih dan marah adalah bahwa dengan pola asuh yang demikian, yang mungkin lingkungan yang juga sama tidak mendidiknya, mungkin si anak akan jadi tidak jauh dari bapak yang mencekiknya di kemudian hari. Naudzubillah min dzalik. Tapi bagaimapun saya percaya pada itu teori behavioristik, dan itu menyedihkan.

Bukan juga saya penganut aborsi, karna itu namanya membunuh. Tapi kalau memang nantinya si anak cuma akan dibunuh pelan pelan, mending dari awal sebelum bahkan Allah titipkan nyawa tidak jadi dijadikan saja! Sumpah juga saya mengutuk orang Indonesia yang bodoh dan menolak KB padahal tidak mampu buat mengurus anak. Bikin aja demen! Ngurus hasilnya ga mau! Sudahlah juga jangan ada itu golongan yang ribut berdemo cuma karna ada yang membagibagi kondom gratis. Kondom itu perlu! Kalau memang ga mau jadi anak ya kenapa tidak pakai kondom? Dibagikan gratis boleh, tapi kalau mau selektif lebih bagus lagi… pada yang tidak mampu dan sayangnya juga bodoh. Yang perlu.

Ah… meracau begini. Sakit hati saya. Saya bukan ibu. Saya masih anak. Tapi sayapun ingin sekali kelak punya anak. Sakit hati sekali pada orang tua yang benar hanya bisa merusak apa yang dititipkan Tuhan kepadanya.

Advertisements

13 comments on “Kalau Ga Mau Punya Anak Ya Kondom Atau Aborsi Dong!

  1. .lala
    May 25, 2009

    harus ada perusak mental anak supaya psikiater punya kerjaan..

    hehe, maap..

    susah yah Nut… kalo semuanya ada solusi pasti dari tiap akar masalah, tampak dunia menjadi sepotong kue…

    hahahah i wud love a piece of cake :p

  2. yendoel
    May 25, 2009

    kasian anak2 yang ortunya seperti itu! memang betul, kalo gak mau sabar pada anak sendiri, ngapain dilahirkan? kb dong. kb dong. anak lahir bukan untuk disia-siakan, bukan untuk dianiaya dan dikasarin seperti itu. mereka berhak hidup baik selayaknya anak2 lain.
    kalo aku diangkot, kali bapak itu sudah aku nasehatin, kalo gak mau dengar, sudah aku omel2in. dg risiko ditinju sama si bapak. buuukkk!!! kena bogem, muka memar. gila si bapak, anak kecil gitu dicekik! kalo si anak bisa, kali udah minta Tuhan gantiin bapak buat dia.

    hehehehu emang mba… pengen nabok banget kan makanya… apa sebodoh itu ga kepikiran buat kb atau apapun ya? maen ngelahirin aja! gamikir!

  3. yendoel
    May 25, 2009

    ponakanku pernah bilang ke mertuaku, biar bapaknya balik aja ke perut mertuaku. minta dilahirkan bapak yang baru. dipikir2 lucu kali yah..tapi mungkin itu yg ada di nurani si anak kala dikerasin oleh bapaknya.

    yeap… makanya harus belajar psikologi anak! ๐Ÿ˜€

  4. Chic
    May 25, 2009

    adududududuh… kok ceritanya ini bikin saya naik darah ya?
    gila bener tuh bapak!! kagak tau apa ngeluarin anak itu sang ibu bertaruh nyawa…
    ๐Ÿ˜ˆ

    emang!!! pengen nabok banget ga sih rasanyaaaaaaaaaaa

  5. dhilacious
    May 25, 2009

    umm..
    ibunya kemana ya mbak? ๐Ÿ˜ฆ

    meneketehe :p

  6. Tyka Ndutyke
    May 26, 2009

    ‘raising children’ is not for everybody, kayaknya ya? masalah ‘having children’ mah itu rejeki yang diatur sama ALLAH SWT, tp kemampuan untuk ‘raising them’ itu yg kayaknya emang harus diasah terus.

    ah ga tau deh. SEREEEMMMM ngebayanginnya! adegan pencekikan kyk gt.

    tapi pengen punya baby juga kan bu??? ๐Ÿ˜‰

  7. Infinite Justice
    May 26, 2009

    kadang saya berfikir soal orang-orang yang ‘memaksakan’ diri kawin dan beranak pinak, padahal mereka sama sekali tidak memiliki kompetensi dan kapabilitas dalam mengurus anak. lihat saja anak-anak jalanan yang mengemis di jalanan. bukannya berarti orang tuanya tidak mampu menghidupi mereka? yah.. saya fikir inilah salah satu pertanda akhir dunia… ketika rasa kasih sayang itu hilang, dari ibu-bapak kepada anaknya, dan dari anak kepada ibu-bapaknya…

    ah… jadi lebih mengerikan juga yah kalau dipikirkan demikian… tapi kenapa gitu? memangnya ini unresolved problem kah?

  8. kurang anjaR
    May 28, 2009

    hmm..bapak yg geblek!!

    ember!!!! kapan loe jadi bapak? hehehe

  9. warm
    May 29, 2009

    .S.A.D.I.S ..
    saya gak berani ngbayangkannya
    dan gak akan mau macam itu ๐Ÿ˜

    ya jangan sampe om!!

  10. Tigis
    June 1, 2009

    jangan2x itu bukan anaknya Nat. Gue jd mikir itu anak bisa jadi cuman mau diobyekin doank. Jd ya entah anak siapa…

  11. kodil
    June 1, 2009

    terkadang saya heran, orang diberi rejeki anak malah di sia-siakan sementara masih banyak pasangan suami istri yg belum di karunia anak…hiks hiks hisk..koq jadi terharu gini saya ๐Ÿ™‚ ok bu salam kenal dari anak nongkrong yg suka nongkrong di blog nya anak nongkrong ๐Ÿ™‚

  12. neng fey
    June 7, 2009

    buseett… ngeri jooo!!

  13. Pingback: If its Not So Important To U, Well It Is For Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 24, 2009 by in curcol misah misuh, Feels and Thoughts.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: