If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

The Mistress

Aku istri kedua. Lalu memangnya kenapa? Agak sudah tidak terlalu heran melihat orang-orang yang memandang dengan penuh cela seakan-akan mereka semua tahu segalanya. Sudah akan mulai terbiasa juga rasanya dengan bisik-bisik yang terdengar di sana sini dan meredam suaranya bila aku melewat di hadapan mereka. Kadang-kadang masih suka juga bertanya-tanya, memangnya mereka tahu apa? Apakah mereka pernah sekali saja coba berpikir bahwa aku, sang istri kedua, punya banyak alasan hingga akhirnya mau dan rela jadi yang kedua dan bukan yang pertama sehingga kalah kuasa? Aku istri kedua dan aku akan berusaha tidak membenci sang istri pertama, karena aku sadar sesadar-sadarnya bahwa yang pertama memang lebih berhak dapatkan segalanya. Aku akan berusaha supaya sang suami bisa adil padaku dan pada beliau, karena aku tidak mau sama sekali disebut pihak yang berdosa karena merebut hak yang bukan hanya milikku. Ya, boleh jadi aku memang istri kedua, tapi aku akan coba beritahu pada semua apa pertimbangan-pertimbangan yang sekiranya aku –dan mungkin banyak perempuan lain dengan status sama sepertiku dan sama dibencinya sebagaimana diriku oleh yang tidak tahu apa-apanya—ambil sehingga mau buat memutuskan untuk jadi yang kedua saja. Aku tidak akan biarkan orang menilaiku tanpa tahu yang sebenarnya, karena mereka pun harusnya tahu menjadi istri kedua itu sama sekali bukan dosa. Oh ya. Aku lupa buat menuliskan kata “seandainya” yang harusnya ada di awal sekali sebagai pembuka.

Advertisements

2 comments on “The Mistress

  1. .lala
    May 20, 2009

    Aku istri pertama!

    dan aku menyayangi istri kedua suamiku…

    (seandainya….)

  2. batikmania
    June 23, 2009

    jadi istri pertama, kedua, ketiga, keempat pun boleh kok. kenapa banyak orang menghujat? seolah itu perbuatan hina dina.
    bandingkan… menikah karena “terpaksa”, alias M-b-A. kenapa banyak orang seolah menerima, seolah dosa itu sudah terhapus ketika diikat tali pernikahan. mari kita lihat di hadapan Tuhan.
    (seandainya mereka tahu…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 20, 2009 by in hasil keisengan.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: