If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Masa Kecil Lumayan Bahagia

Have you seen my Childhood?
I’m searching for the world that I come from
‘Cause I’ve been looking around
In the lost and found of my heart…
No one understands me
They view it as such strange eccentricities…
‘Cause I keep kidding around
Like a child, but pardon me…

-Michael Jackson : Childhood

Hari ini hari pertama saya masuk dan ikutan “belajar” bareng di kelas 5 di salah satu SD di daerah Dago atas sana. Wih… ngantuk gila gila an di jam jam pertama! Berasa jadi anak murid lagi yang sedang mendengarkan guru menerangkan sambil tengak tengok kanan kiri memperhatikan murid murid satu persatu. Anak SD sekarang ko kecil kecil sekali yah? Apa hanya di SD itu aja ya? Dipikir pikir memang dengan adik ganteng saya yang kelas 3 SD masih gedean badannya si Arbi! Haha turuan gigantic mungkin kami :p

Yang lucu adalah mendapatkan menyaksikan cikal bakal kepribadian yang dikembangkan di masa kritis mereka. Masa anak tengah dan akhir itu kan masa paling penting dalam pembentukan kepribadian dan perkembangan segalagala. Melihat anak yang ga peduli sama sekali dengan keriuhan teman sekelasnya padahal semua sedang ribut saat guru ga ada. Melihat anak di samping saya yang dalam beberapa pelajaran maunya terlihat pintar dan semangat sekali menjawab semua pertanyaan sang guru yang bahkan bukan ditanyakan pada dia, dan dengan curangnya membenarkan jawaban waktu ulangan karena ga mau disalahkan. Hm… yang begini sih saya lebih suka bilang need for power nya yang gede dibanding need for achievement nya.

Overall, hari pertama observasi umum saya berlangsung dengan cukup menyenangkan. Lebih menyenangkan lagi karena saya lihat mereka sadar saya ada tapi tidak cukup sadar mungkin karena saya di pojokan duduk manis memperhatikan dari belakang buat menampilkan perilaku asli mereka ya pada saat belajar, bermain, bahkan iseng pada teman. Besok dan sampai beberapa bulan ke depan masih akan terus berurusan dengan mereka, dan saya harap nantinya juga memang inilah dunianya saya.

Ga bisa dihindari, pada saat memperhatikan mereka asyik dengan dunia kanak kanak yang masuk ke praremajanya, saya jadi mengingat ingat bagaimana rupa saya ketika itu. Kelas 5 SD. Ah… waktu itu saya belum punya kasus curi mencuri, paling ga bukan di sekolah:mrgreen:

Saya sekolah di salah satu SD Kristen yang cukup bagus di Bekasi waktu itu. Di samping terminal  Bekasi, jadi kadang suara guru sahut sahutan dengan suara klakson bis dan koasi dan sebagainya. Saya pindah kesitu kelas 3 SD, setelah orang tua saya rujuk dan saya dipulangkan dari rumah bude bersama nenek saya di Surabaya setelah setahun lebih sekolah di sana. Saya lumayan gampang bergaul waktu SD dulu. Waktu itu saya punya beberapa sahabat perempuan yang hingga sekarang sama sekali ga bisa saya temukan bahkan di facebook skalipun! Ada juga tetangga yang jadi teman pulang dan jadi cinta monyetnya saya waktu itu. Kadang kadang kami pulang kerumah jalan kaki, padahal jaraknya jauh sekali lho! Ada satu lagi seorang kakak angkat yang rumahnya dekat saya dan jadi dekat sejak kami sering pulang bareng. Cicilia Cynthia namanya. Ah, saya jadi ingat belum cari dia di facebook. Nanti deh. Dia baik sekali dan saya beruntung punya dia dalam tahun tahun masa kecil dan praremajanya saya karena saya yang anak pertama merasa diperhatikan oleh dia yang anak bungsu di keluarganya.

Di sekolah prestasi saya cukup bagus. Bukannya mau sombong tapi saya sama sekali ga pernah keluar dari sepuluh besar sepanjang sejarah sekolah. Heran. Kemana ya semua ilmu dan otak yang sporadic itu. Kok sekarang kaya yang ga ada sisanya sama sekali? Yes, otak memang selalu butuh stimulasi rupanya :p Dulu setiap bagi rapot di setiap catur wulan yang dapat ranking 10 besar selalu dapat hadiah dari Dunkin Donat! Itu menyenangkan sekali karena setiap cawu saya pasti kebagian! Saya ingat di catur wulan terakhir kelas lima saya kecewa sekali karena cuma dapat ranking 7 saja dan dapat hadiah yang ga terlalu spektakuler, padahal di cawu dua saya masih ranking 2. Ah ya, problem emosi saya kala itu sudah mulai muncul dan mengacaukan segalagala.

Papa saya dulu masih kerja di Jakarta dan masih hanya bersama keluarga kami saja. Galaknya bukan main kalau mengajarkan anak! Saya pernah dipentung centong nasi gara gara ga bisa bisa matematika! Dan betapa sering saya diomeli jika dulu ga cepat mudeng pada apa yang sedang diajarkannya. Tapi ada bagusnya juga, karena akhirnya saya mau ga mau jadi rajin belajar sekalipun lebih sering dengan perasaan kesal dan saya ga pernah mencontek di sekolah sampai SMA. Mulai SMA mulai bandel dan membodoh haha

Dulu juga waktu kelas 5 ada satu pengalaman gila yang ga bakal saya bisa lupa. Ada seorang anak lelaki yang katanya naksir sama saya sejak awal saya pindah ke sekolah itu. Namanya Christanto. Saya ga ingat nama lengkapnya. Yang saya ingat waktu itu dia seperti campuran antara Doraemon yang bulat dan Nobita berkacamata. Dia sahabatnya tetangga saya yang saya justru sempat taksir dulu! Suatu hari Minggu tiba tiba dia datang kerumah saya bareng si Wiwin bawa sesajen yang kayanya dulu hebat sekali buat anak SD. Es campur plus coklat hahaha perpaduan yang aneh memang. Saya ingat dulu teman teman saya ada yang memaksa saya jadian dengan si Christanto ini karena dia orang kaya, punya showroom mobil hahahah anak itu pasti sekarang jadi cewe matre :p tapi saya dari dulu dan sekarang memang bukan type yang begitu sih. Waktu dia ke rumah juga saya malah ngobrol sama Wiwin dan agak bingung mau ngobrol apa sama anak ini.

Besoknya di sekolah saat mau pulang jam 12 siang, tiba tiba mencegat saya. Ada yang bilang dia mau nembak saya. Pre-teen me ketakutan setengah mati! Ga tau gimana caranya buat menolak orang. Dia mendekati saya bawa bunga! YES! BUNGA! Gila ya tuh anak kelas 5 SD belajar darimana. Saya? Lari sodara sodara! Saya lari ketakutan ga mau ketemu dia, dan makin heboh saat ternyata dia ikut lari mengejar saya! Panik berat waktu itu! Akhirnya kamar mandi perempuan jadi tempat sembunyi saya. Menangis sesenggukan dan ketakutan dicegat sampai hampir sejam saya ga mau keluar, dan baru keluar waktu ada teman perempuan yang bilang keadaan sudah aman. Besok besoknya tiap kami ketemu dia yang gantian kabur dan menghindari saya. Ya ampun… maafkan aku melukai hatimu yah Tanto :p tapi yang lucu adalah lelaki ini ga berhenti berusaha sampai kita SMA, dia masih sempat sekali main ke rumah saya dengan alasan waktu itu ngajak reuni SD. Tapi papa ga suka karena katanya matanya merah khas pemabuk haha ga berhenti disitu! Kuliah dia sempat kasih kabar waktu akhirnya ikutan pindah ke Bandung dan masuk di STSI karena di DO dari UKI. Dasar sinting. Ga sekalipun saya kasih lampu hijau ke dia sampai akhirnya dia berhenti dan menyerah sendiri😀

Waktu kelas 5 SD saya masih belum kenal itu kata cerai dan lain sebagainya. Tapi orangtua yang dari saya masih lebih kecil lagi sudah rajin teriak teriak di rumah rasanya membentuk saya yang mau ga mau modeling pada mereka dan menyelesaikan masalah hingga sekarang dengan teriakan. Tapi sedang mulai belajar untuk tidak kok. Karena sekarang saya bisa tahu apa saja yang terjadi di masa sekolah saya dulu dan membentuk saya sebegini rupa, dan hal apa saja yang saya catat dan ingat ingat buat tidak diulang diterapkan pada anak. Im gonna be a better mom than my own mom. I know that. Dan saya ga sendiri sekarang, si lelaki kecil juga suka ikut catat dan obrolin hal ini itu.

Melihat wajah wajah anak SD ini, yang mungkin dibalik semua kepolosan dan kemurnian yang masih terlihat, ga menutup kemungkinan ada beban beban di dalam sana. Yang membuat entah segi mana dari perkembangannya terganggu. Yang sekarang belum kelihatan. Paling hanya beberapa yang sudah mulai memperlihatkan dengan buruknya prestasi akademik dan jeleknya penyesuaian sosialnya. Itulah kenapa saya ingin ada disana. Saya mau ada buat mereka. Saya mau membuat mereka merasa lebih baik. Mengoptimalkan dan mengarahkan perkembangannya mumpung masih awal. Saya mau bantu itu mereka yang mungkin saja alami hal hal yang orang sekitar mereka ga mengerti dan ga berusaha pahami, padahal mungkin mereka mereka juga yang membentuknya sedemikian rupa. Saya pernah, saya ingat, dan saya mau bantu mereka supaya lebih baik dari saya.

Robbi, moga moga memang ini jalannya hamba yang Engkau mulai tunjukkan pelan pelan. AMIEN…

3 comments on “Masa Kecil Lumayan Bahagia

  1. Ade
    April 15, 2009

    Amiin..
    *duh jadi terharu dengan tulusnya keinginanmu itu non*

  2. .lala
    April 16, 2009

    hiiy… happy for your job.

    dan kjadian dgn si tanto itu hampir sama..

    bedanyah, yg gw adalah cina kasep pemilik baking company belakang sekolah.. sampe sma berkejar-kejaran..

    hihihi…

  3. nenyok
    April 18, 2009

    salam
    Amin ya Non, semoga RABB ya Karim kasih jalan terbaik untukmu .
    *terharu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 15, 2009 by in Feels and Thoughts, PsikoThing, sekolah and tagged , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: