If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

BICARA SOAL KABISA

Ada yang bilang pada saya, atau mungkin saya baca lupa dimana, atau dengar dari angin yang berbisik *melebay*, pokonya katanya seseorang itu tidak perlu jadi sempurna di semua bidang, tidak perlu bisa segalagala, tapi maksimalkan sebuah potensi yang dimiliki dan jadi yang terbaik di situ.

Bicara soal kabisa. Kemampuan seseorang. Bakat alam yang terasah dengan latihan dan pengalaman. Satu hal yang dimiliki seseorang dan bila dipergunakan dengan maksimal sesuai dengan potensi yang dimiliki maka bisa menguntungkan bagi diri sendiri.

Saya ga punya kabisa. Buat menyatakan yang satu ini rasanya saya sudah sempat merenung lumayan lama, beberapa kali, dan hasilnya tetap sama. Ya. Saya ini sama sekali tidak bisa apa apa dengan sempurna di bidang apa saja. Tidak punya satu kemampuan yang bisa dibanggakan, yang bisa diperlihatkan pada mereka yang perlu buat lihat.

Hobi ya banyak. Minat juga. Tapi entah kenapa berhenti disana. Tidak terasah. Tidak maju. Tidak spektakuler. BIASABIASASAJA DAN TIDAKADAISTIMEWAISTIMEWANYA. Saya suka menulis, tapi cuma bisa menulis buat membual dan dangkaldangkal tanpa makna tanpa bisa hasilkan sebuah yang benar benar karya. Saya suka pada dunia broadcastnya saya, tapi cuma berhenti di siaran selama beberapa tahun belakangan dan tidak merambah kemanamana bahkan yang dihasilkan masih sebegitubegitu saja. Saya suka merasa punya kemampuan berkomunikasi yang bagus dan membuat orang mendengarkan saya, tapi pada akhirnya tidak terlalu teraplikasikan dimanamana dan jadi sia sia saja. Apa yang salah dengan saya?

Yang lebih bodoh lagi adalah bahwa saya tidak merasa ada yang salah. Saya merasa cukup jadi biasa biasa saja walaupun kadang mengeluh jadi bagian dari hidup saya. Saya tidak menginginkan sesuatu yang ketinggian ataupun apapun yang bisa membuat saya menonjol kelihatan. Apa ini yang dinamakan tidak punya motivasi dalam kehidupan ya? Selalu dangkal dangkal saja. Dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan buat jadi lebih baik lagi.  Let’s say that I’m clueless, and I live with that.

Saya tahu bahwa tidak ada seorang pun yang lahir ke dunia yang Subhanallah indahnya ini buat tidak jadi apa apa. Mungkin saya sesuatu. Mungkin saya belum berbentuk dulu. Entah. Apa tanpa kabisa saya bisa jadi apa apa?

Saya hanya punya ini yang selama ini saya punya. Tolong diterima apa adanya. Saya tidak bisa menawarkan apa apa yang lebih. Saya memang cuma begini. Saya tidak merasa salah. Tolong jangan membuat saya merasa bersalah. Saya berusaha dalam cara saya. Tolong jangan buat semuanya jadi lebih buruk dari yang sudah ada.

Saya tidak punya kabisa apa apa. Saya cuma berusaha dan suka apa apa yang saya lakukan. Itu saja.

Advertisements

10 comments on “BICARA SOAL KABISA

  1. Meriem Belina
    April 5, 2009

    gw tau apa yang paling jadi kabisa maneh, TEREAK! hauhauahauhauhauhauah dan menghasilkan suara-suara keras alang kepalang

    mwahhahaa sayang sekali ga bisa diduitin ngegerowokan teh :p

  2. naki
    April 6, 2009

    gw juga ampe skarang masi ga tau bentuk gw apa 😦

  3. Ade
    April 7, 2009

    As long as you enjoy what you’re doing, that;s okay * i guess, hehehehehe :mrgreen: *

  4. Tigis
    April 7, 2009

    wah gue jg ngrasa hal yg sama tuh Ta. Angan2x, kesukaan, dan sejenisnya pasti punya. Tp ya itu ga tersalurkan. Apa mgkin “salah” kita (kalo maksain disebut salah) itu krn kita ga bisa nemuin sesuatu or seseorg yg bisa ngebantuin kita mengasah itu yah…

    btw, posting Nakal lo luar biasa dahysaaaaatttttttttt. Pagi2x jadi ngebayang2xin nih gue hahahah….

  5. nenyok
    April 7, 2009

    Salam
    Ah Nona jangan berkata begitu karena itu sama saja dengan menyindirku he..he..
    taukah Nona, kau sangat istimewa tulisanmu, gayamu, bahkan amarahmu adalah hal unique even extraordinary.
    tak percaya Nona? tak apa kau ta percaya hatimu tapi percayalah aku, karena aku salah satu yang tau jika kau tidak biasa dan sangat istimewa.
    Semangat Nona!!!!

  6. natazya
    April 7, 2009

    @naki : masih orang kan jeng??? :p

    @bu ade : iyah sih… tapi kata orang kalo ga menghasilkan apa apa jadi ga guna :p

    @tigis : yes.. mungkin sebabnya demikian… hahaha gw menulisnya dengan jujur dan sepenuh hati ituh :p

    @mbakyu ney : terimakasih sistah!!!!

  7. lala
    April 7, 2009

    ah.. ceuk sayah mah kamu banyak kabisa!!

  8. natazya
    April 7, 2009

    @lala : AMIEN………….. 😀

  9. senny
    April 9, 2009

    ah… gue lbh tertarik untuk comment postingandi atas tp qo ga bisa ya?

    boo… tp lo serius lg pengen nakal? ternyata klo lo lg horny gini yah postingannya? hahaha

  10. philoSHOFIY
    April 9, 2009

    kabisa itu apa sih? :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 5, 2009 by in curcol misah misuh, Feels and Thoughts and tagged .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: