If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Kepada Dinas Perhubungan dan DLLAJR, Kota Bandung pada khususnya

Saya ingin menulis tentang dari dahulu kala, sejak banyak sekali kekecewaan yang terasa sebagai pengguna angkutan umum, terutama di Bandung. Entah kenapa moodnya belum tepat. Agak bingung apakah harus menyampaikannya dengan amarah, atau menampakkan luka, atau seperti apa. Baiklah, dicoba saja dulu buat ditulis ya.

Hey Anda siapapun yang bertanggung jawab pada ketertiban lalu lintas di kota Bandung. Pernah buka mata tidak betapa macetnya Paris van Java tercinta ini? Sudah biasa? Ah ya jangan juga dong. Masa kondisi patologis dijadikan patokan supaya masyarakatnya juga ikut patologis? Rasanya kalau bisa diperbaiki akan lebih bagus lagi.

Sadar tidak kalau sebagian besar masalah kemacetan ini di sebabkan oleh angkot yang rasanya jadi raja jalanan menyaingi yang katanya gang motor di kota Bandung ini? Angkot yang berjalan pelan pelan seperti siput, berhenti di tiap mulut gang yang kadang ada sosok berjalan disana atau justru baru menunggu datangnya keajaiban dan ada yang berjalan keluar gang dan menaiki angkotnya. Angkot yang berhenti dimana saja seenaknya saja, ambil kiri dengan menukik dari kanan, menyerobot buru buru seakan si sopirnya mau buang hajat dengan segera, tapi dilakukannya sepanjang masa.

Atau mungkin hati saya. Ah ya biarlah. Ini kan curhat pribadi.

Ga berhenti sampai disitu. Dengan makin banyaknya jumlah angkot yang beroprasi, persaingan di kalangan para sopir makin ketat. Yang akhirnya menyebabkan perebutan orang yang mereka sebut sebagai muatan. Kalau dengan kebut kebutan memang bahaya, tapi rasanya yang lebih menyedihkan adalah lamanya berhenti di spot spot tertentu yang tentunya ga bisa sama sekali dibandingkan dengan spot nikmat yang ada di dalam. Berhenti lama ga kira kira dan itu ga cuma sekali dalam jarak yang satu kilometer saja ga ada. Mengesalkan. Menghadirkan caci maki dalam diri, dan jujur saja kalau sedang puasa bikin khawatir pahalanya hilang. Kurang sabar? Eh kata siapa. Sabar itu pada hal yang bisa dipahami. Berhenti di perempatan dalam 15 menit ga maju maju rasanya bukan butuh kesabaran, tapi butuh gamparan!

Belum lagi soal ongkos yang kadang rasanya dia buat seenaknya udelnya sendiri. BBM sudah turun dan seharusnya memang ongkos juga sudah turun sekalipun hanya beberapa ratus, hey! saya naik angkot tiap hari dan beberapa kali naik turun. Yang beberapa ratus itu dalam sebulan bisa jadi ratus ribu asal tahu saja! Yang kalau dia kurang kembalian bisa dengan santai melaju pergi, nah kalau saya yang kurang dia memakimaki dengan kurang ajar menyebabkan sumpah serapah saya dalam hati. Pernah seorang sopir Margahayu-Ledeng turun dari angkot dan memaki saya “Kalau ga punya uang ngaku aja!” dan sekali melempar uang yang saya bayar padanya padahal saya bayar tepat 2500 sebagaimana seharusnya dan dia minta 3000 tidak saya kasih! Bukan… bukan soal pelit! Tapi mendidik! Kata siapa yang salah musti selalu dibenarkan?

Hey siapapun yang bertanggung jawab pada transportasi massa…

Harusnya kalian yang punya wewenang! Harusnya kalian yang bikin peraturan! Bukannya disetir oleh orang orang yang pastinya tidak lebih mengerti soal transportasi massa daripada kalian! Bukannya mengalah hanya karena takut di demo! Kalau memang benar kenapa harus kalah? Atau memang kalian tidak punya amunisi dan rencana apa apa buat memperbaiki keadaan dan memegang kendali jalanan? Lalu buat apa kalian dibayar? Buat apa kalian punya jabatan? Buat gaya? Buat kaya? Mati aja…

Buatlah sebuah solusi yang kalaupun kontroversi tapi buat sesuatu yang nantinya jadi lebih baik lagi. Jangan lembek. Jangan disetiri. Jangan ga mau rugi! Atur tarif angkutan umum. Buat peraturan tentang perjalanan angkutan umum. Perdayagunakan halte. Saya yakin banyak orang yang akhirnya akan menerima sekalipun harus berjalan kaki sedikit ke tempat naik angkot daripada nantinya menunggu berkalikali.

NAIK ANGKOT SANA BIAR TAU GIMANA BRENGSEKNYA JADI PENUMPANG YANG SAYANG SEKALI GA BISA APA APA!!! TOLONG BUAT DIRI KALIAN YANG PUNYA TANGGUNG JAWAB JADI BERGUNA SEDIKIT BUAT KAMI!!!

 

 


11 comments on “Kepada Dinas Perhubungan dan DLLAJR, Kota Bandung pada khususnya

  1. plainami
    April 2, 2009

    hauhauhaua
    emang ngetem-nya angkot di bandung itu legendaris ya bo!
    melatih kesabaran. hhhhh

    emaaaaaaaaangg!!!!!!!!!! this is Bandung’s shit!!!! :p

  2. .lala
    April 2, 2009

    heuheu… bener pisan..setuju ah.. *mencari gambar nata di kertas pemilu*

    wahahahha kalo ada caleg yang mao ngurusin angkot gw ga golput deh!!!sayang ga ada yang cukup peduli… huh :p

  3. wisnuds
    April 2, 2009

    Si eneng meni galakkk….tapi dukung d….

    bukan galak… ksel :p

  4. Neng Rara
    April 2, 2009

    ass.
    sabar neng..
    ngetem emang bikin jengkel apalagi kita terburu waktu
    eit..untung saya dh pake motor..
    tapi kena macet juga uuyy..
    lampu merahnya lamaa banget..
    sabar juga akhirnya
    wassalam

    wassalamualaikum…
    beda mba… beda deh pake angkot di bandung mah.. cobain geura! :p

  5. warm
    April 4, 2009

    iye tuh, *mendukung non nata*
    mereka enak ngomong soalnya gak pernah ngerasain
    hidup angkoter..
    smoga cepet lengser aja kalo gak peduli
    Huh juga !

    sip!!!😀

  6. naki
    April 6, 2009

    kalo bus2 disini jarang sih ngetem lama2 , soalnya pasti ditriakin orang skampung .

    cuma yang gw sebel itu masalah ongkos . bener tuh kata lo , suka seenak jidatnya netapi ongkos . kemaren uda turun jadi 2000 lagi karna bbm turun , ehh trus tiba2 naek lagi jadi 2300 , katanya buat uang tol . uang tol my ass lahhhh … kalo 2300 gitu mahh orang2 pada buletin lah bayar jadi 2500 , tapi suatu kai ada yang nekad bayar 2300 , tau ga nat , itu uang 300-nya langsung dibuang ma keneknya lewat jendela . ighhh eneg banget gw liatnya , blagu !!!

  7. danny
    April 10, 2009

    dishub bandung, tolong dong diperhatiin keluhan masyarakat…
    kasih jawaban ke kita2 kendalanya apa untuk pembinaan angkutan umum.

  8. hen
    April 22, 2009

    emang bener bother n sister semua,,,,,,kota bandung teh pinuh ku angkot nu seenaknya……n juga ga didukung aparatur n sistem transportasi yang baik jdnya acak2an….saran urg kudunya dinas perhubungan kota bandung membuat kegiatan pelatihan n pertemuan dng seluruh komponen yang di belakangnya mengatasnamakan pengurus angkot2………..

  9. goz
    June 3, 2009

    fucking the govermant ,,,,

  10. biju
    December 8, 2009

    sugan teh sayah hngkul nu ngarasakeun ktu…
    tp tnyata BANYAK….
    jgnkan bwt pnumpang, saya yg sehari-ri pk motor jg ngarsa k ganggu m supir angkot yg se enak udel’y bhnti tnpa pringatan lmpu mreka….
    malah kbnyakan kcelakaan trjadi krna ulah c supir angkot yg mnjalankan kndaraan’y s’enak’y…

    SOK ah d DUKUNG 1000% ku sayah…
    bwt DISHUB harap d perhatikan kluhan2 kami ini…
    jgn cm iya-iya aja, tp b’tndak….!!
    sorry 2 say but this is realita…

  11. dicky
    July 20, 2014

    Setuju sekali Bu soal angkot kurang ajar ini.Saya amati bahwa 90% jalanan macet karena angkot : yang nge tem seenaknya,berhenti tiba tiba,berhenti di tengah jalan ( jadi kendaraan di belakang tidak bisa bergerak maju ).
    Sering kali saya kena macet dan berhenti cukup lama tidak bergerak,karena saya pake motor maka mau gak mau yah pake system seserebetan sampe akhirnya bisa maju…tau tau nya di ujung depan sana ada angkot berhenti seenaknya ( tunggu penumpang )…..kata kata kasar pun sering keluar jadinya….
    Banyak juga tempat tempat (terminal cicaheum misalnya) yang dipake angkot ngetem,padahal disitu ada sekitar 5-7 polisi yang nggak ngapa ngapain (polisi gak berfungsi).
    Punya niatan bikin club “berantas angkot kurang ajar”…dgn cara lbh keras dan mungkin kasar yang saya pikir itu lebih baik drpd bapak bapak pejabat Organda,DLLAJR,Polisi yang sama sekali gak ada action buat bikin tertib angkot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 2, 2009 by in curcol misah misuh, Kenajisan and tagged , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: