If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Mumbling …

Ada banyak sekali hal hal yang mau saya tulis dan belum bisa tertuang dengan baik semuanya… Banyak hal yang berputar putar di kepala dan membuat saya tidak bisa tidur atau lebih tepatnya menolak buat tidur malam hari ini.

Mengetahui hari esok saya akan sedikit santai karena saya tiba tiba memutuskan tidak akan kemanamana besok dan sedang kehilangan semangat melakukan apa apa, saya mau tidur pagi… Mau tidur pagi supaya kalau bisa besok saya sama sekali ga perlu lihat matahari! Mati suri? Ah… pilihan yang bagus…

Saya sedang merasakan sebuah kemarahan. Kemarahan yang ditujukan pada diri sendiri. Eh biar yah kali ini lagi dan lagi saya berkeluh kesah tentang diri sendiri. Ini blog gunanya buat apa kalau bukan buat curhat…

Kembali pada si marah. Saya sedang marah pada saya yang malam ini sedang kesal pada si pacar cuma karna hal yang sangat sepele. Lupa mengabari sampai malam. Begitu saja. Bukan… Saya bukan marah pada si pacarnya, sekali lagi. Saya lagi marah pada diri sendiri. Bukan juga karna saya terlalu gampang marah jadi kesal sendiri. Saya marah karna pola yang berulang ini belum juga bisa berhenti.

Sejak saya kecil dulu jasmani dan rohani saya bermasalah dengan yang namanya emosi. Saya bisa mengamuk amuk menendang nendang di tengah jalan cuma karna ga boleh mengaji karna pakai baju yang katanya seksi waktu SD. Saya pernah mengejar anak tetangga sambil mengacungkan pisau di depan mamanya cuma karna dia bikin adik saya nangis. Saya pernah dan sumpah sering banting banting barang karna kesal yang sepele. Saya pernah menghancurkan isi lemari saya dan berteriak kesetanan di dalam kamar mandi cuma karna dikerjain waktu ulang tahun di pesantren dulu. Sampai sekarang saya sering berteriak di tengah jalan atau di manapun
apabila ada sesuatu yang mengganjal. Saya pernah menendang meja guru saat guru saya sedang duduk di situ cuma karna dia menegur saya yang tidak memperhatikan dia saat keputrian. Saya pernah merobek kertas ulangan di depan muka guru kimia cuma karna dia memberi saya nilai 50 yang harusnya 100 hanya karna saya menulis nama saya Tasya dan bukan nama lengkap saya. Saya pernah… Well… saya pernah melakukan banyak kegilaan.

Emosian? Ya. Sangat. Saya takut suatu hari nanti saya akan membunuh orang cuma karna dia menyenggol lengan saya dan menyebabkan apapun yang sedang saya pegang jatuh ke tanah.

Puncak ketidakstabilan saya adalah waktu SMA dan awal masuk kuliah. Beberapa semester awal merupakan puncak kegilaan saya. Saya pernah merobek buku statistik keluar dari UAS cuma karna ada soal yang ga bisa saya jawab. Banyak. Banting banting barang. Banting banting diri. Menggunduli kepala. Melukai diri…

Saya agak sedih karena ga jarang karna hal ini saya jadi ditakuti oleh teman teman saya. Bukan ditakuti dalam arti dihormati. Ditakuti karena agak sinting. Ga heran saya cuma punya sedikit sekali teman. Dan ada beberapa teman saya yang sangat saya hargai dan cintai karena mereka bertahan di sisi saya hingga saat ini, menghadapi semua gilanya saya.

Ini juga salah satu alasan kenapa saya ambil kuliah di Psikologi. Saya ingin mengenali diri sendiri, dan berdamai dengannya. Saya ingin “mengobati” apa apa yang salah.

Beberapa hal saya masih mampu. Saya bisa. Karna saya tahu saya yang begitu ga bisa diterima dunia. Tapi pada beberapa hal saya masih sama. Dan sayangnya saat ini yang kena getahnya selalu orang yang paling dekat dengan saya. Sayangnya saat ini yang demikian adalah pacar saya.

Pacar saya yang kecil itu kadang memang benar teraniaya. Sedikit saja kekesalan saya, entah kenapa saya suka membalasnya dengan sangat gila. Saya ingin dia terluka. Saya ingin dia lebih kesal lagi daripada saya. Padahal kadang salahnya dia cuma sedikit, atau bahkan ga ada. Tapi saya yang ga bisa memuntahkan semua masalah kemana mana larinya kepadanya.

5 mantan pasangan saya sebelumnya semuanya kabur dari saya karena katanya lama lama mereka capek menghadapi saya. Ga kuat. Yang bodohnya, pola yang berulang adalah dikala ada seorang yang nampaknya mampu dan bisa mengerti, saya selalu punya pertanyaan “memang sampai titik mana dia mampu?”, atau bahkan lebih parah lagi saya yang tidak puas dengan lagi dan lagi seperti menguji, ingin membuktikan bahwa saya memang sebrengsek itu dan mencari cari masalah sampai orang itu capek sendiri lalu pergi.

Dan kemudian tinggal saya menangis nangis sendiri. Menyesal. Dapat kesempatan baru. Mengulang lagi. Gila. Bahkan keledai jauh lebih pintar dari saya buat yang ini.

Saya benci diri saya yang seperti ini. Ada yang bilang saya punya masalah dengan lawan jenis. Ada yang bilang masalah saya adalah kemarahan saya pada hal hal yang ga bisa saya kontrol. Saya tidak punya keikhlasan dan kelapangan dada. Saya belajar memperbaiki diri. SUMPAH MATI SAYA BERUSAHA. Tapi lagi dan lagi saya jatuh ke lubang yang sama. Lalu saya harus bagaimana?

Tolol menyadari betapa mudahnya memberi saran dan komentar dan nasihat pada orang lain dikala buat masalah sendiri saya ga pernah bisa atasi. Sama seperti bude saya yang seorang psikolog perkawinan yang terkenal di Indonesia yang perkawinannya sendiri kacau balau. Saya ga mau demikian. Saya mau jadi lebih baik. Saya mau jadi diri yang bisa diterima oleh diri sendiri.

Hingga gini masih gagal juga dan masih berusaha.

Tapi saya takut. Saya takut pada akhirnya tidak ada seseorang yang mau menerima dan menemani saya buat berproses. Saya takut. Saya sedih. Dan saya marah saat saya sedih… Ah… bodohnya…

Masih malam… saya masih belum mau tidur….

18 comments on “Mumbling …

  1. KiMi
    March 17, 2009

    Mba Nata… *hug*

    Sabar ya.. Be strong.. Orang-orang terkasihmu pasti punya keyakinan terhadap Mba Nata. Aku yakin kalau Mba Nata pasti mampu. Mampu mengalahkan emosi negatif itu.

    We fight in this together, okay?

  2. Ayah
    March 17, 2009

    Cup…cup..cup…jangan bersedih dan jangan lelehkan air matamu….sini ..nanti ayah ceritakan cerita yg membuat kamu gembira….
    Salam hangat selalu dari Ayah…

  3. zee
    March 17, 2009

    Hmmm… sudah coba ke psikolog or psikiater? Even kita punya ilmu teori psikolog, pada dasarnya kita tetep butuh org lain yg bisa mendengarkan & memberi bantuan. Siapa tahu ada sedikit perubahan…
    DUlu temenku juga ada yg emosian, but dia dipendem… dan bila keluar malah jd kayak gila. Dia sendiri yg minta dicarikan info praktek psikiater.. ga tau deh skrg gimana dia dgn emosinya.
    Mudah2an nanti Nat bs jd lebih cool yaa…🙂

  4. plainami
    March 17, 2009

    i feel you, darleng :] i really do.

    udah baca e-mail yang gw kirim ke lo beberapa hari lalu kan ya?? gw juga ngutip. tapi bagus.. i sent it to you and popi.

    ——————————

    FRIDAYS WITH COELHO Ed:06 Part 2

    Di kereta api aku bertemu seseorang dari Maroko. Dia menceritakan kisah yang aneh, tentang cara pandang sebuah suku padang pasir mengenai dosa asal.

    Ketika Hawa sedang berjalan-jalan di Taman Firdaus, ular datang menghampirinya.

    “Makanlah apel ini,” kata si ular.
    Karena sudah diperingati oleh Tuhan, Hawa menolak.
    “Makanlah,” si ular mendesaknya, “kau harus membuat dirimu lebih cantik untuk suamimu.”
    “Aku tidak perlu membuat diriku lebih cantik,” sahut Hawa. “Sebab dia tidak punya perempuan lain selain aku.”
    Si ular tertawa.
    “Dia punya.”

    Karena Hawa tidak percaya, ular membawanya ke puncak bukit. Di sana ada sebuah sumur.

    “Perempuan itu ada di dalam gua ini. Adam menyembunyikannya di situ.”
    Hawa mencondongkan badan dan melihat seorang wanita cantik di pantulan air sumur. Dia pun langsung memakan apel yang ditawarkan ular itu padanya.

    Menurut suku Maroko ini, mereka yang mengenali pantulan dirinya di air sumur dan tidak merasa takut lagi, akan kembali ke Surga.

    – Paulo Coelho –

  5. lala
    March 17, 2009

    can i be your companion?..

    hmm.. your one of a kind.. somehow i’m glad to know you..
    brarti yg awkward tuh mestinyah kamu yah… hahahaha

  6. lala
    March 17, 2009

    *hug Nata* [comment for previous posting]

  7. theodora
    March 17, 2009

    hua…dah lama aku tak mampir kerumah blog mu ini mbak….apa kabar foto ya mesraamat ya he…he..

  8. angel
    March 17, 2009

    ha…ha…aku ketinggalan nih….postingan mbak dah banyak kali dan dah lama juga ndak ku baca…he…he…jadi lepas deh kangen ku

  9. cinker
    March 17, 2009

    temanya segar ya…jadi mudah di lihat meski lampunya di kurangin terangnya,he…he..

  10. nie
    March 17, 2009

    huggg >::D<
    kalo lagi uda mau timbul emosinya..tarik napas, tahannn, trus hembuskan🙂

  11. Edi Psw
    March 17, 2009

    Sayapun juga pernah marah. Sayapun juga pernah menyakiti diri jika lagi sedih. Tapi itu dulu.

  12. Meriem Belina
    March 17, 2009

    gw masih kebayang sama gempa dari dalam ruang take vocal hauhauahuaahu

  13. dania
    March 17, 2009

    Semoga Mbak segera menemukan solusi dari kegalauan ini ya, Mbak. Yang penting yakin dan positif thinking dulu bahwa semua akan berlalu. Kekuatan pikiran terkadang dapat mengalahkan segalanya.

  14. naki
    March 18, 2009

    duhh jeng .. koq sama sihh kita … gw kemaren malem juga ga bisa tidur , nangis2 mulu kaya orang gIla sambil nyalahin diri sendiri * sigh *

    tapi dikauw masi bisa curhat di blog ya , kalo gw koq ga brani curhat di blog , takut ada orang dikenal yang baca , tamat d riwayatku , bisa disidang ma keluarga😦

    heyy thats good idea ..
    mati suri bareng yukk

    hahaha koq gw malah ngajakin ga bener😀

  15. thez al fajr
    March 18, 2009

    Kayanya untuk masalah emosi, kita ga beda jauh. Saya sendiri pun emosian. Saya sendiri pun sedang belajar untuk mengatasi hal ini. Saran yang bagus yang saya dapat dari teman sih, setiap kira2 kita emosi, lebih baik ambil air wudhu, jika memang kondisi kita memungkinkan. Jika tidak baca saja istighfar.
    Good Luck

  16. achoey
    March 18, 2009

    kalau dekat, meski dah pekat
    aku kirimkan sahabat perempuanku untuk keceriaanmu🙂

  17. Taruma
    March 18, 2009

    gobbledigook sajahh…..

  18. natazya
    March 18, 2009

    @all : *hugs*

    tengkyu hehehheu

    moga2 memang masalah emosi ini bisa segera teratasi hiks😥

    hang in there ya yang punya masalah sama😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 17, 2009 by in curcol misah misuh, Feels and Thoughts, Kenajisan, sads, yayiyayiyayi and tagged , , , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: