If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Andai dia tahu…

Andai dia tau betapa kali dia membuat saya dan mungkin mereka yang sama datangnya dari rahimnya seperti saya marah dan kecewa padanya. Andai dia tau bahwa yang namanya orang tua itu beda artinya dengan Tuhan. Andai dia tau bahwa dia juga bisa durhaka. Andai dia tau bahwa dia yang menyuruh orang lain bercermin nampak seperti sosok yang sudah lama tidak berkaca dan bermuka dua. Andai dia tahu bahwa seharusnya dia lebih baik pada kami dan bukan mereka. Andai dia tahu maka mungkin dia tidak terlalu begini.


Andai dia tahu bahwa saya kuliah di Psikologi memang karena keinginan sendiri. Andai dia tahu bahwa itu karna guru BP goblok dulu yang tidak bisa berkomunikasi dengan murid yang sedang sakit hati dan membuat ulah di sekolah. Andai dia tahu itu karena gejolak masa remaja yang tidak terpecahkan dan penuh dengan amarah dan dendam yang hingga kini masih bersisa. Andai dia tahu bahwa itu karena ingin punya keluarga yang jauh lebih baik dari yang dipunya, supaya tidak perlu tiap hari berteriak teriak, supaya tidak perlu tidak bahagia berumah tangga, supaya bisa berkomunikasi dengan suami, supaya bisa jadi ibu yang baik dan tidak membuat anak sedikitpun merasa yang namanya benci pada orangtua. Andai dia tahu bahwa memang tujuan belajar ilmu jiwa lebih kepada ingin membentuk sebuah keluarga, dan bukan buat satu satunya cara mencari kerja, dan bahwa saya masih lebih cinta pada dunia yang sedang saya coba buat bisa bertahan disana saat ini. Andaikan dia tahu saya punya ide sendiri tentang masa depan yang cerah. Andai dia tahu bahwa saya butuh seseorang yang bisa mengerti, bukan bisa dipamerkan. Andai dia tahu bahwa saya tidak sebegitunya ingin jadi orang kaya, saya cuma mau bahagia. Dan andai dia tahu, bahagianya saya tidak sama dengan bahagianya dia.


Mungkin dia akan bisa menghargai pilihan saya


Andai dia tahu…

Advertisements

8 comments on “Andai dia tahu…

  1. Huang
    March 16, 2009

    Uhm, seorang ibu mank begitu mbak. Kadang saya juga suka beda pendapat dengan beliau.. ya.. andai dia tahu kalau kita juga punya kehidupan pribadi.

  2. KiMi
    March 16, 2009

    Shit happens.

  3. harikuhariini
    March 16, 2009

    wahhh…..
    mendingan jangan ada dusta diantara “kita” deh mba…

    sabar mba…..
    manusia itu kompleks…
    tapi punya satu kesamaan, ingin dikasihi, ya gak sich?

  4. shalimow.com
    March 16, 2009

    salam kenal ya mbak
    postingnya yahuuuud bener
    aku numpang baca ampe kelar
    sukses sllu
    thanks

  5. Dy
    March 16, 2009

    maaf mbak.sepertinya ada kesalahan penulisan di kalimat yg terakhir yah..”sayanya 2x” ๐Ÿ˜€

    hhmmm..ya..ya…saya jg bisa merasakan yg mbak rasakan, ketika konsep bahagianya saya dengan Ibu saya juga berbeda. walau dalam hati berontak, saya diamkan saja. dan saya insyaallah akan tetep maju dengan pilihan/jalan saya sendiri. insyaAllah akan saya buktikan,kalau jalan yang saya pilih adalah benar. dan bagi saya ini yang dinamakan “bahagia”. sebeda apapun kita dengan orangtua kita, tetap kita disuruh untuk berkata-kata dengan baik kan mbak? ๐Ÿ™‚

  6. WANDI rozaq
    March 16, 2009

    Andai mbak Natazya tahu aku ๐Ÿ˜€ Murid yang sakit hati dan membuat ulah di sekolah itu siapa namanya mbah ๐Ÿ˜€

  7. okta
    March 16, 2009

    hihihi, diberi pengertian aja ๐Ÿ˜€

  8. natazya
    March 17, 2009

    makasih buat yang udah komen… maaf ya yang ini komennya mau ditutup… lupa tadi ๐Ÿ™‚

Comments are closed.

Information

This entry was posted on March 16, 2009 by in curcol misah misuh, Feels and Thoughts, mummeeys and tagged .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: