If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Untukmu… Karenamu…

Malam sudah kian bergulir dan hari ini sudah akan berlalu lagi. Berlalu, seperti waktu yang sudah terjalani olehku dan olehmu. Perjalanan panjang yang penuh liku, dan sungguh kadang sakit terantuk yang berbatu… tapi kita sama sama tau, bahwa di ujung jalannya ada satu yang dituju.

Aku mengenalmu tidak cukup lama. Baru satu tahun lebih lebih sedikit. Satu tahun sebagai seseorang yang kau panggil pasanganmu. Baru sebentar, tapi terasa sudah sekian lama. Apakah aku mengenalmu di kehidupanku terdahulu? Aku kurang tau… tidak bisa ingat mungkin. Tapi bahkan kadang hal hal yang teralami bagai Dejavu! Jadi pasti bukan baru sesebentar itu aku tau dirimu.

Kau itu bagai sebuah lampu. Lampu yang menerangi jalan di hadapanku yang tadinya entah kenapa bagaikan tertutup kelabu, entah debu, dan membuatku harus puas hanya tergugu. Tapi sekarang jalannya sudah terang. Bukan berarti kau pintu kemana sajaku yang bisa singkatkan perjalanan jadi tidak perlu penuh liku. Kau bantu buat pandu arahku. Itu cukup bagiku.

Tapi tidak hanya itu. Kau bagaikan kutub negatifku. Milikku. Karena aku kutub negatifmu. Dua kutub negatif yangbersatu akan jadi positif lagi. Itulah aku dan kamu. Dengan nista dan cela masing masing yang bersatu, kita bisa tampilkan cuma yang terbaik dari masing masing satu. Ketenanganmu hadapi emosiku. Usahaku redakan amarahmu. Betapa kubangga bahwa kita tidak pernah berhenti berusaha! Tidak menyala ketika yang lain berapi api. Kau bisa jadi air yang redamkan apiku, dan kadang jadi api yang aku redamkanmu. Selalu begitu. Pengulangan yang menyebalkan? Ah… tidak juga…

Kau tak termengerti. Demikian aku. Bagaikan temukan satu hitam diantara ribuan putih, buat temani diri yang juga tidak putih. Biar tidak berbeda sendiri. Dan sekalipun beda maka tidak apa apa, aku tau aku akan aman bersamamu yang juga beda. Orang lain boleh tidak mengerti dan tidak akan pernah pahami, tapi seperti katamu, memang mereka bisa apa? Kita tetap pada jalannya, jalan yang kau katakan kini lurus dihadapan.

Perjalanan ini baru dimulai, namun kadang terasa sudah sedemikian jauh. Sudah cukup dalam, namun kadang masih terlihat lagi yang di permukaan. Bagaikan cahaya, cukup kenal buat terus berbinar.

Dan kala bicara soal harapan, soal masa depan, ada goretan kecewa yang menjegal. Maaf, yang itu aku tak kuasa tahan. Harusnya sudah sampai di tujuan, tapi ternyata masih di titian. Aku lupa kau juga masih disini, jadi baru sampai dimanapun tidak apa, karena aku tidak sendiri. Bukan ini yang patut dicermati, tapi si proses yang harus dihargai.

Pendewasaan yang memukau.

Di sini kata sesal tidak punya tempat. Ragu sudah mampat. Takut lama lama harus binasa. Dan harap jadi juara. Percaya rajai jiwa.

Tetap, takkan kujanjikan apa apa selain tetap akan berjalan disisimu bergandengan tangan sebagaimana biasa. Jangan lelah dan marah padaku yang kadang mudah menyerah, tapi buatlah biar tidak mau kalah.

Hay sayang,

benar ini cinta yang kupunya.

yayi

Advertisements

16 comments on “Untukmu… Karenamu…

  1. Ade
    March 14, 2009

    Happy anniversary non!

    Ditunggu undangannya yaa.. *kedip2*

  2. ichanx
    March 14, 2009

    kapan? kapan undangannya???? πŸ˜€

  3. ubadbmarko
    March 14, 2009

    Jangan pernah merasa ngilu tuk bersatu, kodrat harus di jalani beskipun jalan berliku, kuatkan niat sekeras batu, kebahagiaan pasti datang seiring waktu.

  4. 'zEm
    March 14, 2009

    Wiiiii….
    Selamat..selamat

  5. Meriem Belina
    March 14, 2009

    ya olooooo, ultah jadian euy! selamat ya sayaaang. Semoga makin lama makin siiip

  6. kiraitomy
    March 14, 2009

    emmmmmmmmm,,
    cinta lagi cinta lagi…..

  7. yakhanu
    March 14, 2009

    mesra euy… :mrgreen:

  8. soulharmony
    March 15, 2009

    eeehhhhhhhhhhhhhhmmmmmmmmmmmmmmmmmm

  9. Deddy Huang
    March 15, 2009

    Ada kejadian lucu gak sewaktu berpacaran?

  10. warm
    March 15, 2009

    doh yang pal in lop,
    ya sudahlah, silakan bekukan waktu untuk kalian berdua πŸ™‚

  11. natazya
    March 15, 2009

    @bu ade : jauh ah dirimu ah diundang juga pasti ga dateng :p

    @ichanx : nah kalo loe mah ga diundang hahahaha

    @ubadmarko : siapppp πŸ˜‰

    @’zem : tengkyu πŸ˜€

    @meriem? : iyah bu tengkyu… Amin amin… pokonya mah pengen nyusul loe dan berhenti kabita ajah heheheu

    @kirai, yakh, soul : ehem deh :p

    @deddy : banyak πŸ˜€ tuh di salah satu link ada ceritanya heheheu

    @om om : sayangnya ga bisa begitu juga.. coba bisa :p

  12. Tigis
    March 15, 2009

    wah rimanya banyak kena kyknya nih Nat. Gimana kalo disodorin aja ke produser buat jadi lirik lagu πŸ™‚ Sekalian jadi kado kenang2xan berdua heheh πŸ™‚

  13. latree
    March 16, 2009

    uuhu….. syahdunya…
    so sweet…

  14. nenyok
    March 16, 2009

    Salam
    Ah Nona aku terharu..hiks..yang jelas pertahankan cintamu πŸ˜‰

  15. naki
    March 18, 2009

    wihhh mesranya πŸ˜€
    undangan-nya ditunggu yaaa nat πŸ™‚

  16. gwgw
    April 6, 2009

    fall in love ….uhm….nice…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 13, 2009 by in cicintaan, yayiyayiyayi and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: