If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Then I Saw a Rainbow

Ah.. Coba coba menulis di laptop punya mama ternyata agak ribet! Ya ya saya tau, yang namanya laptop pasti gitu gitu aja… tapi knapa jadi agak ribet ya? Mungkin karena laptop mama saya kekerenan padahal dia ga butuh laptop sekeren ini dan akhirnya cuma jadi tempat adik saya main The Ages of Empire :p agak mirip sama pejabat emang mama saya ini kadang kadang… banyak maunya :p

Btw ini lagunya Iron and Wine OSTnya Twilight enak buanget sih!!! Setelah saya beres sidang Jumat minggu lalu, saya agak terburu buru dan ingin cepat cepat menyelesaikan semua embel embel yang ada hubungannya dengan kampus. Entah kenapa, mungkin setelah lima setengah tahun akhirnya saya merasa mual! Dan betapa leganya setelah semuanya bisa dibuang begitu saja😀 Buru burulah saya mengerjakan itu yang namanya revisi, kejar tantatangan pembimbing dan dekan, beres! Skarang tinggal diformat PDF lalu diburn ke CD dan bereslah!

Stelah itu apa? Saya tinggal menunggu wisuda di akhir Agustus nanti dan berharap pada saat itu saya sudah kurus, so I wud look stunning on my kebaya :p Sudah? Begitu saja? Akan mengisi hari dengan diet sajakah? Itu saja gagal!

Saya harus melanjutkan hidup. Karena berarti dengan terbuangnya embel embel ya siswa ya mahasiswa yang saya sandang sekarang berarti sudah waktunya saya memasuki dunia nyata! Hmm…ga menarik yah kedengarannya :p dunia nyata itu yang seperti apa sih?

Katanya dimulainya dengan memiliki sebuah pekerjaan. Well… itu yang sedang saya usahakan saat ini. Karena saya tahu sekali tiga jam di tempat itu sudah tidak semenyenangkan dulu sama sekali, dan tidak bisa dijadikan pegangan, jadi saya musti mencari sesuatu yang lain. Ya… saya tahu! Tapi ga ada salahnya kan kalau saya tidak mau terburu buru?

Bukan Ma… aku ini bukannya anak malas yang ga memikirkan hidupnya sendiri dan terlalu santai. Saya tidak merasa demikian. Saya hanya ingin…ehm…apa yah sebutannya… I just want to take my time and not rushing into anything that I would be regret later… this is my life we’re talking about! Jadi saya ga mau terburu buru. Saya ga mau langsung ke Jakarta dan ikut di EO punya tante Evita yang sangat Mama banggakan dan untuk kesekian kalinya adalah salah seorang yang mama ingin saya jadi dia. Saya ga mau demikian. Bukan berarti saya mau membuang waktu, tapi saya tidak mau menjalani kalau tidak sangat terpaksa apa yang saya rasa bukan sesuatu yang akan membuat hati saya senang tiap kali menjalaninya, apalagi menjadikannya bagian dari hidup saya. Silakan saja katakan bahwa saya tidak ingin meninggalkan zona nyaman saya di Bandung sini, tapi memang Jakarta sama sekali bukan pilihan buat saya. Tenanglah. Saya sedang mencari. Jangan salah. Saya bukannya tidak sedang melakukan apa apa.

Seperti siaran, saya sangat mencintainya. Sekalipun bayarannya tidak begitu besar. Tapi saya bisa menjadi diri saya yang saya suka tiap kali berhadapan dengan microphone. Saya bisa begitu excited bertemu dengan orang orang baru yang beberapa kali meninggalkan kesan buat saya. Saya bisa bertahan dan siaran sekalipun sekarang saat orang sialan itu membuat semuanya jadi tidak nyaman, saat di studio dia tidak bisa mengusik saya!

Itu yang saya sebut melakukan sesuatu dengan hati. Dengan rasa cinta pada apa yang saya lakukan. Saya tahu mungkin ibu saya berharap banyak pada saya. Saya anak pertama, saya yang paling dibanggakannya dari dulu skalipun sampai kini saya sendiri tidak bisa paham kenapa, saya yang dianggapnya bisa meneruskan mimpinya dan menjadi apa apa yang dia tidak jadi. Tapi saya kan punya hidup saya sendiri?

Saya bukannya idealis atau apapun, I’ve never been one, tapi saya harus merasa suka buat segala sesuatunya berjalan. Mama bilang kuliah di Psikologi kesalahan? Kata siapa? Itu adalah satu hal terbaik yang terjadi dalam hidup saya. Mengenal diri sendiri yang hingga sekarang masih terus saya pelajari, rawat jalannya saya. Bukan kesalahan sama sekali. Saya tau itu karena saya mencintai dunia itu…

Bukan karena apa apa dan siapa siapa saat ini saya masih menjalani waktu saya dan mungkin terlihat tidak melakukan apa apa. Tolong jangan paksa saya tidak menjadi diri saya sendiri. Jangan katakan saya tidak punya ambisi. Saya punya goals saya sendiri, yang mungkin akan terdengar dangkal buat orang lain, tapi tidak sama sekali buat saya. Percayalah, saya sedang menitinya, dengan atau tanpa orang lain tahu apa yang saya lakukan.

Saya memang belum jadi apa apa sekarang. Hidup memang tidak sedang nampak menyenangkan buat saya kali ini. Tapi saya tidak mau mengeluh. Cukup kalau saya PMS saja sampai teriak teriak di pinggir jalan, tapi tidak buat seterusnya.


Dan dalam masa tidak ada apa apanya ini, kemarin saya melihat pelangi! Not a big deal? Well it is for me… kenapa? Karena saya dan seseorang yang sudah saya pilih buat berproses bersama yang lihat, tapi tidak satupun orang di rumah saya yang lihat. Berarti satu hal buat saya. Jalan kami, pelanginya bisa kami lihat, ujung yang penuh warna dan indah. Dan kalau orang lain tidak bisa lihat, bukan berarti tidak ada. Kami bisa lihat, dan kami akan sampai disana.

Jadi jangan pernah bilang kalau saya tidak punya keinginan dalam kehidupan. Saya punya. Banyak.

3 comments on “Then I Saw a Rainbow

  1. naki
    March 12, 2009

    wahh banyak yaa listnya , smoga tercapai dehh ..

    omong2 gw dulu juga pas baru lulus sempet lost in translation ma bonyok , tapi gw bawa nyante aja , karna emang yang jalanin kita kan , bukan orang laen😀

  2. warm
    March 15, 2009

    saya dukung sepenuhnya langkahmu, nak nata ..

  3. latree
    March 16, 2009

    no rush… take your time…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 6, 2009 by in curcol misah misuh, Feels and Thoughts, PsikoThing.

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: