If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Sekelumit tentang dia…

Kemarin, setelah membaca sebuah tulisan tentang seorang teman lelaki lupa di blog sapa…, sekalipun situasinya berbeda, saya jadi teringat pada seorang teman lelaki di SMA dulu yang hanya dalam waktu satu setengah tahunan saja kedekatan kami ada. Jangan salah. Saya tidak pernah punya mantan teman satu sekolah, dan makanya agak menolak kalau dibilang punya highschool’s sweetheart, tapi saya punya Ragowo.

Namanya Ragowo Ilham Perdana. Seangkatan dengan saya, namun sepanjang kelas satu dan dua SMA kami tidak pernah sekelas, tapi akhirnya jurusan IPA mempertemukan kami di kelas 3 IPA 1. Tidak ada yang istimewa. Dia duduk di samping bangku saya dan BFF saya waktu itu, sebangku dengan ketua kelas, Aldi.

Awalnya saya menyangka orang ini sangat aneh. Banyak gossip yang beredar soal Ragowo. Dan asli, gosipnya sama sekali tidak membanggakan buat anak SMA! Mending kalau dia dibilang playboy, rasanya buat anak SMA justru itu prestasi ya? Dia sih iya… lumayan leboy juga… pacarnya dalam satu tahun sekelas bareng saya ganti kalau tidak salah 3 kali. Tapi dia lebih dikenal dengan kekelaman yang dimilikinya. Bukan lagi… memang kulitnya hitam legam, tapi maksudnya adalah terkenal bahwa dia sering bersentuhan dengan dunia ilmu hitam! This is for real!

Dulu dia sendiri yang mengaku punya jin yang selalu mengikuti dia kemana mana. Pernah suatu hari dia entah mengamuk karena masalah dengan ibunya atau apa, di sekolah saat orang lain Jumatan, dia mengamuk dan hampir melompat dari kelas kami di lantai 3 ke bawah! Dan entah bagaimana, karena saya sedang di kantin waktu kejadiannya terjadi, tapi tiba tiba punggung dan badannya penuh dengan bekas bekas yang mirip cakaran panjang! Dulu gossipnya adalah jin harimau dalam dirinya mengamuk… hey! I mean it! Betul betul begitu ceritanya waktu itu!

Dia juga rasanya tidak terlalu punya banyak teman dekat waktu SMA. Entah. Mungkin itu pendapat saya dan BFF saja. Rasanya orang lebih kepada segan kalau dekat dekat dia. Mungkin karena imagenya yang sudah terlanjur kelam itulah… padahal dia terkenal juga jagoan Kempo! Tapi fakta yang itu agak kurang signifikan dibandingkan fakta kelam lainnya rasanya.

Kadang di kelas juga dia suka mengamuk. Kalau sedang ada masalah, tiba tiba dia diam di bangkunya, menunduk dengan mata yang super merah! Dan pernah suatu ketika hampir saja menonjok seorang guru perempuan yang menegurnya waktu dia lagi kumat! He’s so that!

Tapi… rasanya saya juga dulu waktu SMA sama ajaibnya. Dulu, kalau bukan karena kebiasaan mengamuk, teriak-teriak, dan menangis tiba-tiba yang saya punya, mungkin saya ga akan terlalu dikenal orang. Berasa banget beken hahaha tapi memang iya. Banyak yang kenal saya karena kebiasaan saya yang sumpah ga saya banggakan. Padahal saya sudah mencoba berprestasi sedikit dengan menjadi ketua KIR dan sekretaris ROHIS dulu di kelas 2, tapi rasanya orang tidak ada yang mengingat itu. Kegilaan saya yang lebih diingat. Dulu saya menjadikan hari Jumat sebagai hari mengamuk! Karena entah kenapa tiap hari Jumat saya pasti mengamuk ngamuk dan biasanya pulang duluan. Jajaran guru, karena waktu itu angkatan saya pun baru angkatan ke tiga, sangat mengenal murid muridnya, dan mereka pun mengenal saya. Biasanya sih saya diijinkan untuk pulang padahal belum bahkan jam 12. Pernah sekali saya menendang meja guru waktu sedang keputrian saat yang lelaki pada Jumatan, entah karena apa waktu itu. Oh, masalah pribadi di rumah kalau tidak salah. Guru saya sampai menangis karena shock.

Sumpah saya tidak bangga! Sampai sekarang saya masih dalam tahap belajar dan belajar terus buat mengendalikan temper-tantrum nya saya. Tapi… hal itulah yang mungkin membuat saya dan Ragowo bisa dekat dan merasa punya kesamaan sedikit banyaknya.

Entah sejak kapan, tapi masih di awal awal semester satu kelas 3 dulu, Gowo mulai sering mengajak saya mengobrol. Awalnya sih saya menganggap dia sangat mengganggu! Karena umumnya yang dia omongin ga ada yang penting… curhat tentang pacarnyalah, jin nya lah, ilmu nya lah! Ga tertarik! Tapi selain itu, dia juga sering mengajak saya bertukar pikiran tentang masalah emosi yang saya alami waktu itu. Saya ingat suatu masa dia pernah membuat saya menangis waktu kami sedang bicara soal sugesti. Dan sejak saat itulah saya rasa kami jadi sedikit beda.

Dia mulai sering menelpon saya setiap malam. Betul betul tiap malam! Dan seringnya tidak sebentar! Dia menelpon saya sampai 3 jam pun pernah, padahal saya sambil menonton Young Americans di TPI waktu itu, dan tiap film main saya taruh begitu saja telpon saya di pangkuan. Tapi buat dia itu tidak masalah. Dia menunggu sampai iklan, dan mengobrol lagilah kami. Tentang apa? Apa saja. Kesukaan saya, kesukaan dia, pengalaman pengalaman bodoh kami, keluarga saya dan segala macam lainnya. Tapi dia jarang bicara tentang keluarganya. Dia paling sering bercerita tentang sahabatnya yang sudah meninggal dulu karena juvenile delinquency yang saya lupa detailnya bagaimana. Jam 1 malam dia menelpon saya cuma buat bilang dia habis lari tengah malam buat menghilangkan stress dan bikin gampang tidur, dan dia melewati rumah saya kami memang tinggal di komplek yang sama.

Pacarankah kami? Oh tidak! Dia selalu punya pacar! Seperti yang saya bilang, dia ganti 3 pacar pada tahun itu. Dan dia dekat sama saya saat dia sedang bersama ketiganya. Saya menyaksikan pergantian pasangannya dia. Di sekolah, melihat dia dan pacarnya makan bareng waktu istirahat. Tapi di malam hari, dia seperti milik saya! Dia tidak pernah bercerita sedikitpun soal pasangannya pada waktu mengobrol bareng saya. Di kelas, karena pacarnya berbeda kelas dengan kami, dia tetap sering menggoda saya, mengajak ngobrol, tidur di samping saya, segalagala. Bahkan baru saya ketahui belakangan orang menyangka saya dan dia memang pacaran waktu itu. Ada yang bilang begitu waktu reuni tahun lalu. Agak lucu. Apalagi waktu ambil foto kelas buat buku tahunan, tadinya dia tidak mau ikut sebelum saya paksa. Saya ingat betapa kerennya dia terlihat waktu itu, naik motor dan merokok dengan cueknya, tanpa seseorangpun disisinya, padahal yang lain sedang ribut mengatur gaya buat difoto. Dia memang terlalu.

Waktu saya pindah ke Bandung stelah lulus kuliah, dia masih juga rajin menelpon saya. Mengingatkan buat hati hati dan bergaul dengan yang baik baik saja, katanya karena dia sangat peduli pada saya, dan dia sayang pada saya. Cuma waktu itu dia dengan jelas entah apa maksudnya mengatakan bahwa dia sayang pada saya sebagai teman. Baiklah. Dia begitu maka saya juga.

Agak lucu karena baru sekitar 4 tahun kemudian, waktu kami sudah tidak bertemu lebih dari 3 tahun, dan saling menemukan di YM, dia bilang dia dulu suka dan sayang pada saya. Saya pun bilang sebaliknya. Ya. Saya pernah sangat menyukainya, dan sayang padanya, sebagaimanapun anehnya hubungan kami dulu. Sempat hampir tiap hari mengobrol di YM, menceritakan kehidupannya sekarang, sedang dekat dengan siapa, sedang bekerja apa, dan sempat bilang mau ke Bandung menemui saya. Juga sempat bilang mau mengirimkan webcam lewat jin nya karena waktu itu saya malas sekali buat beli webcam! Sumpah episode ini membuat saya ketakutan, karena dia seakan serius dengan ucapannya.

Tapi hanya beberapa bulan saja kontak kami terjaga. Terakhir dia bilang dia punya pacar di luar negeri dan katanya menunggu pacarnya itu pulang, karena mereka belum pernah bertemu. Dia bilang dia tau segala tentang pacarnya dari jin suruhannya. Ah. Dia memang terlalu!

Hampir satu tahun atau mungkin sudah satu tahun saya tidak mendengar kabar apa apa dari dia. Waktu tahun lalu saya ganti nomor sebelum sekarang ganti lagi saya tidak mengabari dia, dan nomor diapun ikut ganti belakangan, jadi lost contact lah kami.

Kemarin sore, kabar tentang dia akhirnya datang. Tepat ketika saya teringat akan menulis tentang dia. Tapi… kabarnya membuat siaran sore saya jadi dihiasi dengan bulu kuduk yang merinding.

Dia meninggal.

Ragowo sudah ga ada.

Tiba tiba.

Bff saya yang masih bertetangga dengan dia yang mengabari. Belakangan dia bilang ada yang bilang katanya dia meninggal dalam posisi meringkuk memegang perut. Diduga sakit perut yang parah karena memakan obat dengan Kratingdaeng. Oh Gowo… kenapa kau begitu bodoh kadang kadang?

Saya tidak akan pernah lagi bertemu Gowo. Sempat terpikir mungkin akan lucu bila pada reuni selanjutnya kami bertemu lagi dan saling bercerita tentang masing masing sekarang karena waktu reuni terakhir kami ga ketemu dan mungkin mentertawakan masa lalu yang aneh itu. Tapi dia sudah ga akan ada. Sudah tidak mungkin bertemu. Saya tidak tahu merasakan apa kemarin. Saya cuma tidak menyangka. Speechless. Dan tentu, shivered.

Ragowo tidak menyisakan apa apa buat saya kecuali sebuah masa. Saya tidak bahkan punya satupun foto dirinya, karena buku tahunan saya hilang waktu pindahan rumah dulu. Tapi masa itu, kenangan kenangan itu, senyum nakalnya, kalimat penuh ejekannya, percakapan tengah malam kami, dan satu tangisan yang pernah dia beri buat saya, tidak akan pernah bisa hilang. Bagaimanapun dia pernah ada buat saya.

Gowo… be good yah… go have ur rest in peace… I’ll never forget that we had each other once.

Good bye.

 

 


27 comments on “Sekelumit tentang dia…

  1. maskoko
    November 13, 2008

    Innalillahi wainnailaihi rojiun…. turut berduka cita

  2. kucingkeren
    November 13, 2008

    Rest in Peace …Gowo.. (tragis bener yaa dia..)

  3. ChaL
    November 13, 2008

    innalillahi wa inna ilahi rojiunn…

    turut berdukacita mba, I know a friend is priceless, it’s really hard to lost someone who we knew before and so saat kehilangan adalah moment yang paling buat kita sedih, but life is go on..semoga dikuatkan…:)

  4. ChaL
    November 13, 2008

    innalillahi wa inna ilahi rojiunn…

    turut berdukacita mba, I know a friend is priceless, it’s really hard to lost someone who we knew before and so saat kehilangan adalah moment yang paling buat kita sedih, but life is go on…

    smoga ia tenang disana… amin..

  5. Rere
    November 13, 2008

    Turut berduka cita natz….
    semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi Nya, amien…..

  6. warmorning
    November 14, 2008

    turut berduka, nona
    dan kau juga punya ilmu begituan kah ? hingga bisa-bisanya ngamuk pas di kelas ?
    ternyata saya yang temperamental belum sebanding denganmu,
    sungguh tidak membanggakan *baru ngamuk di kantor cause kerjaan*

  7. novnov
    November 14, 2008

    turut berduka cita…..

  8. Edi Psw
    November 14, 2008

    Turut berduka cita atas meninggalnya Ragowo.

  9. Elys Welt
    November 14, 2008

    so sad😦

  10. chilonic
    November 14, 2008

    Turut berduka Nat.
    Saya salut buat kamu karena mempunyai sahabat seperti Gowo yang kamu menerima dia apa adanya. It’s good, lady!

  11. lala
    November 14, 2008

    inaillahi wa inaillahi rojiun..
    Kenangan sgt indah diingat..

  12. Nin
    November 15, 2008

    Kabar yang mengjutkan ya…
    Semoga Allah mengampuni segala kesalahannya dan menempatkannya di temapt yang terindah

  13. theodora
    November 15, 2008

    Makanya kak…..jangan jahat…jahat…ntar jadi nyesal.apakah kakak sudah memaafkan dia???apa kakak dah mintak maaf ma dia krn kesal ma dia???itu karena dia nggak punya teman buat cerita.org yg spt itu memang begitu selalu menyendiri,aneh dan terkadang menyebalkan.(masak anak kecil aja tau)he….he….

    oh ya kak siaran di TV??di radio???dimana??? jawabnya di blog aku ya soalnya biar lbh nampak,he…he…

  14. t i n i
    November 16, 2008

    Sedih…
    Semua berawal dan berakhir dari-Nya.
    Tabah ya, nat..

  15. Tigis
    November 16, 2008

    Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un. Smoga Allah SWT mengampuni segala dosa2xnya dan mengangkat derajatnya di sisi Nya.

    btw, andaikan dulu elo jadian ama dia jgn2x foto2x dia yg justru sering nongol di blog ini Nat:mrgreen:

  16. Ceritanya kereeen…
    Sayange ndak dipertajem, tentang proses kematiyannya.

    Mosok cuman gara-gara krating daeng sama obat ???

    Sayah biyasa minum begetoo, alhamdulilah fine-fine ajah, tuh…

    Mungkin dia ngidap lever ato gagal ginjal nyang ndak terpantau….

  17. emfajar
    November 16, 2008

    Innalillahi wainnailaihi rojiun…

    turut berbelasungkawa😦

  18. smaragdina
    November 16, 2008

    tragic and irony…:( but yet a good writing Nat. Always like ur stories darleng ^^

  19. nanaaaaa
    November 16, 2008

    ahh mbakk..jadi serem..
    tapi tulisan mbak bener2 bagus mbak.
    tragis..

    oia mbak, kalo mas mbelgedez emang gitu, dia mah kebisaannya minum kratingdaeng sama duren campur obat trus ajep2..hahahaha

    **kabur deh*

  20. naki
    November 17, 2008

    turut berduka cita yaa
    kebetulan gw juga punya temen pria yang dket banget tapi ga jadi pacar . kemaren ini dia baru merit . hwahh rasanya pegimana gitUuuuu

  21. jeunglala
    November 17, 2008

    Dear Nat,

    Gua nggak menyangka kalau ujung ceritanya begitu tragis.
    Tapi ada senyum yang mengulas di wajah gua meskipun gua sempet merasa kedua mata gua panas…
    Kenapa gua tersenyum?
    Karena elu begitu manisnya bercerita tentang dia…
    Karena elu begitu hangatnya mengenang cerita-cerita kalian berdua..

    Semoga dia baik-baik saja di sana.

  22. emyou
    November 19, 2008

    wew… kenangan yang ga akan terlupa ya nat…

    may he rest in peace

  23. inidanoe
    December 4, 2008

    *speechless*
    dia yg telah meninggal., hanya dapat hidup dalam kenangan orang lain😀

  24. ragowo sandhi lelono
    December 4, 2008

    ragowo yg malang.

    apa kau merindukan dia?

  25. ragowo sandhi lelono
    December 4, 2008

    ragowo yg sangat malang dan bodoh.

    apa kau merindukan dia?

  26. Farhan
    March 2, 2009

    Tasy,

    aku sependapat dengan temenmu, kamu udah mulai masuk dalam dunia penulis, terus berkarya ya….

    Farhan

  27. Pingback: Seharusnya Upacara. Tetapi Malah Kamu. | If its Not So Important To U, Well It Is For Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 13, 2008 by in temans temans and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: