If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

When My Anxiety’s There

Dueng dueng dueng

Im on my bouncing mode.

Harusnya pagi ini pergi pagi sekali buat mencari cari sesuap nasi  sesuatu yang memang belum saya dapat sama sekali. Apakah? Ada lah… Malu mau ceritanya juga *blushing* Tapi yang pasti jadi gagal sama sekali karena saya ga mampu membuka mata lebih lama setelah bangun beberapa menit subuh tadi. Eh… sadar sadar dengan sempurna udah jam 9 aja!

Kenapa? Ya. Tadi malam habis melalui satu percakapan sangat panjang dengan si lelaki kecil. Mulai dari diam diam, sedikit banyak, sampai jadi seperti biasa lagi. Ada yang salah pada saya kayanya. Kecenderungan bipolar yang sekalipun katanya ada hanya karena saya menganggap diri saya demikian tetap saja ada dan sangat mempengaruhi!

Pada intinya adalah kemarin berbicara lagi dan lagi dari hati ke hati tentang perasaan yang mengganggu. Sedang merasa dia makin jauh di depan sana. Sedang merasa, kami yang waktu di awal memulai sama sama dari titik yang satu, tiba tiba sudah ada jauh di depan sana dan setelah kemarin dia datang ke kantor saya dan mengobrol dengan Mr T dan tidak menceritakan apa apa pada saya, rasanya dia makin akan jauh saja dari saya, yang masih stuck di titik yang sama dari awal baru mulai. Benci sekali karena merasa dia akan meninggalkan saya dan lupa pada saya. Ketakutan ketakutan saya yang datangnya sangat tiba tiba dua hari kemarin, membuat saya jadi menumpahkan semua kekesalan pada dia. Padahal dia sendiri sama sekali ga tau sebetulnya ada apa. Ditambah lagi dua provider yang kami pakai sama sama sedang super dodol, nambah nambah lah perasaan miskom dan membuat saya makin merasa kesal. Kesal. Sekalipun saya sudah bertemu dia kemarin siang di kampus buat makan siang bareng setelah saya bimbingan dan dia habis ketemu klien, dan jujur kami sedang sama sama dalam suasana kurang senang sebelum saling bertemu. Sekalipun kami tertawa tawa, bercanda, saling dukung seperti biasa.

Setelah dia berlalu pulang dan saya siaran, lalu kemudian entah kenapa tidak ada obrolan apa apa yang membuat saya malah jadi makin berpikir macam macam dan bertanya tanya. Kumatlah saya! Mungkin lagi dan lagi ini pengaruh PMS siyalan yang selalu saja membuat saya jadi total bitch kadang kadang. Kumat kumat kumat.

Tapi setelah dibicarakan ternyata selalu ada jalan keluarnya. Selalu lagi dan lagi dia bisa menenangkan saya. Sekalipun memakan waktu berjamjam. Lagi dan lagi. Katanya ini sudah mulai mirip sebuah kebiasaan, yang dia sama sekali tidak suka. Well, saya juga sama sekali tidak suka kalau diri saya sedang  kumat! Dia bilang kalau saya tidak suka dia tidak akan melanjutkan obrolan apa apa dengan Mr T. Bukan! Bukan itu yang saya mau. Saya juga mau dia senang, dia maju. Cuma saya merasa ditinggal. Takut ditinggal. Takut dia berubah lah apalah. Tapi dia berhasil lagi dan lagi meyakinkan saya, dengan caranya sendiri yang selalu bisa menyentuh saya.

Masalahnya ada dimana? Tidak percaya? Tidak. Saya sangat percaya. Masalahnya ada di saya sendiri rasanya. Yang takut dia akan pergi, yang takut dia akan berubah, yang takut dia akan melihat saya yang begini begini saja dan akhirnya meninggalkan saya. Ketakutan ketakutan yang saya sendiri benci padanya.

Ah bu pop, kau tau tidak dia marah sekali waktu dibilang disuruh prepare for the worst itu. Apapun itu, hal hal buruk bukan buat dipikirkan. Bukan buat dijadikan pertimbangan. Yang tidak ingin buat terjadi ya jangan dipusingkan. Bukan. Rasanya kami bukan penganut serta merta si aliran itu. Cuma rasanya kalau buat saya juga, bersiap siap buat sesuatu yang buruk hanya akan menurunkan kadar kepercayaan saya dan menurunkan harapan harapan yang ada. Tidak semua orang begitu tapi saya iya. Lebih jeleknya, kata bersiap siap untuk yang terburuk kalau pada saya jatuhnya jadi ketakutan akan yang terburuk. I am growing up in pains. Dan beberapa kali kegagalan yang terjadi juga semuanya awalnya karena si ketakutan dan ketakutan yang ga pernah hilang itu.

Jadi kali ini saya ga mau kalah sama si ketakutan. Seperti kata dia, saya tidak perlu memikirkan tentang hal terburuk apapun yang akan terjadi, karena itu bukan yang kami mau sama sekali. Dan kalau buat saya sendiri, apapun itu nantinya, selama inipun saya belum mati berkali kali jatuh dan jatuh lagi. Jadi tidak akan apa apa. Sekarang yang baik baik saja. Dan memang segalanya baik baik saja. Sangat baik malah. Suatu keadaan yang mungkin kadang membuat takut saya, karena berpikir ini semua ujungnya ada dimana, dan kapan berakhirnya. Tapi itu salah. Buat saya. Jadi tidak apa apa buat tidak begitu kali ini. Tidak apa apa. Saya tetap pada si percaya. Sepenuhnya. Dan tentunya, doa selalu ada.

Hm… percaya tidak sih bahkan baru kemarin ketemu, tapi karena si mood-swing nya saya ini, jadi berasa sudah kangeeeeeeeeeeeeeeeeen sekali pada si lelaki kecil yang mirip guling di atas kasur hahaha mari mari mari kerjakan dan fokus pada si utang yang harus segera dibereskan!!! Dan oh dan… wiken datanglah!😀

8 comments on “When My Anxiety’s There

  1. itikkecil
    November 12, 2008

    ketakutan seperti itu memang sering terjadi Nat… mungkin yang terbaik, berserh juga kepada Allah SWT

  2. warmorning
    November 12, 2008

    jangan menyesar dengan sang takut yang sangat gak jelas dan suka usil itu,
    enyah lah enyahhh

  3. naki
    November 12, 2008

    mungkin perlu wadah pelampiasan ?
    coba aja nangis ampe cape , biasanya abis itu lega dehhh😀

  4. Popi
    November 12, 2008

    HUAHAUHAUAHAUH! pacar lu itu pasti sebel banget pas liat muka gw nanti hahahaha. Bae ah. Apa salahnya dengan jadi waspada? gw bilang itu ke lu karena gw berangkat dari titik pandang bukanpengikutthe secretdanhidupmengajarkangwuntukwaspadakarenajikatidakbegituakusudahmatidaridulu hehehehehe. Darl, gw juga growing up in pains kok🙂, you’re not alone dear

  5. Tigis
    November 13, 2008

    ngrasa ditinggalnya krn mslh status kerjaan dia dan status skripsi elo Nat? atau semata2x krn dia ngga ngomongin semuanya ke elo? anyway, keliatannya masalah komunikasi memegang peranan yg penting. Ga skedar menenangkan pikiran galau, tp jg bicara (really talk) dr hati ke hati dan otak ke otak.

    gue kyknya ga pantes yak ngomong ginian. Mklum kurang pengalaman:mrgreen:

  6. Rere
    November 13, 2008

    ga ngerti aku baca yang ini😐
    cuma satu yang kutangkap ttg ketakutan itu

    ada seseorang yang bilang ke aku
    jgn bergantung pd org lain untuk menghilangkan ketakutan itu
    segala ketakutan itu harus kuhancurkan sendiri
    karena saat dia tak ada menenangkanku,
    aku akan tetap bisa berdiri
    menantinya
    [halah, kok jadi puitis????]

  7. jeunglala
    November 17, 2008

    Growing up in pains?
    Don’t we all, dear?
    Cuman pains yang kayak apa… tiap orang pasti beda-beda…

    Udah, udah.
    PMS nih kayaknya.🙂

  8. Pingback: Untukmu… Karenamu… « If its Not So Important To U, Well It Is For Me

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 12, 2008 by in curcol misah misuh, Feels and Thoughts, yayiyayiyayi and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: