If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

I N V U

Manusia itu mahluk yang kompleks. Rasanya itu satu kenyataan yang paling nyata dan ga mungkin akan berubah. Jangankan bicara soal banyak manusia yang sudah sangat pasti berbeda satu sama lainnya, coba saja melongok ke dalam diri. Ah… betapa banyak substansi rasa yang bercampur aduk di dalamnya, yang disukai dan dibenci, yang disadari dan yang direpresi, semua ada di dalam sana.

Siapa juga yang tidak akan berusaha jadi orang baik di dunia ini dan mencoba menyucikan hati? Tapi kadang usaha saja tidak cukup buat bisa membendung rasa rasa lain yang ada? Kecewa, sakit, benci, marah, dendam, atau mungkin… iri?

Entah dapat darimana tapi saya termasuk orang yang percaya, mau tidak mau – suka tidak suka, kadang orang akan merasa ada di atas setelah melihat ada orang lain yang lebih di bawah. Dan yang ada di bawah tidak perlu buat liat ke atas sering sering, karena cuma akan mendapati rasa silau yang menyakitkan mata.

Tidak. Saya sama sekali bukan orang yang suka melihat ke atas buat menjadi termotivasi atau apalah. Saya orang yang merasa terpuruk saat merasa orang orang semua sudah di atas dan saya masih di sini sini juga. Saya tidak bisa…

Dan hari ini, pagi pagi sekali, ada sebuah kabar gembira dari seorang sahabat. Sudah punya sesuatu buat ditempel di belakang namanya yang asli cuma satu kata. Dia yang sedang berbahagia.

Saya juga jadi bahagia mendengarnya. Tapi sedikit. Tapi sesaat. Lebih banyaknya adalah … saya tidak bisa. Entah kenapa di sisi itu saya sedang ada di sudut dimana saya tidak bisa ikut bahagia dengan kebahagiaan orang lain. Saya merasa tertinggal dan jadi takut dan sendiri. Rasanya tidak bisa dibandingkan dengan kebahagiaan yang saya sendiri sangat cukup punya dan mungkin dia tidak punya yang saya punya! Iri selalu ada. Sekuat apapun dia berusaha buat ditekan. Sekuat apapun dihindari. Seberusaha bagaimanapun dianggap tidak ada dan tidak mau buat disadari. Ada tuh. Disitu.

Mungkin memang begitu adanya? Ada satu sisi kelam yang tidak bisa dihindari selalu ada. Saya bukannya orang paling malang sedunia padahal. Enak saja! Saya juga bahagia. Dan mungkin ada orang lain yang juga tidak mampu berbahagia dengan kebahagiaan saya. Setiap tiap pasti sudah punya porsinya… tinggal disadari saja.

Tapi ya sudahlah. Mungkin tidak apa apa. Mungkin saya cukup hindari sedikit buat sementara. Manusia sekali lagi, kompleks. Saya, mahluk sosial yang kadang memilih buat anti-sosial. Jadi buat sekarang biar begini saja. Dan biarkan saja saya agak berdamai dengan diri sendiri sementara saja.

 

 


18 comments on “I N V U

  1. ATM tukang
    November 12, 2008

    Posting yang compleks😀

  2. yessymuchtar
    November 12, 2008

    belum ngerti..entar tak baca lagi

    *ditampar*

  3. warmorning
    November 12, 2008

    nona ini memang kompleks,
    nanti waktunya juga akan tiba, nona
    i support you🙂

  4. Popi
    November 12, 2008

    hihihih, ini bukan karena talkshow psikologi populer tadi malam kaan heuheuehue. Eh soal iri mah bakat semua orang buu hahaha. Gw juga suka iri sama lo yang bisa deket kapan aja sama pacar lu. Suka iri sama lu yang kayaknya nyambung banget sama si vei, suka iri sama ini itu dia dia dia. Tapi berdamai dengan diri sendiri itu ternyata gak mudah

  5. grubik
    November 12, 2008

    manusia emang rumit…
    dan ada banyak hal yang kita tidak tahu, bahkan tentang diri sendiri…

  6. Ramadoni
    November 12, 2008

    fiuh, makan energi juga bacanya…
    but for me human is the most perfect n complicated creature in this universe…(agree with u anyway)
    sejak pertama kuliah ampe ampir lulus, tetep aja gw masih bingung sama yang namanya manusia baik sisi fisik maupun psikososialnya…
    but it’s really interesting to study ’bout human, physically and Psychologically too… that’s never ending learning…

    salam kenal
    http://doni.perawatonline.com

  7. mascayo
    November 12, 2008

    nempelin apa yaa kira-kira ..
    tapi yaa sudahlah … sementara saja.. nanti semua pasti berlalu

  8. goenoeng
    November 12, 2008

    kompleks ? aku gak mudeng….
    berdamai dengan diri sendiri ? ah, si enon cuma ngeyem-eyemi dirinya sendiri, tapi dengan segudang pertanyaan dan pernyataan ‘kenapa’ to ?
    hmmm, manusiawi…
    lha…manusiawi itu panganan apa lagi ?
    entahlah….

  9. Gelandangan
    November 13, 2008

    wahh Gelandangan kayak mutar2 nih😀
    entar kembali lagi yah kalau pikiran dah normal kembali *huahhha sejak kapan yah aku normal😀

  10. Tigis
    November 13, 2008

    bagaimanapun juga tiap manusia pasti punya ego. Di saat terjadi kebahagiaan utk org laen, scr ga disadari, pikiran dan perasaan kita otomatis merefleksikan kebahagaiaan itu ke diri kita sendiri. Sikap perasa’aan kita yg muncul nantinya biasanya adl cerminan kita thd keinginan akan memiliki kebahagiaan itu. Kompleks ga sih jwban gue:mrgreen:

  11. Mas Koko
    November 13, 2008

    Manusia itu mahluk yan gberuntung dibanding mahluk lain🙂

  12. ubadbmarko
    November 13, 2008

    Sabar neng sabar, semua sudah ada garisnya msing-masing.

  13. inge
    November 13, 2008

    emang sie kadang rumput tetangga seperti lebih hijau dari pada rumput sendiri

    tapi tanya dech ma tetangganya pasti dia juga bilang kalo rumput kita lebih hijau dari pada rumput mereka🙂

    -lam kenal ya…-

  14. ray rizaldy
    November 13, 2008

    waw. tentang tugas akhir posting ini?:)

  15. Rere
    November 13, 2008

    Belajar untuk ikhlas menerima?🙂

    saya meyakini kalo Dia adalah sutradara terbaik. Jika orang lain saat ini sedang ‘di atas kita’ dan ‘kita dibawah’ karena mindset kita berpikir demikian. Saat kita tak hepi, itu juga permainan otak kita, kan?🙂

    saya percaya jika saat ini saya belum bisa mendapatkan keinginan kita, maka memang belum waktunya. Saya cuma harus sabar. Saya yakin saya akan sampai di ‘titik itu’, titik dimana saya menginginkannya.

    intinya postif thinking padaNya, agar kita juga lebih yakin dalam melangkah ke depan🙂

  16. deedee
    November 15, 2008

    manusia emang kompleks….? yup…!

    seringkali kita ga bisa nuntut orang lain untuk mengerti kita disaat kita ga mau mengerti orang lain…

    yang saya pelajari dari temen saya dalam menghadapi manusia lainnya yang kita temui sehari-hari : “bersabar… apabila batas kesabaran itu habis, maka segera ambil keputusan…!”

    btw, salam kenal jeng… kapan-kapan, mampir ketempat saya ya…
    http://deedeeprasatya.wordpress.com

  17. Daniel Mahendra
    November 15, 2008

    Kalau tidak kompleks (apalagi complicated) berarti belum sah disebut manusia, Nat. Itulah kenapa Tuhan menciptakan makhluk bernama manusia…

  18. jeunglala
    November 17, 2008

    Iri akan keberhasilan orang lain itu wajar, Nat.. Apalagi kalau di saat yang sama, kita sudah berusaha sekuat tenaga tapi kok selalu mentok di tengah jalan…

    Yang penting, rasa iri itu tidak membakar kemarahan dan mengurangi rasa percaya diri..
    Rasa iri bisa banget dijadikan bahan bakar untuk terus melaju ke depan…

    Yes, we are human being, after all.
    Seperti yang dibilang Daniel Mahendra… belum sah kalau tidak complicated… *contohnya ya dia sendiri! hahaha*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 12, 2008 by in curcol misah misuh, Feels and Thoughts and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: