If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Dari Klab Baca Qanita *Again*

Erh… kalau baca blog saya akhir akhir ini postingannya kebacanya sedih sedih melulu yah? Padahal ngga lho… Im not that depressed hehehe


Sebetulnya tadinya mau cerita soal film nih yang baru aja ditonton kembali tadi malam, dan seperti waktu pertama kali saya menonton film itu, saya sangat suka!!! keren lah!!! film apa??? ada deh ada dong tunggu deh tunggu dong😆 najis ginih…


Cuma karena sore hari ini ada sesuatu yang lebih menarik buat saya jadi tulis itu dulu deh…


Jadi ceritanya seperti biasanya di tiap hari Kamis di radioku sayang 107.5 FM Mustika itu jam 4-5 sore selalu ada yang namanya Klab Baca Qanita, sebuah talkshow yang banyak menghadirkan pengarang pengarang asli dari Mizan, atau juga sekedar buku buku terjemahan yang mereka terbitkan. Sudah beberapa kali saya menulis hasil dari Qanita ini, dan yang jadi Most Active Post di blog saya malah tentang buku yang satu ini.


Kali ini judulnya Spritual Tipping Point. Awalnya agak sedikit kecewa karena tadinya mau membahas sebuah buku yang genrenya lebih ringan, fantasi, dibandingkan buku buku agama begini hehehe saya suka malas karena kadang isinya berat dan saya sendiri malas buat membacanya *terkutuklah diriku :p* tapi ternyata setelah talkshow berjalan malah saya yang jadi tertarik!


Sang pengarang Bapak Budi Prayitno (Dai, Psikolog dan Pembimbing Haji) datang sendiri kali ini bercerita soal bukunya. Obrolan berlangsung hangat di studio yang sangat dingin sore ini, dan interaksi juga cukup baik. Memang topik bahasannya apa?


Pertama tama let me tell u bout Spiritual Tipping Point itself. Kalau menurut Pak budi, ini berarti sebuah titik balik spiritual, dimana sebuah kejadian, yang bahkan sesepele apapun menurut kita, jadi titik balik dimana kita mendapatkan sebuah pemahaman baru tentang kuasa Tuhan yang akan membuat diri kita jadi lebih memaknai arti dari setiap kejadian yang terjadi.


Dalam buku ini lagi, dikhususkan pada kejadian kejadian yang terjadi semasa haji. Pak Budi sendiri menyatakan bahwa haji adalah lautan Spiritual Tipping Point itu sendiri. Kenapa? Karena entah kenapa orang yang melaksanakan ibadah haji selalu saja merasa bahwa sesedikitnya berkah ataupun musibah yang terjadi pada mereka langsung dari Allah. Ada yang memberi minuman tiba tiba saat sedang haus, ada yang diberi uang oleh orang asing, yada yada. Hal hal yang sebenarnya dalam kehidupan sehari hari ga perlu jauh jauh di Mekah sanapun mungkin sekali terjadi, tapi entah kenapa pemaknaannya jadi beda kalau di sana. Padahal intinya adalah sama.


Namun itulah yang jadi menarik dari ibadah haji itu sendiri. Momen momen sederhana yang bisa membuat seseorang menyadari kuasa Tuhan yang seharusnya sudah ada sejak kapan saja. Sesederhana Ibu Rokayah maap kalau salah nama, ga pakai baca lagi nulisnya yang kehilangan sepasang sepatu pada saat melempar jumrah di tengah tengah kerumunan orang, dan berusaha ikhlas akan hilangnya sepatunya, hingga kini menangis tiap mengingat kejadian tersebut! Kenapa? Sepatunya kan murah? Bukan… bukan karena si sepatu murah yang hilang, tapi karena si sepatu murah itu datang kembali padanya! Kenapa? Kan murah😆 penting banget sih soal harga… cara datangnya… di tengah tengah kerumunan orang yang sedang sibuk akan melempar jumrah, ada sebuah ruang kecil yang tersibak, seakan akan memang sengaja disediakan disitu, untuk sepasang sepatu Ibu Rokayah. Ibu Rokayah yang sejak itu mengerti arti sebuah keikhlasan, mengalami sebuah titik balik dalam hidupnya yang merubah banyak dirinya, insya Allah menuju lebih baik dari sebelumnya.


Banyak hal yang bisa dipelajari dari haji, karena haji bukanlah satu rentetan hapalan gerakan dan bacaan semata. Sekelompok ibu yang menangis karena tidak bisa thawaf dan memegang hajar aswad karena tidak pede tidak hapal akan bacaan doa yang harus diucapkannya, tersenyum di sela isak tangis, setelah melaksanakan si thawaf dengan doa yang dirinya mampu. Kenapa? Karena bukan itu inti haji. Bukan si gerakan. Bukan si hapalan. Tapi si ibadah dan si amalan. Bahkan sebuah doa adalah suara hati dan permohonan yang seharusnya yakin ada yang mendengarkan dan kelak akan mengabulkan, maka kenapa harus menangis tidak bisa berdoa? Tidak ada yang tidak bisa berdoa. Memang ada doa yang dicontohkan, tapi yang harus disadari adalah bahwa tiap orang sudah punya doa sendiri dalam dirinya.


Banyak. Banyak sekali obrolan saya dengan Pak Budi sore ini yang buat saya sangat menarik. Bukunya sendiri soal haji ini ditujukan buat yang sudah haji untuk lebih mengerti lagi makna ibadah yang sudah dijalani, juga untuk yang belum menunaikan haji sebagai persiapan dan membuka pandangan tentang pemaknaan haji.


Satu pesan terakhir dari Pak Budi sebelum beliau undur diri adalah Bahwa tidak ada satupun kejadian dalam kehidupan yang terjadinya karena kebetulan, selalu ada makna dari Allah Yang Maha Kuasa. Hmmm… sebetulnya itu adalah suatu paham yang tentu banyak anda sudah tau dan mungkin percaya, sedemikian juga saya. Namun senang saja rasanya diingatkan kembali dan mungkin menambah tebal si derajat kepercayaan. Terima kasih Pak Budi.


So.. que sera sera…


all the shits that happened, happens, happening…

it all for a reason…

that i do believe, do u?😉

11 comments on “Dari Klab Baca Qanita *Again*

  1. insan
    October 30, 2008

    Oooooooooooooooooo… pak Ust Budi Prayitno.
    Yg jenggotan itu ya teh. Ada lebihan buku gak teh. bagi lah


    hauhauhauhau harusnya kmaren ikutan sms :p

  2. Akang dahsyat
    October 30, 2008

    Sayah setuju, kejadian di dunia ini bukan hanya kebetulan yang tidak beralasan, semuanya memang karena kuasa Allah Swt, tapi itu pun semuanya dari diri kita juga asalnya.. tergantung kitanya juga. percaya nggak dengan hal-hal yang demikian..🙂


    sayah juga ah sayah juga😀

  3. Tigis
    October 30, 2008

    Uztad Budi itu yg msk tipi krn kawin ama anak kecil bukan yah. Eh, itu mah uztad Puji yah:mrgreen:

    btw, gue demen Nat denger cerita2x gituan. Mskipun kalo terjadi di skitar kita biasa banget tp bener yg lo tulis kalo kejadian di sono kesannya jd deket banget ama Yang Maha Kuasa. Dulu gue jg pernah diceritain temen yg pernah umrah. Ktnya ada sejumlah jema’ah yg pas shalat baca amien tau2x lari ketakutan. Ktnya mreka ngedenger gemuruh suara yg dahsyat. Polisi di sekitar situ menenangkan mreka, ktnya itu suara gemuruh malaikat yg ikut ngaminin. Takjub gue:mrgreen:

    duh kapan ya bisa ke sono…


    heuheuheuheu emang kemaren juga cerita2 si pa budi nya lucu lucu dan jadi amazed juga ternyata hal hal kecil itu sebetulnya mungkin udah pernah kejadian sama gw juga… tapi yah masalahnya ada di peka ga peka sih…
    kapan atuh? ajak ajak atuh! hueheuheuheu

  4. zeze
    October 30, 2008

    baru dateng nih😀


    welkam😀

  5. bedh
    October 31, 2008

    yang saya denger malah katanya setiap orang yang pernah ke sana selalu merasa rindu wat balik lagi kesana.🙂
    tapi saya juga kadang merasa malas kalo baca ttg agama suka nggak bisa ngikutin soalnya pengetahuan agama saya sedikit sekali. tapi kalo yang bawainnya bisa mengatur suasana mang seru banget.


    yap! itulah yang terjadi kemaren😀

  6. lala
    October 31, 2008

    kalo diingat, tipping point sy bnyk.. Tp ga bebekas gitu non.. Aah lagi2.. Manusia lebih memilih jadi bego drpd memahami kemudian ‘menyusahkan’ diri dgn menjadi lebih baik


    ueheuheue pilihan… pilihan… :p

  7. sososibuk
    October 31, 2008

    udah nyangkut nyangkut haji kirain mau lamaran

    eh udah ya??

    oops😀


    resminya blom ko :p

  8. yessymuchtar
    October 31, 2008

    akhirnya..nona nata ini potingannya gak misuh misuh hihihi


    bosen bu bosen huehuehuehueh

  9. Timun
    October 31, 2008

    kemaren saya ‘terpaksa’ berangkat umroh sendiri, uhuks sedih bercampur hepi


    ah bu… nikmatilah senang dan sedihnya sama sama😉

  10. aldohas
    November 1, 2008

    qoute-nya pak Budi keren…🙂

  11. warmorning
    November 4, 2008

    iya, saya suka ngeri ngebayangin kalo pas ntar di ‘panggil’ ke tanah suci, pasti banyak teguran buat saya dari-Nya😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 30, 2008 by in klab baca, mustikas and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: