If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Sadness is only a state of mind… *and happiness’s likewise*

Kemarin kemarin saya membaca komik berseri yang judulnya APPARE JIPANGU. Ga terlalu istimewa sebenarnya isi komiknya. Hanya saja disana ada tokoh yang punya perkejaan sebagai Hikeshi-ya dengan job-desc yang sangat baik hati! Menghilangkan kesedihan orang!

 

Ya… sayang sekali yang seperti itu cuma kejadian di komik saja. menghisap kesedihan seseorang pada sebuah tongkat, dan mengacungkannya kepada orang yang bertanggung jawab membuat si kesedihan jadi ada, dan dengan kata kata arogansi Pahami kesedihan orang lain, sadari dosamu! Cukup buat membuat seseorang menyesal dan menyadari kesalahannya.

 

Terlalu mudah. Terlalu tidak ada tantangannya. Memang akan sangat indah. Memang akan sangat senang karena mudah. Tapi rasanya manusia memang perlu yang namanya kesedihan itu buat belajar bahwa kesedihan itu tidak akan selamanya dan akan hilang juga berganti pada waktunya. Supaya mungkin bisa belajar tentang yang namanya adjustment dan mencoba buat mengerti soal coping strategy dan segala macamnya. Supaya bisa berusaha sendiri dan memperoleh kepuasan setelahnya.

 

Tapi mungkin saya kurang pernah benar benar sedih sehingga merasa masih akan mampu buat menghadapi sedih sedih yang akan datang? Mungkinkah ada yang begitu sedihnya sampai memang tidak akan bisa buat menghadapi lagi perasaannya? Entah. Saya belum dan mungkin tidak akan pernah tahu. Tapi paling tidak tiap orang punya Tuhannya buat jadi tempat mengadu dan pengharapan buat membasuh sedihnya, kan?

 

Penghapus kesedihan? Diri sendiri pasti bisa pada akhirnya, setelah belajar dulu bagaimana cara menghadapi rasanya. Lagipula, seseorang yang sangat saya hargai dan hormati pernah bilang, happiness and sadness, all of those, only a state of mind.

 

 


Advertisements

4 comments on “Sadness is only a state of mind… *and happiness’s likewise*

  1. Tigis
    October 27, 2008

    happiness and sadness are only state of mind. So to prevent yourself from sadness, just loose your mind :mrgreen:

    eh btw, kalo bisa nyedot/mindah kesedihan pake tongkat kyknya kita tiap hari bakal bawa terus deh itu tongkat. Sedih ga sedih yg penting bisa buat ngisengin org 🙂

  2. naki
    October 27, 2008

    wahh blum perna baca ituh komik , coba cari di internet ahh~~

  3. goenoeng
    October 27, 2008

    happiness and sadness, all of those, only a state of mind..
    korek….tapi gimana menej-nya mind ? buat ngilangin sadness, buat munculin happiness ? hhmmm, kayaknya cara saya bisa dipake deh (buat saya, berhasil). caranya ? nikmati saja, apapun itu…
    nah….

  4. edratna
    October 28, 2008

    Kadang kita memang perlu menghadapi cobaan agar merasakan suatu tantangan….sedih, gembira adalah hal yang biasa seperti siang dan malam.
    Tinggal bagaimana kita sebagaimana manusia melihat sudut pandang kesedihan dan kegembiraan tsb….jika lagi sedih dan sulit dianggap sebagai cobaan, maka kita akan tetap bisa menghayatinya dan tak terlalu terpuruk…begitu juga halnya kegembiraan…bukankah cobaan yang berupa kegembiraan ini yang lebih sulit dihadapi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 25, 2008 by in Feels and Thoughts and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

My Day By Day

%d bloggers like this: