If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Itik Buruk Rupa

Sumpah sebelumnya ini sama sekali tidak bermaksud membawa bawa nama Mbakyu Ira sang itikkecil. Ini murni ceracauan yang jatuhnya jadi tulisan. πŸ˜€

 

Ini adalah kisah tentang itik buruk rupa yang tidak akan pernah menjadi angsa. Bukan. Bukan yang ada di cerita anak waktu itu. Karena itik yang ini manusia biasa. Sebagaimana bawang merah dan bawang putih yang bukan bumbu dapur tapi manusia. Itik juga manusia.


Itik dilahirkan sempurna. Setelah sembilan bulan lebih beberapa hari dikandung di rahim sang ibu. Itik jadi pujaan keluarga besarnya karena ia cucu pertama. Itik dilimpahi kasih dan hidup dalam baluran tawa bahagia. Tapi beberapa tahun kemudian cucu selanjutnya lahirlah, dan itik tidak lagi jadi terlalu istimewa. Itik belum mengerti pada saat itu.


Itik kecil senang berlari riang gembira kesana kemari. Tidak kenal perih. Tidak kenal sakit hati. Itik kecil selalu merasa berlebih. Berdiri dengan bangga. Mengambil perhatian teman teman seusianya, diinginkan kehadirannya dalam tiap ekspedisi mereka mulai dari mencari serangga hingga menciptakan rumah boneka. Dia tidak memikirkan yang lain lainnya, hanya merasa bahagia. Ayah ibunya mencintainya. Adiknya yang masih bayi jadi kebanggannya. Dia bahagia.


Tapi bahkan kanak kanak tidak selamanya hatinya murni dan tidak bernoda. Memasuki masa remajanya itik melihat teman teman lelakinya satu persatu jadi berbeda, dan teman teman perempuannya mulai bermetamorfosa. Mereka jadi seperti angsa! Putih, cantik, anggun, berpesona. Angsa angsa yang membuat lawan jenisnya memilih mereka. Angsa angsa yang bisa terbang kesana kemari dengan bangga.


Itik masih juga itik. Itik yang buruk rupa. Teman teman lelakinya tidak pernah ada yang meliriknya. Saat para gadis gadis angsa lainnya terkikik kikik membicarakan soal cinta pertamanya, itik diam dan mulai terasing. Ayah ibunya pun mulai berbeda. Mereka mulai tidak saling bicara, dan tidak menegurnya. Mereka sibuk berpisah sendiri sendiri. Itik tidak tahu dia ada dimana. Apakah ada di tengah. Apakah bahkan tidak ada dalam lingkaran lingkaran yang pesat berputar di sekelilingnya.


Memasuki masa remaja akhir itik buruk rupa semakin merasa ada yang salah. Di tengah orang orang yang katanya sahabatnya itik merasa sangat berbeda. Mereka dan dia tidak sama! Mereka tidak akan pernah mengerti dirinya. Mereka yang angsa dan selalu dipilih para lelaki. Mereka yang tidak pernah sendiri. Mereka yang lahir dari dua angsa jantan dan betina yang tidak akan pernah terpisahkan dan berlawanan. Mereka! Itik buruk rupa jadi murka. Kehidupan tidak pernah berpihak padanya! Itik memulai memusuhi sahabatnya dalam diamnya. Itik mulai sering memperlihatkan temperamen buruknya dan mengamuk ngamuk bagaikan itik buruk rupa yang menggeliat berkecipak! Hal yang tidak akan pernah dilakukan para angsa! Itik benci melihat kaca. Itik benci melihat pantulan dirinya yang selalu saja buruk rupa! Itik memang berbeda. Dia tau itu dan tidak bisa merubahnya. Itik merasa tidak diterima.


Satu hari kehidupan mulai memberi celah buat itik. Ada seseorang yang katanya datang buatnya. Itik bahagia. Sesaat itik merasa bahwa mungkin sekarang dia sudah jadi angsa, karena akhirnya orang itu memilihnya. Tapi ternyata orang itu pergi lagi. Dan bukan hanya sekali. Berkalikali. Itik muak. Itik buruk rupa ingin berhenti dan menyepi dalam keitikan dan keburukrupaan. itik mencela sahabatnya yang pernah berkata dulu kala padanya bahwa suatu hari akan tiba waktunya ada seseorang yang tidak akan melihatnya sebagai itik yang merasa buruk rupa, tapi sebagai diri manusia apa adanya. Itik kecewa. Yang dinantinya takkan tiba.


Itik buruk rupa coba lanjutkan kehidupannya. Sebagai itik. Itik yang ada di luar lingkaran. Itik buruk rupa yang tidak akan pernah jadi angsa. Itik buruk rupa yang berbeda. Itik yang tidak mau peduli pada dunia. Itik yang memilih jalannya sendiri.


Tapi hari itu itik bertemu. Dengan dia, yang bukan itik, bukan angsa, tetap manusia biasa, tapi dia juga berbeda. Sama sama tidak merasa bagian dari lingkaran mana juga. Sama sama tidak akan pernah jadi mereka. Sama. Sama seperti si itik buruk rupa. Itik merasa memahami, dan anehnya buat pertama kalinya, dipahami. Tapi dia tidak menolak dunia, dia jadi bagiannya, dalam bedanya. Dia tidak merasa murka, dia cuma tetap menjadi dirinya. Dia yang beda.


Untuk pertama kalinya itik sadar. Selamanya itik tidak akan pernah jadi angsa. Selamanya dia akan jadi itik. Mungkin selamanya itik tidak akan pernah bisa jadi sesuai apa yang sebenarnya diharapkan mereka darinya. Dia cuma itik. Tapi dia tidak sedemikiannya buruk rupa. Dia cuma berbeda. Dan tidak ada yang dosa dengan jadi berbeda. Tidak ada salahnya. Dia hanya perlu lebih mencintai dirinya yang berbeda, dan kemudian dia akan jadi sama dengan angsa angsa yang dikaguminya, berharga.


Itik dan dia yang juga berbeda berjalan bersama dalam beda. Dua yang sama sekali bukan angsa dan tidak akan pernah jadi angsa. Itik tidak terlalu peduli arahnya kemana. Tapi itik tahu bahwa jalannya sudah benar. Itik sudah bisa menerima dirinya.


Itik yang sama sekali tidak buruk rupa itu bahagia.

 

 

Advertisements

23 comments on “Itik Buruk Rupa

  1. realylife
    October 11, 2008

    sapa ya si itik itu ??
    yg jelas semoga dia berbahagia
    amin


    insya Allah dia bahagia
    Amien πŸ™‚

  2. yudhi14
    October 12, 2008

    ksihAN sekali itik
    gak bisa jadi angsa


    da ga akan bisa emang dimana mana juga heheu

  3. atmtukang
    October 12, 2008

    kaya cerita sinetron aja.
    salam kenal,mbak,teh
    kujungan balik.


    huahuahuhauha sinetron ga laku πŸ˜†

  4. takochan
    October 12, 2008

    teh, aku belum bertemu dia yang berbeda..

    Untuk pertama kalinya itik sadar. Selamanya itik tidak akan pernah jadi angsa. Selamanya dia akan jadi itik. Mungkin selamanya itik tidak akan pernah bisa jadi sesuai apa yang sebenarnya diharapkan mereka darinya. Dia cuma itik. Tapi dia tidak sedemikiannya buruk rupa. Dia cuma berbeda. Dan tidak ada yang dosa dengan jadi berbeda. Tidak ada salahnya. Dia hanya perlu lebih mencintai dirinya yang berbeda, dan kemudian dia akan jadi sama dengan angsa angsa yang dikaguminya, berharga.

    can i realize it by myself?


    bisa bu… bisa…
    tunggu waktunya aja πŸ˜€

  5. edratna
    October 12, 2008

    Naz, cerita yang menarik…

    Itik hanya berusaha mau menerima dirinya seperti apa adanya. Dengan penerimaan ini, dia akan bahagia, dan kebahagiaan ini akan terpancar di wajahnya…menjadi itik yang baru, yang penuh senyum, dan yang lain akan melihat perubahan wajah itik…menjadi itik yang cantik dengan senyumnya….


    hihihi tapi ko jadi ngebayangin itik *dalam makna denotasi* senyum yah bu… hehehe pasti ngeri deh πŸ˜†

  6. Tigis
    October 12, 2008

    apa ini maksudnya kalo angsa ya kumpullah dgn angsa, tp kalo itik ya kumpullah dgn itik biar bisa belajar menerima kekurangan diri sendiri. Ga tau juga. Tp memang betul, kalo banyak ngumpul ama org yg berkelebihan secara fisik atau materi dibanding kita scr ga sadar kita kadang menjadi serba berkekurangan. Kesimpulannya mgkin kalo ngumpul ya banyakin ama org yg berkelebihan dr sisi moralitas dan tingkah laku.

    koq jd inget pelajaran PMP :mrgreen:


    heuheuheuheuhe mungkin ga ada hubungannya ama postingan sendiri tapi baca komen loe gw inget prinsip gw sendiri… bahwa gw ga terlalu suka ngeliat ke atas! silau! heuheuheu
    PMP??? duh maap.. jaman gw PPKN πŸ˜†

  7. theodora
    October 12, 2008

    waduh2 jgn sama2in itik ama manusia dong neng…(paragraf pertama)


    heuheuehue masa terbaca begitu ya?

  8. Jay
    October 12, 2008

    Awalnya itik ngak menerima takdirnya…

    Untungnya itik cepat sadar bahwa ternyata dia itik… kalo ngak cepat sadar mungkin gantung diri kali yeee………..

    Heheheh.

    Cerita yg bagus…


    heheuheuheu bukan gantung diri.. menenggelamkan diri πŸ˜†

  9. Nenad Mohamed
    October 13, 2008

    Salam kenal ya,mbak..kunjungan perdana nih πŸ™‚

    salam kenal juga πŸ™‚

  10. warmorning
    October 13, 2008

    kau mau merubah namamu jadi itikkecilburukrupa, taz ? πŸ˜€
    ah pengalaman pribadi lagi-lagi, kan ? kaNNNNN !
    *ngaku hayo ngaku !!*


    dududududududududud
    *purapuratidaktau

  11. ubadbmarko
    October 13, 2008

    Meski itik buruk rupa, telor asin masih tetap telor itik tidak telor angsa.


    aaaahhhh sayang sekalih aku tidak suka huhuahuahuha

  12. lala
    October 13, 2008

    ah, itik lbh enak dimakan drpd angsa.. Analogi seseorang ya buw…

    kira kira? heuheuheuhe
    ga tega ih makan angsa ih!!!

  13. yessymuchtar
    October 13, 2008

    aku pernah bikin cepen seperti ini..judulnya bukan itik buruk rupa..endingnya juga kurang lebih sama..bahagia..selamanya heheh

    erh… ini sih blom bahagia slamanya bu…
    tapi paling ga saat ini bahagia… dan berusaha dijaga πŸ™‚

  14. chilonic
    October 13, 2008

    Ceritanya menarik Naz.. terkadang orang sulit menerima dirinya sendiri. Padahal ada banyak ‘kekayaan’ dalam dirinya yang dia sendiri harus segera menyadarinya.
    Thanks ya, sudah click blog saya lagi.


    ur blog’s sumwhat like a novel… i like it πŸ˜€

  15. zacky
    October 13, 2008

    si itik boleh bermimpi asalkan dibarengi ma usaha yg bener jangan kedukun biar jadi angsa, mpe kiamat pun gak akan jadi……. taiya?


    iya kali heuehuheuhe

  16. itikkecil
    October 14, 2008

    kesummon….
    syukurlah kalau akhirnya itik bahagia… agar dicintai orang lain, ia harus bisa mencintai dirinya terlebih dahulu…

  17. Koko
    October 15, 2008

    hayo, sudah ikut Blog Action Day 2008 belum?

  18. Prabu Dian Sori
    October 15, 2008

    met kenal dulu πŸ™‚
    baru baca n koment kemudian…

  19. naki
    October 20, 2008

    inspiring nat , gw jadi berkaca sama diri sendiri niyyy
    smOga si itik berbahagia yaa ~~

  20. genial
    October 20, 2008

    potong bebek angsa, angsa di kuali
    nona minta dansa, dansa 1000x

    uuughhhh… cape gw…

  21. cahaya
    October 30, 2008

    Itik buruk rupa ini, bagiku tak buruk rupa. Ia selalu menyinari dan memnghibur disetiap ocehan2nya….
    Semoga itik akan selalu bahagia bersama dia yang juga berbeda πŸ˜€

  22. dani
    August 20, 2010

    itik berupa rupa ya berusah untuk merubah nasip nya yg selau di sepelein lah di tertawin di depan umum memang yg pendikan tingi semena dengan yg tidak tinggi lah maka dari itu kita akan buktikan lah ya sih ya

  23. setan
    September 21, 2010

    apaan!!!!! bukanya cerita malah di kasih penjelesan!!!!gak seru!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 11, 2008 by in hasil keisengan and tagged .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • Untitled
    Di bulan Januari sebagai pengajian rutin bulanan pertama di tahun 2017, Hijabers Mom Community Bandung berkesempatan mengundang Syekh Ali Jaber sebagai pemateri. Berikut adalah sebagian dari tausiyah yang disampaikan oleh beliau.Manusia mendapatkan banyak sekali nikmat. Namun justru nikmat terbesarlah yang paling sering dilupakan. Pertama nikmat iman. Merasa […]
  • Buku Bagus : Paulo Coelho - Veronica Memutuskan Mati
    Siapa yang pernah merasa hidup telalu melelahkan, membosankan, menekan, hingga akhirnya menyesakkan dan tidak layak lagi buat dijalani? Tidak bohong, pada beberapa fase dalam kehidupan, perasaan seperti ini kerap datang, kadang pergi lagi. Sampai di suatu titik saya pernah merasa seakan akan meregang nyawa setelah menenggak 7 botol obat anti mabok yang sama […]

My First Baby

Follow Me? ;)

My Day By Day

%d bloggers like this: