If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Tentang Rejeki…

Puasa ke Sembilan yang masih juga kurang terasa dan sama sekali tidak hadirkan euphoria yang biasanya ada. Tapi kalau kata Om Warmorning ini katanya itu berarti sudah dewasa😆 oh ya? Mungkin saja. Kalau memang seperti itu bukannya akan terdengar lebih gaya😉

Oh iya. Katanya bulan puasa adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Mungkin ini yang membuat Mr T kemarin kemarin menyinggung-nyinggung soal rejeki ya? Walau saya rada sangsi. Rasanya dia jarang mengatakan sesuatu yang singkat tapi ada makna dengan niat buat menjadikannya demikian.

Kemarin itu sedang bicara soal apa ya? Ah, saya lupa. Kalau tidak salah sih cuma gara gara seorang teman yang tidak kebagian gorengan tajil langganan di kantor saya. Ada yang nyeletuk “Yah… bukan rejeki loe emang!” Cuma begitu saja, tapi tiba tiba Mr T ga kalah latahnya menyeletuk, “Rejeki itu emang udah di atur… tapi kan sebenernya semua orang itu jatah rejekinya sama aja. Cuma bentuknya aja yang beda beda… Tapi da pada dasarnya sih sama aja”. Begitu katanya.

Bisa dipertanggungjawabkan tidak sih kalimat itu? Soal rejeki yang sudah diatur sih semua orang sudah tahu tentunya. Dan yakin akan kebenarannya. Tapi kalau tentang rejeki yang sama rata sebetulnya pada tiap orang? Memangnya iya?

Saya iseng ya memang cuma iseng saja mencoba berpikir tentang ini sedikit. Sama ya? Bentuknya saja yang beda? Well, memang benar mungkin? Kebahagiaan kan memang bukan cuma tentang kekayaan. Ada kesehatan, perasaan aman, persahabatan, kekeluargaan, cinta kasih, kecerdasan, dan banyak lagi yang lainnya yang memang tidak semua orang bisa memilikinya sekaligus semuanya dalam kehidupannya sesempurna apapun kelihatannya. Jadi mungkin saja memang rata. Mungkin saja orang yang katanya kaya tapi kehidupannya kering karena keluarga yang tidak saling menyayangi. Atau mungkin penyakitan. Atau atau lainnya. Dan mungkin saja kalau demikian yang katanya miskin punya banyak sekali rejeki lain dalam dirinya yang membuat orang yang katanya kaya sekalipun akan iri melihatnya? Mungkin kesetiakawanannya, mungkin kesehatannya, mungkin kebebasannya. Mungkin mungkin yang lainnya. Oh ya?

Tapi ada saja orang yang sepertinya sudah miskin penyakitan kesepian. Letak rejekinya dimana ya? Entah. Mungkin ada di keikhlasan dan kelapangan-dadanya? Mungkin itu rejekinya?

Benar tidaknya kalimat semua orang punya jatah rejeki yang sama, bentuknya saja yang berbeda mungkin tiap orang punya pendapatnya sendiri sendiri. Tapi kalau saya memilih mau menganggapnya benar saja. Ya. Mungkin supaya saya percaya dan ingat saya punya rejeki lain yang bentuknya mungkin saya sendiri tidak bisa lihat tapi pasti sudah ada disana. Rejeki lain selain lulus kuliah pada waktunya seperti yang dimiliki banyak teman saya. Mungkin rejeki seperti perasaan diterima dan pada tempatnya yang BFF saya bilang dia sedang tidak punya tapi saya tau sekali saya punya. Hal hal yang demikian. Toh segala sesuatunya juga kembalinya pada percaya, kan.



I’ll count my blessing…

9 comments on “Tentang Rejeki…

  1. warmorning
    September 11, 2008

    rejeki gak akan kemana, kalau sudah ‘hak’ mu, dia yang akan menghampirimu🙂 *oh, bijak sekali daku hari ini…*


    makin bangga aku padamu om! Huhuhu

  2. warmorning
    September 11, 2008

    makasih…. *bangga punya ponakan yang bangga :D*

  3. Pingback: sebelas « easy like sunday morning

  4. AngelNdutz
    September 11, 2008

    Kalo banyak bersedekah, rejeki yang ngalir semakin banyak. percaya de!!

  5. Tigis
    September 11, 2008

    rejeki uda diatur, gue setuju. Tp kalo rejeki semua org itu sama, keliatannya susah ngukurnya. Apalagi kalo uda berkaitan ama hal2x yg intangible. Bingung:mrgreen: Mending rejeki disamain aja ama duit ya biar ga bingung🙂 Yg pasti rejeki gue biasa2x aja dlm pengertian itu. Kapan ya bisa dpt rejeki nomplok…..:mrgreen:

  6. emfajar
    September 11, 2008

    rejeki emank udah diatur tapi kita punya tugas untuk mengambilnya,, ya jadi jangan cuma pasrah aja menunggu rejeki yang datang..

  7. andy
    September 12, 2008

    Kalau rejeki di bulan puasa ini katanya rejekinya banyak lhooooo!

  8. Ghani Arasyid
    September 12, 2008

    rejeki…😀

  9. nenyok
    September 13, 2008

    Salam
    Rejeki itu memang punya banyak bentuk tak hanya ukuran material Non🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 11, 2008 by in Feels and Thoughts, mustikas, petuah petuih cuah cuih and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: