If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Lelaki Kecil Saya…

Lelaki kecil saya marah pada saya hari ini. Dia bilang saya tidak memikirkan perasaannya dan membuat dia merasa bahwa saya mengeluhkan hal hal yang tidak ada pada dirinya ataupun yang belum bisa dia berikan pada saya dengan menceritakan tentang orang lain yang memiliki ataupun melakukannya. Saya agak kaget mendengarnya. Sungguh tidak sedikitpun ada niat buat demikian.

Makin kesini makin lagi dan lagi saya mengenal lelaki kecil saya itu. Dia yang di awal perkenalan hanya saya lihat sebagai orang yang dipenuhi aura positif dan keberanian dan menjalani hidupnya, dalam waktu yang singkat itu juga bisa terlihat kelemahan dan kerapuhannya. Dia tidak mau mengikuti arus dan memilih menjalani hidupnya dengan caranya dan dengan apa yang dia yakini akan baik baginya. Dia tahu tujuannya dan dia tau bahwa perlahan sekarang jalannya mulai mengarah ke sana. Dia punya segala potensi besar dalam dirinya, hanya saja entah kenapa terlihat ada sesuatu yang menahannya sehingga tidak bisa dikembangkannya dengan sempurna.

Saya selalu melihat lelaki kecil saya sebagai sosok yang pintar. Wawasannya luas. Dia punya prinsip dalam menjalani kehidupannya. Keinginannya untuk selalu berbeda dan jadi lebih dari dirinya sekarang yang entah kenapa selalu saya anggap sebagai kompensasi dari fisiknya yang kecil, sehingga dia pernah bilang “im small but i can do big things” dan saya selalu yakin dia memang akan bisa, kadang membuatnya terlihat sebagai seorang pemimpi. Tapi jadi pemimpi sama sekali bukan dosa. Pemimpi yang mengejar mimpi, itulah lelaki kecil saya.

Sayang sekali tidak semua orang bisa memahaminya. Tidak semua orang punya kemampuan buat percaya. Ada saja yang memandangnya sebelah mata dan meremehkannya, tidak mengerti pada cara berpikirnya dan caranya menjalani hari harinya, tidak bisa melihat kemampuan yang dimilikinya, dan mungkin kadang memandangnya dari fisiknya yang memang kecil dari sananya. Dan kadang orang orang itu memperlihatkannya di depan matanya. Kadang mereka lupa bahwa dia bisa sakit hati juga. Orang orang yang selalu saja membuatnya berkata dalam hati “lihat saja nanti” , orang orang yang membuat saya ikut panas hati.

Lelaki kecil saya ternyata juga orang yang mudah naik darah dan marah. Mungkin karena dia selalu merasa orang yang tidak sopan kepadanya adalah orang yang menganggapnya “anak kecil” atau juga mungkin tidak memandangnya sama sekali, maka dia selalu saja punya kekesalan dalam hatinya. Seperti kemarin saat kami berjalan berdua dan ada orang tidak dikenal menegur saya dengan tidak ada sopan sopannya sebagaimana orang orang goblok yang sering lupa perempuan itu manusia dan bukan benda yang bisa direndahkan dengan cara yang tidak mereka sadari lelaki saya sangat marah dan ingin marah tapi dia berhasil menahannya. Konon katanya dia banyak berubah sekarang. Dia tidak mau membuat saya malu saat bersamanya. Tau kenapa dia marah? Karena katanya dia sangat tau orang orang itu tidak melihat sama sekali bahwa dia adalah pasangan saya hanya karena posturnya yang jauh lebih kecil dari saya.

Lelaki kecil saya yang babarian. Kurus kering mirip kakek kakek HIV, manja, sangat menyenangkan buat dipeluk bahkan di tempat umum. Lelaki kecil saya yang mengerti saat saat PMS bulanan saya, menerima marah marahnya saya, menunggu sadar kembalinya saya, tidak bosan mengobrol tiap hari dan malam dengan saya, terbangun dengan sms saya di tengah tidurnya di tengah malam dan dengan setengah mimpi menelpon saya. Lelaki kecil saya yang pemimpi, lelaki kecil saya yang pemarah, lelaki kecil saya yang pintar dan punya banyak potensi, lelaki kecil saya yang kadang rendah diri, lelaki kecil saya yang pernah sangat sakit hati, lelaki kecil saya yang selalu percaya, lelaki kecil saya…

Kau cuma perlu percaya, aku ada… tidak akan kemana mana… aku selalu percaya… dan tidak akan lupa…

terima kasih buat bermimpi bersama dan tidak membuat menangis

One comment on “Lelaki Kecil Saya…

  1. Pingback: Untukmu… Karenamu… « If its Not So Important To U, Well It Is For Me

Comments are closed.

Information

This entry was posted on September 6, 2008 by in cicintaan, yayiyayiyayi and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: