If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

DESPERATE HOUSEWIVES

Bukan… bukannya saya mau cerita bahwa ngabuburit saya diisi dengan menonton serial TV yang entah sampai berapa season ini karena memang saya belum ngikutin dengan sangat menyesal… lagipula kota kembang masih ditutup dan itu menjadi sebuah duka tersendiri di Ramadhan taun inih :p

Tapi saya mau cerita soal Desperate Housewives sebenarnya yang membuat hati mendidih dan sebenarnya pengen banget buat teriak protes, dalam rangka mewakili mereka yang ga bisa apa apa… atau mungkin ga mau apa apa… ga tau juga…

Perempuan perempuan ini ga segaya mereka yang ada di serial TV… ga seberani mereka juga… ga sebebas mereka… mungkin terikat banyak nilai yang akhirnya membuat mereka agak susah buat menjadi diri sendiri dan menyatakan inginnya seperti apa, sehingga keputusasaan yang cuma bisa terpancar dari muka perempuan perempuan itu…

Sebenarnya saya ga akan ikut repot dan cape cape menuliskannya disini kalau saja bukan ada mereka yang saya lihat dalam waktu yang cuma dua hari ini…

Perempuan pertama… seorang ibu yang pastinya seorang istri yang sedang menangis sesenggukan di pojok angkot cimahi-st.hall yang saya naiki dalam perjalanan pulang cimindi-margahayu. Perempuan berkulit hitam ini menangis menutupi wajahnya di balik seseorang yang dia sebut “teteh” di sampingnya yang menggenggam erat tangannya dengan muka yang keras dan marah sambil terus menyuruh si perempuan hitam untuk diam.

Saya tidak begitu suka ikut campur dan menguping pembicaraan orang lain, tapi kalau kita sedang berada dalam sebuah ancot yang sama sekali tidak besar dan penuh isinya, mau tak mau pasti terdengar juga suara serak si perempuan yang bercerita dengan suara cukup kencang yang mungkin tidak disadarinya karena memang emosi yang sedang menguasai…

Jadi saya dengar… saya dengar dengan jelas sang teteh yang bilang pada si perempuan untuk berhenti menangis dan mendiamkan dulu suaminya supaya tau apakah suaminya akan cukup peduli buat berusaha bersama memperbaiki keadaan *apapun itu yang saya tidak tau pasti tapi dari curi dengar si suami lari bersama perempuan lain* dan kembali pada istri dan kedua anaknya yang dibawanya di ancot sore itu… dua? salah… perempuan ini sedang hamil yang rasanya sekitar 5 bulanan! Orang macam apa yang tega? Sampai dia turun lebih dulu di daerah cibereum pun si perempuan masih menangis sesenggukan…

Saya tidak bisa berkata apa apa… lelaki kecil saya nampak tau apa yang sedang menganggu saya… dia cuma diam dan menggenggam tangan saya…

Sore itu hampir terlupakan… seorang perempuan yang menangis di ancot hampir bukan jadi bagian dari perjalanan hari kemarin saya… tapi ternyata sesampainya di rumah rupanya mama saya kedatangan 3 tamu dari Jogja dan Jakarta, teman teman Tagged nya, tante tante yang usianya antara 40-50 tahun. Kita sebut saya Tante P, Tante D dan Tante H.

Awalnya saya tidak suka satupun dari mereka karena saya pikir mereka mengganggu kedamaian saya dengan mengobrol dengan suara kencang sambil keketawaan dan merokok di ruang tamu depan kamar saya… sangat tidak suka! tapi rupanya memang, saya sendiri suka lupa, sometimes we gotta look deeper to know… dan saya malah jadi sayang pada tante tante itu karena kisah hidup mereka…

Tante P, perempuan ini paling muda diantara grup tante tante nya mama saya… usianya baru akan 40. Baru sekitar setengah tahun yang lalu menikah dengan seorang lelaki yang biasa dipanggil mama saya Mas P, seorang pengusaha penginapan di Jogja *yang akan saya inapi nanti menjelang lebaran sebelum pindah hotel* yang sudah jadi teman chat mama saya lebih dulu. Mas P ini ternyata lelaki brengsek sakit jiwa yang punya kecenderungan infantil!!! Tidak bisa membuat keputusan apa apa sendiri dan ada di bawah kuasa mamanya yang sama sekali tidak suka anaknya menikah, dan sangat membenci Tante P! Padahal anaknya pun sudah hampir kepala 5! Yang benar saja!

Minggu lalu kejadiannya, karena katanya cemburu pada teman chatting Tante P yang sedemikian dekatnya, padahal Mas P juga termasuk chatter yang ga kalah gilanya! Kau tau apa yang dilakukan pada Tante P? Mas P menonjok leher Tante P dengan tangan besarnya yang memakai gelang super berat dan meninggalkan bekas yang sudah menghitam saat saya melihat di leher Tante P. Tidak cukup disitu, Tante P ditendang sampai menubruk lemari dan masih juga dibanting setelahnya!

Maafkan buat yang sempat berpendapat saya pandai sekali mengumpat. Ya! Saya memang gampang mengumpat dan naik darah! Dan satu satunya kata yang mampu ada di otak saya kala dengar cerita Tante P cuma Anjing! dengan kemarahan yang menggebu-gebu! Ah… Astagfirullah… ya… itu terucapnya belakangan…

Mana yang katanya lelaki yang akan mencintai sehidup semati dalam susah maupun senang? Mana katanya yang cinta sejati? Mana?! Mana?!

Ga berhenti disitu! Masih ada lagi kejijikan saya pada lelaki lelaki di luar sana malam itu! Maaf.. sumpah saya sama sekali tidak bisa menahan kebencian dan kemarahan saya, tapi saya sama sekali juga tidak menggeneralisasikan semua lelaki sebajingan mereka!

Tante H, yang terlihat baik baik saja dan banyak tertawa malam itu punya kisah yang tidak kalah tragis. Sang suami pergi dan mendatangi perempuan lainnya dan meninggalkan Tante H di depan anak anaknya. Tidak peduli perasaan anak anaknya, lelaki itu pergi begitu saja dan tidak kembali hingga kini.

Apa sih yang ada di pikiran mereka? Dan… APA YANG ADA DI PIKIRAN PARA ISTRI ITU SAMPAI MEREKA MAMPU BUAT BERTAHAN? Diperlakukan semena mena, ditinggalkan, diabaikan, diduakan, disia-siakan… mau sampai kapan?

Si perempuan berkulit hitam yang cuma bisa menangis sesenggukan dan bertanya dengan kebingungan pada teteh di sampingnya harus apa, Tante P yang masih saja akan memaafkan Mas P sekalipun semua sahabat yang menyayanginya memintanya buat pergi saja, dan Tante H yang cuma bisa sabar dan menelan sakit hatinya bulat bulat karena yang penting sang suami masih belum mengusir dia dan anak anak dari rumah yang atas nama suami.

Udah gila ya?

Sungguh… ini adalah satu hal lagi yang bisa buat saya bilang bahwa saya tidak akan pernah mengerti! Saya menolak buat percaya bahwa itulah pengorbanan yang harus diambil dalam pernikahan… bahwa memang yang namanya pernikahan memang tidak akan selamanya bahagia… TAPI KAN BUKAN BERARTI HARUS MENDERITA?! Tolonglah perempuan perempuanku sayang… kenali batasnya… kenali bedanya…

Para perempuan… para istri… desperate housewives… GUSTI… jangan biarkan ada lebih banyak lagi… jangan biarkan lebih lama lagi…. AMIEN…

.

.

.

Ah… marah marah deh saya! Padahal ini puasa pertama yang Alhamdulilah insya Allah berakhir dengan mulus… ah… sayang sekali malam ini saya tidak bisa sholat taraweh di masjid karena siaran… Ya nanti nanti lagi lah insya Allah… buka puasa pertama bareng siapa? Bukan keluarga… karena memang saya stuck di Mustika dan hujan deras menggila malam ini… tapi terimakasih pada lelaki kecil yang membelabelakan datang kesini buat berbuka puasa pertama bersama… akhirnya orang Mustika diperkenalkan padanya… akhirnya bos saya tau dia! Ah… tadi sih mengajak ngobrol sedikit sedikit… Dengan penuh yakin dan pede saya tau nanti Kamis pasti saya dipanggil mampir ke ruangan bos saya sebelum pulang!!! huhuhu

Selamat melanjutkan puasa… perjuangan masih panjang!!!

19 comments on “DESPERATE HOUSEWIVES

  1. plainami
    September 2, 2008

    hahahaha..
    nanti cerita ya diajak ngobrol apa di ruangan bos hari kamisnya :p


    wahuahuahuaha pastinya😀

  2. warmorning
    September 2, 2008

    selalu ada cerita di balik cerita, dan terkadang saya pun terlalu cepat mengambil kesimpulan dalam setiap kejadian, ayaya ramadhan itu cuma our own self yang bisa mengurung setan-setan itu, kan taz ?🙂


    yeap om… setuju banget!!! its all in us!

  3. popi
    September 2, 2008

    boo, gw tau deh tante P itu karena nyokap lu pernah cerita ke gw, tapi gak nyangka dia bakal digituin sama si mas P. Serem amat sih bo. Eh eh, nanti bawa lagi ya si lelaki kecilmu itu ke studio, dia harus ketemu sama Tante P yang ini, Tante Puspita hahahah. Mas tata ngomong apa aja ke lu jeng? dikasih wejangan-wejangan yaa nyahahahaha


    heuheuheuheu si vei ditanya tanya kemaren :p yeap yeap as he always does!

  4. ma2nn-smile
    September 2, 2008

    hehhe……
    jadi pengen liat nieh…..
    met menjalankan ibadah di bulan ramadhan….


    pengen liat apa?
    sama sama…

  5. emfajar
    September 2, 2008

    wah lagi gosip2 nich😛


    bukan ih bukan gosip da :p

  6. rizkiariefandi
    September 2, 2008

    heu. kirain bakal nyeritain ttg serial Desperate Housewive..
    eh ga taunya gosip… heuheuheu…


    iiihhhh dibilangin bukan gosip!!!

  7. emyou
    September 2, 2008

    haduh.. ini mempengaruhi puasa gak ya?? hehehhe….

    huheuheuehu ga tau dhe :p

  8. itikkecil
    September 2, 2008

    Apapun alasannya, saya percaya, laki-laki tidak berhak untuk memukul perempuan…..


    saya juga!!!😀

  9. achoey sang khilaf
    September 2, 2008

    Sahabat,

    met jalani indahnya bulan suci
    mohon maaf lahir dan bathin


    sama sama🙂

  10. Tigis
    September 2, 2008

    jadi penasaran, kira2x apa penyebab sejumlah lelaki di cerita di atas melakukan itu yah. Apakah semata2x krn faktor perempuan laen atau pengaruh nyokap yg besar atau ada faktor laen. Tp gue setuju, apapun alasannya ga boleh ada kekerasan dlm rumah tangga. Masak perempuan yg uda dinikahi baik2x malah dijadiin sansak:mrgreen:


    nah disitu tuh yang ga gw suka! ga bagus banget! jangan kawin kalo begitu mah mendingan! :p

  11. Tigis
    September 2, 2008

    btw, gue uda konek ke mustikafm nih. N’tar siaran kan jam 3pm, pengen tau kyk apa🙂 Smoga telkomselflash kuat nih diajak streaming terus2xan. Koneksinya mati idup mati idup😦
    eh ga boleh kirim2x salam ya….:mrgreen:

    aaaaaaaah jangan hari ni!!! yang sore gw cuma hari senin, kamis, ma jumat ajah😀
    kau ta pernah ym an yah? add ym gw atuh!

  12. nana males log in
    September 2, 2008

    waduh mbak.. cerita yg sangat rumit..

    hohoho..
    mbak liatnya jg jgn ampe batal puasa ya..
    sabarr bu..

    met puasa ya mbakkk..
    have a nice day!

  13. ladyfi
    September 2, 2008

    I’ve watched this Dear
    Complet Ses from 1 – 4, start from 2years ago
    This is one of greates Serial TV EVER! after Greys Anatomi of course!!

    memang, hidup ini penuh likaliku =)

  14. novi
    September 2, 2008

    wahai perempuan…jangan mau selalu di jadikan KESET oleh Laki2……..
    Bangkitlah perempuanku………
    hahahahaha

  15. nana
    September 2, 2008

    mbakk..postingan barunya kok ditutup komennya?..
    lucu liat hurup2nya warna warni..
    hihihihi
    bagus dehh

  16. Tigis
    September 3, 2008

    hehe gue software YM aja kagak punya Nat. Seumur2x kagak pernah YM-YM-an. Gatek ya:mrgreen:

  17. nenyok
    September 6, 2008

    salam
    Yang begitu banyak dan sangat menjengkelkan saat mengetahuinya tapi ya harus bagaimana oh kita juga ga tahu juga apa yang terjadi sebenarnya kan Non

  18. cahaya
    September 6, 2008

    Nats tulisanmu yg ini gak nampak sama sekali…
    barisan semut2😦

  19. Pingback: Dari Mr T «

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 1, 2008 by in curcol misah misuh and tagged , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: