If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Ibu, Quran Butut ?

Saya punya sebuah cerita lucu tentang ibu.

Ya ya. Kalau kemarin saya punya berjuta kecewa pada sang ibu, sekarang rasanya keadaan sudah kembali biasa. Tapi rasanya nanti juga keadaannya akan sama saja. Suatu lingkaran setan yang terus berulang tiada henti dan bagaikan sebuah kutukan!

Tapi lelaki kecil saya mengingatkan saya, bahwa keadaan yang demikian tidak akan selamanya. Tahun depan pun insya Allah keadannya akan berubah. AMIEN. Terima kasih saat ini ada dia dalam hidup saya. Ada satu hal yang masih bisa selalu saya syukuri dalam kehidupan saya.

Tapi rupanya akan ada lagi.

Kemarin BFF saya bercerita tentang seorang teman SMA yang menghabiskan masa kuliah di tempat yang sama bersamanya dan sekarang pun masih jadi orang Jakarta. Ira namanya. Ira yang dari SMA saya selalu anggap sebagai perempuan super centil, materialistis, mau enaknya saja. Saya memang tidak akan pernah bisa terlalu dekat dengan orang ini. BFF saya juga tidak. But as PlainAmi said, we adapt, yes? Demikian juga dia.

Ira ini lulus kuliah sejak awal tahun ini dan sudah bekerja di Bakrie sebagai staff HRD. Dia ini semasa kuliah yang 5 tahun itu sempat tiga kali berganti pasangan sama seperti saya. Dan dengan Angka, pasangannya yang sekarang, dia merasa akhirnya menemukan The One nya dia, sama seperti saya. Beberapa lelaki yang sejak dulu bergantian memasuki kehidupannya selalu saja ada yang salah di mata ibunya, sama seperti saya. Ira ini paling mudah menangis karena ibunya, sama seperti saya sekali lagi. Ibunya nampak agak sakit jiwa, yang ini beda dengan saya.

Ya, ibu saya memang orang yang sangat rumit dan sering bikin saya sakit hati. Tapi ibu Ira ini rasanya jauh lebih parah lagi! Dia dan suaminya bercerai kira kira 4 tahunan yang lalu. Ibu ini tidak bekerja dan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Well, memang sih ibu ini memasak tiap hari buat keluarga, tidak seperti ibu saya. Tapi ibu inipun meminta seluruh gaji anaknya yaitu Ira dan hanya memberinya sekitar 30 persennya perbulan, karena katanya sisanya ditabung buat masa depan.

Ibunya Ira, mungkin karena trauma pribadinya pada lelaki jadi punya standard yang berlebihan tentang laki laki yang boleh mendapatkan anaknya. Maunya yang pintar, terbungkus dalam casing yang baik dan layak dipamerkan kalau kata Ibu saya, juga berasal dari keluarga berlatar-belakang normal dan status ekonomi masuk dalam hitungan orang berada. Standar sekali ya? Keinginan para ibu. Tapi coba deh, liat diri sendiri dulu. Kalau anaknya memang sudah sangat bagus sekali sih masih bisa diwajarkan. Nah kalo anaknya juga merasa biasa biasa saja seperti saya begini? Ibunya Ira punya tolak ukur begini. Ibu saya juga begini. Namun pada satu titik tertentu, akhirnya ibu saya mau mencoba buat menerima dan memaklumi kemauan saya. Mungkin karena saya juga orangnya agak memaksa dan memang ingin menjalani apa yang saya yakini. Ira tidak demikian.

Suatu hari Ibunya Ira sedang mengadakan arisan bulanan di rumahnya dan banyak ibu ibu lain disana. Ada seorang ibu yang bilang, “Duh, saya lagi nyariin anak saya jodoh nih. Umurnya sudah 28, udah kerja, udah mapan, tampangnya juga lumayan… heran mbokya nyari jodoh aja kok susah”. Wajar? Ya memang. Tapi yang agak kurang wajar ketika Ibunya Ira dengan semangatnya bilang, “Buat anak saya aja!’. Dan segera setelahnya Ibunya menyampaikan pada Ira soal so-called-perjodohan tersebut. Ira jelas marah. Dia sakit hati. Ibunya tau dia sedang menjalin hubungan ke arah yang serius dengan Angka. Ibunya tau dia berniat menikah. Ibunya malah bilang, “Kamu pikiran lagi lah soal Angka. Dia kan cuma lulusan D3, kerjanya begitu aja, gajinya juga gedean kamu! Orangtuanya aja masih numpang tinggal di rumah neneknya! Mau jadi apa kamu nanti? Nanti malah kamu digantungin sama keluarganya Angka lagi? Terus kalau neneknya meninggal emang pada mau tinggal dimana kalau rumahnya dijadiin warisan?” dan banyak lagi kalimat kalimat lainnya yang membuat Ira sungguh sangat merasa sakit hati. Angka. Dia lelaki baik hati berusia 23 tahun dan bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Bandung, sambil berwirausaha bersama temen kuliahnya dulu. Keluarganya termasuk menengah dan memang mereka tinggal di rumah neneknya karena sang nenek sudah tidak punya siapa siapa lagi sejak dulu. Dan di keluarganya tidak ada catatan kecacatan seperti perceraian dan lainnya.

Lalu Angka jadi tidak layak?

Ibunya Ira berkata, “Lagian kamu ko nyari pasangan aja susah banget sih!”. Dan Ira yang sedang tersulut amarahnya berkata, mungkin dengan nada yang sedikit naik, “Aku ga susah tuh nyari pasangan. Yang susah itu nyari pasangan yang diterima mama”. Ya ampun. Seakan sedang mendengar kisah sendiri! Dan mamanya Ira dalam sekejap bilang, “Anak kurang ajar! Keluar kamu dari rumah! Pergi!”. Sebelum Ira pergi Ibunya mendatanginya dan melemparkan lembaran uang yang kemarin diberikan Ira kepadanya dan berkata, “Ambil nih uang kamu! Mama ga butuh! Urus diri kamu sendiri!”. Ira tadinya berniat mengungsi ke rumah BFF saya, tapi rupanya dia berubah pikiran dan pergi ke Bandung menemui Angka dan calon mertuanya memintanya buat menginap saja disana.

Saya belum tahu kelanjutannya. Tapi saya jadi terdiam mendengarnya. Ibu saya sering nya tidak mengusir saya secara langsung, tapi sering bilang “Kalau kamu ga suka peraturan mama, keluar aja dari rumah ini!” Tapi setiap saya mau pergi, ibu saya mencegahnya dengan marah marah. Dan akhirnya keadaan entah bagaimana caranya berubah kembali jadi seakan tidak ada apa apa. Ya. Polanya memang berulang demikian. Tapi di satu sisi saya masih bersyukur karena di saat baiknya, ibu saya benar benar jadi Ibu yang baik dan seperti teman meskipun tidak bisa dibilang sahabat.

Tapi jujur. Saya takut. Takut hal yang sama juga akan menimpa saya. Dimana ibu saya kembali lagi menolak lelaki pilihan saya, kali ini lelaki kecil saya yang padahal kami sudah punya banyak rencana kami berdua. Saya sedih sekali membayangkannya. Demikian juga lelaki kecil saya rasanya. Tapi dengan tetap menjadi dirinya dia mengingatkan saya segala hal tentang menjadi positif dan fokus pada keinginan kami berdua dan jangan sampai goyah, karena disitulah letaknya kekuatan kami berdua.

Dan dia menceritakan pada saya filosofi Quran Butut yang diceritakan oleh Ali, sahabatnya, kepada dia sewaktu dia sedang menceritakan semua keluh kesahnya pada Ali. Ali mendapatkan ini dari sang Ayah, pak ustadz yang nampaknya akan jadi hakim di pernikahan saya dan lelaki kecil saya nanti. Amien.

Pak ustadz itu bilang, Orang tua itu sama dengan Quran butut. Quran butut itu mau dibaca kan susah sekali karena huruf huruf yang ada di dalamnya sudah tidak terlihat jelas. Tapi kalau si Quran mau dibuang, sudah tentu dosa besar! Sementara membacanya sulit! Lalu harus digimanakan?

Disimpan. Ya. Disimpan dan dibaca perlahan lahan sedikit demi sedikit sambil dipahami isinya. Itu yang harus dilakukan terhadapnya. Demikian juga pada orang tua yang sulit sekali buat dimengerti! Jangan “dibuang” dari kehidupan kita. Simpan saja. Jaga jarak aman. Pada suatu waktu coba buat mengerti. Perlahan lahan, karena memang tidak akan bisa sekaligus mengerti. Tapi bukan berarti jadi tiada arti.

Saya sempat terdiam agak lama buat memahami. Dan menangislah saya. Lelaki kecil saya pun diam. Kami sama sama mengerti apa yang ada dalam hati masing masing saat itu. Dan saya sangat bersyukur bahwa sebagaimana saya punya Meiska sebagai BFF saya, lelaki kecil saya punya Ali. Yang akan selalu ada buat kami. Menyadarkan kami. Memberi masukan yang membangun buat kami. Mendukung kami.

Jadi… saya memang akan terus coba pelan pelan jalani dengan ibu saya bagaimanapun juga. Toh ada lelaki saya bersama saya, dan dia berjanji pada saya bahwa keadaan buruk seperti sekarang tidak akan lama lagi terjadi. Saya percaya padanya.

Banyak syukur. Syukur ibu saya tidak separah ibunya Ira sekalipun dalam beberapa sisi mungkin ibu saya tidak kalah parahnya. Syukur untuk sahabat terbaik yang saya dan lelaki kecil miliki. Syukur karena kehidupan saya sekarang masih bisa dan masuk akal buat dijalani. Syukur karena saya punya si lelaki kecil yang jauh lebih matang daripada saya dan benar benar bisa diajak berbagi. Syukur ya Rabb. Buat semuanya, bahkan dalam masa yang saya benci seperti sekarang ini.

Dan Quran butut saya sedang masuk lemari buat sementara. Cari waktu yang tepat dan bisa jadi berkah buat diambil dan dibaca pelan pelan. Till then I’ll walk the line.

74 comments on “Ibu, Quran Butut ?

  1. Popi
    August 4, 2008

    Say, kata-kata Quran butut itu sama banget deh dengan yang dibilang pacar gw. Ah dear, memang tidak pernah ya ada hubungan yang benar-benar mulus-mulus saja. Your mother, my mother, his mother and other people’s mother, aah..


    tapi pacar kita ga sama kan buuuuuuuuuuuu???😆

  2. plainami
    August 4, 2008

    aaaaaaaaaaah
    aku sukaaaa tulisannyaaaaa..
    makasih lelaki kecilnya tasya, buat cerita quran bututnya
    🙂

    *hampir speechless


    akupun hampir saat itu… dan karena momennya pas… menangislah😥 huhuhuhuhu

  3. Tigis
    August 4, 2008

    iya juga sih. Perumpamaannya lumayan cocok. Tp agak heran juga yah. Bukannya hrsnya ce2x di era modern yg lebih matre ketimbang generasi jadul yg skrg menjadi ibu kita. Selama ini kesimpulan itu yg gue tangkep. Ternyata ngga juga yah🙂

    pernah kepikiran ga kalo ce ce di era modern itu jadi begitu karena role modelnya ibu mereka yang menuntut demikian dan dijiplak mentah mentah?

  4. fisha17
    August 4, 2008

    🙂 tapi ibu tetep dido’akan.. kan??

    yah teteubh aduuuhhhhh

  5. Rita
    August 4, 2008

    Lelaki kecilnya gak kecil beneran kan? itu hnya sebutan istimewa khan….
    Haduh aku ko’ ikut merasakan apa yg tertulis diatas….
    Moga tercapai apa yg kalian cita2impikan amien…
    InsyaAllah kalo udah jodoh sesulit apapun rintangannya pasti akan ketemu. Selain berusaha “mengeja” quran tua, mohon pd Yg Maha Kuasa dan Maha Mengatur agar dibukakan dan dimudahkan segala urusan. MOga berjodoh ya, amien
    hehe…yg jelas pacar kita gak samaaaaa😀


    AMIEN… makasih yah buuuu
    hueheuheue duh duh duh untung ga sama😉
    kecil beneran buuuu
    kecil segalagala😀

  6. cinker
    August 5, 2008

    saran yang baik…..tapi lebih baik kalo ngak perlu seperti itu…..! jagalah hubungan baik dengan ortu


    coz there’s nothing perfect…. ada saja hubungan anak ortu yang ga sebagus seharusnya… deal with it🙂

  7. ichanx
    August 5, 2008

    hmmm….. *manggut-manggut* pokoknya mah eikeh cinta mamah.. i love u mamaaaaaaaaa……….


    lop yu tuuuuu😆

  8. Domba Garut!
    August 5, 2008

    Sebuah perumpamaan yang pas sekali..🙂


    ehm… ga tau juga sih.. paling tidak demikian kata pak ustadz😉

  9. theloebizz
    August 5, 2008

    coba bicara dari hati ke hati dgn ibunda…
    ungkapkanlah keunggulan sang lelaki kecilmu di hadapannya
    agar beliau lebih terbuka memahami sang calon pendampingmu ituh…
    met mencoba😉


    nanti pasti😀
    waktunya blom tiba…

  10. Popi
    August 5, 2008

    Kecil segalagala tas? huahuahahua si tantekinkyami pasti langsung kinky deeeh baca istilah kecil segalagala ituu


    oh oh oh
    memang itu denotasi dari pernyataan gw😆

  11. Daniel Mahendra
    August 5, 2008

    Ah, bersyukurlah, Nat… Bersyukurlah selagi masih bisa bersyukur. Percaya deh.

    I do grateful om… i really do🙂

  12. adipati kademangan
    August 5, 2008

    bagaimanapun beliau tetep bunda kita (kita ??!!…. teruskan sendiri dech) memang tidak mudah membuat bunda mengerti tentang kita ( kita?!! ….) tapi bagaimanapun juga beliau lah yang membuat kita ada. Suatu saat pasti ada masanya kita menagis didepan bunda


    huahauhauhau nangis di depan bunda udah seriiiiiiiiiiiing😆

  13. niaalive
    August 5, 2008

    hihihi, tau ga, Quran butut itu di kalangan temen2 gw istilah buat orang2 yangsebenernya kita males bercengkrama dgn mereka, jadi seperti Quran Butut, dibuang dosa, diliat bikin males and mules, taw gak, temen gw meng istilahkan Quran butut itu sebagai mertuanya, huahahha, konyol banget dah


    huahuahauhauha ah kaw
    menghilangkan kemelowwan😆

  14. thez al fajr
    August 5, 2008

    Perumpamaan yg bagus. Mungkin posisi sang lelaki kecil sama dengan saya dulu yg mana ortu perempuan belum bisa (bukan ga bisa..) menerima saya. Tapi alhamdulillah dengan usaha, doa, saling mendukung n menguatkan, beliau akhirnya bisa membuka hatinya untuk saya. Insya Allah, sang lelaki kecil juga bisa melakukan itu…amin. Banyak sabar n bersyukur aja ya…

    AMIEN…
    makasih doanya😀

  15. ILYAS ASIA
    August 5, 2008

    kalau tuk quran butut yang gak jelas, boleh kok dibakar sampai habis jadi tidak ada lagi yang gak jelas

    mencintai dan ditolak : lebih baik
    daripada membenci yang berhasil

    hari ini,
    postingannya sangat baik


    hmmm…
    bukan sedang bicara cinta
    tapi tapapa
    makasih😉

  16. ILYAS ASIA
    August 5, 2008

    nat, you keren banget sih,
    di wp ada
    di multiply ada
    di wordspop ada

    ajari aku nat

    tulis di blog aku ya?


    heuheuheuhe
    kerennya dimananya? :p

  17. morning dew
    August 5, 2008

    Tulisannya nendang benget, Jeung!🙂

    Gimanapun seorang Mama pasti ingin yang terbaik buat anaknya, hanya saja sering tidak banyak waktu untuk berkomunikasi dengan bahasa hati, nggak sekedar bahasa verbal.

    Kamu beruntung, Nata… Punya lelaki kecil yang baik. Ibu mungkin butuh penjelasan dan bukti yang lebih nyata, bahwa lelaki kecil itu adalah pilihan terbaik buat hidup kamu, sehingga hati ibu bisa lebih tenang.


    i know i am lucky😀

  18. Gempurr
    August 5, 2008

    Ahhh.. ogut makin bersyukur ..

    ogut mirip dengan calonnya Ira..tapi bukan Angka..

    ma’ mom selalu bilang :
    ..Pur, jadi ngga ??…


    hmmm
    baiklah😀

  19. itikkecil
    August 5, 2008

    apapun yang terjadi, kita memang harus berusaha memahami orangtua kita😀


    unfortunately😆

  20. rudyahud
    August 5, 2008

    wah….semua itu membutuhkan protes…jadi yang sabar yah…..(kagak nyambung….hehehehehe)


    protes apa proses??❓

  21. masenchipz
    August 5, 2008

    wah..wah… dah berganti2… gw kapan bisa sekali aja… sekalian buat selamanya… he…he..

    apaan sih? pasti ga dibaca da :p

  22. emfajar
    August 5, 2008

    kerenn filosofi quran bututnya😀

    bagaimanapun juga kita pasti membutuhkn ortu..


    yaiyalah butuh…buat “jadi” ajah butuh😉

  23. treen
    August 5, 2008

    sedang belajar dari Qur’an walau masih jadi orang butut.


    waaahhh
    sama doooong😀

  24. Edi Psw
    August 5, 2008

    Wajar kalau orang tua ingin anaknya mendapatkan yang terbaik.
    Hehehe…


    yeap… knew it…

  25. bacotchaoz
    August 5, 2008

    terkadang kita menyadari sesuatu itu berharga justru setelah kita kehilangannya. Omelan ibu yang, konon katanya, nyebelin. Sikap orang tua yang “ga masuk akal”. Kekhawatiran orang tua yang overdosis. Semua itu ga selamanya. Mungkin setelah semua itu hilang, orang tua sudah tidak bersama kita lagi, kita baru bisa menyadari bahwa itu semua adalah harta yang tak bisa digantikan oleh emas seluruh dunia sekalipun. So, take a deep breath, buang lewat pantat, dan jalani aja dengan santai.😉


    ya ya ya…

  26. naki
    August 5, 2008

    aheheheh .. kalO nyokap gw , mungkin diantara nyOkap-mu dan nyOkap si ira ^0^

    haeshh pusYing yaaa … yang sabar ya mba .. ehh dik maksuDnya😀


    huhuhuhuhuhu
    okeh deh kakaaaaaa

  27. indra1082
    August 5, 2008

    Segalak2nya ibu dan sesusah2nya membaca ibu, pasti ibu akan mendukung anaknya selama masih dalam koridor kebaikan….


    hmmm yah hope so…🙂

  28. Yari NK
    August 5, 2008

    Waduh….. zaman sekarang masih ada yang seperti itu. Pokoknya yang jelas sih hanya satu saja yang perlu diingat, seseorang atau sesuatu itu pasti ada kelebihan dan kekurangannya sendiri2. Sebutut2nya Quran tua pasti dia punya nilai sejarah yang besar, begitu juga dengan manusia, pasti ada ‘cacad’ dan kelebihan masing2.

    Memang sih naluri orang tua selalu ingin yang terbaik bagi anaknya (baru ngerasain deh nanti kalau udah jadi orang tua, sekarang sih nggak ngerasain😛 Huehehe…. ) tapi yang jelas memang bagaimanapun orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya, namun seyogianya orang tua juga mendukung pilihan anak, apalagi kalau pilihan si anak tidak terlalu buruk………


    yeap… semoga saja orang tua juga melihat dengan baik…

  29. uwiuw
    August 5, 2008

    awalnya sy kirain komentar2 jelek kamu soal ira itu semacam ‘persaingan tersembunyi’ antar cewek. Tapi ternyata tidak dan sy minta maaf.🙂 namun kalau diperhatikan, cerita kamu soal ira itu detail seklai yah seolah kalian temen deket walau berjauhan dan menumpulkan informasi walau sembunyisembunyi. semacam jauh di mata deket di hati.


    dimaapkeun….🙂

  30. yherlanti
    August 5, 2008

    cocok kalau jadi penulis cerpen….huakakakakak


    ngga da ga bisa nulis cerpen mahhhhh :p

  31. lala
    August 5, 2008

    saya baru tau ada persamaan itu…
    yaah.. setiap kluarga punya masalahnya,, just hope for d best to come.. *sedih sayah..*


    cup cup cup
    jangan sedihhhhh😉
    yeap… really do hope for the best😀

  32. pipiew
    August 6, 2008

    humm..fi jg dulu pernah ngajuin pasangan yang “ditolak” ibu, tp keputusan ibu ternyata yg bener, pas kesininya baru nyadar kalo dia bukan pasangan yg tepat. Orgtua pasti ingin yg terbaik untuk anaknya, tp orgtua jg harus mau mengenal calon yg diajukan dulu ya…emang rada-rada susah ni kalo menyangkut orgtua, hehe..yg pasti, cayo aja deh mbak, smoga calonnya mbak berhasil menarik hati ibu😉 berdoa untuk yg terbaik…🙂


    yeap yeap… sebenernya emang blom dikenalin sih heuheuehuhe mungkin kenyataannya nanti ga akan sesulit ini… AMIEN🙂

  33. latree
    August 6, 2008

    sabar nat… semua ibu pada dasarnya cuma ingin yang terbaik buat anaknya, cuma pakenya standar mereka. tanpa sadar bahwa apa yang menurut mereka adalah terbaik, belum tentu terbaik juga buat anak.
    mudah2an dimudahkan jalannya….


    AMIEn… tengkyu bu…🙂

  34. Alex
    August 6, 2008

    Ass.

    yg penting di-komunikasi-kan, InsyaAllah terlaksana……….kalo udah oke langsung dilangsungkan……..jangan tunggu2 lagi.

    Dan yg pasti semua ortu mau yg terbaik buat anaknya, dan mungkin buat kita artinya lain.


    dan mungkin kadang yang menurut ortu terbaik tetap saja bukan terbaik buat kita, toh?

  35. Alex
    August 6, 2008

    Dan sholat ISTIKHARAH jangan lupa, minta sama Allah yg TERBAIK menurut-NYA, bukan terbaik menurrut kita.


    will do😉

  36. teguhsan
    August 6, 2008

    Natasya, rumput tetangga akan nampak lebih hijau dari rumput kita…( halah apa hubunganya ya..?)
    Semoga keinginan kalian berdua terkabulkan….amin

    Salam kenal,


    AMIEN🙂
    salam kenal jugaaaa

  37. teguhsan
    August 6, 2008

    Ibu juga manusia,…punya rasa….punya hati…..
    jangan samakan dengan………….

    tapi bener saya salut berat dengan tulisan kamu, bagus bener….
    jadi pengen nulis tentang IBU nih, eh baca ya…( kalau udah d’posting )


    sippppp
    kasih tau saja😀

  38. senny
    August 6, 2008

    yiiipppiiiieee…. bakalan ada undangan nihhhhh….

    asssyyyyiiiiiikkkkk


    laaaahhhh
    kan kmaren udah dikasih tauuuuu :p

  39. ILYAS ASIA
    August 6, 2008

    nataz tu,
    kalau posting jamberapa ya?


    tergantung bisa make komputernya jam berapa
    umumnya pagi buta😀

  40. kucingkeren
    August 6, 2008

    yakinlah… kalau ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya..


    im convincing myself😀

  41. warmorning
    August 6, 2008

    makasutnyah apa nezz ? ini cerita ttg mu bukan ? *hayo ngaku ! *

    bukan yeeeyyyy
    eh yang bawah sih iyah😀

  42. carra lagi males login
    August 6, 2008

    waduh… sampe mlongo aku bacanya neng…
    🙂 be tough aja deh neng nata …

    berbeda banget dengan jalan hidup aku… tapi yah… keknya aku bisa membayangkan gimana😉


    jangan buuuu
    mingkem ajah !!! hehehe
    thanks yaaa🙂

  43. Elys Welt
    August 6, 2008

    nggak bisa membayangkan kalau ada di posisi Ira😦


    ga perlu ko bu hehe

  44. ndop
    August 7, 2008

    kalo sudah butut, ya bisa dibakar Qur’annya…

    *jangan dibakar orang tuanya lo tapii…*

    huahauhuah yaiyadoooong :p

  45. Daniel Mahendra
    August 7, 2008

    Kamana wae yeuh…

    ada om..
    lagi ga sempet nulis😦

  46. novi
    August 7, 2008

    mbak,cuma waktu yang bisa bikin kita ngerti apa maunya orang tua…believe me. Yg jelas gak ada ortu yg mau anaknya susah..that’s it…..
    Salam kenal🙂

    salam kenal juga bu🙂

  47. tukangobatbersahaja
    August 7, 2008

    tetep sabar menghadapi semua🙂
    hidup tak selamanya indah, hadapi semua dengan senyum.


    yeap… senyum🙂
    toh kalo ga senyum keadaannya ga akan langsung berubah…

  48. ashardi
    August 7, 2008

    wedew… kekenyangan ini, abis makan siang…
    kalo masalah Ibu ndak ikut2an dah :p


    ya ndapapa… hehehe

  49. edratna
    August 7, 2008

    Seorang ibu atau seorang ayah, selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya, walau kadang caranya salah. Kalau ortu seorang yang sukses, dia menginginkan anaknya dapat melebih keberhasilannya. Kalau ternyata kurang puas, mimpi yang tak tercapai ini juga dibebankan pada anaknya.

    Betul, tetap hormat pada ortu, jaga jarak aman…..dan berusaha menyakinkan pelan-pelan, serta minta bantuan dari orang yang disegani oleh ibu atau ayah….


    iyah bu… saya bisa menebak juga kira kira kenapa mama saya jadi sedemikiannya…
    sedang berusaha😉
    wish us luck🙂

  50. irrrr
    August 7, 2008

    wuihh,,,, baca bagian quran bututnya jadi dapet pencerahan dikit.
    klo gw sih alhamdulillah punya ibu yang baiik banget, ngertiin keadaan anaknya.

    biar bagaimanapun inget nat,, klo surga di bawah telapak kaki ibu.
    jadi bgaimana caranya kita ngadepin beliau aja😀


    hmmmm
    benar… be grateful🙂

  51. Supermance
    August 7, 2008

    analogi yang bagus mba🙂, tp agak2 bingung, itu pengalaman pribadi bukan yah ?

    hmmm tebak ajah :p

  52. achoey sang khilaf
    August 7, 2008

    subhanallah

    saya salut padamu sahabat
    juga ibumu

    jaga Qur’an itu ya!🙂


    i am keeping it🙂

  53. Raffaell
    August 7, 2008

    aduh, apa aku terlewat sesuatu ? bff apa sih ?

    Bestest Friend Forever😀

  54. dwi
    August 7, 2008

    Hmmmm jadi ingat cerita cinta jaman dulu hehehe. Ibu saya juga begitu. Tadinya tidak merestui… tapi karena anaknya keras kepala dan disertai berdiplomasi dan pendekatan mendalam akhirnya nyerah juga.

    Orang tua memang suka begitu. Selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Tapi terkadang mereka lupa, yang terbaik versi mereka mungkin bukan yang terbaik untuk anaknya. Toh, yang lebih tau adalah yang menjalani… yaitu si anak.

    Paling nggak kita jadi lebih pengalaman. Nanti akan lebih bijak dan fleksible terhadap anak anak (heheheh… teorinya begitu. prakteknya..ummmm… blum apa apa saya dan swami saya udah deg deg-an membayangkan anak anak kami mulai kencan)


    hueheuheuh iyah ya bu? saya juga menganggap ini sebagai sebuah wacana aja buat nantinya kalau jadi orang tua dan berharap bisa mengingat dengan baik perasaan saya sebagai seorang anak🙂

  55. Adieska
    August 7, 2008

    Ooo gitu ya… Hebat kamu. Layak dapet bintang😀


    really dont think so🙂

  56. aminhers
    August 7, 2008

    I have known parent’s love when I be loved by my child

    🙂

  57. st_hart
    August 8, 2008

    surga itu di bawah telapak kaki ibu loh…pepatah ini seperti pedang bermata dua. mata pertamax: kita mutlak harus menghormati itu. mata kedua: kalau jd ibu ya harus pantes….bayangkan, masak ada ibu yang bersurga di bawah telapak kakinya, mengusir anak seperti itu..
    ehm, ga tau dink *garuk-garuk kepala*


    ah… this is what mother sud notice😀

  58. zee
    August 8, 2008

    casing yg bagus tdk menjamin isinya bagus. banyak ce matre yg tertarik dgn casing bgs, eh ternyata bagusnya cm sebentar. mending ikutin kata hati kita aja x ya, biar lbh plong apapun pilihannya…🙂


    yeap… im following it😀

  59. cahayadihati
    August 8, 2008

    Well, post yang indah.
    Yaya bisa belajar dari sini, kadang Mam juga menjengkelkan. Mungkin nanti kalo kita jadi Mama juga menjengkelkan bagi anak kita, meski apa yang kita perbuat untuk kebaikan mereka.🙂

    Tapi masalah jodoh untung Mam menyerahkan sepenuhnya pada Yaya, meski dulu jg suka ngejar2 gitu, takut anak perawannya gak segera laku kali ya🙂

    Yaya salut ma mbak natazya, yang kuat ya mbak!!

    Salam hangat,

    Cahaya


    makasih ya mbak… good luck to u too😉

  60. yakhanu
    August 8, 2008

    mbak BFF apa ya??
    saya jadi kurang nyambung…

    apa mungkin saya yang lemot ya???

    again…
    BESTEST FRIEND FOREVER🙂

  61. nana
    August 8, 2008

    wahh..tulisan yg bagus!
    hihihihi

    dijaga yah mbak qur’an bututnya..

    semangat!😛


    SEMANGAT!😀

  62. marsini
    August 8, 2008

    ceritanya mendetail banget,
    mbak cocok nih jadi penulis.
    kisahnya kayak kisah2 di sinetron.
    Bedanya klau yang ini kisah nyata🙂


    hehehe
    kaga deh kalo di sinetronin… tar beken :p

  63. okta sihotang
    August 8, 2008

    ibu is my best people that i ever had😉


    hmmm good for u🙂

  64. toim
    August 8, 2008

    emang biasa kalo anak ama ibu suka musuhan apalagi kalo soal pasangan.mungkin ibu kmu takut kmu lupain & diduain klo udah asyik masyuk ama pasangan ^^

    heuheuheuheuh boro boro :p

  65. Masenchipz
    August 8, 2008

    dah dibaca dr ujung ke ujung… ngsh komen malah dibales “apaan sih? pasti ga dibaca” wah..wah… jadi males gw….. mending jadi temennya bawang aja dech…. cabe’ dech…


    hehehe maap… abisnya ngomongnya ganti ganti… jadi seakan tidak menyambung om…🙂

  66. Masenchipz
    August 8, 2008

    pisssssssssssssssssssss

    pusssssssssssssss

  67. neng fey
    August 8, 2008

    Quran butut? baru denger..
    kalo gw mo keluar dari rumah hanya karena merasa ingin nyoba untuk bebas, mandiri bla bla bla *baca : pengen pulang tengah malem tanpa diomelin, hehehhe*
    good luck non🙂


    makasih neng!😀
    ah kaw maunya beredar ajah heuheuhe

  68. nenyok
    August 8, 2008

    salam
    Ah Ibu sebenci2nya saya terhadap dia, saya tahu dia selalu ingin yang terbaik buat anak2nya, hanya saja kadang kita tidak bisa meraba apa yang ada di hatinya..I missed my mom hik..


    dan kadang dia juga ga inget buat tau apa yang ada di hati kita…

  69. asri
    August 9, 2008

    wah, smgt!
    hrs lemah lembut emg bcara sm org tua ^^
    kesabaran pasti byk hikmahnya

    eniwei, alhamdulillah orang tua slma ini slalu oke2 sj thdp pilihan saya ^^

    good for u…🙂

  70. agoyyoga
    August 9, 2008

    Ini yang saya belum tahu logikanya: naluri seorang ibu….
    Jadi Naz… apa rencanamu?

    hmmmm
    sesuai dengan yang di tulis buuu hehehe

  71. yudios
    August 20, 2008

    tepo selero
    sayangi ibu….
    walau bagaimanapun tetap ibu.

  72. Pingback: Untukmu… Karenamu… « If its Not So Important To U, Well It Is For Me

  73. kamaru
    December 15, 2010

    wah seru ya ceritanya

  74. kamaru
    December 15, 2010

    wah seru juga ya ?? siapa yang mau menyangi saya daftar cepat ya wakkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 4, 2008 by in Feels and Thoughts, PsikoThing, yayiyayiyayi and tagged , , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: