If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

It just that..

Hari ini sang adik menangis nangis lagi. Wajah cantiknya agak terganggu dengan bengkaknya kedua mata indah itu. Aku tidak repot buat bertanya… aku sudah tau kenapa. Aku hanya tidak bisa mengerti mengapa…

Kenapa dia bisa sebegitunya pada kami? Kenapa dia bisa bilang bahwa dia adalah pihak yang menderita padahal sering sekali dia membuat kami merasa bahwa rumah tidak lagi tempat terbaik buat pulang?

Kau merasa tidak pernah bahagia? Kenapa? Memangnya hidupmu kurang apa? Kau kurang bahagia dimananya? Kenapa selalu saja keluh yang kau punya? Apa sebetulnya yang ada di benakmu yang membuatmu lakukan semuanya? Salahnya dimana? Sekali lagi, kau kenapa?

Tidak sadarkan kau bahwa kalimat kalimat tajam dan pedas yang keluar dari mulutmu sakiti hati kami lagi dan lagi? Yang kadang kami putuskan buat maafkan karena sebagaimanapun kau adalah sosok itu, yang benar benar berjasa dalam hidup kami… yang sangat kami sayangi… yang harus kami hormati… tapi kalau kau membuat kami merasa tidak berharga sama sekali apa kau pikir kami masih bisa?

Kenapa menurutmu cuma kau yang menderita di dunia kita? Kenapa menurutmu hidupmulah yang kau korbankan buat kebahagiaan semua? Kebahagian yang mana? Kebahagian macam apa? Kebahagiaan siapa? Kau tau tidak kalau yang namanya berkorban tidak ada artinya tanpa keikhlasan dan ketulusan? Dan yang namanya tulus dan ikhlas berarti tidak mengeluh dan tidak mengungkit tiap waktu? Dan lihat dirimu…

Kau yang menyalahkan dirinya karena pergi meninggalkanmu tapi tidak berusaha mengerti kenapa bisa demikian terjadi… dan kini saat kadang dia ada di sisi kau malah sibuk sendiri…

Kau yang berkata kami tidak pernah mengerjakan apa apa dan seenaknya saja… kau pikir kami sedemikian buruknya? Apa kau tidak pernah lihat kami yang luangkan waktu setiap harinya membersihkan rumah kita sekalipun kadang memang malas ada saja? Apa kau tidak liat adik cantik yang melakukan banyak sekali tugas rumah tangga tiap harinya disela semua kegiatannya?

Apa? Sudah seharusnya? Lalu yang seharusnya tugasmu apa? Kau tau tidak… makin kesini kami makin tidak bisa mengerti dirimu? Kau… yang mengaku sekarang tidur makin sebentar dan bangun paling pagi… Memang suruh siapa? Kau tidur paling malam karena kau habiskan waktu di depan komputer dan berbincang ria tertawa tawa dengan para sahabat mayamu, bukan? Bangun paling pagi setelah beribadah kaupun langsun kembali kesana… kau bilang kami perawan perawan pemalas tidak tau diri karena membiarkan kau yang mengurus para adik? Kau kan ibu mereka? Memang akan membunuhmu kalau sedikit saja kau lakukan itu?

Sekarang sejak tugasmu makin mudah dengan tidak perlunya mengantar lagi mereka ke sekolah memang apa yang kau lakukan? Kembali duduk di kursi yang bagaikan singgasana bagimu dan tertawa tawa yang rasanya paling bahagia bersama mereka yang kau bahkan tidak terlalu tau siapa… Kau tidak pernah memasak lagi karena katamu tidak ada yang memakan, siapa yang akan makan kalau kau memasak asal-asalan? Kau tidak perlu membersihkan rumah melulu karena kami akan lakukan… Kau tidak perlu mencuci dan menyetrika… Kau…

Kami punya hidup kami sendiri… jalan kami yang kau rasanya susah sekali buat mengerti! Kau mau tau kenapa pagi ini si cantik berbengkak mata sekali lagi dan sama sekali bukan yang pertama kali? Karna panjang sekali cercaanmu yang tak berujung cuma karena dia ingin memakai sebentar komputer yang memang punyamu buat dikuasai… cuma karena itu dan kau marah marah panjang sekali dan memaki maki tiap kali kami ingin membela diri… Bagus sekali…

Dan yang membuat sakit hati, malam hari kau berbicara entah dengan siapa entah perempuan entah lelaki entah kau kenal atau kau menipu diri, tertawa tawa seakan bahagia sekali sementara dia menangis di ruang sebelah… Kau itu kenapa?

Kenapa kau meminta ijin buat bahagia sekali kali? Apa benar selama ini kau tidak bahagia sama sekali? Apa buatmu kami tidak pernah berarti? Apa benar buatmu kami tidak pernah membuat senang? Tidak bisa hadirkan bahagia yang sama? Kenapa kau bisa sedemikian baik di depan mereka tertawa tawa sedangkan pada kami kau cuma punya cela dan cela? Kau itu kenapa?

Ingat tidak kau pernah bilang kami jangan jadi perempuan murahan dengan bertemu mereka yang tidak kami kenal di luar rumah? Kau tau tidak itu tertanam dengan baik dalam otak kami dan karenanya berkalikali kami merasa takut murah dan tak berharga? Lalu yang kau lakukan apa? Kau ini kenapa?

Kami tidak berguna… kami seenaknya saja… Apa kau pernah liat mereka yang lain yang seenaknya saja? Lagipula, dipikir pikir memang kau pernah mengajarkan kami apa? Kau sadar tidak kau dan dia jarang ada? Tapi kami tau kenapa… dan kami berusaha mengerti… kami tidak menyalahkan… kami mengerti! Kami berusaha mengerti! Kami tidak mengeluh… kami jadi pribadi yang tidak hancur dan rusak sebagaimana yang lain kebanyakan pada masa paling kacau dalam kehidupan kami! Kau tidak bisakah sedikit saja menghargai!? Taukah kau bahwa kadang kau juga yang membuat kami merasa paling tidak berati? KAU INI KENAPA?

Kau yang tidak mengajarkan bagaimana seharusnya tidak mengharapkan apa apa… Kau juga bukan yang terbaik di antara semuanya, lalu bagaimana mungkin kau harapkan kami demikian adanya? Kau yang sering membentak dan berteriak dan berkata kasar? Kau mengharapkan kami jadi apa sebenarnya? Kau yang bermuka dua dan baik di depan mereka namun kadang bagaikan iblis wanita di hadapan kami semua? Kau ini kenapa?

Kau masih heran kalau kami tidak betah dirumah? Kau masih bertanya kenapa kami ingin pergi saja? Kau tidak mengerti kenapa kami kadang menangis sendiri? Coba kau pikir lagi… Kau juga pasti tidak tau bahwa si adik pernah menenggak setengah botol obat batuk hitam itu, dan aku sendiri menelan 7 butir obat anti mabok cuma buat bisa tidur secepatnya dan berhenti merasakan pedih yang tidak pernah hilang? Kau tidak akan pernah tau dan mungkin kalaupun tau kau tidak sepeduli itu…

Kau tau? Masalah terbesarmu adalah kau tidak pernah bersyukur! Kau tidak bersyukur ada dia yang sekalipun sudah terbagi dua masih juga kembali kepadamu sesering dia bisa dan masih mau peduli… kau pikir yang lain bisa begitu? Kau tidak bersyukur dengan hidupmu yang begitu mudah dan tidak kekurangan apa apa yang kau masih saja merasa kurang dengannya! Kau tidak pernah bersyukur memiliki kami yang sesungguhnya mencintaimu dan ingin dimengerti olehmu sebagaimana kami berjuang buat bisa mengerti dirimu! Kau tidak pernah bersyukur dia dan kami selalu ada untukmu! KAU TIDAK BERSYUKUR!

Maafkan semua kemarahan dan kebencian yang tertuang… Kau mungkin tidak tau hari ini dan dulu dulu entah sudah berapa liter airmata kami yang terbuang dan betapa besar upaya dan usaha buat bisa mengumpulkan harga diri yang gagal karena lagi dan lagi kau buat kami merasa tidak berharga… Kau mungkin tidak tau betapa kami mencoba jadi orang orang yang berguna dan tidak seenaknya saja… Kau mungkin tidak tau yang sakit hati dari dulu bukan kau saja… Kau mungkin tidak tau…


You’ve hurt us mum

Hurt us bad…

Information

This entry was posted on July 31, 2008 by in Feels and Thoughts and tagged , , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: