If its Not So Important To U, Well It Is For Me

some things are better left written

Antara Ingin dan Butuh

Coba katakan lebih baik mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, ataukah sesuatu yang kita butuhkan?



Melakukan sebuah pekerjaan yang diinginkan tapi tidak banyak menghasilkan, ataukah berkutat dengan sesuatu yang rasanya memang itu yang kita butuhkan untuk menjalankan kehidupan?



Menjalankan hidup sesuai keinginan yang katanya memenuhi panggilan hati, ataukah menjalankan hidup dengan jalan yang katanya kelak disadari bahwa itu adalah yang dibutuhkan?



Menikah dengan seseorang yang kita inginkan dengan perasaan cinta yang mendalam dan rela menjalani semua yang mungkin akan ada di hadapan, ataukah menikah dengan seseorang yang katanya lebih baik dan lebih punya masa depan dan itulah yang katanya kita butuhkan?

Lagipula sebetulnya siapa yang menentukan standar ingin dan butuh itu sendiri?

.

.

.

Tolong katakan karena saya sedang butuh jawaban…

23 comments on “Antara Ingin dan Butuh

  1. ana
    July 9, 2008

    jadi iktu mikir, sebenernya nikah itu perlu ga siih??

  2. Mi-chan
    July 9, 2008

    Well, butuh better than ingin. Mnurut ku sih…

  3. BayuHebat
    July 9, 2008

    Butuh tuh kudu, harus, must

    kalo ingin gak perlu perlu amat

  4. natazya
    July 9, 2008

    oh iya sebelumnya… buat yang nanti berkomentar dan sudah

    TERIMA KASIH😀

    tapi karena ini pertanyaan… maka saya tidak akan menanggapi ya…

    mohon ijin…

    tapi tolong tetap dijawab bila memang merasa punya jawaban…
    dan tolong baca dulu supaya benar benar tau yang ditanyakan…

    dan sekali lagi,

    TERIMA KASIH🙂

  5. Popi
    July 9, 2008

    dear, ada saat-saat dimana kita memilih untuk mengikuti keinginan, tapi kita pasti akan sampai pada tahap dimana kita harus berpikir soal kebutuhan, dan cuma itu yang penting. Soal standarnya, tentu kita yang menentukan. Bukan apa yang orang kata, atau orang pikir. It’s about me and how me manage me life

  6. Yudha P Sunandar
    July 9, 2008

    hm. pertanyaan yang sulit.
    kita nggak bisa melihat sesuatu itu secara sama. tapi secara garis besar, antara keinginan dan kebutuhan harus seimbang. karena, kebutuhan tanpa keinginan akan jadi sesuatu yang menyesakan. begitu pula kalo keinginan tanpa kebutuhan akan jadi sesuatu yang pincang. karena yang namanya keinginan nggak akan ada akhirnya. malah nantinya justru menjerumuskan.
    saranku, jadikanlah kebutuhan sebagai tolak ukur untuk menggapai keinginan, dan jadikanlah itu nyaman ketika mendapatkannya. karena kebutuhan nggak akan pernah kita sesali. pasti suatu saat kita akan tau mengapa kita membutuhkan.

    untuk tolak ukur ingin dan butuh, sebenarnya relatif. dikembalikan ke individu masing2. pikirkan dengan santai dan tanpa terburu2. dan yang paling utama, jangan terpengaruh dengan keinginan pihak lain. mencoba lebih percaya ke diri sendiri adalah lebih baik.

  7. Elys Welt
    July 9, 2008

    hmm… kalau menurutku sih, kita sendiri yang menentukan siapa yang akan menjadi pendamping hidup, bukan orang lain, bukan juga karena keluarga atau lingkungan, karena bukan mereka yang akan menikah tapi kita, tentu sebelumnya sudah “dibicarakan” sama yang di atas, karena Dialah yang lebih tahu siapa yang terbaik buat kita.

  8. GiE
    July 9, 2008

    Perbedaan antara “ingin” dan “butuh” adalah kesabaran.
    Jangan merencanakan sesuatu dengan terburu-buru. Kita tentu butuh waktu agar bisa mengolah perasaan dan pikiran untuk akhirnya merumuskan apa aja sih yang kita butuhkan dan inginkan?
    Nah disinilah nantinya kita bisa menentukan pilihan antara, manakah yang paling kita butuhkan dan inginkan?

    Maka, coretlah yang nggak perlu, you decide it…

    Waduh… saya bingung sebenernya nihh… Menjawab pertanyaan tentang ingin dan butuh itu kayak pertanyaan, lebih dulu manakah ayam atau telur? Kalo dijawab dengan logis oleh si Abu Nawas gini, “ayam nggak kenal telur, begitu pula telur nggak kenal ayam”.

    So, kalo jawabannya di-andai-andai-in kayak pertanyaan tadi, lebih dulu mana antara ingin dan butuh? Jawabannya bisa diterka sendiri kan?

    Hehe… *ngaco deh*😆

    oh nona maapkeun ya kalo komeng saya tambah membingungkan…

    piss, buuu..
    :mrgreen:

  9. Wempi
    July 9, 2008

    Pendaping hidup adalah suatu kebutuhan, walaupun bagaimanapun kita mengatakan kita tidak menginginkan.

  10. lala
    July 9, 2008

    weleh… si ibu keur kunaon???
    bingung dilamar ku raja minyak tampaknyah…..
    *dipentung nata*

    ingin itu desire… penting gak penting, pokoknya ingin! dan itu gak apah.. namanyah juga ingin,, sperti harapan dan cita-cita di over simplified jadi hanya ‘ingin’

    butuh itu necessity,, kita tahu bahwa sesuatu itu adalah ‘kebutuhan’,saat hal itu tjadi pada kita. kita bisa bilang kita butuh ada di suatu tempat jam 7 malam, tp yg punya cetakbiru hidup kita menakdirkan kita telat. berarti kita emang gak butuh utk datang jam 7… itu cth sederhana..

    d point is: ber-keinginan itu sah! perlu! harus malah! tapi kemudian saat desires itu tidak accomplish.. meaning we dont really need it after all.. do as you wish, prayin for what you do, then send it all to God for what it comes out…

    karna pasti ada jawaban,, kalo gak butuh tjadi yah gak akan tjadi….

  11. Mom Baby Vay
    July 9, 2008

    Klo menurutku lebih baik adalah keinginan. Saat kita merasa kita ingin sesuatu, itu muncul krn dalam pikiran kita kita merasa kita butuh akan sesuatu itu, krn itulah muncu keinginan. Tp kebutuhan memang bukan berarti kita inginkan. Tp klo keinginan sudah pasti krn kita butuh.

    Aku biasanya mengusahakan semua yg kuinginkan, agar itu bs jadi ambisi dan cita-2 dalam hidupku. Tp seandainya keinginan itu tdk terkabul, ya sudah gpp… aq ya sabar aja😀 pasrah,, berarti belum rejeki.

  12. itikkecil
    July 9, 2008

    kayaknya mendingan yang butuh deh…. kalau ingin, waduh…. nikah sama Brad Pitt juga pengen kali…. tapi apa iya Brad Pitt yang kita butuhkan?

  13. bacotchaoz
    July 9, 2008

    Mending yang dibutuhkan jeng..
    Dan saat ini lo lagi butuh baca tulisan ga makna gw kayanya..

    kunjungi
    http://bacotchaoz.wordpress.com

    mikirin membutuhkan mengingikan itu ruwet. Kenapa ga tambahin ruwet aja dengan baca tulisan gw.. Dijamin membunuh..

  14. Herdining
    July 9, 2008

    Kebutuhan adalah bagian dari pada keinginan…tapi keinginan belum tentu mewakili apa yang paling kita butuhkan….!

  15. babeh
    July 9, 2008

    untuk urusan pernikahan sih, kayaknya mending milih yang kita INGINKAN, daripada yang kita BUTUHKAN, lho? knapa? tauk tuh….. itu mah jawabanku ajah buat neng nataaaaaaaa

  16. awan sundiawan
    July 10, 2008

    kebutuhan adalah sebuah keinginan, tapi keinginan belum tentu sebuah kebutuhan….😀

  17. Tigis
    July 10, 2008

    Jawabannya kalo buat gue jelas : penuhilah yang diinginkan. Membosankan hidup hanya mengejar sesuatu yg dibutuhkan dan melupakan apa sebetulnya yg bener2x kita inginkan. Kita bukan robot yg ga punya desire. Dunia memang sudah menjadi sedemikian materialistis tp bukan berarti bahwa kita ga bisa menjadi sisa2x manusia yg msh mementingkan aspek romantisme kehidupan.

  18. manusia biasa saja
    July 10, 2008

    Sebenarnya keinginan itu adalah sebuah awal dari kebutuhan.
    Dulu… sewaktu saya belum berkeluarga, saya ingin punya rumah. ingin punya mobil. ingin punya istri. dan masih banyak keinginan saya yang lain.

    waktu berlalu. semua berubah. saya-pun menikah, dan punya anak.
    setelah terbentur dengan realita… semua keinginan yang dulu hanya sekedar ingin, menjadi sebuah keharusan.

    Saya harus tetap punya istri. saya butuh istri!!! tidak bisa tidak.
    dan saya butuh rumah, bahkan setelah anak saya lahir… saya butuh mobil untuk kesana-kemari dengan nyaman bersama istri dan anak.

    Jadi proses dari “want” menjadi “need” itu hanya masalah waktu saja.
    semuanya akan terjadi, walaupun harus dilalui dengan tertatih-tatih.

    begitulah hidup. berbahagialah orang-orang yang berani hidup.
    yang tidak pernah menyerah.

    yang penting kita selalu tawakal, dan berprasangka baik kepada 4jjI. karena nasip kita ini ada diujung jariNya.

  19. Daniel Mahendra
    July 11, 2008

    Aku percaya: manusia mesti bisa mengusahakan kenyataan-kenyataan baru.

    Kita multak mengerjakan apa yang kita butuhkan. Tapi kebutuhan saja adalah sikap orang yang hanya menerima kenyataan.

    Manusia juga diberi rasa untuk berkeinginan. Dan itu adalah wajar. Kita bisa mengejarnya. Agar hidup lebih terasa dinamis dan berwarna.

    Setelah soal kebutuhan terpenuhi, terus berkeinginan adalah sebuah hal lumrah.

    Yang ideal: keinginan kita sesuai dengan kebutuhan kita.

    Apakah itu berlebihan? Manusia kan bisa mengusahakan kenyataan-kenyataan baru.

  20. jiwakelana
    July 11, 2008

    tidak ada yang bisa menentukan standar ingin dan butuh kecuali diri kita sendiri. banyak orang kecewa karena tidak mendapat apa yang menjadi keinginannya. umumnya hal tersebut disebabkan karena apa yang diinginkannya lebih banyak dari apa yang dibutuhkannya. menurut saya, jika qm tidak mau kecewa maka qm harus mendapatkan apa yang qm butuhkan bukan pada apa yang qm inginkan.

  21. herry setyawan
    July 11, 2008

    anda membutuhkan jawaban atau menginginkan jawaban ?

    anda sekarang ini membutuhkan pernikahan atau baru dalam tahap ingin nikah ?
    kalau sudah butuh berarti anda telah mengetahui calon dan make sure bahwa calon pendamping anda adalah yang terbaik dalam kaca mata anda. dan sudah menyusun rencana secara matang tentang waktu pernikahannya
    tetapi kalau anda baru menginginkan pernikahan berarti anda belum mantaf atas pendamping anda, tapi sampai kapan anda akan seperti ini ?

  22. Pakacil
    July 14, 2008

    Keseimbangan keinginan dan kebutuhan adalah sebuah idealita, cenderung menjadi sebuah utopia. Mungkin, tidak ada yg dapat memberikan standarisasi tentang itu. Kompromi adalah kata kunci, kompromi antara keinginan dan kebutuhan kita pada sebuah kondisi tertentu.

    Namun, pada antaranya, ada sebuah prinsip yg selalu berusaha saya ingat dan pegang, bahwa membuat keputusan itu sulit, tapi bersedia & sanggup menerima konsekuensi dari keputusan yg kita buat sungguh lebih sulit.

    Karenanya, mungkin lebih baik meraba konsekuensi dari keinginan dan kebutuhan, siapa tau ada kompromi pada keduanya. Semoga…

  23. nenyok
    July 14, 2008

    Salam
    Ikuti kata hati Non, tapi jangan lupakan realita dan logika, ah itu saja basicly semua hal toh kita butuhkan dan inginkan, Good luck Nata-ku😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 9, 2008 by in Feels and Thoughts and tagged , .

i Wrote About:

RSS To Train My Rusty English

  • REVENGE
    It just that since I subscribed to a pay TV, and now resigning from my latest radio job, and pretty much working from home, I watch TV for about 4-6 hours a day. I cut it down from 6-8 hours a day, that's when I decided that Im going to Dubai next year with my business :DBut there's a huge different from Indonesian local TV and cables, indeed! I do […]
  • The Trilogy Time
    Aloha!Oh my, its been forever since I wrote in this blog :p I was gonna let this one abandoned anyway :lol: But then again, in order to smoothered my rusty English, gonna start practicing it here again :DSo, how have you been? Me? Well.. Kinda busy with this business I've been joining for almost 3 years now. Quit the announcing job for some reason. And […]

My First Baby

Follow Me? ;)

%d bloggers like this: